<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8619842587528224608</id><updated>2011-07-08T09:27:20.600-07:00</updated><title type='text'>Eugenia's Stories</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fonny Jodikin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16363417521804267532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_6X61jPk8PYg/TQd2bjfoRzI/AAAAAAAAAr8/zqVeeK6coyE/S220/Fon%2BClose%2BUp.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8619842587528224608.post-4430457046141462948</id><published>2008-11-11T21:47:00.001-08:00</published><updated>2009-01-12T09:11:06.998-08:00</updated><title type='text'>My Dreams</title><content type='html'>&lt;strong&gt;My Dreams (part 1)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu pagi, kuterbangun. Mendapati diriku tengah berada di suatu tempat yang asing. &lt;br /&gt;Hei, ini bukan tempat tidurku! Di mana aku berada? Aku merasakan kelembutan seprai tempat tidur ini -polos, tanpa motif yang terbuat dari bahan yang amat bagus. Warnanya krem. Kesannya anggun dan mahal.&lt;br /&gt;Aku bergegas turun dari tempat tidurku. Kulihat, sarapan pagi sudah terletak di meja kecil tidak jauh dari tempat tidurku. Kulihat sajian western food tertata dengan rapi. Sandwich berisi ikan tuna, telur omelet, dan secangkir orange juice. Perfect! This is the kind of food that I love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubawa tray makanan itu, dan kulangkahkan kaki menuju teras. Lagi-lagi kulihat koran hari itu sudah tersedia, kubawa serta menuju teras. Apa yang lebih sempurna dari makan pagi outdoor, menikmati cahaya mentari dan membaca koran hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini sepertinya asing. Namun di sisi lain, rasa déjà vu menghinggapi. Ini bukan pertama kalinya aku di sini. Entah, tempat ini begitu familiar bagiku. Semua tertata rapi, serapi yang kuinginkan, serapi yang kuimpikan. Walaupun terkadang rasa malas menghinggapiku untuk beres-beres rumah, tetapi kamar dan rumah seperti inilah yang kuidam-idamkan.&lt;br /&gt;Di teras, tersedia meja makan yang tidak terlalu besar. Berkapasitas dua sampai tiga orang. Terbuat dari bahan logam, berukir bunga. Lagi-lagi terlihat serasi dengan perpaduan alam yang menorehkan kesempurnaan spektrum warnanya di pagi itu. Kolam renang kecil berwarna kebiruan terhampar di belakang sana. Tidak terlalu besar memang, tetapi indah. Airnya memberikan kesejukan tersendiri di hatiku hanya dengan menatapnya. Dan bunga-bungan bermekaran di sampingnya? Oh, tak terkira indahnya. Dan ditambah lagi cuaca tengah sangat indah hari ini. Angin sepoi-sepoi bertiup dengan lembut, mengibaskan sedikit rambutku.&lt;br /&gt;Aku duduk dan menghirup jus-ku. Pelan-pelan, kubuka lembaran pertama surat kabar yang ada di tanganku, sambil tangan yang satunya mengambil sandwich dan menyuapkannya secara pelan ke dalam mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini indah, tidak terlalu asing, ada pengalaman lama yang sepertinya berteriak ingin kembali ke masa kini. Dan itu tengah kualami. Semua keindahan itu sepertinya sempurna. Namun, kenapa aku di tempat ini sendirian? Sepi… Alone... Lonely… &lt;br /&gt;Alam seindah ini, tidak mampu menghibur aku yang tiba-tiba merasa sepi. Teringat, dulu di tengah keramaian yang kurasakan di ibukota Jakarta, aku pun pernah merasakan kesepian yang mendalam. Kenapa rasa itu timbul lagi? Di tengah semua impian tentang rumah-alam-aktivitas yang menyenangkan yang kualami, mengapa masih timbul rasa sepi yang tak terelakkan? Menyeruak kuat dari dasar hatiku dan sekarang dia mendominasi. Sepi. Sendiri. Sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan, kuselesaikan sarapanku. Kuangkat kembali tray makananku, kutempatkan kembali di tempat semula, di dalam kamarku.&lt;br /&gt;Aku duduk, mengambil buku yang ada di sisi tempat tidurku. Pembatas buku menunjukkan aku sudah menyelesaikan hampir separuh dari buku itu. Dan buku itu berjudul My Dreams. Mungkin itulah yang membuatku terlempar ke sini. Ke bagian terdalam dari diriku yang meronta-ronta ingin memenuhi kebutuhan imajinasiku. Daya khayalku mengajakku terbang ke satu kondisi yang tidak pernah bakal kujumpai dalam rutinitasku.&lt;br /&gt;My Dreams, memaksaku, merayuku, dan dengan senang hati membawaku ke lapisan-lapisan terdalam relung hatiku yang membuatku mampu bertahan dalam impian. Di saat semua keadaan yang sangat tidak mendukungku untuk bermimpi, buku ini mampu mendobrak rutinitas dan ketakutanku.&lt;br /&gt;Hei! Aku mau bermimpi! Tidak salah, kan, punya mimpi??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seolah semua berubah begitu cepat. Aku terjaga dengan terkejut. Kudapati kembali aku di kamarku. Tetapi bukan seperti yang aku mau, tempat ini adalah tempat nyata di mana aku tidur. Tempat ini, seprai garis-garis ini, kamar sempit ini, adalah kamarku. Dan kulihat pemandangan luar lewat jendelaku. Sempit, becek, dan tidak karuan. Berantakan. Mana keindahan yang kudapati di mimpiku tadi? Mana kesempurnaan yang memesona hatiku dan membuatku teramat terhanyut dalam ketenangan luar biasa? Hilang….Raib entah ke mana.&lt;br /&gt;Dan inilah kenyataan yang harus kuhadapi. Tidak ada teras indah, yang ada pekarangan sempit yang berhadapan dengan rumah tetangga. Jalan rumah ini hanya bisa dilalui sepeda motor. Jangankan hamparan luas tanah yang berkolam renang dengan keindahan tamannya, yang ada hanya genangan air becek bekas hujan semalam.&lt;br /&gt;Kenyataan memang pahit. Tetapi kalau saja aku diizinkan untuk bermimpi, sekali lagiiii sajaaa… Satu hari lagi saja…Aku ingin sungguh menikmati setiap detik di impian itu, sehingga aku bisa tersenyum saat berada di tengah kenyataan pahit yang kualami. Andai itu jadi nyata…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 12 November 2008&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;My Dreams (Part 2)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pembunuh Impian&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama, aku hidup dengan pembunuh impian. Dengan orang-orang yang menganggap apa yang aku lakukan adalah mission impossible. Buat mereka yang logis dan realis, seorang pemimpi hanyalah mereka yang kurang kerjaan dan terkadang terkesan gila dan eksentrik. Bila ingin melakukan sesuatu di luar kewajaran, tidak salah juga oleh beberapa orang, aku dianggap orang gila. Namun, kalau Wright bersaudara mampu mewujudkan impian mereka membuat pesawat terbang di udara, rasanya tidak ada yang mustahil. Dan berapa banyak pula orang di zaman mereka yang berpikir mereka gila? Ditambah lagi, di sekeliling mereka, rasanya tidak kurang orang yang juga mencemooh dan entah disengaja atau tidak berusaha membunuh impian mereka dengan kata-kata ataupun perbuatan. Dengan tidak mendukung mereka, mengatakan apa yang mereka lakukan adalah sia-sia belaka, karena manusia bukan burung, mana mungkin bisa terbang?&lt;br /&gt;Impian mereka yang kuat ditambah kerja keras, membawa mereka mencapai hasil penemuan terpenting yang membuat kita dengan mudahnya terbang ke Amerika, Australia, dan ke bagian mana saja dari belahan bumi ini. It’s possible!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, tinggal di gang sempit, berada di lingkungan keluarga miskin, lahir dari keluarga miskin dan terbelakang, membuatku ‘diharuskan’ menerima bahwa keluarga kami akan selalu merupakan keluarga miskin tanpa ampun, tujuh kali tujuh turunan. Namun, di antara keputusasaan akan judgment itu, di antara kepahitan kenyataan bahwa aku harus berhenti bersekolah pas lulus SMU saja dan tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi, aku masih punya mimpi.&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi itu kugenggam erat. Membuatku mampu bertahan di tengah arus kehidupan yang terkadang amat liar, tak terbendung, berusaha menarikku ke dalam lembah kekelaman keputusaaan tanpa akhir. &lt;br /&gt;Terlepas dari takdir, nasib, nenek moyang turun temurun yang mewariskan kemiskinan dan kebodohan, aku mau merdeka! Ini bukan semangat ’45 saja, tetapi sungguh, aku mau!&lt;br /&gt;Aku mau mengakhiri zaman keputusasaan yang membelenggu keluarga kami. Untuk itulah, kubuat buku berjudul My Dreams.&lt;br /&gt;My Dreams berisikan banyak impianku, mulai dari yang sederhana semisal nonton bioskop, membeli CD player dan VCD-DVD Player, sampai jalan-jalan ke luar negeri, ke mana saja, agar aku bisa melongokkan kepalaku dari tempurung yang selama ini menguasai ke-katak-anku. Aku sungguh merasa bagai katak dalam tempurung yang tidak pernah ke mana-mana, tidak pernah merasakan kemapanan, namun aku mau mengejarnya.&lt;br /&gt;Belum lagi dengan siapa atau maksudnya  dengan  orang seperti apa aku mau menikah, kehidupan semacam apa yang ingin aku nikmati lima sampai sepuluh tahun ke depan nanti, semua kutuliskan. Termasuk kamar seperti apa yang kuinginkan, pemandangan di belakang rumah seperti apa yang aku idamkan. Dan itu semua, terbawa mimpi. Impian membawaku bermimpi! Dan itu indah sekali… Memberikan kekuatan baru, di saat aku terbangun pagi ini, di mana aku harus berjuang lagi dengan meyakinkan pembunuh-pembunuh impianku di rumah ini, bahwa aku masih ingin bermimpi. Satu hari lagi, satu tahun lagi, ah…bahkan seribu tahun lagi, kalau umurku masih panjang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku impianku berisikan tulisan, gambar, tentang apa yang kuinginkan, dan itu semua kutuliskan dengan sepenuh hati. Kubaca dan kudoakan siang dan malam. Di tengah kesibukan membantu warung di rumah, aku menyempatkan diri mengintipnya sebentar, tersenyum membayangkan keindahan impian itu, sebelum masuk lagi ke rutinitas harianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Rokok sebungkus, neng…” Sapaan itu menghentikan sejenak lamunanku. Dan kuambil rokok langganan Pak Budi, lalu tak lupa mengucapkan terima kasih. Mimpiku terhenti. Setiap ada orang yang datang ke warung, aku harus berhenti sejenak. Pause. Bukan stop. Karena kalau berhenti total, artinya aku juga mulai memikirkan untuk menghentikan roda kehidupanku. Apalah artinya hidup, jika dilalui tanpa impian? Bagiku itu hanyalah hidup seorang zombie, yang badannya saja hidup, namun sudah tiada gairah hidup. Semangat hidup yang menipis, meluap entah ke mana, bahkan berlalu bersama angin membuat orang tidak mampu bertahan melewati banyak cobaan.&lt;br /&gt;Bukannya sok, aku juga bukan orang yang selalu kuat. Namun, aku juga tidak mau menyerah. Menyerah, tanpa impian, buatku sudah berarti kalah. Setidaknya dengan bermimpi, aku masih punya semangat, masih ada yang memotivasiku kembali untuk bangkit, karena aku mau mencapai tujuanku. Sekarang, setahun, dua tahun, lima tahun, mungkin juga sepuluh. Aku tidak peduli berapa lama, asalkan aku, si pemimpi ini, masih bisa melanjutkan hidupku dengan senyum ceria, menyambut kehadiran hari baru sebagai satu kesempatan baru, sebagai satu anak tangga untuk mendekati mimpiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan datanglah pembunuh impian nomor satu. Tidak lain, ayahku sendiri. Dia dengan tegasnya menyuruh aku makan siang. Aku kan bukan anak kecil, kenapa juga musti sebegitu tegasnya, papah? Dan dia paling tidak suka melihatku melamun. Anak gadis kalau melamun, bisa macam-macam katanya. Dan dia paling takut, kalau aku tidak kawin. Karena akan menjadi bebannya seumur hidupnya. Dia juga paling sering melihat buku impianku dan tidak lupa menertawakanku secara sinis. “ Sudah sampai mana impianmu, neng? Bangunlah! Jangan tidur terus…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlalu sambil kecewa. Kejadian ini hampir berulang setiap hari. Seperti film yang di-rewind, begitulah adanya. Bosan. Keadaan yang terburuk adalah tinggal bersama si pembunuh impian yang terus menyerang dengan kata-kata dan tindakan yang mematikan kreatifitas dan daya khayalku. Tetapi, kalau dia pikir dengan begitu dia mampu menghentikanku, dia salah besar! Karena dia berhadapan dengan aku, si putri kandungnya sendiri, yang mewarisi ke-kerashati-annya sekaligus ketegarannya. Kalau harus adu keras hati, aku tidak akan kalah sama papah. Aku berlalu, menatap makan siang yang tersedia di meja makan. Hasil jerih payah masakan ibuku, mamah… Mamah memasakkan sayur asam, tempe, dan ikan asin. Aku makan dengan lahap, karena ada sambal terasi kesukaanku juga. Sambil bermimpi makan western food sebagaimana layaknya yang kulihat jelas dalam mimpiku, aku tersenyum. Sayur asam ini terasa sandwich, tempe bagaikan omelet, dan teh pahit ini serasa orange juice.&lt;br /&gt;Gila? Anggaplah sedikit banyak kegilaan itu mulai menjalari otakku dan meracuniku. Tapi, untuk impian dan masa depan yang lebih baik, aku mau gila. Gila demi mencapai impian yang kuidamkan. Biarkan saja si pembunuh impian itu berceloteh panjang lebar, menghina, meremehkan. Dia akan jadi saksi suatu hari nanti, kalau semua perkataannya itu harus dia telan dan dia harus minta maaf padaku. Tunggu waktuNya, pah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjuang sendirian dengan mimpi-mimpiku, terkadang terasa melelahkan. Namun, dengan senang hati, alam tidur memperkuat diriku kembali. Impian (read:bunga tidur) yang sepertinya sudah jadi nyata, menguatkan aku dengan sebegitu detailnya menggambarkan apa yang kuinginkan, sedetail apa yang kutulis, apa yang kugambarkan dalam buku impianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari, kupegang My Dreams  erat-erat. Aku mau bermimpi indah lagi. Bertahan satu hari lagi. God, help me!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 14 November 2008&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;*tengah malam, pukul 12.25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;My Dreams Part 3&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Second Chance&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I can show you the world&lt;br /&gt;Shining, shimmering, splendid&lt;br /&gt;Tell me, princess, now when did&lt;br /&gt;You last let your heart decide?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I can open your eyes&lt;br /&gt;Take you wonder by wonder&lt;br /&gt;Over, sideways and under&lt;br /&gt;On a magic carpet ride&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A whole new world&lt;br /&gt;A new fantastic point of view&lt;br /&gt;No one to tell us no&lt;br /&gt;Or where to go&lt;br /&gt;Or say we're only dreaming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A whole new world&lt;br /&gt;A dazzling place I never knew&lt;br /&gt;But when I'm way up here&lt;br /&gt;It's crystal clear&lt;br /&gt;that now I'm in a whole new world with you&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diiringi lagu film Aladdin itu, aku duduk di atas sebuah permadani yang membawaku terbang melintasi bagian demi bagian bumi. Kulihat Menara Eiffel di Perancis, Great Wall  di China, Taipei 101 di Taipei- Taiwan, juga keindahan nusantara: Bali-Yogya-Medan-Manado, dan terus, dan terus, dan terus…&lt;br /&gt;Pemandangan spektakuler tak terkira membuatku tersenyum. Ini bagian dari mimpiku, keliling dunia, untuk membuka wawasan dan melihat perkembangan negara lain. Sungguh menyenangkan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba permadaniku parkir dengan mendadak, gubrakkk, aku terjatuh, dan ketika kudapati diriku di lantai, ternyata aku sungguh terjatuh dari tempat tidur sempitku karena aku terlalu seru dalam mimpiku ternyata. Ouch, it hurts!&lt;br /&gt;Bangun dari mimpi indah, tidak selalu menyenangkan, ada bagian dari diriku yang menghentak dan menagih untuk masuk ke alam mimpi kembali, karena apabila kulihat kenyataan yang amat mengecewakan, rasanya aku tidak mau lagi berada di dunia realita ini. Tetapi, satu sisi, aku sadar, aku harus berjuang untuk mewujudkan impian itu jadi nyata. Kalau cuma bermimpi dan bermimpi terus, tanpa tindakan untuk mewujudkannya, aku tahu, impian itu juga tidak akan pernah tercapai. Mungkin statusku hanyalah pemimpi nomor satu, tanpa bisa mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, aku tidak pernah sebegitu bersemangat sebelum ini. Namun, ketika aku hampir mati ditabrak bus, itulah yang mengubah aku, menjadikan semangatku berkobar-kobar. Karena aku takut, waktuku habis tanpa sempat mewujudkan apa-apa. Aku takut diriku sendiri menyesali kenyataan ini, karena aku terlanjur menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan beri, tanpa berbuat apa-apa dan kesempatan itu lewat begitu saja. No way!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang berhak atas kesempatan kedua dalam hidupnya. Dan itulah yang kualami. Di satu perjalanan bersama mamah untuk belanja ke pasar, setelah aku keluar dari gang rumahku, aku berjalan menuju halte bus terdekat di depan gang kami. Dan kulihat, bus yang akan membawa kami ke pasar sudah datang, dan aku mengejarnya. Mamah tertinggal di belakangku, sambil berusaha berlari, namun sepertinya dia sudah terengah-engah. Maksudku, agar aku sampai terlebih dahulu ke bus tersebut biar kuberitahu sopirnya untuk menunggu sebentar. Kasihan mamah kalau sampai ngos-ngosan begitu. Namun, tidak kusangka, setelah aku berlari cepat keluar dari gang menuju jalan raya di depan halte tersebut, maksudku untuk memotong jalan, ternyata di belakang bus yang kami tuju, sudah antri bus lain yang mau menurunkan penumpang. Dan tidak tanggung-tanggung, bus itu ngebut luar biasa, dan berhenti tepat di belakangku. Aku shock, karena sedikitnya bahuku tercium bagian depan bus itu. Dan sopir bus itu memarahiku, “ Mata ditaruh di mana, neng? Nanti kalau mati, abang juga yang kena!”&lt;br /&gt;Aku masih kaget. Terdiam. Mamah di belakang memanggilku, “ Neng, kamu baik-baik saja?”&lt;br /&gt;“ Iya, mah…” Ucapku pelan, sambil berusaha menenangkan debaran jantungku. Yah, aku hampir mati. Dan mati dalam usia 20-an begini, agak menyedihkan dalam pandangan mataku. Tentu saja, umur adalah di tangan Tuhan, aku tidak hendak melawan hal itu. Namun dalam usia 20 tahun, aku masih ingin banyak mewujudkan impian dalam hidupku. Dan kalau aku mati, bagaimana mungkin itu bisa terwujud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu, aku berubah. Aku dulu termasuk orang-orang yang kusebut zombie, tanpa gairah hidup, tanpa impian, tak pernah pikir panjang untuk masa depan. Aku terlanjur terlena untuk menerima hidup terlalu apa adanya dan cenderung malas. Ibarat kalau memang Tuhan mau kasih makan, biar Tuhan antar nasi itu ke hadapanku. Tetapi, kini aku tahu, di waktu singkat kehidupan ini, aku mau berbuat sesuatu. Jangan sampai hidupku berlalu tanpa usaha dari diriku.&lt;br /&gt;Aku merasa bersyukur juga bahwa Tuhan memberikan second chance kepadaku. Dia bisa saja ambil nyawaku ketika itu, kalau memang waktuNya tiba. Tetapi tidak dilakukannya. Bagiku, itu merupakan shock therapy sekaligus titik balik untuk kembali bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang berhak atas kesempatan kedua dalam hidupnya. Second chance itu hadir dalam hidupku, dan aku mau mempergunakannya semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugenggam erat buku impianku. Ini buah second chance  yang kurasakan. Perwujudan syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas karuniaNya, sekaligus juga membuatku berani keluar dari zona kemalasan yang selama ini menaungiku. Aku mau lakukan sesuatu. Sesuatu yang besar akan terjadi. Dan ditambah dengan orang-orang yang skeptis dengan impianku, pembunuh impian seperti papahku dan beberapa orang lainnya, membuatku sungguh termotivasi untuk bekerja keras, berdoa, dan berharap akan kebaikan Tuhan dalam hidupku.&lt;br /&gt;Hidup hanya sekali. Kalau tidak sungguh-sungguh kuperjuangkan, apalah artinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 19 November 2008&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;* While my baby’s sleeping…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;My Dreams Part 4&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Si Eneng&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neng, eneng, Ning. Itulah panggilan orang-orang untuk aku. Terkadang, aku yang terbiasa dengan panggilan itu sampai lupa kalau nama asliku sebetulnya adalah Delina. Gabungan nama kedua orang tuaku, Dewo dan Lina. Dewo, papahku, adalah keturunan Cina namun sangat mencintai Jawa. Baginya tanah tumpah darahnya adalah Indonesia. Dia bahkan akan membela apabila ada saudara dari pihaknya yang menjelek-jelekkan Jawa apalagi Indonesia. Dia sangat nasionalis! Dan dia memang keras dan tegar. Karena itulah, dia sangat mempertahankan keyakinannya akan sesuatu. Terkadang baik, namun bagiku, itu sangat menjengkelkan, karena dia selalu merasa benar, tidak pernah salah, self-centered, dan tidak bisa mengerti perasaan orang lain. Apalagi apa yang diidamkan oleh anaknya, dia tidak pernah tahu. Lebih tepatnya, tidak mau tahu. &lt;br /&gt;Mamah, pribadi yang lembut dan mengasihi. Berbalik 180 derajad dari papah. Mamah terkesan lemah di hadapan papah, kesannya sangat menerima papah apa adanya. Namun, aku tahu, di balik itu semua, mamah menyimpan luka yang lebar yang harus ditanggung seumur hidupnya. Karena oleh keluarga papah yang totok itu, dia dianggap gagal memberikan keturunan laki-laki di keluarga kami.&lt;br /&gt;Mamahku, Lina, beda 10 tahun dari papah. Mereka menikah bukan atas dasar cinta. Namun, dijodohkan. Mamah percaya kalau yang diberikan orang tua adalah yang terbaik baginya. Dan tidak ada keinginan dari dirinya untuk menolak ataupun memberontak. Kalau papah, dia menerima mamah karena memang mamah cantik. Sudah cantik, muda lagi. Siapa yang bakal menolak? Mamah menikah sesaat sesudah menamatkan SMAnya, saat dia belum genap berumur 20 tahun. Sedangkan papah, sudah hampir tiga puluh tahun.&lt;br /&gt;Mamah, dari keluarga menengah ke bawah, tinggal berjauhan dari papah, namun ada hubungan keluarga. Yang entah kalau dirunut dari mana, ada hubungan karena perkawinan. Mamah juga keturunan Cina yang kakek-neneknya berasal dari Mainland, Cina daratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku? Delina. Anak tunggal dari Dewo dan Lina. Dan ketidakmampuan kedua orang tuaku untuk memberikanku adik, terutama adik laki-laki, membuat mereka menjadi bulan-bulanan di pertemuan keluarga besar kami.&lt;br /&gt;Terkadang kupikir, apa sih hebatnya terlahir sebagai laki-laki? Apa sih yang membuat laki-laki begitu berkuasa tanpa memedulikan perasaan si anak perempuan? Bukankah si anak perempuan itu adalah keturunannya juga? Memang di beberapa suku di Indonesia maupun dalam tradisi Cina, marga diteruskan oleh anak laki-laki. Dan anak perempuan akan melebur dalam marga suaminya nanti, karena keturunannya akan menyandang marga suaminya. Namun di masa kemerdekaan, di zaman modern seperti ini, apakah masih ada yang mempermasalahkan gender seperti itu? Mungkin kamu tidak percaya, tetapi itulah yang kulihat dan kualami. Pembedaan dalam banyak hal karena aku adalah perempuan. Mungkin kalau aku anak laki-laki, papahku bakal berusaha mati-matian menyekolahkan aku. Walaupun dengan pinjam kiri kanan, termasuk pinjam ke keluarga besarnya. Dan pinjaman itu tidak dikabulkan hanya dengan alasan, buat apa anak perempuan sekolah tinggi-tinggi? Yang penting cantik, bisa dandan, bisa masak untuk menyenangkan suami, dan bisa mendapatkan suami kaya berpendidikan tinggi untuk menunjang keluarga di kemudian hari.&lt;br /&gt;Sinting! Sinting? Iya, memang keluarga papaku agak sinting. Dan itu yang terjadi selama ini. Aku kecewa dan sakit hati. Terutama dengan papahku. Dia amat terpengaruh dengan hal itu, sehingga dia membedakan perlakuannya dengan kentara terhadap aku. Tidak demikian dengan mamah. Dia menerimaku. Dia menyayangiku. Dengan segala keterbatasannya, karena dia harus menghadapi kekejian keluarga papahku plus pengaruhnya dalam diri papah yang tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik setiap disinggung soal ini, dia mengasihiku tanpa pamrih.&lt;br /&gt;She’s the reason why I try to be strong and live my dreams! Karena suatu saat, aku ingin membuktikan kepada papah dan keluarga papah, kalau aku, si anak perempuan tak diharapkan ini, bisa membuat mereka bangga, atau setidaknya membuat mereka mengangkat topi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau, sepertinya aku mau bermimpi karena dendam. Dan dalam hatiku, aku selalu ditegur suara yang lembut, yang berkata, tidak baik kalau aku mendendam dan harus memaafkan. Dan kalaupun ada keinginan yang timbul dari dendam itu, hendaknya dimurnikan. Tetapi, aku tidak mau, aku tidak peduli. Biar saja. Mereka harus tau, bahwa mereka tidak bisa menganggap remeh aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa daya, karena memang keadaan memaksaku menjaga warung papah, di saat dia sakit-sakitan seperti sekarang ini, tidak membawaku ke mana-mana. Aku tetap di warung ini. Si Eneng is going nowhere. Hiburanku satu-satunya adalah ke Persekutuan Doa di paroki kami. Hiburan? Iya, hiburan. Di luar memang aku perlu besosialisasi karena aku stress dengan keadaan rumah. PD menjadi pelarian positif bagiku. Karena di situlah aku bertemu dengan Tuhan, bertemu dengan banyak orang yang kurang beruntung dariku. Namun tidak kurang melihat begitu banyak orang yang diberkati Tuhan dengan harta tetapi masih sangat mempedulikan sesama. Mereka tidak dibutakan harta duniawi. Namun mempersembahkannya demi kerajaan Allah.&lt;br /&gt;That’s what I love!&lt;br /&gt;SUATU SAAT NANTI, kalau aku jadi KAYA, aku mau lho mempersembahkannya bagi orang-orang yang kurang beruntung. Agar mereka juga merasakan sepercik kasih Allah dalam kemaraunya kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mie Instan rasa ayam bawang 3 bungkus, neng!” &lt;br /&gt;Ah, lagi-lagi suara pelanggan warung menghentikan lamunanku. Kalau hari tengah sepi begini, memang aku cenderung melamun, bermimpi dan berpikir keras untuk menjadikan impianku jadi nyata.&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang tidak bisa diubah. Aku tidak bisa mengubah diriku jadi laki-laki. Karena aku perempuan tulen. Aku tidak bisa mengubah papah dan mamahku, karena kata Oom di PD, mereka juga sudah ditentukan sebagai orang tuaku, oleh Tuhan.&lt;br /&gt;Aku tidak bisa mengubah kemiskinan keluarga kami di masa lalu dan masih berlanjut di hari ini, tidak bisa mengubah kekerasan keluarga papah, namun aku tau pasti, kalau aku berusaha menggali apa yang bisa kulakukan dengan baik, nanti suatu saat, aku bisa membawa perubahan. Aku mau berubah, itu yang penting. Dan perubahan itu moga-moga perubahan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambilkan mie instant dan kumasukkan ke dalam kantong plastik. Kuberikan kepada si Mbak, pembantu rumah tangga yang sudah bekerja  lima tahun di keluarga seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terkadang tidak adil. Aku korbannya. Aku tidak bisa memilih banyak hal. Namun, saat ini, aku mau menerima ketidakadilan itu sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri. Tidak ada yang bisa memastikan hidup selalu adil. Adil bagi seseorang mungkin berarti ketidakadilan bagi orang yang lain. Ketidakadilan itu membawaku memegang erat kembali My Dreams.  Untuk masa depan yang lebih baik, untuk hari esok yang lebih cerah, si Eneng mau berusaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 26 November 2008&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;* siang menjelang sore…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;My Dreams Part 5&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tragis&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini aku terbangun dengan kesegaran baru. Karena mimpi indahku semalam membawaku bertemu dengan pangeran pujaan hatiku. Dia tidak terlalu tampan, namun gagah, dan cukup tinggi. Dan yang pasti, dia sangat baik padaku dan selalu mau mendengar keluh-kesahku. Dia mengerti perasaanku, kesendirianku, kesepianku, dan luka hatiku. Ah, sepertinya setiap tarikan nafasku pun, dia mengetahuinya. Menemukan dirinya dalam hidupku, membuat aku bersuka cita. Aku amat bahagia, sekaligus amat berterima kasih kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan, aku mulai mandi. Si Eneng akan menikmati hari ini. Di luar segala kepedihan yang terjadi, di luar segala kesinisan pandangan papah akan aku dan impianku, ah…aku tak peduli. Aku mau nikmati hari ini! Jarang-jarang aku bisa begini, karena rata-rata aku selalu termangu dalam impianku dan terkadang larut dalam rasa ketidakadilan yang menimpaku. Tapi, aku mau berubah.&lt;br /&gt;Hari ini, aku ke pasar. Jadwalku hari ini sendirian, karena mamah harus menyelesaikan pesanan kue dari tetangga di gang sebelah kami. Mamah terkadang memang membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue kering, terutama di saat-saat mendekati Natal, Lebaran, ataupun Imlek. Lumayan buat nambah-nambah penghasilan. Karena mamah kekurangan bahan seperti telur dan gula pasir, aku yang membantu membelikannya sekaligus belanja untuk keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ke pasar dengan ceria. Mungkin si abang tukang tahu bingung melihatku pagi ini. Aku tersenyum, mengajaknya bicara, bertanya sedikit tentang anak istrinya, baru beranjak pergi.&lt;br /&gt;Begitu pun abang tukang telur dan pemilik warung yang menjual gula pasir. Biarlah sedikit kebahagiaan yang kurasakan, ingin kubagikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan kuselesaikan belanjaan, satu demi satu. Wuih, berat juga ternyata! Pulang aku naik ojek dari depan gang setelah turun dari bus kota, karena terlalu berat bagiku untuk berjalan kaki dengan setumpuk belanjaan hari ini.&lt;br /&gt;Kudapati kerumunan orang di depan rumahku. Kenapa begini? Perasaanku tiba-tiba tidak enak. Karena tidak pernah terjadi seperti ini.&lt;br /&gt;Kulihat, papah menangis. Hal yang sangat jarang terjadi. Dia sungguh tegar hati dan sombong, mana mungkin meneteskan air mata???&lt;br /&gt;Perasaanku tambah tak enak… Aku berlari ke arah kerumunan itu, kulihat wajah mamah biru dalam pelukan papah. &lt;br /&gt;“ Mah, ada apa?? Jangan tinggalkan Eneng, mah…!!!”  Aku berteriak sambil menangis. &lt;br /&gt;Mbak Sis, tetangga kami dan akrab denganku dari aku kecil memelukku dan mengatakan,&lt;br /&gt; “ Sabar yah, neng. Mamahmu sudah tiada. Tadi dia terpeleset di kamar mandi dan dia terjatuh dengan bagian kepala belakang menghantam lantai kamar mandi. Kami sudah berusaha menolong dan berusaha juga mencarikan dokter. Namun, mamahmu tak bertahan lama. Dia sudah pergi ketika dokter datang. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, sebegitu cepatnya kah Engkau merenggut seseorang yang berharga dalam hidupku? Begitu teganya kah Engkau meninggalkan aku seorang diri tanpa orang yang kucintai? Apalah artinya hidupku, impianku, My Dreams?? Semua sia-sia. Kalau tidak ada mamah, semua tak berguna. Karena mayoritas impianku kutujukan untuk membahagiakan mamah, sebagai orang yang selalu mendukung aku selama ini. Kalau dia tiada, apa masih tersisa semangat hidupku? Rasanya tidak. Tuhan, mengapa ini semua terjadi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha menegarkan hatiku. Aku berusaha berpikir lurus, selurus yang aku bisa di tengah kondisi yang sangat memilukan itu. Kami harus mempersiapkan pemakaman mamah. Dan aku harus banyak bicara dengan papah mengenai ini dan itu.&lt;br /&gt;Papah tidak terlalu banyak bicara. Dia juga shock. Aku tahu, sebetulnya dia sangat mencintai mamah. Namun, karena tekanan hidup yang dia sendiri tidak bisa atasi, akhirnya dia melampiaskannya kepada mamah. Not wise, but he can’t handle it well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamah langsung dimakamkan hari itu juga. Karena kami tidak mampu menyewa rumah duka terlalu lama. Lagian, tidak banyak saudara yang kami tunggu. Karena aku anak tunggal dan saudara dari pihak papah tidak banyak juga yang datang. Sementara mamah, oh… dia juga sebatang kara. Dia sendiri tidak tahu siapa orang tuanya karena dia dibesarkan oleh neneknya. &lt;br /&gt;Sedihnya suasana hatiku tak bakal bisa digambarkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;Sedih. Marah. Kecewa. Terluka. Yah, kembali aku menyadari bahwa luka yang amat lebar terbuka dan mulai berdarah. Aku menangis dan menangis. &lt;br /&gt;Tuhan, beri aku kekuatan. Aku sudah hampir ingin meninggalkan ini semua bersama mamah. Hidupku sudah tidak ada artinya lagi.&lt;br /&gt;Tetapi aku sadar, kalau aku masih diberi kehidupan, itu berarti aku harus bertahan. Walaupun sesulit apa pun, harus tetap berusaha tegar dan berjalan.&lt;br /&gt;Sebetulnya Kau mau apa dalam hidupku, Tuhan? Mengapa kau lakukan ini? Why did you do this to me???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Malam hari di rumah…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kubuka kembali My Dreams. Ada banyak impian yang ingin kucapai demi mamah. Ada banyak perjalanan ke luar negeri yang ingin kulakukan juga bersama mamah. Tapi, waktu mamah sudah habis di dunia ini. Mamah sudah pergi meninggalkan aku dengan mimpi-mimpiku.&lt;br /&gt;Tuhan, kalau memang Kau peduli padaku, kenapa Kau ambil mamah dari sisiku?&lt;br /&gt;Ini hal yang paling tragis bagiku. Kehilangan seseorang yang kukasihi, tanpa ada firasat apa pun. Perasaanku yang tenang di pagi hari membuatku bersuka cita berganti dengan lautan kesedihan tanpa batas karena kehilangan mamah.&lt;br /&gt;Aku kehilangan pegangan. Seseorang yang terpenting dalam hidupku sudah diambil.&lt;br /&gt;Aku tidak bisa berpikir jernih. Aku hanya bisa menangis. Menangisi ketidakpastian hidup yang terus mengombang-ambing aku.&lt;br /&gt;Hari ini aku tidak bisa bermimpi untuk My Dreams. Mimpiku hanyalah agar mama tidak Tuhan ambil begitu mendadak dari sisiku. Aku belum siap.&lt;br /&gt;Tuhan, tahukah Kau bahwa aku belum siap kehilangan mamah? &lt;br /&gt;Aku kembali menangis dan air mata memenuhi wajahku. Aku diam. &lt;br /&gt;Dalam diamku, suara hatiku berbisik… “ Ini yang terbaik bagi mamahmu. Tuhan tahu. Dan Dia akan sediakan sesuatu yang terbaik juga bagi dirimu.”&lt;br /&gt;Aku tersenyum getir… Kalau dulu, pasti aku sudah meloncat dalam suka cita lautan kegembiraan. Namun sekarang? Entahlah…Aku tidak bisa apa-apa. Kututup wajahku dengan bantal. Aku menangis lagi. Mamah, I miss you. Kapan kita bertemu lagi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 4 December 2008&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;* rainy day again…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;My Dreams Part 6&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Previously on My Dreams:&lt;br /&gt;Si Eneng merasa terpukul dengan kepergian Mamah. Ketika dia berbelanja ke pasar, mamah terjatuh di kamar mandi. Banyak penyesalan karena dia belum berhasil membahagiakan mamah. Sekarang, tinggal dia dan papah di rumah. Relasi dengan papah tidak baik karena papah sinis dan selalu menganggap diri benar. Namun, dengan kejadian mamah meninggal, akankah ada perubahan? Simak kelanjutan ceritanya…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perdamaian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamah memelukku. Aku menangis dalam pelukannya. Tetapi wajah mamah tidak kesakitan, sebaliknya wajahnya amat tenang. Dengan senyum di bibirnya, dia berkata, “ Mamah bahagia di sini. Kamu jangan sedih lagi. Berbaikan dengan papahmu, ya Neng! Kasihan dia sendirian…”&lt;br /&gt;Aku mengangguk. Entah ada kekuatan dari mana yang menyebabkan aku menganggukkan kepalaku saat itu. Mungkin karena pada dasarnya aku tidak pernah mau mengecewakan mamah. &lt;br /&gt;Dan aku terbangun. Tertegun. Kali ini, mimpi itu sungguh sepertinya nyata.&lt;br /&gt;Aku tidak hendak membantah permintaan mamah. Karena terakhir aku juga melihat, betapa papah stress berat dalam kesendiriannya. Tidak ada lagi orang yang bisa dia marahi dan membalas dengan senyuman. Tidak ada lagi mamah yang menyediakan segala masakan yang sederhana, namun sedap dan selalu menggugah selera. Tidak ada lagi orang yang membuatkannya kopi di saat dia bangun pagi. Kebiasaan tinggal bersama selama beberapa puluh tahun sebagai suami istri, membuat seseorang amat sulit menerima rasa kehilangan itu. Dan aku melihat sendiri, papah tidak bisa tenang dan tegar seperti dulu. Dia jadi banyak melamun. Padahal dulu, dia yang melarangku melamun, sekarang dia yang membiarkan dirinya hanyut dalam pikirannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mampu menyelami apa yang ada di pikiran papah. Mungkin papah menyesali sikapnya selama ini. Mungkin papah merasakan kesakitan luar biasa harus ditinggal mamah dalam waktu sebegitu singkat di depan matanya sendiri tanpa bisa melakukan apa-apa. Mungkin, dan hanya mungkin yang ada di kepalaku, karena aku sendiri tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi dalam hati papah. &lt;br /&gt;Dia juga berubah lebih baik terhadap aku dan tidak segarang dulu. Namun, kami masih belum mampu mencairkan kekakuan hubungan ayah-anak yang selama ini membelenggu. Kami masih saling terpaku dalam pikiran masing-masing. Masih terlalu awal memang. Mamah baru pergi 10 hari yang lalu. Dan waktu berjalan pelan. Rasa kehilangan sangat mendominasi. Apalagi melihat kamarnya saat aku menyapu tadi. Aku pelan-pelan membuka lemari pakaiannya dan melihat betapa rapi dia menata isi lemari itu. Satu hal yang patut dipuji, mamah memang rajin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa, apa yang mamah katakan merupakan pesan yang harus dilaksanakan. Aku tak pernah berniat membangkang kalau terhadap mamah yang baik dan lembut hati itu. Aku selalu ingin menyenangkan dia. Karena aku tahu, dia berkorban untuk aku juga. Dan aku ingin sekali membalas segala kebaikannya.&lt;br /&gt;Mungkin inilah jalan yang terbaik bagi kami. Kami, aku dan papah, harus berbaikan di saat mamah tiada. Kepergian mamah jugalah yang akhirnya mempersatukan kami…&lt;br /&gt;Ahhhh, itu teori! Aku tidak mau! Aku tidak mau berbaikan sama papah.. Untuk apa? Untuk dihina lagi? Untuk diintimidasi lagi? Untuk diatur lagi???&lt;br /&gt;Peperangan terbesar sebetulnya bukan peperangan dengan orang lain. Namun, peperangan terbesar yang kuhadapi selalu dengan diriku sendiri. Aku butuh kedamaian. Dan kalau dalam diriku sendiri belum ada, bagaimana aku bisa berdamai dengan papah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku kembali berdoa, setelah sekian malam aku tak mampu berdoa, hanya menahan isakan air mata. Aku bilang pada Tuhan bahwa aku mau berdamai dengan papah. “ Ya, Tuhan… Aku mau!”&lt;br /&gt;Kalau itu yang mamah mau, kalau itu yang Tuhan mau. Tapi sebelumnya, aku mohon kepada Tuhan agar aku bisa berdamai dengan diriku sendiri. Karena selama ini, di tengah semua sakit hatiku, aku telah melukai diriku sendiri. Dengan mendendam, dengan ingin membuktikan bahwa diriku baik di mata orang, dengan ingin dipuji…oh betapa aku haus akan pujian. Karena aku tidak mendapatkan kasih yang seharusnya. Jadi, sedikit pujian saja, sudah amat berarti bagiku.&lt;br /&gt;Mamah, besok aku mencoba untuk berbaikan dengah papah.. Tuhan, bantu aku menata kembali serpihan hatiku dan merangkainya dengan rapi. Agar aku kuat, agar aku bisa berdamai dengan diriku. Baru kemudian berdamai dengan papah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku melihat seluruh hidupku seperti film yang diputar dalam benakku. Aku melihat kesedihanku, lukaku…Dan setelah itu, Tuhan membawaku menuju ke papahku. Beban yang dia rasakan, stress karena tidak bisa memberikan keluarganya anak laki-laki. Ego, gengsi, dan terakhir dia sebetulnya sedih.. Dan aku bisa merasakan kesedihan dan kekecewaannya. It’s not your fault, pah…!&lt;br /&gt;Tetapi sepertinya, papah juga harus berdamai dengan dirinya sendiri. Karena dia belum bisa mengampuni dirinya yang dirasa tak berguna karena hanya bisa memiliki satu anak perempuan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pagi yang cerah…&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku bangun. Berusaha tersenyum ramah pada dunia. Di tengah kesedihanku karena ditinggal mamah, aku mencoba ceria. Kulihat bengkak di mataku. Ah, bagaimana aku bisa tersenyum ramah kalau bengkak dan merah begini kedua mataku?&lt;br /&gt;Tetapi aku mencoba.&lt;br /&gt;Aku membuatkan kopi dan roti lapis selai srikaya kesukaan papah. Kubawa ke kamarnya. Kulihat dia masih tidur. Keningnya berkerut. Dia tidur pun berpikir. Tidurnya tidak nyenyak.&lt;br /&gt;Aku tahu, sebetulnya dia orang yang tidak mudah tidur selama ini. Ditambah kejadian mamah, dia semakin insomnia.&lt;br /&gt;Papah sudah semakin tua. Kulihat rambutnya mulai memutih. Putih keperakan bercampur abu-abu dan hitam. Kombinasi alami yang bagus.&lt;br /&gt;Dan saat aku mau beranjak pergi. Papah membuka matanya.&lt;br /&gt;Kulihat dia terkejut melihatku. Tidak menyangka.&lt;br /&gt;Aku mulai mengumpulkan keberanian yang ada untuk memulai percakapan. Sulit, namun aku mau berusaha.&lt;br /&gt;“ Pah, maafkan aku. Kalau aku selama ini keras sama papah. Aku banyak kesal sama papah. Aku sedih lihat bagaimana papah memperlakukan mamah dan aku. Tapi akhirnya, aku sadar bahwa papah sendiri juga stress berat. Tapi pah, itu bukan salah papah. Tuhan sudah memberikan aku kepada papah. Aku mau menjaga papah, sebagaimana mamah melayani papah dengan baik semasa hidupnya. Mamah menjadi contohku. Dan mamah menginginkan perdamaian kita…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat kembali kedua belah mata papah dialiri air mata. Hal yang mulai sering kulihat semenjak mamah tiada. Dia jadi sering menangis.&lt;br /&gt;“Papah juga minta maaf, Neng… Papah juga banyak salah sama mamahmu dan kamu. Dan papah juga takut, kalau nanti ketika waktu papah tiba, papah masih belum berdamai dengan kamu-anak papah satu-satunya, papah tidak akan tenang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, untuk pertama kalinya setelah sekian puluh tahun hidupku, kami berpelukan. Menangis bersama. Mengenang kebaikan mamah.&lt;br /&gt;Selalu ada hikmah yang tersembunyi di tiap kejadian. Dan hari ini, setelah sepuluh hari mamah meninggal, misteri itu mulai terkuak.&lt;br /&gt;Tuhan menginginkan perdamaian dari dua musuh besar, aku dan papah. Tuhan mengizinkan mamah meninggalkan kami hanya demi kebaikan kami. Berdamai dengan diri kami sendiri. Dan bagiku, berdamai dengan papah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keluar membawa baki berisi gelas kosong. Kopi yang kubuat untuk papah sudah diminum habis. Begitupun dengan roti, sudah habis dimakan.&lt;br /&gt;Dan aku melangkah ringannnn sekali… Ada beban yang terangkat. Dan aku lega. Aku rasa papah juga demikian.Kulihat senyum di wajahnya.&lt;br /&gt;Mamah, kami sudah berdamai. Thank God!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 11 Desember 2008&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;* ngantuk berat … saat hampir jam dua pagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Dreams Part 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on My Dreams Part 6:&lt;br /&gt;Sepeninggal Mamah, Eneng dan Papah berdamai. Satu hal yang indah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya di tengah segala kebencian yang terbangun hari demi hari dalam diri Eneng terhadap papahnya.&lt;br /&gt;Dan hal yang baik terjadi, di saat sepertinya Eneng berada dalam kubangan duka karena Mamah pergi mendadak. Yah, perdamaian itu indah dan melegakan. Then, what will happen next? Simak episode berikut ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What On Earth Am I Living For?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu berusaha kujawab dengan berpikir keras.  Sampai mengernyitkan keningku. Untuk apa sih tujuannya manusia hidup di dunia ini? Untuk menyenangkan orang tua? Jelas bukan hanya itu… Untuk menyenangkan Mamah, hal itu sudah tidak mungkin, karena Mamah sudah tiada di dunia ini. Tidak mungkin berjalan-jalan ke luar negeri dengannya.&lt;br /&gt;Mungkin untuk berdamai dengan Papah? Mmmm, mungkin juga… Tetapi, apa cuma sampai di situ saja tujuan hidupku?&lt;br /&gt;Untuk melakukan apa yang aku mau? Sampai hari ini sejujurnya, aku tidak tahu apa yang mau betul-betul difokuskan. Selama ini aku tidak pernah berpikir sebetulnya, “ Aku mau apa di dunia ini? Ngapain aku hidup di sini? Cuma numpang lewat saja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdamai dengan Papah, aku memang merasakan satu beban terangkat. Namun, setelah itu, what’s next? Aku tahu aku harus melangkah dan berjalan. Tetapi, bagaimana yaaa?? God help me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas aku mengambil bolpen dan buku kosong tempat aku terkadang mencorat-coret dengan rangkaian kata berisi tumpahan perasaanku. Berpikir keras sekali lagi. Apa yang selama ini kusukai? Apa yang benar-benar kuinginkan dalam hidup ini?&lt;br /&gt;Jaga warung seumur hidup? Oh No! Jelas tidak! Awalnya, aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai anak yang berusaha berbakti terhadap Mamah. Membantunya. Kasihan dia sering kelelahan.&lt;br /&gt;Sebetulnya, aku selalu suka menyanyi. Dia diam-diam sering menyanyi di kamar tidur dan tempat kesukaanku sebetulnya adalah kamar mandi. Di kamar mandi, aku bisa agak aman menjerit dan melantunkan tembang kesukaanku diiringi kucuran air kran sebagai musiknya dan ayunan gayung di tanganku menambah semarak suasana.&lt;br /&gt;Now, I know! Aku ingin jadi penyanyi.&lt;br /&gt;Ok, kalau begitu penyanyi jenis apa? Rock, metal, R&amp;B, pop, opera, dangdut, rohani, atau apa?&lt;br /&gt;Aku berusaha lebih spesifik. Aku mau menjadi penyanyi rohani! Karena suara ini datangnya dari Tuhan, kalau tidak kupersembahkan untuk kemuliaan Tuhan, rasanya akan ada sesuatu yang kurang.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, aku begitu bersemangat! Setelah tahu apa yang kuinginkan, yah…aku ingin menjadi penyanyi rohani yang memuliakan Tuhan dengan suaraku. &lt;br /&gt;Masalahnya, apa suara si Eneng ini cukup bagus? Cukup layak untuk menjadi penyanyi rohani yang handal?&lt;br /&gt;Karena seperti yang sering terlihat di layar kaca, begitu banyak orang dalam audisi Indonesian Idol ataupun AFI, ataupun acara-acara senada, memiliki kepercayaan diri yang amat besar akan kemampuan menyanyinya namun tidak sesuai dengan kenyataannya.&lt;br /&gt;Setelah dibuktikan dengan audisi di depan para juri, hasilnya celaan dan cercaan, bahkan menjadi bahan tertawaan.&lt;br /&gt;Ah, tidaklah… Aku tidak mau seperti itu. Memalukan… !&lt;br /&gt;Kalau memang aku tidak sesuai menjadi penyanyi, jangan izinkan aku, ya Tuhan. Namun, apabila memang itu kehendakMu, aku mau sungguh-sungguh jadi penyanyi yang baik, kalau bisa terkenal tetapi tetap rendah hati. Sempurna! Apa bisa ya? &lt;br /&gt;Aku tersenyum simpul. Bahagia. Sesederhana itu saja. Menggali apa yang ada dalam diriku dan betul-betul memakainya demi kemuliaan Tuhan. &lt;br /&gt;Mungkin cara yang paling mudah adalah dengan koor gereja dan singer di PD. Itu langkah pertama yang akan kujalankan. Sisanya, terserah Tuhan.&lt;br /&gt;Satu sisi, aku juga menyadari bahwa suaraku tidaklah sumbang. Aku mengerti nada dan bisa menyanyi. Dan suaraku memiliki jangkauan yang luas. Tidak seluas Mariah Carey, namun… suaraku sopran.&lt;br /&gt;Dan itu yang menjadi impianku sekarang ini. Mulai besok, aku mau bertanya kepada si Desi yang sering mengajakku ikut koor gereja, mereka latihan hari apa saja, dan aku mau bergabung.&lt;br /&gt;Sepertinya jadwal latihan mereka malam hari, jadi tidak mengapa karena aku tidak pernah jaga warung sampai terlalu malam. Dan semenjak Mamah tiada, papah juga tidak memaksakan diri membuka warung sampai terlalu larut. Dia juga perlu istirahat.&lt;br /&gt;Satu lagi, nanti ketika Persekutuan Doa, aku mau bertanya juga kepada singer yang bertugas, kalau mau latihan bagaimana caranya. Aku belum terlalu hafal lagu-lagu yang dinyanyikan di PD karena datangnya juga sesekali dan terkadang tidak sampai selesai, aku harus buru-buru pulang, kasihan Mamah kalau menungguku sampai larut malam.&lt;br /&gt;Sambil nanti aku lihat, arahnya terbuka ke mana. Singer di PD, koor di gereja, atau mungkin band rohani? Aku belum tahu. Yang  pasti, aku sudah tahu mau jadi apa. Dan untuk memuliakan Tuhan, aku mau lihat semua jalur yang memungkinkan untukku menjadi penyanyi rohani terkenal.&lt;br /&gt;Tersenyum diriku membayangkan betapa sukacitanya hari-hari menyanyi dan menyanyi demi kemuliaan Tuhan.&lt;br /&gt;Indah! Jika berada pada jalur yang benar yang sesuai dengan apa yang kuinginkan plus apa yang Tuhan rencanakan, perpaduan yang sempurna itu menjadikanku amat bangga mengenal diriNya. Semoga aku tidak mengecewakan Tuhan dan tidak mengecewakan diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas aku mandi dan tidak lupa, menyanyi!!!&lt;br /&gt;Tiada yang mustahil dan tiada yang sukar…&lt;br /&gt;Bila Roh Allah turut bekerja…&lt;br /&gt;Tiada yang mustahil bagi orang percaya&lt;br /&gt;Karna Roh Allah turut bekerja di antara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rapi, kujumpai Papah di ruang tamu, dia tengah bersiap-siap membuka warung. Dan aku? Ke pasar, berbelanja dan nanti memasak untuk aku dan Papah. Dengan sukacita. Karena aku tahu, aku hidup dengan tujuan. Tujuan yang ingin memuliakan Tuhan dan juga orang tuaku. Mah, aku tahu Mamah ada di kejauhan tetapi dekat di hati… Doakan Eneng, ya mah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 17 December 2008&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;*With God… Nothing is impossible. Impossible is nothing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My Dreams Part 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on My Dreams part 7:&lt;br /&gt;Akhirnya si Eneng menemukan apa yang betul-betul diinginkannya. Dia ingin menjadi seorang penyanyi. Dan lebih spesifik lagi, dia ingin menjadi penyanyi rohani. Agar dia bisa mempersembahkan apa yang dia miliki bagi kemuliaan nama Tuhan.&lt;br /&gt;Dan, apa yang bakal terjadi selanjutnya? Silakan simak di episode My Dreams berikut ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AUDISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang kelabu. Penuh mendung. Dan hujan rintik-rintik mulai membasahi jendela kamarku sedari pagi. Aku termenung sebentar, melihat ke arah langit. Sepertinya bakal hujan seharian. Biasanya hujan gerimis begini bisa jadi hujan yang panjang. Tetapi malam itu, aku akan ke gereja. Aku akan misa harian. Jadi, biar pun hujan terus menerus, aku tetap akan pergi sesudah tutup warung. Aku membuat komitmen bagi diriku sendiri untuk misa harian seminggu sekali dan ke Persekutuan Doa juga seminggu sekali.&lt;br /&gt;Dan hari ini giliran misa harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berjalan lambat. Dan terbukti, ramalan cuaca versi Eneng memang benar. Hujan dari jam 6 pagi masih berlanjut sampai jam 5 sore. Dan di saat itulah aku bersiap-siap menutup warung, minta izin Papah untuk ke gereja, dan bergegas ikut misa jam 6 sore.&lt;br /&gt;Aku sampai 15 menit lebih awal. Aku berdoa di depan Bunda Maria. Salam hai Bunda! Apa kabar sore ini? Titip salam untuk Mamah, ya…&lt;br /&gt;Aku tersenyum dan menyalakan lilin di depan Bunda. Dan kuikuti misa dengan khusyuk dan sepenuh hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, aku menghampiri papan pengumuman gereja. Di sana, kudapati satu lembar pengumuman yang baru saja ditempel kemarin. AUDISI. Kukerjapkan mataku sekali lagi. Iya, audisi! Aku tidak salah baca!&lt;br /&gt;Dan kali ini mereka menuliskan, Band Mata Hati mencari vokalis bagi band rohani mereka. Ketentuannya, bisa menyanyi dan suka menyanyi, dan bersedia menyanyi bagi kemuliaan Tuhan. &lt;br /&gt;Band Mata Hati sendiri tertulis di sana adalah band yang baru terbentuk. Mereka sudah mendapatkan semua anggota lainnya, kecuali vokalis, dan mereka mencari bibit penyanyi di paroki-paroki. &lt;br /&gt;Audisi akan dilakukan hari Minggu, 2 minggu mendatang. Aha! Aku akan berlatih dan yang pasti, aku akan mendaftarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Minggu Kemudian…&lt;br /&gt;Tidak ada persiapan yang terlalu berlebihan yang kulakukan. Aku hanya menghafalkan beberapa lagu yang kusukai. Dan yang menjadi juri dari Audisi kali ini adalah seluruh anggota band Mata Hati yang terdiri dari 4 orang. Ada 3 pria dan 1 wanita di band itu, dan mereka mencari vokalis yang sesuai.&lt;br /&gt;Kulihat daftar peserta cukup banyak yang tercantum di gereja sore itu. Dan audisi dilakukan di aula. Aku sendiri mendapatkan nomor peserta 24 dari seluruh peserta audisi yang mencakup 250 orang. Dan karena banyak, tiap orang hanya diizinkan bernyanyi maksimal 3 menit saja di depan para juri.&lt;br /&gt;Keputusan adalah final, tidak dapat diganggu gugat, dan akan diberitahukan minggu depan di gereja, sekaligus penampilan perdana band Mata Hati di panggung yang akan ditata di depan gereja bertepatan dengan acara tahun baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu orang tampil. Ketika sudah mendekati nomorku, aku semakin gugup. Agak demam panggung. Maklum, aku tidak punya pengalaman manggung sebelumnya. Namun, aku berdoa kepada Tuhan, semoga ada jalan.&lt;br /&gt;Dan ketika itu, aku juga blank, tidak tahu lagu apa yang harus kunyanyikan di waktu sesempit itu. 3 menit.&lt;br /&gt;Dan ketika aku dipanggil, hatiku berbisik, nyanyikan saja satu lagu yang baru kudengar di PD minggu lalu dan mudah diingat. Berbahasa Inggris. Dan karena aku menyukainya, aku terus menyanyikannya di kamar mandi, di rumah, bahkan diam-diam di warung…&lt;br /&gt;Tanpa sadar, itu sudah menjadi semacam latihan bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you, Lord&lt;br /&gt;And I lift my voice&lt;br /&gt;To worship You &lt;br /&gt;Oh, my soul rejoice!&lt;br /&gt;Take joy my King&lt;br /&gt;In what You hear&lt;br /&gt;Let it be a sweet, sweet sound in Your ear&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu berjudul I Love You, Lord itu betul-betul menggema dalam hatiku, ketika namaku dipanggil. Dan di saat aku harus menyanyikannya di depan para juri, aku menyanyikannya dengan sepenuh hatiku, memang itu wujud kecintaanku padaNya. Bahwa Dia adalah pusat cintaku dan akan kuangkat suaraku bagi Dia. Dan smoga suaraku ini menjadi sesuatu yang manis Kau dengar ya, Tuhan! Itu sungguh-sungguh pintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat senyuman di wajah para anggota Band Mata Hati yang menjadi juri. Entah karena keseriusanku dalam membawakan lagu itu atau karena hal lainnya. Namun, melihat senyuman mereka, hatiku lega. Setidaknya, semoga…harap dalam hatiku, ini tidak jelek…:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulangkahkan kakiku ringan. Aku mau pulang, menjaga warung kembali. Dan minggu depan, aku akan datang…menunggu hasil audisi. Apa pun hasilnya, aku akan mempersiapkan hatiku, karena rasanya aku sudah memberikan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 30 December 2008&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;* again late @ nite while my baby’s sleeping…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;My Dreams Part 9&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;Previously on My Dreams:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Eneng mengikuti audisi Band Mata Hati yang sedang mencari vokalis. Eneng menyanyikan lagu berbahasa Inggris, karena pada saat terakhir hatinya mengajaknya menyanyikan lagu I Love You Lord. Dan Eneng menunggu hasilnya. Dia merasa sudah memberikan yang terbaik dan menunggu pengumuman dari anggota Band merangkap dewan juri.&lt;br /&gt;So, bagaimana hasilnya? Simak episode berikut ini…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;When You Believe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Many nights we've prayed&lt;br /&gt;With no proof anyone could hear&lt;br /&gt;In our hearts a hope for a song&lt;br /&gt;We barely understood&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now we are not afraid&lt;br /&gt;Although we know there's much to fear&lt;br /&gt;We were moving mountains long&lt;br /&gt;Before we knew we could&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There can be miracles, when you believe&lt;br /&gt;Though hope is frail, it's hard to kill&lt;br /&gt;Who knows what miracles you can achieve&lt;br /&gt;When you believe, somehow you will&lt;br /&gt;You will when you believe&lt;br /&gt;(Mariah Carey and Whitney Houston in When You Believe)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duet yang sempurna dari kedua penyanyi kaliber dunia itu bergema lembut di telingaku. Ketika malam itu menjelang tidur, kunyalakan saluran radio kesukaanku yang memutar musik-musik dari tahun 1980an dan 1990an. Di luar kebiasaan anak-anak zaman sekarang, memang seleraku agak sedikit lebih tua dibandingkan umurku. Karena aku percaya juga bahwa lagu-lagu lama memiliki keabadian yang indah. Dan kata-katanya yang memotivasi yang membuatku berani bermimpi untuk menjadi vokalis Band Mata Hati dan percaya bila memang akan ada keajaiban ketika kita mulai percaya. Miracle is waiting! And all I want to do is just believe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi ini kuperlukan karena besok adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta audisi. Dan tidak kira-kira karena Band Mata Hati juga akan langsung melakukan rekaman yang disponsori oleh seorang yang tak mau memberikan namanya namun sangat menjunjung tinggi musik sekaligus Tuhan sendiri. Dan  dia memberikan sumbangan secara sembunyi-sembunyi melalui pihak gereja. Pihak Band Mata Hati sendiri tidak mengetahuinya. Namun, sejujurnya ini tidaklah sepenting kebaikan hatinya. Smoga Tuhan membalas kebaikan dan ketulusan yang ada dalam hati sponsor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabtu 3 Januari 2009, Panggung Gereja pukul 17.30&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan tahun baru, di sinilah gereja mengadakan acara. Sekaligus launching juga Band Mata Hati minus vokalis yang baru hari itu akan diumumkan. Aku tidak tahu pasti perasaan apa yang timbul di hati. Tidak jelas. Berbaur antara senang, semangat, excited, sekaligus ada sedikit….ya, sedikit saja kekuatiran. When you’re so close to your dream, sometimes you’ll feel the shaking inside of you. Ada gejolak yang kuat untuk menggapai dan mencapainya, sekaligus ada rasa hati-hati juga bila itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tentunya, tidak bisa dipaksakan. Aku juga berusaha mempersiapkan diriku untuk menerima seandainya aku tidak terpilih. Hoping for the best tetap donk… Namun juga tidak takabur atau terlalu percaya diri. Biarlah kalau memang Tuhan izinkan, Tuhan mampukan. Sekaligus aku yakin bahwa I can do all things through Christ who strengthens me. Amen!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman diumumkan oleh ketua panitia, Pak Johan, didampingi seluruh personel band di panggung. Pak Johan memegang kertas bak pengumuman piala Oscar di televisi dan langsung mengambil microphone., “Dan pemenang audisi untuk vokalis Band Mata Hati adalah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupejamkan mataku, kutenangkan hatiku, dan berdoa. Entahlah. Aku betul-betul menginginkan hal ini, sekaligus juga begitu takut (tiba-tiba saja rasa takut itu menyerangku), apa yang terjadi bila impianku tidak jadi nyata? Well, Eneng, life goes on… Masih akan ada kesempatan lain.&lt;br /&gt;Pikiranku masih berkecamuk. Dan kutenangkan sejenak diriku sambil menarik nafas panjang.&lt;br /&gt;Apa pun keputusanMu, Tuhan, aku terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh personel band dan Pak Johan serentak berseru, “ Seorang wanita…”&lt;br /&gt;“ Baiklah, “ ujarku dalam hati. Masih ada kesempatan… &lt;br /&gt;Dan dia adalah, “ Delina!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat wajahku dan kutatap panggung tempat mereka berdiri. Tak terasa air mata mengaliri wajahku, sambil pelan-pelan aku berjalan ke arah panggung. Hatiku terus meneriakkan terima kasih kepada Tuhan. It’s a miracle! Unbelievable! But at the same time, it’s so sweet… You, Lord, are amazing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hampir tak mampu menyanyikan lagu I Love You Lord sebaik audisi. Karena mataku tertutup air mata yang terus mengaliri kedua belah pipiku tanpa henti dan suaraku masih bergetar. Terima kasih Tuhan, ini  buat mamah. Juga buat papah. Dan tentunya untuk Tuhan juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ke depan menanti. Di mana akan ada hari-hari penuh kegiatan rekaman, promosi, dan manggung untuk Band Mata Hati.&lt;br /&gt;Aku juga memikirkan kemungkinan penggantiku di warung papah. Karena kasihan juga papah. Dan kami akan mendapat uang saku setiap bulan, masih dari sponsor juga. Dan dari penjualan album, akan ada persentase yang diberikan kepada kami. Puji Tuhan. Jadi, aku tidak membebani papah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi semuanya seperti mimpi. Tapi mimpi ini adalah mimpi yang paling nyata yang terjadi dalam hidupku. Kucubit tanganku, tidak…aku tidak mimpi, ini nyata! Yang terjadi hanyalah mimpi yang jadi nyata! Begitu indah, begitu bahagia, sekaligus bersyukur. Aku tahu di depan sana, akan ada banyak perubahan-adaptasi-dan mungkin problem yang tidak sedikit. Namun, ketika diriku percaya, when I really believe, bahwa Tuhan sudah sediakan bagiku, itu akan jadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The End of this part. Will continue with the next part.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore, 13 January 2009&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;* begadang lagiiii…begadang lagiii…untuk menyelesaikan tulisan ini:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8619842587528224608-4430457046141462948?l=eugeniafonny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/feeds/4430457046141462948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8619842587528224608&amp;postID=4430457046141462948' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/4430457046141462948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/4430457046141462948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/2008/11/my-dreams.html' title='My Dreams'/><author><name>Fonny Jodikin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16363417521804267532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_6X61jPk8PYg/TQd2bjfoRzI/AAAAAAAAAr8/zqVeeK6coyE/S220/Fon%2BClose%2BUp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8619842587528224608.post-8866946861275360721</id><published>2007-09-17T06:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T06:15:04.344-07:00</updated><title type='text'>DARA</title><content type='html'>Dara is my 1st cerber yang kemudian dibukukan, khusus untuk souvenir perkawinan g... Ini bukan cerita nyata antara g n suami g, tp ini apa yang g tangkap sebagai seorang single, lewat cerita2 temen2 juga dan pengalaman pribadi seorang single yang baru berlabuh di awal Januari 2006.&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara baru saja selesai mendengarkan CD favoritnya, Valentine-Martina Mc Bride...&lt;br /&gt;And even if the sun refused to shine&lt;br /&gt;Even if romance ran out of rhyme&lt;br /&gt;You would still have my heart&lt;br /&gt;until the end of time&lt;br /&gt;cause all I need is you, my love my Valentine...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, di kamar tidurnya, Dara menerawang jauh. Matanya memandangi langit-langit kamarnya. Masih terlintas dengan jelas, last week adalah saat di mana sahabat terbaiknya, Diva melangsungkan pernikahan. Lagu Valentine, juga mengiringi ending dari sakramen itu saat kedua sejoli yang berbahagia saat itu berfoto-foto bersama kerabat dan teman, termasuk Dara tentunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...Wedding?? Siapa yang tidak ingin?? Di usianya yang menginjak 35 tahun, Dara sudah memimpikan banyak kali dalam tidurnya, suatu wedding untuk dirinya yang akan dilangsungkan di gereja kecil namun sangat khusyuk... And they live happily ever after?? Terlalu terpengaruh Hollywood dream kayaknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu cepat, tanpa terasa umur telah mencapai 35. Bukannya tidak punya someone to spend the rest of her life with...tapi selalu saja kisah cintanya kandas di tengah jalan. Sehingga sampai sekarang, walaupun Dara sudah punya rumah hasil cicilan di bilangan Cibubur, dan mobil karimun yang juga hasil cicilan, masih ada suatu rongga kekosongan yang tinggal dalam dirinya.&lt;br /&gt;In terms of career, tidak jelek...Emang sih nggak sampe canggih banget, dia bukan CEO di kantornya. Tp not bad lahh...&lt;br /&gt;In terms of friendship dan relationship yang katanya merupakan dasar dari hubungan yang lebih serius utk ke jenjang berkeluarga, juga ok. Dara cukup populer krn Dara aktif di gereja terutama di kegiatan lingkungan dan koor di gereja, sekali-kali dia jd lektris juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada malam-malam di mana Dara bertanya: " Tuhan, apa ada yang salah dalam diriku??"  Pertanyaan ini kadang timbul dari rasa kesepian, atau pas bertemu saudara ketika pulang kampung, yang tidak bisa tidak: keep questioning WHY, krn in terms of tampang, ya...nggak jelek2 amat, lumayanlah... Mungkin nggak secantik Catherine Zeta Jones or Sophia Latjuba,tapi not bad koq pokoke!&lt;br /&gt;Dan di budaya Indonesia ini yang mengharuskan orang harus kawin, no matter what, sepertinya Dara merasa diri bagai someone yang so weird pada suatu saat tertentu...&lt;br /&gt;Padahal...waktu Dara retret panggilan, sudah jelas-jelas Romo menyebutkan kalau dalam Katolik, dikenal 3 panggilan: membiara, selibater awam, dan menikah. Namun krn mayoritas orang menikah, ya...being single at the age of 35 is not an easy thing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jakarta, kesendirian kurang begitu terasa, atau lbh tepatnya dengan gampang bisa teratasi krn banyak lahan utk menyalurkannya. Namun, itu pun bukan jaminan, saat kesepian betul2 menyerang, n she needs someone to talk to and someone to trust to, dia betul2 pusinggg... Dengan iman yang teguh, ia memiliki Kristus, there's no DOUBT about it. Namun, saat2 tertentu, saat kelelahan dan kesedihan melanda, rasa sepi juga pernah menghampiri dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara dan pihak keluarga melihat Dara sebagai sosok yang cukup sukses, cukup 'gaul', tapi tidak cukup baik dalam memilih calon suami. Sering dia dikenal-kenalkan dengan pria. Mulai dari yang seumur, sampai yang lebih muda sedikit: sampai ada omongan: umur nggak masalah, yang penting kasih sayang??&lt;br /&gt;Sempat Dara marah, krn terkadang saudara dan pihak keluarga yang bermaksud baik itu, terkadang terlalu ikut cammmpuurrr, sampe nggak tahan. Berasa seperti suatu komoditi yang diperjual belikan: coba kamu simak kata tantenya sebelum dia dikenalkan dengan Jerome, pemuda lulusan US itu, " Dara...jangan lupa pake lipstick dan pake baju yang bagus yaa... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada bicara tante sih enteng2 aja, tapi ya koq Dara merasa sedih dan sakit hati sedikit, krn emangnya GUE nggak tahu gimana harusnya GUE kalo ketemu orang?? I'm old enough to understand that kinda thing, TANTE!! Pernah saking keselnya, Dara pikir: " Apa bedanya gue ama perempuan2 NAKAL yang kalo ketemu mangsanya harus pake lipstick dan baju bagusss??"&lt;br /&gt;Dara tau, emang pikirannya kadang terlalu ekstrim. Tapi, she can't help it juga... Keterlaluan tuh tante!! Padahal tuh tante juga cerai dari suaminya yang tukang judi... Dia juga nggak happily married, malah nyuruh2 orang utk married. Kalo keluarganya harmonis n dia nyuruh setengah maksa gitu, Dara sih masih bisa terima. Tapi dengan kondisi tuh tante??Pleasee deh!!!&lt;br /&gt;Untung, Dara udah kenal Yesus, jadi nggak mau dendam: " Ampunilah dia, krn dia tidak tau apa yang dia katakan, Tuhan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dibilang nggak usaha, krn kan katanya juga nggak bisa menunggu jodoh seperti bintang jatuh dari langit, nggak juga tuhh??Kalau ada yang Dara suka n dia sreg, dia akan coba koq kontak2 tuh cowok...Cuma, emang harus diakui: di usia 35, kriteria tambah tinggi (tanpa disadari), dan untuk memilih secara sembarangan, Dara tidak mau: udah men-jomblo sekian lama, ngapainn pilih sembarangan?? Kalo mau cuma sekedar married, udah bisa dari dulu2... Tapi ini kan juga mementingkan rasa cinta yang timbul dalam hati dan nggak bisa ke semua orang tuhh...Tapi buat tante2 n Oom2 Dara, hal ini gak berlaku. Mereka percaya pada: witing tresno jalaran soko kulino...Awalnya gak suka, lama2 bisa suka krn sering bersama. Dara nggak tau, tapi juga nggak peduli, krn tetap pengen di awal ada sedikit percikan or chemistry lah...walaupun akhirnya padam... Kalo nggak suka n dijalanin tiap hari buat Dara bukannya seneng, malah ENEG...&lt;br /&gt;Terus, omong2 nih...bukannya itu hidupnya DARA ya, koq tuh oom n tante pada 'rese' sihh??&lt;br /&gt;Bukannya nggak seneng dibantu, tapi kalo berasa kayak komoditi yang diperjual belikan, well...kesel juga sihhh!! Emangnya kita cewek apaan?? Lho koq jadi penuh emosi gini sihh?? Abis kadang keselll juga bo!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya punya temen2 sharing yang saling menguatkan. Ada beberapa single female yang merupakan strong-independent woman, yang jadi tempat curhat dan dicurhati... Not to mention, Dara punya temen2 cowok yang juga still single yang setia jadi teman keluh kesahnya. Actually, she's quite lucky...Jadinya, gak seperti katak dalam tempurung. Ada peluang utk saling berbagi pengalaman, yang menjadikan Dara nggak picik... Dia bisa menerima pendapat orang lain juga dan merenungkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah obrolan bareng cowok2 teman baiknya... Dara mengambil kesimpulan, mungkin seharusnya dia memberikan kesempatan kepada cowok yang mendekat kepadanya, meskipun dia tidak suka. Memberikan kesempatan utk komunikasi lebih dalam, sampe berasa betul2 nggak bisa nyambung, ya sutralah...Masa' mo dipaksa??? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sampe sekarang, nggak ada perubahan apa pun.Walaupun udah berubah dalam komunikasi terhadap cowok2, juga berubah dalam penampilan, lbh rapi cuma gak mau selalu pake lipstick kayak omongan si Tante (*masih emosi nih ceritanya si Dara...*), dan Dara udah mulai ikutan olahraga: YOGA dan Aikido di dekat rumahnya biar balance hidupnya, kegiatan di gereja tambah aktif: koornya sering mengisi wedding di gerejanya.&lt;br /&gt;I mean: ada perubahan dalam cara pandang Dara, namun: tetep aja sang Arjuna tak kunjung tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hari-hari di mana Dara merasa kuat, nggak peduli, nggak pusingg...It's my life n I'm having fun with it, asal masih dalam jalur Tuhan, krn Dara tidak mau berbuat nakal..Ihhh, ngeriiii kan!!??!!&lt;br /&gt;Ada juga Arjuna expired yang dateng ( suami2 orang yang mencoba2 utk gangguin Dara, coba2 aja-siapa tau bisa, tokh buat mereka NOTHING to LOOSE??).  Dara, walaupun mungkin suka, say NO deh ke suami2 orang... Kalo posisi Dara sebagai istri orang nanti, dan ternyata suaminya punya WIL, gak mauu ahhh?? Dara takut karma...&lt;br /&gt;Akhirnya: masih the same old DARA, cuma lebih hepi krn lbh balance dalam hidupnya krn Tuhan n olahraga juga, gak lupa: pikiran yang lbh positif dan mau memberikan kesempatan utk cowok singles or duda cerai mati yang datang kepadanya(realistic donk...abis dah umur 35 tuhh)...&lt;br /&gt;Akhirnya lagi, life goes on, DARA!! Belum dapet calon suami, meskipun pedih denger kata orang, sedih digangguin suami orang, tokh NO HARM!! Yang penting tetap balance dalam hidup, tetap bersuka dalam setiap hari yang diberikanNya...&lt;br /&gt;Kadang, bukan bermaksud menghibur diri: enak juga being single: banyak waktu utk sesama, diri sendiri dan orang lain. Sementara kalo dah married, pasti fokusnya ke keluarga dulu donkkk...Itu kan wajib hukumnya...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melangkah pasti bersama Tuhan, even di dalam ketidakpastian. Dara wish she could now the future, but the fact is: she can't!!&lt;br /&gt;Biarlah misteri itu tetap milik TUHAN, Dara nggak mau ah mengotak-ngatik lewat cenayang or paranormal...Dara tetap percaya, Tuhan pasti mengerti kerinduan hatinya, dan Dara terus berkomunikasi dengannya, menyampaikan kerinduan hatinya yang terdalam, namun gak akan memaksa Bapa di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Dara :&lt;br /&gt;Kalo boleh Tuhan, Engkau memberikan aku kemampuan menjadi jodoh, dan dipertemukan dengan jodoh yang berasal dari padaMu. Kalo tidak, terjadilah padaku menurut kehendakMu, dan semoga aku Kau berikan kekuatan untuk menghadapi dan menjalani hari lepas hari dalam hidupku... Because I love you, LORD! Mengikuti rencanaMu adalah kerinduanku, walau sulit...aku mau berusaha. Tolong aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secercah harapan baru timbul di hati Dara, sambil tetap positif menjalani hidup yang serba tak pasti, cuma bersandar kepada Tuhan saja! CD di kamar Dara kembali melantunkan Valentine-Martina McBride:&lt;br /&gt;And even if the sun refused to shine&lt;br /&gt;Even if romance ran out of rhyme&lt;br /&gt;You would still have my heart&lt;br /&gt;until the end of time&lt;br /&gt;cause all I need is you, my love my Valentine...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap berharap di dalam Tuhan dan bersyukur utk semua hal yang terjadi dalam hidupnya, Dara will stay that way... How about u??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 4 Mei 2004&lt;br /&gt;dedicated to all lajang out there!!&lt;br /&gt;Life's worthy, jangan sia2kan!&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARA : Long Distance Relationship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear friends,&lt;br /&gt;Tanggapan yang sangat positif dari temen2 akan tulisanku tentang Dara, seorang single female alias cewek jomblo, membuat aku berpikir utk once in a while, menuliskan lanjutan2 serial dara dalam beberapa episode. Kita lihat saja nanti, ke mana mood menulis itu mengarahkan kedua tanganku utk mengetik hal2 apa saja yang aku lihat dari temen2 di sekitarku atau yang aku alami sendiri atau gabungan dari fantasi or imajinasiku. Plus tidak lupa: permenungan n refleksi yang diizinkan Tuhan utk melintas dalam pikiranku, melalui akal budi yang dititipkanNya padaku.&lt;br /&gt;Satu tanggapan yang masih tersisa dari seorang temanku, Fio: thanks ya fi... Gue janji utk me-release tulisan elo di episode Dara selanjutnya: here it is!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin usiaku yang menginjak 26 tahun ini masih bisa dibilang muda... tapi di usia ini pun teman-temanku sudah banyak yang sedang mempersiapkan kelahiran bayinya.. atau sedang menikmati masa-masa indah awal pernikahan.. atau paling tidak sedang, mempersiapkan pernikahannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan aku ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Dara.... terkadang kupingku jengah juga kalo ditanya 'gimana, dah punya cowoq belum ?' 'Cepat-cepatlah kau cari cowoq !'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dibilang... 'kamu sih terlalu milih-milih..'&lt;br /&gt;'kamu kan punya banyak kegiatan.. masak sih ga ada satuuu aja yang nyantol ???'&lt;br /&gt;weleh... lha wong ini urusannya sekali untuk seumur hidup... masak daku tak boleh sih mempunyai kriteria - kriteria yang aku simpan di kepala dan hatiku...&lt;br /&gt;Menemukan 'soul mate' kan bukan seperti beli sepatu.... pengennya sih yang dari kulit.. lemes ga kaku.... yang ga bikin lecet, yang tinggi tapi rata... ga bikin capek, dan aku bisa keliatan anggun.... Cari punya cari.. ehh sepatu model begitu ga ketemu... lalu karena harus beli sepatu.. lalu comot aja sepatu yang memang ada di rak toko sepatu itu.. yang penting harga cocok....weleh weleh... masih aku yang berpikir... enggak seperti itu kali.....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur... ketika aku masuk suatu komunitas baru...&lt;br /&gt;secara ga sadar mungkin aku 'mulai mencari'.... is there any chemistry around here ???? &lt;br /&gt;Ketika mulai dekat dengan seorang cowoq.... muncul pertanyaan 'Is He the ONE ?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah.... sekarang mikirku gini aja deh.. daripada pusing .....&lt;br /&gt;sembari menanti atau mungkin menemukan.... isi aja deh waktu dengan hal-hal yang berkualitas.... ya kan !!&lt;br /&gt;Ada atau ga ada cowoq.. yang penting HIDUP harus selalu BENAR BENAR HIDUP !!  Bahkan kalau boleh bisa menciptakan HIDUP YANG LEBIH HIDUP !!&lt;br /&gt;No man no cry !! Walau kadang ngiri juga ngeliat yang lagi pacaran.... biarin !! selalu ada hal positif dari setiap kejadian !!&lt;br /&gt;Pokoke Life must go on.... and yang penting bisa buat nyenengin BABE yang di atas... (ini bagian yang paling sulit !! )...&lt;br /&gt;That was from Fio and let's start a new episode of Dara in Long Distance Relationship... Check this out!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara: Long Distance Relationship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I will fly into your arms and be with you till the end of time&lt;br /&gt;Why are you so far away, you know it's very hard for me&lt;br /&gt;to get myself close to you...&lt;br /&gt;( I will fly - ten 2 five: vocal by Imel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara ikut bersenandung mendengar lagu yang sangat easy listening itu dari CD player di kamarnya. Hari ini hari Sabtu, seharusnya dia pergi sama teman-temannya: biasalah karaoke or ke mall, tapi hari ini karena kurang enak bodi, Dara stays at home aja. Sambil baca buku yang baru dia beli di bookstore: Don't sweat small stuff for women, dia berbaring santai di tempat tidurnya diiringin CD kegemarannya, lagu2 baru tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata pada lagu itu begitu meresap di kalbunya, dan dia tiba-tiba saja rasa rindu yang kuat hadir dalam hatinya. KANGEN... Only one word, but can describe the whole feeling that she feels right now. Sudah cukup lama Dara memendam rasa ini. Dara sukaaa banget ama this guy, don't know why: but it's just a feeling can't be described easily sihhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara inget, pertama kali ketemu this guy di suatu acara koor wedding saat Dara bertugas. Kan masih pada inget, Dara emang aktif di koor gerejanya?? That guy came menghampiri Dara saat dia selesai menyanyikan lagu : You are the love of my life dengan sangat prima (kata orang2 sih...). Cowok itu ternyata adik dari mempelai prianya. Dengan sangat simpatik, dia bilang: " Well, you sing very well... " dengan senyumnya yang pepsodent asli and lesung pipinya... Dara almost gak bisa bernapas, abis tuh cowok ganteng bangettt...( ganteng emang relatif sih, tapi di mata Dara tuh cowok emang OK punya..:))&lt;br /&gt;Untungnya, Dara nggak bengong begitu lama dan bisa menguasai diri walau masih deg-degan sih...: " Thanks ya...", jawab Dara.&lt;br /&gt;" Aku Edmund, adik Evan yang married itu...Kamu namanya siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku Dara," Jawab Dara sedikit terbata... Chemistrynya berasa banget booo...mboten strong deh...:)&lt;br /&gt;Edmund:" Boleh minta no HP kamu??"&lt;br /&gt;Dara     : Boleh aja sih...0818-xxxxxx&lt;br /&gt;Edmund: Talk to u later ya...&lt;br /&gt;Dara     : Ok then...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ketemu di gereja, Edmund sempet pergi-pergi ama Dara beberapa kali. It was fun banget deh...Edmund pengetahuannya luas: mo musik yang gaul abis, sampe kerohanian yang juga jadi concernnya Dara, semua ok. Well, Dara sih thank God banget ketemu sama this kinda guy yang pretty rare. Dan umur Edmund ternyata beda tipis ama Dara, dia umur 34 tahun. Sementara Dara 35 tahun kan... Dara udah nggak pusing lagi deh soal umur, beda sampe 3 tahun lbh muda, Dara nggak mempermasalahkan. Wah, ini sih udah OKsss banget dehhh... Dara hepiii sekali utk masa2 3 minggu pergi2 bareng Edmund itu. But, tiada pesta yang tak pernah usai. Karena??? Karena Edmund itu kerja di Amrik, tepatnya di San Fransisco. Dipisahkan benua begini gimana ya?? Abis 3 minggu, Edmund balik ke US n Dara manyun aja, krn KANGEN itu tadi... Emails, sms, phone calls, mulanya jadi obat yang cukup mujarab... Tapi sekarang, jarak jugalah yang memisahkan mereka. Keakraban yang tercipta di awal, tambah lama tambah renggang, nyaris tak bersisa ditelan kesibukan masing2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedihhh sih, tapi bisa apa lagi?? Malam2 aku sendiri, tanpa dirimu lagi (Nike Ardilla banget gak sihhh??). Sudah around 2 years, Dara terombang-ambing in such long distance relationship tanpa kejelasan. Karena emang mereka nggak pernah 'jadian', no such words as I like you or anything. Cuma Dara berasa, dia sangat comfortable dengan cowok ini. Never feel this way, even dgn ex-nya dulu, Dara nggak pernah merasakan hal seperti ini... Tapi, realitanya gak bisa nggak harus diterima meski pahit... Akhirnya, Dara malam hari ini juga memutuskan, would like to give up her feelings. Cukup sudah, 2 years is enough... Dara mo cari n fokus ke yang deket aja. Walau perasaan nggak bisa diatur mo jatuh ke siapa, tapi udahhh ahh, Dara capekkk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo Dara lihat temen2nya yang long distance relationship, ada yang bisa work out juga sih, tapi yg putus jauh lbh banyak. Mungkin krn gak ketemuan itu lbh sulit...&lt;br /&gt;Dara sih sangat mengerti semua kondisi yang ada, tapi pas menjalani, Dara udah rada hopeless... Rasa suka yang kuat, dihantam sama kenyataan yg 'menyakitkan'...Well, reality bites, sometimes??&lt;br /&gt;Dara juga sudah berdoa kepada Tuhan. Dara emang nggak pernah mau memaksa Tuhan, tapi Dara juga pengen ngasih tau Tuhan kalo dia itu sukkaaa banget sama Mr. E... itu...&lt;br /&gt;Dara selalu berdoa sepanjang bulan Maria ini dalam Rosarionya, Tuhan: apa yang Kau mau aku lakukan dengan long distance ini?? Aku udah capek, aku suka sekali sama dia, tapi aku capek Tuhan...Kau mau aku gimana deh, aku ikut... Kalo suruh let go, walau sulit, tapi aku mau ikut rencanaMu, karena Kau yang lbh tau soal ini, soal hidupku. Tapi kalo emang dia, tolong bukakan jalan buat kami... Kalo bukan, ya...mohon kekuatan saja dalam menjalani hidupku selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara rasanya udah melakukan semua yang terbaik utk Edmund, selalu ada di situ dalam setiap kondisi dia, tersulit sekali pun... Terkadang, Dara menunggu sampai ngantuk-ngantuk hanya utk mendengar suara Edmund dari Amrik sana. Edmund cerita soal kerjaan, soal pelayanan dia di Amrik, dan soal cewek2 yang dia taksir jg. Dara selalu jadi a good listener, berharap someday, Edmund akan bilang: " thanks for being a good listener all these time, and I want you to be my good listener for the rest of my life, be my girl..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian dan kenyataan, 2 hal yang beda. Kalo Dara di luar tampil biasa, gak ada yang tau kan kalo malam2 Dara sering banget nangis karena hal ini. Utk jadi agresif n ngomong dulu, seperti saran beberapa teman, Dara nggak bisa tuhhh...It's not her style banget deh rasanya. Kalo orang lain mo agresif, silakan aja...but Dara nggak bisa. Berharap Edmund berubah juga nggak mungkin sampe saat ini, kecuali Tuhan berkenan deh...&lt;br /&gt;Gimana ya baiknya?? BIngung...&lt;br /&gt;Akhirnya, malam ini Dara decide mau let go aja si Edmund itu... Let go bener2...so, nggak ada lagi malam2 di mana dia menangis sendiri, kangen sama Mr. E...&lt;br /&gt;Dara mau let go and let God be her guide... kontak mungkin ada, tapi Dara dah nggak mau kontak dia dulu sementara Dara menata kembali hatinya yang hancur...Long distance mmmm... very tiring and uncertain. Utk yang sukses, Dara bilang sih hebat banget! Two thumbs up deh...&lt;br /&gt;Tapi buat yang gagal, Dara juga mengerti, betapa nggak enaknya dipisahkan jarak begini...&lt;br /&gt;Akhirnya, another episode of life begins... with or without Edmund, tokh Tuhan besertaku...Mulai besok, Dara bertekad utk lebih memperhatikan cowok-cowok di sekitarnya dulu ah... Kadang, kita terlalu berpikir yang jauhhhh saja, ternyata that very special someone ada di sekitar kita, who knows??&lt;br /&gt;Mungkin mataku terlalu tertutup selama ini dengan Edmund melulu Tuhan, hatiku telah terkunci rapat-rapat... Sorry God! Ujar Dara... Mulai hari ini, aku mau membuka diriku... Siapa tau, TUhan memang sudah menyediakan that special one, cuma karena Dara masih blm mau move on saja, makanya gak ketemu-ketemu...&lt;br /&gt;Leganya!! Dara cia you ( baca: bersemangatlah!!versi F4 banget nihh hehe)! Tetap semangat dalam hidup dan berlomba sampe garis akhir dan menyelesaikan pertandingan kehidupan dengan baik demi kemuliaan TUHAN...Karena semuanya ini hanyalah sepenggal kisah kehidupan dalam  buku kehidupan Dara dan Tuhan tengah menuliskan cerita hidupnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life goes on and on and on...&lt;br /&gt;Jkt, 11 Mei 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara: Young Leaf I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara dalam perjalanan ke rumah temannya, Ita, di kawasan Jakarta Barat. Mereka balik ke rumah Ita, setelah walking-walking (read: jalan2) di Mall Taman Anggrek bareng temen-temen sesama anggota fitness centre yang sama. Mereka makan di Fish &amp;amp; Co di deket bioskop di lantai atas, setelah itu mereka ngopi-ngopi as usual di Starbucks di lantai dasar. Ngobrol sambil ngopi asik banget, apalagi emang temen2 fitnessnya kreatif banget dengan istilah2 Indonesia yang di Inggriskan, contohnya: Don't follow mix (jangan ikut campur), my fruit children ( anak buah saya) hehe...ngaco kan?? Tapi lucu juga sih, kalo dah ngomong begitu mereka bisa ketawa ngakak deh. Masa ada temennya Dara yang bilang tinggal di Beautiful little garden alias Taman Mini (Indonesia) Indah n pakenya kemeja kotak2 yang ditranslate asallll dengan to table square square (bener gak tuh ke meja kotak kotak) hehehe?? Udah capek, ya pulang deh ke rumah Ita. Hari itu Dara mo nginap di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di depan pagar rumah Ita. Tiba-tiba dari balik pagar rumah sebelah muncul seorang cowok, pake kaos navy blue dan jeans hitam, mencegat mereka di pintu pagar sambil merentangkan tangan.&lt;br /&gt;That guy : " Gak boleh lewat..!!"&lt;br /&gt;Dara       : " Koq galak banget sih??"&lt;br /&gt;That guy  : " Pokoknya nggak boleh aja, kecualii..."&lt;br /&gt;Dara        : " Kecuali apa??"&lt;br /&gt;That guy   : " Kecuali traktir aku makan bakso di sebrang sana..."&lt;br /&gt;Dara n that guy yang ternyata bernama Freddy, tertawa bersama...:):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freddy... Ya, Freddy, ujar Dara dalam hati. Ini anak menarik banget senyum dan matanya, terutama alisnya yang tebal dan sorot matanya yang tajam. Freddy adalah tetangga Ita, yang sudah dari kecil deket sekali sama keluarga Ita. Dia bagaikan anggota keluarga tambahan di keluarga Ita. Dan Dara yang sudah kenal Ita sekian lama, sebagai sohib baiknya, juga akrab sama Freddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freddy masih kuliah S2 di satu perguruan tinggi di Jakarta. As soon as dia selesai S1, Fred( panggilan akrab Freddy) sempet kerja kira-kira 2 tahun, lalu melanjutkan study Magister Manajemennya. So, si Freddy kira-kira umur 28 tahun. Dibandingkan dengan Dara, Mr. Fred ini 7 years younger lho... Ah, kalau saja... Kalau saja si Fred ini seumur or beda-beda tipis sama Dara umurnya, maybe things will be different...&lt;br /&gt;Eh, koq ngelantur begini sihhh...buru2 Dara menepis angan-angan  yang sempat singgah di benaknya... Be real donk, Dara...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred menggandeng tangan Dara masuk ke rumah Ita. Hmmm... Fred itu buat Dara, sort of daun muda, n kalo ditranslate seperti temen2 fitnessnya dengan Indonesian English yang acak adul itu, Fred adl. young leaf ( read: daun muda hehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang ke-35 ini, Dara tidak memungkiri, cowok2 yang dateng ke dia macem2. Mulai dari Hide San yang ternyata turn out to be suami orang boo alias somebody else's lover ( Kayak Incognito banget ya? I could never ever fall in love with somebody else's lover...:))&lt;br /&gt;Atau ada seperti Mr. Fred yang tengah duduk di depannya sambil bercerita soal kuliahnya, paper n makalah yang dia kerjakan saat ini. Hmmm... Young Leaf?  Dara tertawa geli dalam hati...  Dara sempet berandai-andai... Andai gue lbh mudaan berapa taon gitu, or Fred lbh tuaan beberapa taon, mungkin things will be different...&lt;br /&gt;Cuma, harapan tinggal harapan, kenyataannya?? Fred memang still single, n even though nggak begitu good looking but very attractive, n the thing is:he's so young mannn, daun muda hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar Ita, Dara ngobrol sama Fred. Ita tengah mandi soalnya... Mereka tinggal berdua aja nih ceritanya. Fred yang dengan dewasanya tetep cerita soal kuliahnya n temen kuliahnya di S2, dan Dara jadi good listener...&lt;br /&gt;Sampe suatu titik, conversation mereka berbalik menjadi lebih banyak Fred yang bertanya dan Dara yang menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred : " Koq Kak Dara blm punya cowok sih...??"&lt;br /&gt;Dara : " Gimana ya... barusan aku kecewa sama kecengan terakhir yang ternyata suami orang lho, jadi sedihh.. "&lt;br /&gt;Fred : " Kalo Kak Dara percaya sama aku, aku mau deh jadi that special someonenya Kak Dara, dan aku janji I won't let you down..."&lt;br /&gt;(Mata Fred menatap tajam dan penuh kesungguhan ke Dara...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara : " mmm... Tapi kamu itu lebih muda dari aku lho, Fred..."&lt;br /&gt;(Dara bersorak ceria dalam hatinya, koq ternyata impian-impiannya yang tadi tak terucap bisa jadi nyata sih saat ini??Sebetulnya Dara cukup tertarik sama Fred, the main problem is: Fred is the young leaf guy...daun muda boo...Apa kata dunia??? Mungkin untuk mereka nggak jadi masalah, tapi... apa ortunya Fred nggak masalah? Jalan masih panjang pula utk dia, wong kuliah aja baru mulai koq di S2nya ini, sejumlah analisa ada dalam benaknya... Tapi bukankah terkadang analisa2 itu tidak perlu, as long as dia suka n Fred suka dia, bukannya itu bisa jalan?? Masih banyak pertanyaan seputar statement Fred barusan... but, mana yang Dara pilih??Masih bingung nih...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah keadaan yang membingungkan itu, tiba-tiba terdengar bunyi pintu berderit dan Ita masuk kamarnya. Dara dan Fred kaget setengah mati, dan langsung ganti topik automatically membicarakan tugas kuliahnya Fred. Saved by the bell or saved by Ita?? Dara menghela nafas panjang. Legaaa booo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai malam, setelah Dara ngobrol banyak sama Ita (kecuali soal Fred-young leafnya itu donk: RAHASIA judulnya....) Dia blm bisa tidur juga, padahal di sampingnya Ita sudah terlelap...Capek kayaknya dia... Tiba-tiba, HP nya yang disetel pada vibrate mode berbunyi halus... Sms? Malam2 gini?? Siapa ya?&lt;br /&gt;Ternyata Fred yang SMS dia... Begini nih isi sms Fred: Jadi, mulai hari ini, aku nggak mau panggil Kak Dara ah... Dan gimana Dara, dengan tawaran aku tadi. Serius lho! Aku tunggu  jawabanmu ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara tambah pusing, tambah nggak karuan... Bingung, tapi pengen juga. What to do?? Can you help Dara...?? God, please help meee...Ujar Dara....&lt;br /&gt;Berusaha memejamkan mata, namun masih nggak bisa tidur juga... GOD, aku musti gimana??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continued...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 15 Juni 2004&lt;br /&gt;GBU all...&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara : Young Leaf II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Dara bangun dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Boleh dibilang, Dara tidak tidur sama sekali. Semalaman kerjaannya tidur-bangun-mikir-merem-melek tapi tetep aja kepikiran SMSnya si Fred. Sementara otaknya berpikir keras, masih belum menemukan jawabannya juga. Hari itu juga Dara pulang ke rumahnya di Cibubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempet mampir di Mc Donald's. Well, kalo kurang tidur yang bikin rada be te, Dara cenderung mengenyangkan perutnya. Kan kalo perut kenyang, hati kan senang ya??:) En walaupun saat ini hati lagi nggak tenang, yang penting perut kenyang dulu... Dia bawa pulang tuh Mc D, take away aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya, Dara mencoba menetralisir suasana dengan menyetel CD, kali ini karena suasana hati lagi kacau, dia pilih CD yang rada tenang.. Suara Josh Groban mengalun pelan tapi powerful dari stereo setnya. Sempet Dara bersenandung mengikuti alunan lagu You Raise Me Up dari Mas Groban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred-Young Leaf, what should I do? God... Musti kah aku terima or tolak dia? Kalo terima, banyak konsekuensinya... Kalo menolak, ada rasa suka juga. Tapi bukankah kehidupan itu juga membutuhkan keputusan-keputusan yang diambil pada suatu saat tertentu?&lt;br /&gt;Akhirnya, Dara memutuskan untuk mengikuti kata hatinya, tanpa terlalu banyak berpikir. Ya, she'd like to give it a try... Suatu keputusan berani sih, tapi...koq kayaknya melepas Fred juga rasanya Dara nggak rela. Memang mereka dekat sekali, Dara dulu sempat memikirkan kemungkinan ini dan kemudian menepisnya karena itu tadi: beda umur yang cukup signifikan.&lt;br /&gt;Tapi, kalo Dara kilas balik, beberapa pasangan celebrities Indo or Amrik, juga banyak yang ceweknya lbh tua. Dian Nitami-Anjas, Aston Kutcher-Demi Moore, Gunawan-Paramitha di masa lalu, trus Onky Alexander-Paula (well, no comment deh ma yang satu ini:):)). Itu yang terkenal, yang nggak terkenal juga ada koq... dari pihak sodara2 dan kerabat Dara juga ada yg married dengan komposisi sang cowok lbh muda dari ceweknya. Tokh akur2 aja... Mungkin resikonya memang banyak, tapi apa yang married dengan komposisi biasa di mana ceweknya lbh muda nggak menghadapi resiko? Nggak juga kan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Dara ngirim sms ke Fred : Ok Fred, kamu boleh panggil aku Dara, dan aku merasa perlu kasih kita kesempatan utk mencoba relasi ini...I bobo dulu ya, ngantuk banget soale...:) Bye, honey!&lt;br /&gt;Message sent, dan delivery report menunjukkan tuh message delivered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara menarik nafas lega, well... she can smile now. Dia tidak tau ke depannya akan terjadi apa, tapi dia memutuskan untuk mencobanya saja. Tuhan, kalau ini memang kehendakMu, biarlah aku bisa menjalaninya dengan baik. Namun, bila ini bukan kehendakMu, biarlah Engkau memberikan kekuatan yang berasal dari Mu dalam menjalani hidupku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Josh Groban, Dara beralih ke CD Chrisye:&lt;br /&gt;Engkau masih anak sekolah, satu SMA&lt;br /&gt;Belum tepat waktu 'tuk begitu begini&lt;br /&gt;Anak sekolah, datang kembali&lt;br /&gt;Dua atau tiga tahun lagi&lt;br /&gt;wow wow ya ya ya ya ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah making her decision, Dara rada lega. Namun lirik lagu Chrisye mau nggak mau bikin Dara mikir. Fred emang bukan anak sekolah satu SMA (read: SMU), tapi dia masih anak kuliah S2 dengan status young leaf. Tapi, if Dara waits for another 2 or 3 tahun lagi?? Maybe this opportunity will fly away, n never come back...&lt;br /&gt;Keberanian Dara utk say YES kali ini sebetulnya bukan tipe Dara. But, Dara mau coba ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara menarik selimut sampai menutupi kepalanya, sambil sedikit tersenyum, I'll take the risk this time...:):)&lt;br /&gt;Tangan kanannya memencet remote CD playernya dan menggantinya dengan CD Rio Febrian yang baru yang ada di tray 2 di CD playernya.&lt;br /&gt;Lagu track 10 membawa hatinya ke dalam suasana doa, sort of lagu rohani soalnya walau diletakkan dalam album sekulernya Rio, judulnya: Kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pelita kakiku, penerang jalanku&lt;br /&gt;Dan ku takkan jauh dariMU&lt;br /&gt;Sbab diriMu slalu ada di dalam hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just one thought of God bikin dia lega. Tuhan selalu beserta dia, menjalani hari-harinya bersama Fred, ato Edmund, ato Hide San. Tokh Tuhan tidak pernah pergi jauh dari Dara. Tuhan selalu jadi pelita kakinya dan penerang jalannya... Mungkin sekali Tuhan ingin Dara belajar sesuatu dari tiap kedekatan relasi yang tercipta?? Who knows?? Daripada menyimpan sakit hatinya, Dara prefer melihat sisi positif dari cowok2 yang pernah dekat di hatinya... Lagi2 masalah pilihan: mo pilih yang positif or negatif?? Dara mau yang positif aja ah, kan sayang kalo otaknya disusupi BUNG NEGATIVE THINKING...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks to you, God!&lt;br /&gt;Dara tertidur pulas dengan senyum di wajahnya. Sementara Rio Febrian dengan Kasih, masih mengalun dari CDnya...&lt;br /&gt;Kau pelita kakiku, penerang jalanku&lt;br /&gt;Dan ku takkan jauh dariMU&lt;br /&gt;Sbab diriMu slalu ada di dalam hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy and sad silih berganti, that's life! N this time, the episode with Fred begins... Dara's young leaf!!!:):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 17 Juni 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara: Unpredictable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At RS.Pondok Indah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara dan young leafnya, Fred yang baruuu aja jadian, u know lah rasanya :)&lt;br /&gt;Bagaikan langit di sore hari, berwarna biru-sebiru hatikuu-Oh asmara yang terindah mewarnai bumi...kata Melly Goeslow, yang kira-kira menggambarkan suasana hati Dara saat ini...:)&lt;br /&gt;So, even ke mana aja nggak jadi soal deh... yang penting berdua n berduanya sama orang yang kita comfortable to be with donk hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, back to Dara-Fred yang baru jadian, siang itu mereka ke RSPI menjenguk temennya Dara yang sakit kanker. Actually, kondisi lagi sangat menyedihkan deh dari temennya yang sakit itu. Dara kasihan sekaliii sama dia. Anaknya 3 orang, temannya itu berumur 37 tahun, penopang ekonomi keluarga pula... Kemaren2 masih baik2 aja, mereka sering nyanyi di koor bersama-sama. Westin namanya. Westin adalah tenor andalan di koor mereka. Tiba-tiba saja dia gejalanya seperti sakit maag biasa, namun koq sampe collapse?? Akhirnya terdeteksi kanker hati stadium III, oh my GOD??? Banyak banget hal yang tak terduga dalam hidup ini and as unpredictable as it is: that's life!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke ruang VIP di RS tersebut, Dara melihat wajah kuyu Westin yang semakin kurus dari hari ke hari. "Sedihhh banget deh lihatnya, " ujar Dara dalam hati. Namun di depan Westin dan keluarganya, kira2 selama 15-20 menit, Dara harus tegar dan ceria untuk menghibur Westin, bukankah kehadirannya akan lebih berarti kalo Dara berusaha memberikan penghiburan bagi yang sakit dengan joke2 atau obrolan ringan dan bukan melulu omongan seputar penyakitnya??Bosen tauu, enough is enough kali ye buat si Westin utk ngomong soal kanker yang dideritanya terus-terusan. So, utk tau kondisi Westin sebenarnya, Dara selama ini tanya langsung ke istrinya Westin-Lisna via sms or telpon to keep update with Westin's condition...&lt;br /&gt;Dara keep trying aja, walau mungkin sedikit memaksa diri utk bertegar hati sementara di dalam kamar RS itu adanya adegan yang sangat memancing air matanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dara mengetuk pintu dan masuk, Lisna sedang menggosok punggung Westin dengan minyak, just wanna ease his pain.&lt;br /&gt;Istri Westin, Lisna, terlihat sangat tabah, walau matanya terus berkaca-kaca.&lt;br /&gt;Saat itu kelihatan sekali Westin kesakitan, dan Westin dengan wajah pucatnya memaksa diri untuk tersenyum ke arah Dara dan Fred. Walau hasilnya cuma meringis saja, tapi Dara appreciate banget usaha Westin.&lt;br /&gt;" God, kuatkan aku... untuk bisa se-natural mungkin bicara sama Westin. Amin," doa Dara dalam hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara berhasil melalui that 15 minutes dengan baik. Dara cerita soal koor-koor mereka yang memukau orang, dan most of them krn tenornya Westin yang emang OK punya! Terus Dara juga cerita kekonyolan seputar persiapan team koor mereka akhir2 ini ke Westin, dan tampak wajah Westin cukup ceria...Yah, it seems that Dara has done her job pretty well at that time. Thank God... Dara cuma berjanji untuk mendoakan Westin dalam doa-doanya, semoga Tuhan beri yang terbaik, 'cause He knows the very best for all of HIS child and that includes Westin for sure...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Dara dah selesai menjenguk dan ngobrol-ngobrol sama Westin n Lisna, Fred dari tadi emang cuma be there and terus jadi a good listener. Dara juga sempat memperkenalkan Fred ke Westin n Lisna, as her 'friend', but u guyz know kan kalo relationship mereka sudah berkembang jadi more than friends...Abis baru jadian, nggak enak ngomong2 di tengah acara besuk kayak gini, gak matching lah haiii :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka keluar dari RS Pd Indah dan mereka rencananya mau main ke Pondok Indah Mall donk, sekalian dah di situ...&lt;br /&gt;Pas di depan Lobby RS, guess whattt?? Ada satu suara yang sangat familiar, yang bilang," Halo Dara, apa kabar??" Dara secara reflek langsung menoleh ke sumber suara yang ada di arah kanannya: My Goodness, itu kan EDMUND...?!?!? Ngapain lagi dia di sini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, well, well... Dara kadang bingung juga, kenapa begitu banyak shocking experience yang terjadi dalam hidupnya... Rasanya baru aja dia terkaget-kaget saat ketemu dengan Hide San dan Aiko-istrinya di SOGO EX couple of weeks ago. N now, di saat Dara dah putuskan mau mencoba a new relationship with Fred, koq si Edmund nongol ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As unpredictable as it is: our journey in this world, ck ck ck... Dara masih menggelengkan kepalanya,UNBELIEVABLE- nggak percaya!!! How come?? Gimana caranya Edmund bisa balik Indo??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi penasaran juga nih Dara, dia tanya langsung: " Hi...Koq bisa di RS sini??"&lt;br /&gt;" Oh... Papaku operasi jantung, cukup parah. Jadi, I'm giving up my career there untuk nemenin papa mamaku, dan adikku di sini. I'm back for good this time and emang aku belum sempet ngomong sama kamu, krn mo bikin surprise...," jawab Edmund.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hmmm... begitu ya, " ujar Dara seadanya, karena masih bingung sama kenyataan yang ada. Surprisenya Edmund bener bener turns out to be A HUGE SURPRISE...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anddd...Fred dari tadi melongo di antara mereka. Bak kucing yang melihat bola bolak balik di film kartun, mungkin begitu kira-kira ekspresi Fred. Dara langsung ambil alih, dan memperkenalkan,           " Edmund, kenalin: ini Fred, teman dekatku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred     : " Halo, aku Fred,"&lt;br /&gt;Edmund: " Hi, I'm Edmund. Nice to meet you."&lt;br /&gt;( maklumlah masih rada-rada 'bule' krn baru balik dari Amrik booo...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis itu mereka berpisah, dengan janji Edmund utk mengontak Dara lagi beberapa waktu kemudian. Eh iya, soal Edmund, Dara sempet ngasih tau ke Fred. Hmmm, ini saatnya utk setia mempertahankan keputusan yang sudah Dara ambil. Untuk tetep try to be with her young leaf, even di hadapannya tadi sudah kembali orang yang selama ini mati-matian mau dia lupakan. Tapi Dara tadi melihat kedewasaan Fred, even dia menatap dengan tatapan nggak suka alias jealous, tapi Fred tetap berusaha logis dalam pembicaraannya dan tidak terbawa emosi. Well, Dara tambah respect sama Fred, sekali lagi: umur nggak masalah, yang penting sejauh mana kedewasaan seseorang, tul gak temans??:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Pd Indah Mall, mereka duduk di Oh la la Cafe, Dara sambil minum iced cappuccinonya sambil bengong sedikit. Terus lengannya disenggol oleh Fred, " Koq bengong? Masih mikirin Edmund ya??" tanya Fred.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya sih, kaget aja...Kan dia selalu ada di Amrik sono... Tapi kamu tenang aja deh Fred, aku dah milih kamu right now, and aku mau memperjuangkan keputusanku ini. Bantu aku ya, pleaseee..." ujar Dara dengan pandangan memelas namun penuh kesungguhan ke arah Fred.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekpresi Fred terlihat lega. Dan dia langsung bilang, " I will, Dara... Apa sih yang nggak buat kamu??"&lt;br /&gt;Mereka tersenyum bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cibubur at night, lokasi: kamar Dara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Fred mengantar Dara pulang. Dara mikir and mikir lageee...Sambil curhat sama sahabat sejatinya: Tuhan tentunya.&lt;br /&gt;" God, aku tau bahwa hidup ini penuh perubahan, penuh kejutan yang tak bakal terselami oleh akal budiku.Unpredictable... Aku juga tidak tau apa rencanaMu di tengah kegalauan yang aku alami. Satu hal yang pasti: aku mau setia pada keputusan yang sudah kuambil. Aku tetap bersama Fred, karena kan baru jadian, masa' putus seehhh?? Tanpa alasan yang logis pulaa, mana mungkin?? Masa' gara-gara Edmund yang gak pasti itu aku harus nge-dump my dear Fred?? Nggak kali ya, Tuhan..."  percakapan dalam hati Dara terus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tiada jawaban yang pasti dalam doa Dara. Tapi terkadang, tidak selalu diperlukan solusi buat orang yang tengah curhat. Kadang cuma perlu mendengarkan dengan sepenuh hati... Tiba-tiba setelah Dara ngomong begitu dalam doanya, dia tenang... Dan tiba-tiba terdengar bisikan lembut di telinganya, " Setialah, anakKu. Sebagaimana aku Allahmu adalah Allah yang setia..."&lt;br /&gt;"Amennn Tuhan. Thanks Lord!" ujar Dara dalam hatinya diiringi senyum di bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Right or wrong, tokh the decision has been made. Tidak ada BENAR or SALAH dalam hal ini, selanjutnya belajar Setia terhadap keputusan yang diambil ,itu niat hati  Dara. Semoga Tuhan, semoga aku bisa setia sebagaimana Engkau setia. Sambil menjalani hidupnya lagi, Dara terus berjuang utk setia dan taat. Kalo keadaan dibalik, dan ternyata Fred misalnya meninggalkan Dara cuma gara2 old flamenya kembali, gimana nasib Dara ya??? Well, nggak mau diperlakukan gitu, ya...jangan lakukan terhadap orang lain. SIPPP DEHH DARA!! Sambil menjalani secara serius relationship with Fred, tokh Edmund gak pernah say anything to her. Ngapain puzing sendiri, tul gak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... Dara menyetel TVnya pada channel RCTI, kali ini ada the Indonesian Idol Workshop. Lumayan bikin lega krn emang Dara suka banget sama yang namanya musik.&lt;br /&gt;Atta dan Irgi masih membawakan acara, juri masih memberikan komentarnya yang kadang2 cukup sinis jg, para peserta wokshop masih tetap menyanyikan lagu andalan mereka. Yah, semua masih tetap pada tracknya. And I'm on your track, GOD! thank u...&lt;br /&gt;I'll try to be faithful in this unpredictable life. As long as I'm with YOU, God, I'm sure I'll make it through somehow...:):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The biggest smile ever appears on her face, it's all because of  GOD!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 22 Juni 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara: Going Where the Wind Blows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someone said life is for the takin',here I am with my hand out,&lt;br /&gt;Waitin' for a ride.&lt;br /&gt;I've been livin' on my great expectations,what good is it when I'm stranded here,&lt;br /&gt;And the world just passes by?&lt;br /&gt;Where are the signs,to help me get out of this place?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I should stumble on my moment in time,&lt;br /&gt;How will I know?&lt;br /&gt;If the story's written on my face,&lt;br /&gt;Does it show?&lt;br /&gt;Am I strong enough to walk on water,&lt;br /&gt;Smart enough to come in out of the rain?&lt;br /&gt;Or am I a fool?&lt;br /&gt;Goin' where the wind blows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara sedang mengemudikan mobilnya ke arah Taman Anggrek Mall, sementara Ita duduk di sebelahnya sambil ikut menyenandungkan lagu yang diputar di KIS FM, salah satu hit lama dari  Mr.Big's album: Hey Man - Going Where the Wind Blows. Hari ini adalah hari ultahnya Ita. Dara dan Ita mau ngambil pesenan kue yang sudah mereka order di Eaton Taman Anggrek. Biasalah Fruit Cakenya kan kegemarannya si Ita... Nggak ada pesta sih, cuma makan-makan antarkeluarga dekat aja, yang pasti ada Fred donkkk...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba tuh lagu terpotong di tengah, ketika penyiar radionya mengecilkan suara lagunya dan kemudian ngomong seperti ini, " Good afternoon ladies and gentlemen, u r still listening to KIS FM and still with me, Jonathan White. That was from Mr. Big with Going where the Wind Blows. Well, sometimes in this life, there's nothing we can do except going where the wind blows:smart or fool?? You decide then...Ha ha ha... " Terdengar suara tawa renyah dari balik microphone sang penyiar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara tersenyum kecil dan mengangguk setuju, setengah menyembunyikannya dari Ita (karena Ita sampe sekarang belum tau kalo' Dara dah jadian sama Fred. Actually, Dara pengen ngasih tau ke Ita, but... msh menunggu moment yang tepat lah yaw...).&lt;br /&gt;"Bener juga ya ta, kata-katanya Jonathan White tadi. Terkadang kita udah planning sebakul, ehhh... nggak ada yang jadi,malah enakan mengalir aja deh menjalani hidup ini...Going Where the Wind blows..." tukas Dara sambil mendendangkan ending dari reffrain lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya sih ra, gue sih setuju," Ujar Ita. " Kadang-kadang memang begitu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan itu terpotong karena mereka memasuki parkiran TA. Terus sebelum ke Eaton mereka membeli tabloid dulu. Biasa untuk tau info n keep update terus sama dunia musik n film, Dara terkadang baca-baca the hottest news about music n film lewat tabloid...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ambil kue, mereka langsung menuju ke rumah Ita. Di jalan, Ita membaca tabloid yang Dara beli. Di situ ternyata ada berita soal Justin Timberlake-Cameron Diaz, yang beda 9 tahun boo-tuaan Cameron, si ceweknya... Pas baca soal itu, Ita langsung komentar, " Gile... Bedanya 9 taon, ra... Ck ck ck...," sambil geleng-geleng kepala...&lt;br /&gt;" Tapi, kalo seganteng Justin, gue juga mau lho ra...hahaha," Sambung Ita lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena topiknya tiba-tiba match, Dara pengen banget nyambung ke soal dia dan young leafnya-Fred. Dia nyoba aja, sapa tau ini kesempatan utk ngomong ke Ita. " Ta, gue juga tadinya gak bisa nerima kalo cowok gue lebih muda. Nggak pernah kepikiran deh gue...Tapi kalo Justin sih, mau donkkk...Kapan lagi dapet cowok yang ganteng, jago nyanyi n nge-rap, terus dancenya juga keren.' Tul gak, ta??" Ujar Dara sambil tersenyum dan berpikir gimana yah mengaitkannya dengan young leafnya:Fred??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kesempatan bicara deh kata hati Dara. " Ta, gue pengen deh ngomong ama elo... Kalo cowok gue misalnya lebih muda, what do u think??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ita : " It's ok buat gue koq ra, u know gue kan selalu support elo."&lt;br /&gt;Dara : " Thanks, ta. Tapi kalo someone special itu yang elo jg kenal dekat, gimana menurut elo?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ita : " You're not talking about Fred kan, ra??" matanya memandang menyelidik ke arah Dara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara: " What if tebakan elo bener, ta... Pendapat elo??"&lt;br /&gt;Ita   : " Mmmmm... Si Fred??!!?? Gue sih nggak kebayang aja, elo bisa jadian sama dia. Is it true??"&lt;br /&gt;Dara: " Ya, ta... Tebakan elo bener..."&lt;br /&gt;Ita   : " Gue sih masih belum bisa nerima utk saat ini, tapi u know me lah. Gue selalu support keputusan elo. Cuma kali ini, gue bingung aja krn cowok elo itu adalah sort of adik angkat gue... Udah berapa lama kalian jalan bareng??"&lt;br /&gt;Dara: " Sekitar dua minggu sih, gue ragu kasih tau elo, krn gue rada deg-degan ngomong ama elo, ta. Tapi kalo gue keep this from you, mau keep sampe kapan juga kan?"&lt;br /&gt;Ita  : " Honestly, gue kaget. Tapi gue hargai kejujuran elo, ra... Give me some time to digest everything n then balik support elo lagi deh ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara: " Thanks banget, ta. Gue tau, I can count on you!"&lt;br /&gt;(sambil tersenyum n memandang Ita dengan tatapan penuh terima kasih...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil Karimunnya, Dara parkir di depan pagar rumah Ita. Mereka langsung masuk, dan ternyata sudah ada beberapa orang kumpul di rumah Dara. Rata-rata semua Dara kenal, kecuali seorang cewek manis, rambutnya hitam n panjang kayak iklan shampoo gitu deh. Langsung nyamperin Ita, " Happy birthday ya, Mbak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ita berseru senang campur kaget, " Erika!!! Kapan balik?? Thanks banget ya... Wah, kejutan nih buat aku!" ( sambil cupika-cupiki: saling cium pipi kanan-kiri deh mereka berdua saling melepas kangen.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara, tiba-tiba tersentak. ERIKA?? Itu kan mantannya Fred? Bukan mantan sembarang mantan, karena ERIKA sempat tunangan sama Fred. Namun, karena beda agama dan keduanya sama-sama taat, mereka memutuskan untuk mengakhiri pertunangan mereka. Dan Erika pergi ke Paris, belajar bahasa di sana selama dua tahun. Ternyata, setelah Erika pergi ke Paris, dia berubah penampilannya. Dulunya rambutnya pendek, sekarang panjang dan hitam, keren...ujar Dara dalam hati. Tapi rada deg-degan juga, gimana kelanjutan relasinya dengan Fred. Edmund dateng, Erika kembali pula?? BINGUNG...&lt;br /&gt;Apalagi, sempat Ita cerita, kalo Erika sekarang sudah pindah agama, dia jadi Katolik di Paris. Unexpectedly...Wah, saingan beratnya kembali nih... Secara reflek Dara berpikir: Fred, mana Fred?? Matanya mencari ke arah kerumunan tamu di rumah Ita. Fred ternyata sedang bicara dengan maminya Ita. Raut wajahnya biasa saja...Tapi hatinya, nggak tau deh, ujar Dara. Kepala Dara terasa nyut-nyutan...Pusing. Ya Tuhan, susah bener ya?? Baru aja memutuskan, si Edmund dateng. Erika pula, Kau bawa kembali ke Jakarta dengan kondisi yang berbeda. Permasalahan utama yang memisahkan Fred-Erika yaitu agama, sudah nggak ada lagi krn Erika secara dramatis sudah pindah agama tanpa paksaan di Paris sana melalui seorang biarawati di seputar tempat tinggalnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunan Dara terhenti ketika terdengar suara Fred memanggil namanya, " Dara, makan dulu yuk... Tumpengnya dah dipotongin tuh, tinggal dimakan aja!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara rada gelagapan, karena tertangkap basah melamun: yaaa...ketauan deh... " Ok d...Fred!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang makan, Erika masih ngobrol dengan Ita dan maminya Ita nimbrung juga. Emang, nyokapnya Ita cukup gaul dan bisa mingle sama temen-temennya Ita... Dara rada salting, nggak tau gimana harus bersikap, tapi dikuat-kuatin aja, padahalll...mboten strongggg...nggak kuku deh yaa...&lt;br /&gt;Tapi Fred kayaknya netral-netral aja tuh. Dia masih bisa baik-baik ama Erika krn mungkin mereka putusnya baik-baik kali yaa. Kali ini, Dara yang rada jealous...Dara duduk rada di pojokan, sendiri. Sementara dia mengaduk-ngaduk piring yang berisi nasi tumpeng dan lauknya dengan sendoknya ( Dara tiba-tiba kehilangan nafsu makannya neehhh, puzing nggak seehhh??). Dan pada saat yang bersamaan, HPnya berbunyi, ada sms rupanya.  Hai Dara, apa kabar?? Kondisi papa setelah operasi jantungya udah lumayan stabil. Sometime around next week, aku pengen deh ketemu kamu. Bisa kan ya?? Pleaseee....:):) sender: Edmund.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh My God... PUZINGGG Tuhan...&lt;br /&gt;Dara menghela nafas panjang. Susahnya memperjuangkan suatu keputusan. Bikin keputusan masih gampang, tapi mempertahankannya?? Tidak semudah yang Dara kira. Namun, sekali lagi, Dara mungkin saja mengambil keputusan yang keliru, Dara masih belum tau untuk saat ini... Namun, Dara pengen going where God's wind blows... Berserah namun tetap berusaha. Ya, kalo dia dalam relationship with Fred, Dara akan setia lah haiii... Cuma, kalo cinta lama dateng kembali? Bukan hal yang mudah memang. Edmund:cool abis, Fred baik banget ( Dara tersadar: koq dia kayak iklan Pond's seehhh?? hehe... Melamunnya bisa ngocol juga ternyata :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara still wants to stay here, di pojokan aja dia bengong sendiri : AMAN!! Pikirnya dalam hati. Sampai tiba-tiba pundaknya ditepuk oleh seseorang, " Mbak Dara, apa kabar??" suara ceria dan wajah penuh senyuman ada di hadapannya. Erika menegurnya!! Dara harus gimana neeehhh??&lt;br /&gt;Tenang Dara, tenang... Just going where God's wind blows...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara teringat kembali vokal Eric Martin, vocalistnya Mr.Big dalam lagu Going Where the Wind Blows yang dia dengar di radio tadi:&lt;br /&gt;If I should stumble on my moment in time,&lt;br /&gt;How will I know?&lt;br /&gt;If the story's written on my face,&lt;br /&gt;Does it show?&lt;br /&gt;Am I strong enough to walk on water,&lt;br /&gt;Smart enough to come in out of the rain?&lt;br /&gt;Or am I a fool?&lt;br /&gt;Goin' where the wind blows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara still bingung neehhh...&lt;br /&gt;Jkt, 28 Juni 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara: And the Story goes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Dara :Erika nyamperin Dara dan tersenyum di hadapannya. Masih di rumah Ita, pada saat ultahnya...&lt;br /&gt;And the story goes nih...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara masih tercekat, masih amazed, masih belum bisa ngomong apa pun. Tapi Erika di hadapannya, malah dengan ramenya terus aja cerita soal dia di Paris. Dan dia sekarang dah bisa ngomong bhs Perancis dengan cukup lancar, bukan kayak Dara yang cuma tau dari lagu Lady Marmalade aja, tanpa tau artinya apaan: voulez vous coucher avec moi se soir?? ( padahal kalo saja Dara tau artinya, pasti dia gak bakalan nyanyi sembarangan, krn ternyata artinya would you like to sleep with me tonite, so ... hati2 ya kalo nyanyi kan dah tau artinya now:) hehe..-fon-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erika : " Mbak Dara, ngapain aja kegiatannya selama 2 tahun ini??"&lt;br /&gt;Dara : " Biasa aja, nggak banyak perubahan. Masih kerja di kantor, masih koor, masih fitnes-malah sempet belajar aikido sebentar waktu itu..."&lt;br /&gt;Erika : " Wah, masih full ya kegiatannya! C'est maqnifigue! (Kira2 artinya That's terrific! kali ye...tebak Dara, maklum: kagak pernah belajar French, cuma sempet kursus Japanese doang kan..)&lt;br /&gt;Dara : " Kalau kamu, kegiatannya di situ ngapain aja??"&lt;br /&gt;Erika : " Kursus bahasa sih, J' apprend le Francais (artinya:I learn French) . Lama-lama, ada beberapa temen Perancis pengen belajar bahasa Indonesia. So, I mengajarkan bhs Indonesia deh ke mereka. Karena Mon Francais ( My French) blm begitu lancar, so...I campur2 pake Anglais ( means: English). Akhirnya, lumayan lho hasilnya. Mamaku nggak perlu ngirim biaya bulanan lagi, dari hasil nyambi beberapa kali ngajar seminggu. Minat mereka untuk tau soal Indonesie ( baca: angdonesi, artinya Indonesia lah haiii...)juga besar ternyata lho Mbakk..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara sebetulnya rada mabok dengerin kata-kata Frenchnya si Erika. Tapi ya di luar puyeng krn bahasa campur-campurnya Mademoiselle Erika ( Miss Erika), yang lebih utama sih sejujurnya Dara puzinkkk banget krn pikirannya sendiri. Kekuatirannya juga dikarenakan Erika, mantan tunangan Fred telah kembali n now hadir di hadapannya saat ini.&lt;br /&gt;Akhirnya, krn sudah tak tahan. Dara permisi pulang sama Ita. Ita masih sibuk dengan tamu-tamunya, yang tak disangka tak dinyana lumayan banyak juga, padahal katanya sih kecil-kecilan :), emang Ita lumayan populer juga sih anaknya, so...nggak heran kalo temennya banyak n even nggak diundang pun pada dateng ke rumahnya di hari ultahnya ini... Senengnya diperhatikan....:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara doesn't wanna ruin Ita's happiness dengan kekuatiran dia, nanti2 aja dia baru ngomong ama Ita. So, dia cabut aja setelah pamit sama mamanya Ita dan Ita. Fred mengantar dia ke luar rumah menuju karimun birunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred : " Koq buru-buru sih ra?"&lt;br /&gt;Dara : " Iya nih, tiba-tiba aku jadi moody banget n puyeng, pengen pulang aja ya..."&lt;br /&gt;Fred : " Kenapa sih emangnya?"&lt;br /&gt;Dara : " Mungkinnn...mmm.... nggak jadi ah!"&lt;br /&gt;Fred : " Lho, koq nggak jadi seehhh?? Bikin penasaran aja nih my darling ini!!" ( sambil mengucek2 kepala Dara dengan perlahan)&lt;br /&gt;Dara : " Belum bisa ngomong sekarang ya... Tapi nanti deh aku ngomong ke kamu, sementara kamu have fun aja di sini. Kan ada Erika juga, biar bisa cerita-cerita dengan bebas deh sonooo..."&lt;br /&gt;Fred : " Oh gitu ya!! Hmmm... jangan-jangan kamu jealous sama Erika n then langsung bad mood gitu ya?? Betul kannn?? hahaha... Tapi aku sih seneng aja sama kecemburuan kamu, that means: u still put me above anyone else, and for sure above Edmund hahaha..."&lt;br /&gt;Dara : " Whatever u say deh Fred... Puas ketawain aku?? (wajahnya sedikit  manyun n cemberut, bibirnya sedikit maju...be te nih ceritanya si Dara...) Aku pulang deh...Nggak mau ngomong pokoknya!"&lt;br /&gt;Fred : " Yaaa...Koq gitu sehhh??? Aku kan cuma bercanda lho, darling!"&lt;br /&gt;Dara : " Darling? Emangnya Dadar guling?? Udah ah, aku mo pulang aja. Males explainnn... Yuk daag2 bye2. " (Ngikutin gaya Indy Barends di acara talk show gokil yang menarik banget: CERIWIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara masuk ke mobilnya and langsung aja tancap gas, meninggalkan Fred yang tercengang dan terbengong-bengong. Nggak nyangka banget kali ye kalo Dara bisa ninggalin dia begitu aja.&lt;br /&gt;Biarin deh, kata hati Dara... Si Fred gue kasih kebebasan utk memilih Erika or dia... Padahal, mungkin aja nggak segitu parah sih keadaannya, itu perasaan Dara doank...Wong Erika baru balik, apa mungkin langsung bisa deket lagi ma Fred. Mereka jg gak kontak sekian lama, masa sih bisa langsung jadian lagi... Itu prasangka kamu aja sih Dara... Ada pertempuran dalam diri Dara sendiri. Satu sisi, dia mau percaya nggak ada apa-apa, tetapi di lain pihak Dara takut juga dengan munculnya Erika... Apalagi Edmund dengan smsnya yang ngajakin ketemuan. Koq tambah memusingkan aja neehhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cibubur di sore hari, lokasi: kamar Dara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara tertunduk dengan wajah lemas. Gimana ya?? Aku pusing banget, kata hatinya... Dan ketika dilihatnya handphonenya yang diset pada silent mode, sudah ada 5 sms dan 8 missed calls, semuanya dari Fred.&lt;br /&gt;Dara masih malas membaca smsnya. Ngapain juga pikirnya... Mending leha-leha di kamar, menenangkan suasana hati yang kacau. Sambil mendengarkan Brian McKnight's song yang berjudul One last Cry, tambah mellow aja deh Dara jadinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My shattered dreams and broken heart&lt;br /&gt;Are mending on the shelf&lt;br /&gt;I saw you holding hands, standing close to someone else&lt;br /&gt;Now I sit all alone wishing all my feeling was gone&lt;br /&gt;I gave my best to you, nothing for me to do&lt;br /&gt;But have one last cry&lt;br /&gt;Chorus:&lt;br /&gt;One last cry, before I leave it all behind&lt;br /&gt;I've gotta put you outta my mind this time&lt;br /&gt;Stop living a lie&lt;br /&gt;I guess I'm down to my last cry&lt;br /&gt;Cry......&lt;br /&gt;Well, is this the end?? Should Dara give one last cry to Fred today??Satu bagian dari dirinya bilang: " Koq kamu begitu bodohnya mau let go Fred, hanya karena kedatangan Erika. Segitu nggak Pe De nya kah kamu Dara?? Padahal kenyataannya, Erika kan masa lalu Fred. Tapi kamu kan adalah pacarnya saat ini??"&lt;br /&gt;Namun, satu bagian lain dari dirinya bilang begini:" Ya...kamu siapa sih Dara?? Erika begitu muda dan cantik, agama yang jadi faktor pemisah, sekarang bisa jadi pemersatu krn dah sama agama yang mereka anut. Fred jauh lbh muda, Fred blm kerja. Are you sure you wanna keep this relationship goin'??"&lt;br /&gt;Sementara Brian McKnight terus diputar berulang-ulang, ini emang kebiasaan Dara kalo mendengarkan CD yang lagi dia sukai. Dan bunyi bel di depan pintu, mau tidak mau memaksanya untuk berdiri dan bangkit dari tempat tidurnya. Siapa lagi ya sore menjelang malam begini?? Anyway, dia berjalan ke arah pintu juga.&lt;br /&gt;Wajah Fred yang tampak stress dan sepertinya rada marah, tampil di hadapannya, saat Dara membuka pintu.&lt;br /&gt;Fred : " Kamu kenapa sih, kayak anak kecil gitu?"      Dara menjawab, " Nggak pa2..."&lt;br /&gt;Fred menyahut agak kesal, " Nggak pa2 gimana?? Kalo ada masalah itu mendingan diomongin, nggak dipendam sendiri, apalagi bermain dengan pikiran kamu sendiri...Aku capek, ra... Kamu tau nggak sih?? Sms nggak dibalas, telpon dicuekin pula. Emang enak?? To keep it short, asal kamu tau aja, Erika itu pulang ke Indo dalam rangka mempersiapkan weddingnya dengan Pierre, cowok Perancis yang dia temui pas di Paris sono. Koq kamu malah cemburu n mikir yang nggak2 gitu sih?? End of this month, Erika juga bakal pulang Paris, as soon as semua suratnya ready."&lt;br /&gt;Dara : " Yang bener Fred??!!???" Wajahnya kaget banget, tapi lega lah haii...:) " Sorry ya, kalo tadi aku sempet bertingkah aneh2, sebelum tau kenyataannya... Aku feel insecured banget soalnya... Sama kamu yang jauh lebih muda, ternyata nggak mudah utk aku sendiri. Tapi, thanks banget utk effort kamu sampe explain ke sini segala. Thanks a lot ya Freddd..." Ujar Dara manja sambil senyum ke arah Fred dan menggandeng lengan Fred.&lt;br /&gt;Makanya Dara, kalo ada apa-apa diomongin donk... Jangan dipendam sendiri, kalo salah sangka gimana?? Kan nyusahin diri sendiri... N tonite, dalam genggaman tangan Fred, Dara mau belajar utk percaya kepadanya. Krn dasar suatu relationship yang sehat dengan boyfriendnya, kan harusnya based on trust...&lt;br /&gt;Leganya!!! Satu soal dah kelar, Mademoiselle Erika?? C' est fini (artinya: It's finished). Tinggal Edmund doank nih next week... Tapi udah dulu ah... nggak mo mikir dulu. Mau bermanja ma Fred dulu yaaa... U guyz jangan ngiri yaaa hehehe...&lt;br /&gt;Jkt, 6 Juli 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara: A Guy Called Edmund&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Dara:&lt;br /&gt;Ternyata kecemburuan Dara nggak beralasan. Erika, mantan tunangan Fred yang dateng ke Indo, bakal married dengan Pierre-the French Guy. Dara dan Fred sudah meng-clearkan masalahnya. N now, minggu yang Dara harap-harap cemas, ketemu dengan Edmund...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi, di rumah Dara di Cibubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, this is the day, kata Dara dalam hati. Kemarin malam Edmund sudah mengirim sms dan sempet nelpon pula, untuk konfirmasi janji mereka hari ini. So, mereka bakal makan siang. Kali ini di Kawasan CITOS alias Cilandak Town Square. Dara sih ok aja, wong emang dia mau ketemu Edmund sih. Namun, statusnya sebagai girlfriendnya Fred, membuat keadaan pertemuan ini sedikit berbeda. Boleh dibilang, Edmund adalah sosok ideal yang dia suka. Namun, untuk waktu 3 minggu ketemuan dan pergi bareng, setelah itu kontak2 via sms-emails-phone calls selama 2 tahun, mungkin dekat di hati namun jarak juga yang memisahkan mereka. Terkadang, perasaan yang terbangun dalam long distance relationship tidak selalu sama saat bertemu. Mungkin lewat sms dan emails menggebu2, tapi bisa jadi pas ketemuan malah melempem, no CHEMISTRY at all... But, apalah artinya CHEMISTRY?? Itu kan nggak berlangsung lama, walau untuk Dara mungkin di awal CHEMISTRY memang diperlukan, then what's next?? Chemistry juga bakal pelan2 hilang. Bukankah relasi yang baik tercipta krn adanya komunikasi yang baik bukan cuma terfokus pada Chemistry melulu... Bahkan Dara pernah lihat n baca2 juga, katanya relasi husband-wife yang sehat krn komunikasi yang baik itu, akan berlaku kalo kita juga bisa menjadikan pasangan kita sebagai teman terbaik kita. Yeah, Dara thinks soo... How about u??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi reminder di HPnya yang bertuliskan janji dengan Edmund at 12, bikin Dara mau nggak mau mulai siap2: ganti baju-make up sedikit lah biar nggak pucat dan sambil melakukan itu semua, Dara flash back sedikit relationship dia dan Edmund.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara ketemu Edmund for the very 1st time di suatu wedding. Saat Dara jadi anggota koor di situ. Edmund menghampiri Dara seusai dia nyanyi di situ, dan mereka berkenalan. Sederhana tapi sangat membekas di hati Dara. Kadang lamanya suatu perkenalan nggak jaminan utk membangun suatu kesan yang mendalam, tul gak?? Yang bikin Dara nggak bisa lupa ama Edmund adalah hari-hari penantiannya, menunggu datangnya telpon Edmund or emailnya or smsnya. Comfortable banget cerita semuanya ke Edmund, dan Edmund juga begitu terbukanya cerita ke Dara soal semua hal. Masalahnya, itu cuma friendship aja or bisa merambah ke ASMARA nih?? Sometimes, some people will keep their friendship that way...krn takut merusak hubungan pertemanan yang sudah baik itu. Tapi banyak juga yang jadian krn awalnya berteman akrab-sudah saling mengenal, ngapain lagi cari2 orang baru?? Tergantung tiap orang sih...&lt;br /&gt;Oh ya, satu lagi: umur Edmund setahun lebih muda dari Dara, tapi dia sudah mapan banget: punya kerjaan dan boleh dibilang siap married, ini bedanya Edmund sama Fred...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunan Dara terhenti, ketika terdengar klakson mobil di depan rumahnya. Edmund dah dateng. Ngaret2 dikit sih, biasalah: typical Edmund... Dara knows him so well... Mungkin kalo dipikir2, perasaan Dara ke Edmund lbh dalam daripada Dara ke Fred. Tapi dulu krn long distance, gak mungkin utk Dara krn dia kecapekan dalam penantian dan ketidakpastian. Dengan Fred, rasa comfortable terbangun krn komunikasi dan pertemuan mereka yang intensif. BINGUNG... Tapi just go with the flow aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CITOS: Baker's Inn, Sabtu sore:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan ke CITOS, Dara nggak banyak bicara. Edmund yang lbh dominan dalam conversation mereka. Mostly cerita tentang kondisi bokapnya yang dah membaik pasca operasi jantungnya. Dan keinginannya utk meneruskan usaha bokapnya di Indo itulah yang membuat dia mau melepaskan semua yang dia punya di Amerika. For the sake of the family:" GOOD GUY..." Ujar Dara dalam hati... Tapi Fred juga good guy, sahut suatu suara lain dari hati Dara. Ehh, ngomong2 Fred tau nggak kamu mau pergi ma Edmund nih, Dara?? Jawabnya:nggak tau, krn Fred lagi melakukan riset ke Bandung sehubungan dengan thesisnya. Mungkin nanti2 saja Dara akan ngomong ke Fred n definitely not now...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Baker's Inn, mereka pilih duduk di depan aja, sambil melihat orang yang lalu lalang. Senengnya di CITOS, antarcafe itu ada jalur pejalan kaki alias pedestrian yang guedeee banget. Kadang Dara berasa kayak nggak di Jakarta dehh, tapi di luar negeri hehe...Boleh donk ber-imajinasi sedikit?? :)&lt;br /&gt;Sambil pesen lunch, mereka terus ngobrol. Kali ini rada serius juga conversationnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edmund : " Aku pengen deh membahagiakan papa di saat ini. To think that aku nggak tau, sampe kapan Tuhan mau kasih papa kesempatan hidup di dunia ini, aku pengen lakukan yang the best."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara     : " Apa yang mau kamu lakukan??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edmund : " Papa bilang sih, dia akan sangat happy kalo aku married. Itu adalah keinginan dia yang terbesar. Dia pengen lihat aku married sebelum dia mati." ( sahut Edmund rada mellow...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara     : " Terus, kamunya gimana??"&lt;br /&gt;Edmund: " Ya aku tetep pengen sih. Tapi cewek2 yang aku deketin di US sono, gak betul2 sreg aku jadiin istri. Mungkin juga blm ada yang cocok. "&lt;br /&gt;Dara    : " Emang kamu maunya yang kayak apa sih Ed? Terlalu high expectations and perfectionist susah juga lho...Padahal kalo kita pikir, kita sendiri nggak sempurnya, mau mengharapkan orang lain sesempurna gambaran yang kita bikin, rasanya susah deh Ed!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edmund: " Actually, I've made a lot of thinking lately... Finally, I've figured out, orang seperti apa yang aku mau utk temen hidupku. Someone to spend the rest of my life with... Aku mau yang bisa ngobrolin apa aja, aku comfortable sama dia, dan dia low-profile plus gampang mingle sama keluargaku - krn I put my family ontop of my priorities, aku nggak terlalu memusingkan tampang lagi now nggak kayak pas aku di Amrik, kalo nggak cantik aku pasti nggak bakalan mau..."&lt;br /&gt;Dara     : " So, sudah ada kandidatnya siapa?"&lt;br /&gt;Edmund: " Frankly speaking, udah sih, Ra..."   &lt;br /&gt;Dara     : " Oh really??" ( Dara tak mampu menyembunyikan keterkejutannya)&lt;br /&gt;Edmund : " That's why aku ajak kamu ketemuan hari ini. To discuss this thing with you. Karena, I really wanna let you know..."&lt;br /&gt;Edmund kelihatan serius dan sangat mean what he said...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara rada gugup juga. Tapi mending tau kebenarannya saat ini. Yah, buat Dara actually nothing to loose. Tokh she's already got Fred with her. Cuma penasaran aja, pengen tau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edmund menyambung lagi percakapan mereka, " Aku langsung straight to the point aja  ya,ra. After made a lot of thinking, I came to realize that, the girl that I want to spend the rest of my life with is YOU."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara kaget. Bingung. Speechless.Bener2 kehabisan kata-kata. Ternyata mimpi2 dia selama ini nggak bertepuk sebelah tangan. Coba kenyataan ini dia dengar couple of weeks ago sebelum Dara jadian ma Fred... But, now things are not the same lah haiii....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara menelan ludah dengan rada susah, krn tercekat tapi memaksakan diri juga untuk menjawab sambil menenangkan hatinya," Ed, thanks banget, sebetulnya aku juga mikir banyak soal kamu, but krn long distance itu nggak mudah buat aku, so I decided to let you go. Now, you're back. But, my condition is different krn Fred dah jadian sama aku dan aku sangat comfortable dengan dia: komunikasi kami lancar. Kedatangan kamu yang sudden bikin aku bingung. Apalagi dengan ngomong kayak gini... I think I need some time alone utk mikir segala sesuatunya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edmund menjawab, " Waktu menunggu?? Ok lah... Tapi tolong cepat ya... Aku nggak sabar lagi lho ra...Terus, si Fred itu kan masih kuliah S2, blm kerja, belum mapan. Beda sama aku. Apa sih yang kamu harapkan dari dia??Kenapa nggak milih aku aja sih??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara : " Kalau kamu dateng sebelum aku jadian, mungkin kita bisa nyoba jalan. Tapi sekarang?? Aku musti mempertimbangkan perasaan Fred juga donk...Anyway, just give me some time deh untuk bener2 mikir... Sementara, biar aku sendiri aja...But thanks utk pengakuanmu... I appreciate it so much."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara menghela nafas... Sebetulnya sulit buat dia utk ngomongin itu semua. Thank God, semuanya lancar sampe detik ini. Bingung memikirkan perasaannya, apalagi kalo ngikutin perasaan dia dulu pastinya nggak fair utk Fred. Dan sekarang, perasaannya ke Fred sudah lebih berkembang pelan2 tapi pasti karena banyak spend waktu bareng dan Fred is a very nice and considerate guy.&lt;br /&gt;Apa yang terbaik?? Dara nggak tau... Tapi kehadiran A Guy Called Edmund, cowok dari masa lalunya dia bikin Dara kacau juga. Don't know what to do. Still bengong at Baker's Inn... Pengennya cepetan pulang, tapi Edmund ngomong melulu-ngoceh2 terus. Well, sabar Dara...sabar...sekarang jalanin dulu apa yang ada. Tiba2 Dara teringat kamarnya yang bener2 room sweet room utk dia, pengen pulanggggg n merenungkan semuanya iniiii....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara yang lagi kepengen some time alone n think...Pengennya cepat pulang...Pulangggg!!-ala Marcell- :)&lt;br /&gt;Jkt, 9 Juli 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara:My Sweet Young Leaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Dara:&lt;br /&gt;Edmund, cinta lama Dara, mengajak Dara janjian untuk makan siang Di CITOS, saat Fred-young leafnya Dara sedang riset tesisnya ke Bandung. Di Baker's Inn, Edmund mengungkapkan perasaannya ke Dara. Dara seharusnya happy kalo saja dia masih available, namun karena sudah jadian sama Fred, malah tambah pusing si Dara ini... What to do??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu Malam di Cibubur&lt;br /&gt;Lokasi: Dara's room sweet room&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnyaaa... dengan selamat sentosa, Dara sudah berada di kamarnya right now. Setelah kejadian yang cukup mengejutkan di Baker's Inn tadi, Dara perlu some time alone n think...&lt;br /&gt;Kalau saja keadaan tidak seperti sekarang... Namun, Dara berusaha berpikir secara obyektif juga, sambil meninjau kembali perasaannya yang semakin berkembang terhadap Fred.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edmund memang semacam dream comes true buat Dara. Tapi gimana ya?? Sangat membingungkan...&lt;br /&gt;Hpnya berbunyi, ada sms yang masuk: dari Fred di Bandung,isinya begini:" Apa kabar sweetie? Aku capek banget hari ini tapi hepi juga. Guess what? Sama pabrik garmen tempat aku melakukan riset, aku ditawarin kerjaan sebagai manager di Jakarta. Senengnya...R u hepi 4 me, honey?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya lah Fred, Dara pasti hepi for u... Bukannya tadi pas di CITOS, Edmund dengan gampangnya bilang kalo si Fred itu blm mapan, krn status young leaf itu, yang bikin Edmund somehow merasa menang dari Fred. Terus terang, Dara kurang suka lho waktu Edmund bilang begitu... Emang sih kenyataannya seperti itu, tapi ngapain juga dia membanggakan dirinya di depan Dara yang udah jadian ma Fred. Biar memperkuat posisinya?? Mungkin juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu malam di Rumah Dara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred dah pulang sedari siang. Dan malam ini rencananya si Fred bakal datang ke rumah Dara. Ya, dari tadi Dara dah nungguin dia, sambil dah mesen makanan, kali ini delivery aja: Pizza Hut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred nyampe dan mereka saling melepas kangen, berpelukaaannn..Teletubbies gak seehhh?? hehe.. Fred bilang kalo perjalanan dia baik aja dan berhasil mendapatkan tawaran kerja pula, what a journey!!! Thank God banget ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara, dari tadi mikir, gimana enaknya ngomong sama Fred soal Edmund. Dara pengen lihat reaksi Fred juga. Kan dia dah lihat betapa defensifnya Edmund yang cerita soal kelebihannya dengan 'sedikit banyak' mendiskredikkan Fred yang dianggap muda, belum mapan pula...&lt;br /&gt;(Tapi sebetulnya, Dara rada condong ke Fred: karena ke satu ingin setia terhadap keputusan yang diambil, dan ke-2: rupanya witing tresno jalaran soko kulino terjadi, di mana semakin banyak Dara bertemu sama Fred, the feeling grows stronger and stronger each day...:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara mempersilakan Fred duduk di sofa ruang tamunya. Dan mereka bercerita. Akhirnya, Dara memberanikan diri utk bilang ke Fred, " Fred, kemarin aku ketemu Edmund. N kamu tau nggak, dia bilang suka sama aku... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fred menghela nafas sedikit terlihat keningnya sedikit berkerut, lalu menjawab, " Aku selalu menyayangi kamu. Apa pun keputusan kamu, aku akan dukung. Walaupun sulit buat aku, dan terdengar ' cliche' alias klise, tapi mencintai buat aku tidak berarti harus memiliki. Kalo kamu akan lebih hepi dengan Edmund. Go ahead, walau sakit mungkin buat aku...I'll support u n I'll let u go..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga Dara tak kuasa membendung aliran air matanya. Tuhan, cowok sebaik ini?? Haruskah dia sia-siakan?? Yang memikirkan kebahagiaannya ontop of everything? Even Edmund tidak bisa melakukannya... Dia malah menjelekkan Fred untuk mendapatkan Dara. Kalau kamu ada di posisi Dara, apa yang akan kamu lakukan??&lt;br /&gt;Dara mencoba bicara sama Fred di tengah isak tangisnya yang pelan,  " Fred, aku nggak bermaksud memilih dia. Dia datang pada saat yang tidak tepat, di saat rasa cintaku sudah terlanjur berkembang ke kamu. So, saat ini juga, tanpa ragu: I wanna let u know, aku tidak berpikir bahwa masa depan kita akan selalu mudah, selalu mulus penuh keceriaan, or selalu menyenangkan. But, if I have to spend the rest of my life with someone, let that special someone is YOU, Fred... Edmund tidak mengasihi aku seperti kamu, dan aku kira chemistry aku ke dia sudah berlalu...Mungkin aku terjebak dalam anganku semata tapi sekarang aku sudah bangun dari tidurku, my sweet young leaf..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara sempet mikir, koq kata2nya rada 'telenovela' ya kali ini?? Tapi peduli amat lah!! Wong mereka sama2 mengekspresikan perasaan hati yang ada. Memang masa depan yang terbentang di depan sana masih kabur, nggak ada yang pasti. Satu hal yang pasti, Dara mengikuti kata hatinya dan memilih Fred. Kuatkan aku Tuhan, biar bisa setia, ujar Dara dalam hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara dan Fred melanjutkan obrolan mereka terus dan terus... sampai jauh malam. Dan saat Fred mau pulang, dia memberikan sebuah amplop, katanya: " Selama aku riset di Bandung, aku menuliskan sesuatu utk kamu. Hope u'll like it ! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara at her room sweet room:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Fred pulang, Dara langsung bergegas masuk ke kamarnya dan membuka amplop putih tadi. Apa sih yang ditulis Fred buat dia??&lt;br /&gt;Ternyata isinya surat singkat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, di malam hari, Juli 04&lt;br /&gt;Alone.Thinking about u tonite...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara,&lt;br /&gt;I just wanna let u know that  u r the best thing that happens to me. Aku sempat membayangkan hari-hariku tanpa kamu dulu, kenapa nggak secerah ceria seperti sekarang. Aku tau, mungkin aku masih muda, lebih muda dari kamu, tapi aku mau berusaha. Dan u know what?? Dengan mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan garmen ini, aku mulai memikirkan kemungkinan kita menikah, atau merangkai masa depan yang indah. Karena aku sudah mau selesai thesis dan dapat kerjaan pula. Thank God!&lt;br /&gt;If I ever have the chance to thank God, that's when God let u become my special one... Aku nggak punya apa-apa, cuma hati yang tulus mengasihi dan mencintaimu. Aku kutip puisi kegemaranmu dari film AADC, aku bukan Nicholas Saputra dan kamu bukan Dian Sastro, tapi kita punya rasa yang kurang lebih sama yang digambarkan tuh film. Kita bukan ABG, tapi nggak ada salahnya kan?? :):)&lt;br /&gt;Dari buku Ada Apa dengan Cinta:sebuah skenario yang aku beli tadi di toko buku, aku tulis untuk kamu, to express my deepest feeling for u, sweetie! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan datang atas nama cinta&lt;br /&gt;Bunda pergi karena cinta.&lt;br /&gt;Atas dirinya...&lt;br /&gt;Digenangi air racun jingga&lt;br /&gt;Adalah...&lt;br /&gt;Wajahmu seperti  bulan lelap tidur di hatimu&lt;br /&gt;Yang berdinding kelam dan kedinginan&lt;br /&gt;Ada apa dengannya...&lt;br /&gt;Meninggalkan hati untuk dicaci&lt;br /&gt;Percaya...&lt;br /&gt;Sampai darah ke lutut pun aku tak percaya&lt;br /&gt;Lalu...&lt;br /&gt;Rumput tersabit&lt;br /&gt;Sekali ini aku lihat karya surga&lt;br /&gt;Dari mata seorang hawa&lt;br /&gt;Percaya...&lt;br /&gt;Tak Tahu...&lt;br /&gt;Ada apa dengan cinta?&lt;br /&gt;dan...&lt;br /&gt;Aku akan kembali dalam satu purnama&lt;br /&gt;untuk mempertanyakan kembali cintanya...&lt;br /&gt;Bukan untuknya, bukan untuk siapa&lt;br /&gt;Tapi untukku, karena aku ingin kamu&lt;br /&gt;Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan Dara campur aduk, yang pasti: terharu-gembira-bersyukur. Untunggg Dara pilih Fred, kalo misalnya dia pilih Edmund, mana mungkin Dara bisa membaca surat puitis-manis dari young leafnya?? Surat manis, semanis pengirimnya: my sweet young leaf, ujar Dara dalam hati. Aku mau mempertahankan relasi ini, no matter what, kalo Tuhan menghendaki tentunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Dara kepengen ngetik sms dehhh... Yang satu untuk Edmund: Ed, I think it's over between us. Harus di sinilah kita berpisah. Thx n Tk care! (terpengaruh Kia AFI juga seehh, harus di sinilah kita berpisah, lambaikan tanganmuuuu...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, untuk her sweet young leaf donkk, Dear Fred, I love uuu...that's all that I can say right now. Thank God, now that I've found u....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara tersenyum, di ujung hari ini, Dara decided to be with Fred, her sweet young leaf whatever it takes, as long within God's guidance juga dehhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ahh, Dara mo bobo dulu yaaa... Dengan senyum di bibirnya, Dara tidur, semoga mimpiin Freddd yaaa... Edmund?? Maaf, maafkan diriku yang telah membuat hatimu terluka...(Rio Febrian neehhh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 16 Juli 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: thanks utk perhatian, support, kesan, masukan dan pesan temen2 selama serial Dara berlangsung. Namanya juga baru pertama kali Premiere gitu lho, mungkin masih banyak kekurangan di sana sini... Smoga nanti akan ada ide2 fresh from the brain yang mengalir lagi ya... Sampai jumpa! :) -fonny-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8619842587528224608-8866946861275360721?l=eugeniafonny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/feeds/8866946861275360721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8619842587528224608&amp;postID=8866946861275360721' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/8866946861275360721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/8866946861275360721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/2007/09/dara.html' title='DARA'/><author><name>Fonny Jodikin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16363417521804267532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_6X61jPk8PYg/TQd2bjfoRzI/AAAAAAAAAr8/zqVeeK6coyE/S220/Fon%2BClose%2BUp.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8619842587528224608.post-3175606286000001262</id><published>2007-07-06T03:18:00.000-07:00</published><updated>2007-07-06T05:42:21.368-07:00</updated><title type='text'>Diana's Diary</title><content type='html'>Dear all..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Valentine's day... Gue emang lately sibuk sekali, tapi tetep berusaha setia dgn deadline gue... Btw, ini hasil tulisan gue, blm di-publish, maunya sih ngirimnya nanti... Tapi ada dorongan di diri gue untuk ngirim ke temen2 semua... Pls keep this confidential sampe keluar di shalbe next month... &lt;br /&gt;smoga bisa memberkati, dan rasanya gue pengen banget nulis lebih... namun kerjaan lagi super sibuk, so gue try my best aja... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Met baca Diarynya Diana...:) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tk care n talk to u guyz later...:) &lt;br /&gt;-fon- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diana's Valentine... &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo semuanya.... Kali ini, aku nggak akan berpanjang-panjang deh, yang pasti aku mau cerita soal Diana en hari Valentine'snya.... Yang katanya hari kasih sayang itu lho... Nah, check this out... Diana merelakan catatan hariannya untuk gue bajak hmmm tapi seizin dia lho yah.. hehe... Dia merelakan untuk sharing buat temen2 citylighters semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan dibaca deh :) &lt;br /&gt;-fon- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 14 Februari 2006 &lt;br /&gt;Dear diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur aja, aku lagi sedih banget hari ini... Kamu tau gak?? Di Jakarta ini, namanya hari Valentine itu, dibikin bener2 romantis gimanaaa gitchu... Di mana-mana orang berlomba-lomba bawa bunga, dinner di restoran sehingga rada bikin suasana beda, nonton konser lagu cinta... apaaaa aja... yang pasti ngelakuin bareng yayangnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan u know what?? Gue nggak peduli sama semua perayaan itu, tapi yang bikin gue mellow abis hari ini karena gue baru aja putus sama Budi...&lt;br /&gt;Di hari di mana semua orang mengumbar cinta, lho koq bisa-bisanya Budi tuh putus sama aku... Putusnya pun gak enak begini, karena Budi ada cewek lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh My God... Yesus tolong aku... Soalnya bener2 gak disangka... Aku udah lakukan yang terbaik menurut aku... Well, aku bisa saja salah... Mungkin yang terbaik dariku tidaklah cukup untuk Budi... Tapi pengalaman di-duakan kayak gini... Hmm... bikin gue pengen bales ke Budi... Or kalo nggak bisa, pengen bales ke cowok2 lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, tapi... bukankah cowok2 lain itu, nggak pantas kalo menerima balas dendam gue terhadap Budi?? Ah tapi gue nggak peduli, kalo ada cowok yang mau sama gue, bakal gue dua-in juga... Emang enak?? Kalo perlu, gue jalan bareng si Surya aja yang udah lama rada naksir gue, rada perhatiin gue... Biar sakit hati gue ini impas pas pas... Kan dia cowok juga... Itu sih niatan gue... Sakit banget hati gue ini, diary... Gue nggak bakalan bisa ngelupain betap indahnya pas gue jadian, dan smuanya itu... Tapi koq sekarang keadaan berbalik 180 derajad??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata gue nggak henti mengalir.. Bantal gue dah basah, selimut juga... Ah sudahlah, ini Valentine Day paling be te yang pernah gu e alami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God, are you there? Di tengah semua kegalauan gue ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 15 Februari 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata gue masih bengkak hari ini... Betapa hati gue hancurrr curr curr sehancur-hancurnya... Ketika lagi-lagi gue ketemu Budi di kampus lagi mesra benerrr ma cewek barunya.. Pengen gue deketin tuh cewek and gue pengenn critain semuanya, biar mereka putusss...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada suara di hati gue yang melarang gue untuk melakukan itu..."Jangan Anak-Ku..." begitu katanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sih tadinya udah mau mendekat ke mereka... Tapi gue urung-in niat gue... Yah udahlah, gue nurut ma hati gue... God, is that YOU?? Apa Engkau yang tadi mengurungkan niatku??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue pergi bareng adik gue, nonton film Jet Lee, Fearless... Entah terpengaruh suasana yang lagi mellow, entah tuh film emang bagus, tapi gue nangis abis-abisan... Saat Huo Yuan Cia, peran si Jet Lee di film itu harus menghadapi hal yang nggak mengenakkan... Anak n mamanya dibunuh, hanya karena si Jet Lee melampiaskan dendamnya dan kemudian dibalas ke keluarganya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho koq... Gue jadi inget diri gue yah, diary?? Kenapa juga gue musti bales ke Surya?? Surya kan gak salah... Apa pun yang gue lakuin kalo tujuannya bales dendam, nggak bakal nyelesain masalah, malah bikin masalah gue tambah besar... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, abis nonton tuh film, gue memutuskan untuk nggak ngebales ke cowok lain.. Biar gue tanggung derita ini... Tapi Tuhan... koq ini sangat menyakitkan?? Gue hampir nggak kuat menanggungnya... TOLONG aku Tuhan....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 16 Februari 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue baca email. Katanya di email itu nulis kalo dalam penderitaan harusnya gue bersuka cita... Kepala gue yang masih cenut2 memikirkan pengkhianatan Budi ke gue, nggak bisa berpikir jernih... Ampun gak sehhh?? Udah menderita harus bersuka cita... Mana mungkinnnnn???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di email itu mau nggak mau bikin gue merasa ada benarnya juga, kalo Tuhan tuh nggak pernah nggak sayang sama anakNya... Kalo Budi bukan yang terbaik buat gue, makanya dia nggak dikasih ke gue... Ngapain juga gue musti maksain, tul gak?? Tapi hati gue masih hancur Tuhan... Gue pengen cari pelarian... Mungkin ke disco, ke cafe, or mungkin narkoba aja kali ya biar gue bisa fly and ngelupain itu semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... Tapi... Apa yang terjadi dengan keluarga gue kalo gue lakuin itu semua... Keluarga gue pas-pasan sementara buat kuliah aja gue sulit dana sebetulnya... Itu nggak mungkin gue lakukan... Tuhan beri aku kekuatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ayat yang aku baca di alkitab hari ini, " Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana caranya gue bisa...?? Gue nggak tau...Tapi rasanya untuk pergi ke pelarian  yang kurang ok, gue juga ogah ahhh... &lt;br /&gt;Tapi hati gue masih sakit TUhan... dan gue nggak bisa melakukan apa-apa... Cuma terima dengan sakit hati dan hancurrrr banget rasanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God help me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 Februari 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue misa harian. Soalnya gue udah kehabisan cara untuk mengatasi rasa sakit gue... Gue nangis depan gua Maria.. Malu juga, gue seka air mata gue... tapi nggak tahan banget... Gue terus berdoa.. Gue mohon, Bunda beri kekuatan untuk gue.. Kalo Budi bukan yang terbaik buat gue... Ajar gue untuk menerima n gak memberontak... Kalo gue bisa bersuka dalam tiap nilai ujian gue yang bagus, hadiah HP dari Oom Edward. Kenapa kali ini gue nggak bersuka krn gue nggak jadian ma Budi... Sounds crazy, tapi gue emang mau mengampuni Budi. Krn gue nggak sanggup lagi... Kalo nggak mengampuni malah hati gue tambah sakit dan sakit itu nyakitin diri gue sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini gue berdoa... Tuhan, ampuni gue kalo gue terlalu maksain kehendak gue n kurang mikirin apa maunya Engkau... Tuhan gue mohon,agar gue bisa ngampunin Budi... Tolong Tuhan, gue nggak mau sakit hati ini gue bawa... krn kata pastor tadi, orang depresi cenderung gampang dirasuki roh jahat... Ogah... gue nggak mauuu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan gue nggak tau apa yang bakal terjadi, tapi Tuhan aku mau mengampuni, mau menerima kalo kenyataan ini beda banget sama impian gue... Itu karena Tuhan sayang sama gue.. Ajar aku untuk terus mau mengerti bahwa rancanganMu yang terbaik itu sudah Kau persiapkan bagiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amen...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Diana dah bobo... Dia mau serahkan semuanya kepada Tuhan. Nggak memberontak, even kenyataan nggak sesuai sama maunya kita, dia pun mau mengampuni dan nggak mendendam lagi, walau itu sulit... How about us??Would we give it a try?? Tk care n berjuanglah untuk menerima kepahitan hidup dan bersuka di dalamNya coz God has greater plan than we could ever imagine...God bless..&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diana's Diary: UTOPIA &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Rabu 29 Maret 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini gue nggak bisa ke mana-mana... Disuruh jaga rumah sama mama. Abis mama mau pergi ke tempat Tante Wita yang tengah sakit di RS Medistra sana.. Terus terang aja, gue nggak tega... Masa' mau jenguk temen yg sakit nggak gue kasih, tul ndak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe ini tulisan gue setelah sebulan lebih... Di hari Valentine's lalu, betapa hati gue sakit saat Budi harus memutuskan hubungan kami... Do you still remember, diary?? Gue menangis sejadi-jadinya... Gue ampir putus asa... Untung adik gue si Intan, nemenin gue nonton Fearles... Ah, udahlah, gue sih masih sedih. Gue belum get over with these things, tapi gue yang pasti mau get on with my life...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi udah pelan-pelan kurang peranannya di hati gue, gue bilang kurang krn kalo mau bener2 hilang, ya ndak mungkin lah yaw...&lt;br /&gt;Yah, I'll get on with my life...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, tugas di kampus gue mengharuskan gue browsing-browsing internet... En entah kenapa, gue begitu tertarik dengan kata ini, Utopia...&lt;br /&gt;Kata Wikipedia, ensiklopedi di internet, artinya utopia tuh begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Utopia, in its most common and general positive meaning, refers to the human efforts to create a better, or perhaps perfect society. Ideas which could be/are considered able to radically change our world are often called utopian ideas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Utopian" in a negative meaning is used to discredit ideas as too advanced, too optimistic or unrealistic, impossible to realize. Hence, for example, the use by Marxists, of such expressions as "utopian socialism".&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;It has also been used to describe actual communities founded in attempts to create such a society. Although some authors have described their utopias in detail, and with an effort to show a level of practicality, the term "utopia" has come to be applied to notions that are (supposedly) too optimistic and idealistic for practical application. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utopia... Sepertinya suatu komunitas yang perfek... Ato mungkin juga seperti SURGA di BUMI... Something like that...To keep it short, I'd like to call it heaven on earth...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati gue, betapa inginnya gue mengalami surga di bumi... Tapi di bumi ini begitu banyak penderitaan, begitu banyak ketidakadilan...&lt;br /&gt;Episode demi episode yang gue tonton di TV. TOLONG, Uang Kaget, LUNAS. Beberapa memperlihatkan betapa hidup itu menjadi sedemikian sulit karena uang...&lt;br /&gt;Uang memang bukan segalanya, tapi kalo nggak ada uang, betapa kasihannya orang-orang yang ditayangkan di acara2 itu, terutama di TOLONG dan LUNAS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, emangnya kenapa sih ada orang yang begitu susah hidupnya? Sementara di bagian lain, ada orang yang begitu mudah menghamburkan uang...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pernah liat, temennya mama yang suka pesen-pesen kue sama mama, cerita kalo dia beli perhiasan seharga 60juta... Untuk dipake pesta aja, sesekali gitu lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampun deh gue... Bagus sih, bagus bangets malah, diary... Gue ampe kagum pas dikasih liat sama Tante Elsye itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ... tapi... koq cuma buat pesta si tante menghamburkan segitu? Sementara di TOLONG n LUNAS, orang harus mempertaruhkan hidupnya untuk cuma dapat 10-20 ribu sehari dan itu nggak mampu melunasi hutang ke sekolah (hutang bayaran sekolah anaknya) or hutang ke RS... Malah ada yang sampe suaminya udah meninggal, tetep nggak mampu bayar, cuma 2 jutaan rupiah saja... Eh, kenapa aku bilang cuma yah?? Kan aku juga uangnya blm ada, baru dari mama aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, I was just thinking, how life's unfair... Sorry God, Kenapa orang bisa beli kalung 60 juta sementara ada orang yang nggak bisa melunasi 2 juta rupiah, padahal kalo diliat urgentnya... yah lbh urgent yang bayar RS lahhh...tul gak diary??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bayangan utopia gue... Si Tante Elsye bisa nyumbang ke tetangganya yang gak punya uang untuk sekolah... Mungkin sebagian dari 60 jutanya... Mungkin 10 jutaaaa aja kalo bisa dia sumbangin, kan lumayan geto lho!!&lt;br /&gt;Soale, kalo mikirin kasihannnn sekali deh yang di LUNAS n TOLONG... Gue ampe meneteskan air mata deh kalo nonton mereka yang kekurangan begitu di TV...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utopia...? Heaven on earth?? Adakah?? &lt;br /&gt;Adakah yang peduli, diary..?? Adakah yang peduli kalo orang lain yang menderita memerlukan pertolongan? Ataukah kota Jakarta ini telah membuat penghuni n semua warganya menjadi nggak pedulian, cuex bebek... dan self centred... Kebutuhan gue yang paling penting. Masalah gue yang no.1, masalah orang lain sebodo teuing...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utopia... ?? Gue nggak tau diary... Gue pun bukan orang yang punya kekuatan untuk menyumbang sekian banyak... Tapi gue pun kalo kaya, diary... Smoga gue nggak menghamburkan uang seperti uang receh... Karena gue meliat betapa orang sering membeli yang mereka inginkan terus menerus, jor-joran, tanpa henti... Sementara mereka nggak membeli yang mereka perlukan... Kalo mereka beli tas, terus aja tuh tante2 temen mama beli tassss melulu, padahal tasnya udah selemari dan harga satuannya di atas 15 juta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak pernah puas....Hmmm... emang manusiawi yah diary??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, tonite... Gue cuma pengen tidur dalam utopia di otak gue... Dalam mimpi gue, Tante Elsye memberikan 10 juta bagian dari perhiasan mahalnya, untuk si miskin, mungkin si Tante yang sponsorin acara TOLONG di bulan itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam utopia di otak gue, Tante2 temen mama beli tas belasan juta cuma pas rusak, dan mereka pergunakan sebagian uangnya untuk ngasih bayaran sekolah or untuk anak yatim piatu di panti asuhan yang belum terjamah sumbangan dari pihak mana pun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, diary... Gue cuma bisa bermimpi... Tapi jika sesuatu yang besar bisa berawal dari mimpi, izinkan gue tetep bermimpi... Gue pengen utopia itu terjadi. Gue mau mulai dari diri gue, untuk nggak memboroskan uang yang dikasih mama, untuk membeli segala sesuatu seperlunya... Untuk menabung sedikit dan menyisihkannya untuk yang membutuhkan... Well, gue belum kaya sih diary, tapi semoga pas gue kaya, gue nggak takabur...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diary, it's getting late... Dan bel udah bunyi pertanda mama dah pulang dari Medistra...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, daripada terus bertanya, kenapa begini Tuhan, kenapa nggak adil Tuhan?? Ah, bukankah keadilan Tuhan itu nggak sama dengan keadilan yang gue pikir, ya GOD??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini gue mau mulai dari diri gue, menciptakan suasana heaven on earth, setidaknya starts from this tiny little family, ke mama n papa aku, trus ke Intan adikku, dan ke seluruh orang yang bertemu denganku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besok2 ngobrol lagi yah, diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;love...&lt;br /&gt;Diana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diana’s Diary: I hate Paris Hilton &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 25 April 06&lt;br /&gt;Dear diary…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, gue lagi ngeliat majalah yang berisi foto Paris Hilton dalam balutan beragam busana yang dia pakai. Mulai dari baju designer top yang selalu dia pake, sampe baju casual biasa yang bikin dia tetep terlihat cantik. Wajahnya menyunggingkan senyum yang luar biasa maniesss… Tiba-tiba saja, dada gue koq rada sesak, gue rada sebelll sih sama Paris yang cantik-ngetop-kaya itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tangan gue tiba-tiba aja menggapai spidol merah yang ada di meja kerja papa, dan langsung tangan kanan gue beraksi mulai menuliskan kata-kata dari lubuk hati yang terdalam I HATE PARIS HILTON. Terus nggak lupa, gue menambahkan kumis di daerah atas bibir Paris, biarin, biar kayak kucing sekaliannnn…. Padahal itu majalah gue sendiri yang gue minta mama beliin pas dia ke mall hari minggu kemarin. Setelah itu, diary, gue langsung bergegas ke kamar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak tau kenapa or kesambet apa hari ini diri gue ini, ya diary?? Gue super be-te dengan keadaan diri gue sendiri. Gue pandangi terus pantulan wajah gue di cermin… Well, nggak jelek2 amat sih… Tapi yang pasti gue nggak masuk dalam katagori cantik. Muka gue yang pas-pasan ini dinaungi oleh mata yang sipit, hidung bak jambu yang nongkrong dengan tidak proporsionalnya di muka gue. Mungkin, satu-satunya yang bisa gue banggain adalah bibir gue yang tipis dan merah alami, tanpa perlu diolesi lipstick…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fact is, I don’t like myself. Belum lagi setelah gue menelusuri rambut sampe ujung kaki, gue cenderung gemuk n bertulang besar. Mana bisa gue berbodi selangsing Paris Hilton yang cuantikkk itu… Untungnya gue dapet tinggi badan yang cukup la, sekitar 1,65 cm. So, kalo orang bilang gue rada mirip Tika Panggabean, gak salah juga statement itu….Cuma mungkin muka gue lbh oriental aza kali ya ketimbang Tika…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya gue sih nggak complain dengan keberadaan diri gue ini. Tapi hari ini gue merasa kenapa yah self pity gue guede buanget?? You know me lah diary, biasanya gue lebih bisa bersyukur dengan apa yang diberikan kepada gue, but not today…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantal kepala gue, gue peluk, dan gue menangis sejadi-jadinya…&lt;br /&gt;Rasa minder n nggak bisa menerima diri ini, udah sering jadi bagian dari cerita gue ke elo, ya diary . Betapa di tengah-tengah rasa syukur gue pas jadian sama Budi dulu itu, ternyata gue pun menyimpan sejuta kekhawatiran. Gue kuatir banget kalo2 someday Budi bakal ninggalin gue because of another girl yang lebih cantik daripada gue… Dan pada akhirnya dia pun ninggalin gue pas Valentine lalu, tul gak diary?? Ah, gue mau protes sama Tuhan dulu neh… Kenapa dia menciptakan makhluk secantik Paris Hilton, sementara dia pun menciptakan manusia bertampang pas-pasan macam gue begini…??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue doa bentar yah diary, nanti gue sambung lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;After doa…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diary, gue ngerasa lbh tenang sekarang. Tadi gue udah curhat abis ma Tuhan, gue complain abis-abisan dengan kondisi diri gue yang sedikit di bawah standard ini… Gue juga nangis sejadi-jadinya. Kenapa gue nggak bisa secantik Paris Hilton or kalo nggak Wulan Guritno deh… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus abis curhat abis2an, gue berada pada saat hening, di mana rasanya Tuhan udah dengerin semua uneg2 gue, n gantian gue yang ngedengerin, Tuhan mau bicara apa yah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Tuhan bilang ke gue, kalo Dia mengasihi gue. Dia sangat mengerti diri gue, beban gue, tinggal di dunia yang melihat rupa ini. Di mana tampang, body n semua hal yang berbau penampilan, menjadi salah satu hal yang dianggap pokok.&lt;br /&gt;Namun, Dia menerima gue apa adanya. Tanpa perlu gue melakukan diet or liposuction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal katanya neh, Dia bilang gue disuruh menerima diri apa adanya… Gile, diary.. Susah banget yah?? Gue belum bisa lho…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi gue terus bilang, gue nggak bisa, God… Gue masih diliputi rasa iri… Hari ini, gue blm bisa bersyukur…&lt;br /&gt;Terus,pada akhirnya gue sempet melanglang buana dengan pikiran gue di tengah doa gue. Bersyukur kalo gue dikaruniai anggota tubuh yang lengkap, tanpa cacad. Karena ada suatu kesaksian, seorang yang nggak punya tangan n kaki, malah dengan semangat dan hebatnya bisa sekolah sampe sarjana, dan punya rumah. Dia bisa melakukan banyak hal di tengah semua keterbatasan dia… Gue jadi malu, diary…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pandangi wajah gue di cermin. Emang sih, I’m not as pretty as Paris Hilton. Tapi setidaknya, gue bersyukur kalo gue diberi semua hal yang gue perluin dalam hidup ini sama Tuhan, at least gue jauh lebih beruntung ketimbang orang yang nggak punya tangan dan kaki, Nick siapa gitu, gue lupa namanya, tapi dia sungguh memotivasi gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya di ending doa gue, gue sadar, the person that I hated the most is myself. I HATE MY SELF. Gue nggak benci Paris Hilton, Charlize Theron, or Nadine… Tapi yang gue nggak bisa terima adalah diri gue diary…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue mohon ma Tuhan tadi, biar gue bisa mengasihi diri gue, karena banyak ketidakpuasan gue dengan diri gue sendiri yang jadi melebar ke mana–mana gitu lho…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue mau berdamai dengan Paris Hilton, gue ambil majalah yang tadi udah gue corat-coret… Di sebelahnya, I write: Sorry Paris… Kita damai yahh…:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue mohon maaf ma Tuhan n minta agar gue bisa bersyukur dengan apa yang gue punya dan bukan apa yang gue nggak punya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is me God… I know even though aku lagi dalam proses penerimaan diri, tapi aku tau Tuhan yang Maha Kuasa itu menerima gue apa adanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good nite diary. Hari yang melelahkan, perenungan panjang yang melegakan. The problem is within me… But, I want to solve it with God’s guidance… God, bimbing aku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau bobo ahhh…. &lt;br /&gt;(-fon-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diana's Diary: Living With the Enemy &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home at nite, 27 May 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have you ever wondered, gimana rasanya living with the enemy...? Kalo belum pernah, mungkin bisanya cuma membayangkan aja...Gue pun tadinya begitu, sampe malem ini, diary... Gue baruuu aja merasa begitu sedihnya harus tinggal seatap dengan orang-orang yang berbeda aliran n cara pemikiran. Terus terang, bedanya sangat jauhhh deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya singkat aja. Malem ini aku, papa, mama n Intan, adik gue nonton bareng di mall deket rumah kami. Nontonnya tentu aja film yang lagi 'in' dibicarain orang-orang, Da Vinci Code...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya gue udah nggak mau pergi. Karena membaca bukunya pun gue nggak sudi. Terus terang aja, gue nggak mau ngebaca hal-hal yang berbau provokatif mengguncangkan iman Kristiani gue. Mana gue mau donk diary... Tuhan Yesus kan udah menyentuh gue secara pribadi, gak ada yang bisa gantikan hal itu... Dan gue denger, Si Dan Brown penulis novel itu udah dengan hebatnya menulis beberapa hal yang gak pantes, n for sure nggak etis banget deh untuk dibaca apalagi didenger oleh umat Kristiani...&lt;br /&gt;Ihhh, gue nggak mau deh... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu semua terjadi sebelum hari ini. Hari ini, kami sekeluarga ke mall seperti biasa. Dan gue pun ikutan. Kan asik ke mall :)&lt;br /&gt;Tapi kesenangan gue itu nggak berlangsung lama, soon after that Intan minta nonton tuh film. N herannya papa yang biasanya nggak pernah mau nonton, hari ini mau-mau aja lho... Gile bener deh diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue udah mau pulang aja, gue bilang ke mama kalo gue males nonton. Tapi mama yang dengan bijaksananya bilang kapan lagi mau nonton bareng begini, kan biasanya papa nggak pernah mau.&lt;br /&gt;Intinya akhirnya gue putusin utk nonton even though gue nggak suka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nonton dan setelah gue nonton, gue merasa marah karena dengan sangat gak pantasnya Yesus digambarkan punya anak Princess Sophie itu... Gue maless banget nontonnya. Ada banyak kali dalam bioskop gue memejamkan mata gue, nggak kuasa melihat orang yang gue kasihi dilecehkan. Tapi papa n Intan nonton dengan sangat serius.&lt;br /&gt;Mama sih biasa aja, as usual...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke rumah, gue be te berat. Papa n Intan terus aja ngomongin tuh film sepanjang perjalanan sampe rumah. Mereka memuji-muji kreativitas Dan Brown yang emang gue akui jago mengarang n menghubung-hubungkan beberapa buku yang dia baca dengan imajinasinya sehingga menghasilkan cerita yang bikin orang mempertanyakan kebenaran cerita itu dan meragukan iman yang sudah mereka yakini bertahun-tahun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gue nggak mau tau, papa n Intan udah gue anggep musuh, sama seperti Dan Brown yang jadi penyebar gossip tak bertanggung jawab tentang Yesus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, I'm living with the enemy. Gue udah anggep bokap n Intan as my enemy. Seenaknya aja mereka terhadap Yesus. Gue declare war deh sama mereka. Kalo perlu gue akan pake ikat kepala tulisannya ANTI DAVINCI CODE. Biar aja, biar mereka tau sikap gue terhadap tindakan mereka yang melecehkan Yesus. No way deh pokoknya. Gue nggak mau berdamai... Ahhh, ketukan ringan di pintu membuyarkan lamunan gue, nyokap ngajakin dinner... Dinner with my enemies... Except for my mom yang netral2 aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue diem aja sih diary selama makan malam. Nyokap sepertinya tau kalo gue be te. Sedangkan adik gue si Intan, dengan nggak sensitivenya terus cerita soal kebenaran yang dia tangkap, jangan2 emang Princess Sophie itu keturunan Yesus dari Maria Magdalena. Ihhh, jahat banget pikiran itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue be te tapi gue tahan perasaan gue sampe kelar makan malam. Gue nggak ngomong sama sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then gue berdoa... Terus terang dengan hati panas membara, gue nggak terima sih. Gue bener2 living with my enemies, well maybe it's too bad... The enemies are my own family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue bilang ke Tuhan, kalo nggak seharusnya Yesus digossipkan dengan cara miring begitu... Tapi tiba-tiba gue denger suara hati gue, bisakah kita mengontrol segalanya di dunia ini?? Tuhan lah yang bisa menguasai segalanya... Walaupun anti Christ tetep ada, tapi tetaplah percaya bahwa kuasa Tuhan bisa mengatasi itu semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasa Tuhan telah terbukti mengatasi segala rintangan, di sepanjang waktu... Apalah artinya Da Vinci Code dibandingkan Allah yang hidup dalam diri gue? Kalopun ada orang lain yang punya pemikiran lain, gue nggak seharusnya membenci mereka, ato menganggap mereka musuh. Soalnya, kalo gue pun meneriakkan yel-yel peperangan, apa bedanya gue sama mereka??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengasihi, mengasihi lebih sungguh... Tuhan aku mau berdamai dengan orang-orang yang kuanggap jahat, menyebarkan kabar nggak benar tentang diriMu. I don't wanna hate them... Aku mau kontrol emosiku, Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue masih sedikit gusar pas selesai doa... GILE BENER deh...Gak gue sangka, efek menonton film itu bisa segitu besarnya... tau gitu gue nggak nonton... Tapi yang gue tau pasti, banyak hal yang nggak bisa gue kontrol. Yang bisa gue kontrol adalah diri gue sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kesimpangsiuran tentang ajaran Kristiani yang diberitakan, tapi sekali lagi dengan iman, gue pun berkeyakinan kalo jalan Tuhan akan kembali memenangkannya. This time is like previous time...Gue yakin gereja n umat Kristiani bakal melewatinya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sigh*... udah lah gue nggak mau menyusahkan diri gue dengan membenci, mendendam n menganggap musuh...apalagi itu bokap gue sendiri and adik gue pula... Smoga Tuhan bisa meluruskan jalan pikiran mereka, itu doa gue... Gue pun nggak mau terpengaruh terlalu jauh, bukankah itu tujuan si Jahat utk memecah belah kita?? No way... Gue nggak bakal nurutin itu... Gue tetep berdoa smoga damai sejahtera melingkupi hati gue, melingkupi hati semua umat Kristiani...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berkati kami untuk mengarungi hari-hari nggak mudah ini..... Dan Roh Kudus, tuntun kami dalam langkah-langkah kami selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da Vinci Code? It's just a fiction... Yang dibuat begitu bagusnya sehingga dikira merupakan kebenaran historis... Gue bisa tersenyum karena mau berdamai dgn Dan Brown sekali pun... Apalagi dengan bokap n adik gue, so pasti donk :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, I'm not living with the Enemy anymore. DAMAI yukkk DAMAI...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good nite diary...(-fon-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diana's Diary: Jangan Kirimi Aku Bunga &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 10 Juni 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas tidur tadi siang, lagi nyenyak-nyenyaknya, g terbangun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prangggg.... Pecahan piring terdengar dengan jelas di telinga gue. G berpandang-pandangan dengan nyokap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu dengan jelas sering kali menghampiri telinga kami sekeluarga. Maklumlah, kami bertetangga dengan keluarga Oom Firman yang sering melakukan gerakan-gerakan UFO (read: piring terbang) yang ditembakkan ke seluruh penjuru rumah. Suatu hal yang menyedihkan sih, terutama bagi si tante Suci, istrinya yang begitu nrimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo udah begitu, nggak lama Tante Suci akan ke rumah kami, mengungsi sementara, walaupun biasanya setelah kejadian seperti itu, Oom Firman biasanya juga langsung bergegas pergi ke luar rumah, entah ke mana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Suci sebetulnya ngerasa nggak tahan dengan kondisi yang selalu berulang begitu seringnya... kurang lebih seminggu sekali. Could you ever imagine betapa sulitnya dia menjalani hari-harinya, diary??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti bom waktu, hot tempernya si Oom bakal meledak dalam minggu itu. Tapi masalahnya, nggak tau aja exactly KAPAN itu bakal meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Suci tengah menangis di pelukan mama, ketika gue mengambilkan  teh hangat untuk dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Suci bilang, " Tiap kali dia melakukan hal ini, kebanyakan dia langsung pergi. Besok paginya, dia akan memeluk aku dan bilang kalo dia sangat menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan terhadapku. Terkadang dia menjadi sangat baik segera sesudahnya. Mungkin malam hari ini juga, dia bakal ngasih hadiah ke aku, atau bahkan ngajak aku makan di restoran mewah... Hatiku sakit, Mbakkk... Tapi aku juga sangat mencintainya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diary, keluarga mereka memang cukup mampu. Tapi ada pepatah yang bilang Money is not Everything, gue rasakan kebenarannya lho...Those words are so true! Kalo nggak bahagia, ngapain??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, kalo g pikir diary... Dulunya kan waktu mereka married, mereka janji sehidup semati, till death do them part... tapi, tapi koq kenyataannya begini sehh sekarang? Di mana kasih? Di mana cinta yang mempersatukan mereka di awal relasi mereka?? Koq sepertinya hilang tak bersisa, hilang ditelan bumi begitu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mama, diary... Emang sekian lama setelah menikah, rasa yang katanya bikin deg-degan di awal relasi, chemistry dan sejenisnya itu, bakal hilang seiring dengan waktu. Tapi, kata mama lagi, nantinya akan berganti menjadi rasa nyaman... Itu at least yang nyokap rasakan terhadap bokap. G juga sering nulis kan ya diary, kalo relationship bonyok gue itu bukannya tanpa cela sih, mereka juga kadang argue things. Yang bikin g bangga sampe hari ini mereka nggak pernah berantem gede in front of us, anak2nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, gue pernah baca satu puisi yang cukup bagus dalam mendeskripsikan perasaan si korban domestic violence, kalo nggak salah di koran kompas deh waktu itu dan g sempetin potong bagian puisi ini n gue simpen... Pas malem ini, pengen gue tulisin lagi koq ya emang kejadiannya pas sama apa yang gue lihat hari ini ... Kasihan ya Tante Suci, diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Kirimi Aku Bunga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendapat bunga hari ini &lt;br /&gt;meski hari ini bukan hari istimewa dan &lt;br /&gt;bukan hari ulangtahunku. &lt;br /&gt;Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan &lt;br /&gt;ia melontarkan kata-kata menyakitkan. &lt;br /&gt;Aku tahu ia menyesali perbuatannya &lt;br /&gt;karena hari ini ia mengirim aku bunga. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku mendapat bunga hari ini. &lt;br /&gt;Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. &lt;br /&gt;Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku &lt;br /&gt;Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. &lt;br /&gt;Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) &lt;br /&gt;karena ia mengirim bunga padaku hari ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku mendapat bunga hari ini, &lt;br /&gt;padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. &lt;br /&gt;Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu &lt;br /&gt;yang lalu.  &lt;br /&gt;Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. &lt;br /&gt;Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku? &lt;br /&gt;Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya) semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada bunga untukku hari ini. &lt;br /&gt;Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. &lt;br /&gt;Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ngomong ke nyokap sih, Tante Suci nggak bisa diperlakukan seperti ini...  Kami, g n nyokap, udah ngajak tante Suci ke satu organisasi yang ngebantuin cewek2 terutama mereka yang kena abuse alias harrassment dari suami. Tapi u know what?? Tante Suci tidak mau lhooo... Hebat bener tuh orang, bener2 kuat mengatasi semua ini, walaupun mukanya udah lebam-lebam kena tonjokan si Oom...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang diary... G takut kalo2 Tante Suci dianiaya Oom Firman sampe mati. Sampe apa yang ditulis dalam puisi yang g comot dari Koran itu tadi terjadi... IIIhhh... ngeri rasanya membayangkan hal itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ah, diary... G sudahi dulu tulisan gue hari ini. G mau doa dulu, biar Tante Suci dan orang-orang seperti yang mengalami nasib seperti dia bisa mendapatkan pertolongan. Karena? Karena mereka bener2 membutuhkan bantuan!!! SOS judulnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 13 Juni 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G pulang kuliah sambil jalan santai di gang g. G langsung pulang n makan siang. G nggak ketemu mah nyokap. Tumben siang-siang gini mama gak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu tiba-tiba terbuka, nyokap dgn wajah panik bilang," Di... kamu telpon ambulans sekarang juga! Tante Suci...." Muka nyokap pucet banget n tanpa sempat menyelesaikan ucapannya g langsung ngambil buku telpon keluarga kami, diary... Karena g tau, pasti ada something wrong ama si Tante ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambulans datengnya sekitar 1 jam-an sesudah itu. Sementara itu, kami berada di rumah Tante Suci... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G kira tadinya si Tante dipukulin habis sama Oom Firman, eh nggak taunya Tante Suci malah melakukan tindakan bunuh diri krn udah nggak punya harapan lagi dalam hidupnya. Putus asa dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante Suci memotong sendiri urat nadinya. Untungnya nggak kena nadi utamanya. Jadi dia masih bisa selamat...Praise the Lord!&lt;br /&gt;Hari ini diary, tante Suci masuk RS sementara Oom Firman, sementara gak keliatan batang hidungnya sampe detik ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;G gak tau diary, apa sih yang dimaui pasangan2 itu setelah mereka menikah. Kata orang, menikah seperti membeli kucing dalam karung. Mungkin bener... Ihhh serem yah...? U don't know what you get... Menurut crita yang g denger, Oom Firman itu very romantic waktu pacaran, baik banget n lembut... But now?? Unbelievable...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G gak pernah mendalami the reason why behind that kind of behaviour. G rasa, mungkin ada kaitannya dengan luka-luka juga yah... Kalo semasa kecil mungkin dia sering dipukuli, dan nggak bisa membalas, mungkin aja sesudah besar, pengen ngebales gitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan... Kasihanilah keluarga mereka... Mereka berhak hidup sebagaimana layaknya happy families out there...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G berusaha tidur, diary, tapi g tau, otak g akan terus berpikir dan mulut g terus mengucap doa ke Yesus... Kasihanilah mereka... Kasihanilah Tante Suci n Oom Firman. Sembuhkanlah luka-luka mereka.. Karena luka lama bisa menimbulkan luka baru bagi orang di sekitar kita... Luka yang tak terselesaikan bakal melukai orang yang dicintai... Jadinya kan repot...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G bobo dulu yah... Next story, I'll update you nanti deh, diary...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Ini crita rekaan gue, tapi buat sebagian orang merupakan kenyataan yang harus dihadapi tiap harinya. G cuma bs berdoa agar luka-luka yang kita punya, nggak membuat orang yang kita cintai terluka lagi...Dan itu bisa dilakukan hanya oleh Tuhan Yesus, Sang Penyembuh Sejati... Bila kita memohon dengan sungguh, mungkin perlu retret Luka Batin juga ya, n nggak lupa plus keinginan kuat orang ybs untuk sembuh... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa organisasi perempuan yang bisa membantu khususnya dalam kasus Domestic Violence, spt yang g pernah dapet di Ignatius Loyola, selebaran about Rumah Kita, nama organisasi itu. Ato di Kompas, ada Rifka Anissa kalo nggak salah di Kolom yang terus mengusung crita ttg perempuan sbg korban ketidakadilan...  G honestly  nggak pernah mengalami hal itu,  tapi kepedihan mereka, membuat g pengen menulis n berdoa dan nggak tertutup kemungkinan membantu mereka yang butuh pertolongan ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last but not least,let's  heal our wound, so we can heal this world....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(-fon-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8619842587528224608-3175606286000001262?l=eugeniafonny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/feeds/3175606286000001262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8619842587528224608&amp;postID=3175606286000001262' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/3175606286000001262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/3175606286000001262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/2007/07/dianas-diary.html' title='Diana&apos;s Diary'/><author><name>Fonny Jodikin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16363417521804267532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_6X61jPk8PYg/TQd2bjfoRzI/AAAAAAAAAr8/zqVeeK6coyE/S220/Fon%2BClose%2BUp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8619842587528224608.post-747446790968403164</id><published>2007-01-03T04:15:00.000-08:00</published><updated>2007-01-03T16:08:23.377-08:00</updated><title type='text'>Irena</title><content type='html'>Dear all,&lt;br /&gt;Dara: lanjut or tidak neehh?? Cukup banyak pertanyaan seputar Dara kepada saya. Entah dilontarkan melalui email atau pas ketemu langsung, some of my friends bertanya soal itu.&lt;br /&gt;Karena bersumber kepada inspirasi yang timbul dalam lubuk hati saya (dan pssttt, saya meyakininya dari Tuhan juga lho:):)), saya bertanya kepada diri saya sendiri: Dara: lanjut or tidak?? Tapi sepertinya sampe sekarang belum ada ide-ide or kreativitas baru yang 'cling' gitu lho untuk disampaikan sehubungan dengan Dara. So, Dara n Fred: happy end dan selanjutnya terserah Anda !:)&lt;br /&gt;Keluarga mungkin setuju-mungkin nggak, tetangga n masyarakat: juga pro dan kontra, but once more:untuk kelanjutannya, I serahkan kepada kreativitas dan kehendak para pembaca yang budiman...(kayak Koran Kompas yaaa gueee?? hahaha).&lt;br /&gt;Eniwei, malah pengen menggarap sesuatu yang baru, cerita baru lagi tentang seorang gadis bernama Irena. Sekali lagi: nama adalah nama. Ketika memilih nama Dara, i juga nggak tau kenapa: cocok aja sama tuh nama yang muncul tiba-tiba. Sedangkan utk Irena, pas aku lagi lihat2 website: cari2 ide nama baru, nggak ada yang sreg, kecuali Irena. Shakespeare bilang, apalah artinya sebuah nama?? Fonny bilang (walaupun belum sekaliber Shakespeare, boleh yaa bersuara...hehe), ada ato tidak artinya tuh nama, tokh aku sudah memilih Irena untuk kali ini :):) Maap ya rada diktator ( jual diktat beli motor hehe..). Just kidding, just kidding lhooo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, enjoy petualang Irena dalam perspektif seorang Fonny, sebagai debut kedua setelah Dara. Ditunggu commentsnya if sempat, if nggak...gpp! No hard feelings lahhh...:):) Nyantai aje jacckkk!!:)&lt;br /&gt;Enjoy yaaa...n semoga berkenan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cheers,&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, IRENA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di kamar Irena yang sederhana:&lt;br /&gt;(Lokasi: gang sempit di daerah Grogol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena mengucek kedua matanya, saat sang mentari pagi mulai terbit di ufuk Timur. Dia langsung bergegas membereskan tempat tidurnya, senam-senam ringan sedikit sambil lari-lari di tempat. Irena, or kerabat dekatnya sering memanggil namanya dengan Rena, tersenyum simpul, bergumam sesuatu yang tidak jelas: antara nyanyi atau bergumamnya Rena emang kurang jelas kalo pagi-pagi hehe...Apalagi kalo pas sikat gigi: bergumam, nyanyi, or kumur2, nggak tau dehh yang mana yang sedang dilakukan...hehehe...Jadi rancu yaa??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lagu dari tapenya Rena bersuara cukup kencang-lumayan banget buat membangkitkan semangat di pagi hari: It's My Life dari Bon Jovi. Rena ikut-ikutan head banging, mengangguk-anggukan kepala seirama dengan musik dari Bon Jovi dengan seolah-olah memegang gitar, kayak Rhoma Irama:ksatria bergitar or kayak Richie Sambora-guitaristnya Bon Jopiee?? Gak tau dehhh hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's my life...It's now or never I ain't gonna live forever I just want to live while I'm alive (It's my life) My heart is like an open highway Like Frankie said I did it my way I just wanna live while I'm alive It's my life&lt;br /&gt;Jam 07.30 Rena sudah siap. Dia melangkah ringan menuju meja makan untuk breakfast. Tante Laura, sudah duduk di meja sambil makan roti yang diolesi selai strawberry, kegemarannya.&lt;br /&gt;" Pagi, Tante...!" Ujar Rena ceria... Maklum masih terpengaruh semangat dari lagu Kangmas Bon Jopiee duonkkk :):)&lt;br /&gt;Tawa Rena sedikit terhenti, ketika Tante Laura menjawab dengan tegas, tanpa senyum, " Pagi, Ren..."&lt;br /&gt;Well, it's just sooo typical si Tante... Tapi kalo dilihat backgroundnya, yah...harusnya bisa dimengerti sih: Tante Laura still single sampe umur 55 saat ini. Dan Rena diasuh sama si Tante dari usia 5 tahun, saat papanya meninggal dan mamanya meninggalkan dia tiada kabar berita. Si Tante tuh adik bokapnya Rena... Sedih sih kalo ingat masa lalu...Untungnya ada si Tante yang walaupun strict dan terkesan galak, namun baik hatinya itu lho yang nggak ketulungan...Makanya penting untuk don't judge a book by its cover, tul gak??:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Rena dan Tante Laura tinggal serumah kurang lebih sudah 20 tahun. Karena tahun ini Rena kan umurnya 25 tahun, sudah selesai kuliah di Akademi Sekretaris Tarakanita, itu pun dengan susah payah, akhirnya selesai juga kuliahnya. Tante Laura, mati-matian cari uang untuk itu dan Rena pun tidak ketinggalan, dia memberikan kursus bahasa Inggris ke anak-anak temennya si Tante, buat meringankan beban si Tante juga. Tokh for her own good...:) Akhirnya kolaborasi si Tante dan Rena berbuah baik, Rena selesai kuliah tepat waktu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flashback Rena terhenti, saat si Tante menyuguhkan minuman teh manis hangat di hadapannya. Emang concern sekali deh si Tante ini...Thank God deh, dia nggak ditinggalkan sendirian di dunia ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sarapan, Rena langsung buru-buru keluar dari rumahnya di gang sempit di kawasan Grogol, untuk segera naik bis menuju kawasan Thamrin, karena Rena kan ngantor di Plaza Indonesia,sebagai sekretaris Bu Martha, baru sebulan dia jalani pekerjaan ini. Suatu lonjakan karir juga kerja di butiknya Bu Martha: seperti asisten pribadi gitu deh... Rena melakukan almost everything, malah terkadang melayani pembeli yang datang ke butik juga. Tapi ya...Rena sih asik-asik aja namanya juga kerjaan baru, challenging lah yaww... Trus enaknya lagi jam kerja siang: jam 09.30 dia nyampe kantor pun- that's ok koq, tapi pulang cukup malem, pas mall tutup pkl.22. Pas pulang karena cukup malam, kebanyakan Rena diantar supirnya Bu Martha, kalo nggak ongkos taxinya digantiin. Pokoke cukup hepi lah so far di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming, Plz Indonesia: kantor Rena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sampai di kantor dengan sedikit berkeringat. Capek sih... kan baru aja naik bis 213, jurusan Grogol-kampung Melayu yang penuh sesak itu. Baru aja duduk di bangku kerjanya, telpon berdering:&lt;br /&gt;" Charming Boutique, Good Morning, can I help you?" Suara Rena terdengar lancar sekaleee, maklumlah dah hafal tuh kata-kata...Malah kadang pas ngangkat telpon di rumah juga kebawa deh tuh Charming Boutique, can i help you...hehe... dasarrrr...dah terbiasa ya, gimandang duonkkk...:)&lt;br /&gt;" Pagi...Ini Rena? Saya Astari, Ibu Marthanya ada??" terdengar suara di seberang sana.&lt;br /&gt;" Iya, Ibu. Saya Rena. Ibu Martha belum datang, katanya mau ke salon dulu: nge-blow, baru ke sini. Oh ya, tadi Ibu Martha titip pesan untuk Ibu, katanya datang saja ke mari sekitar pkl.11.30 siang, langsung lunch bareng di Crystal Jade La Mien di sini ya, Ibu..."&lt;br /&gt;"Ok kalo gitu. Thank you ya Ren...""You're welcome dan selamat pagi, Ibu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena meletakkan telponnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya, menyusun janji bossnya, Ibu Martha. Dan mengecek beberapa items yang baru masuk dari Hongkong dan Korea, baju-baju import gitu kan yang disupply sama bossnya di Charming boutique ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencatat dan mengutak-atik komputernya, Rena yang cukup mellow tapi quite funky ini, bolak-balik terkenang-kenang masa lalunya. Yah, Aku: Irena, yang mungkin buat sebagian orang terlihat kurang beruntung. Ditinggal mati papaku saat masih balita, mamaku tak tentu rimbanya di mana, untung TUHAN berikan tangan penolong yang lain lewat si Tante... Kehidupan penuh disiplin dari kecil, penuh prestasi, dilalui dengan amat baik walau ekonomi pas-pasan. Kata orang, aku cukup pintar tapi karena gak punya uang dan harus cepat kerja, aku pilih kuliah sekretaris aja. Thank God itu semua sudah berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan... Rena, type yang bisa work hard, play hard. Maksudnya, dia juga bisa have fun bangettt, walaupun di tengah kesendiriannya... Dia bisa nyanyi dan bergaya gokil di kamarnya: yah...seperti pagi tadi, bak Richie Sambora, atau kadang-kadang seperti Tao Ming Se yang seneng pas kencan sama San Chai di Meteor Garden I.&lt;br /&gt;Walaupun Rena belum punya cowok sampe sekarang karena memang kesibukannya mengajar dan kuliah menjadikannya tidak pernah menempatkan PACAR sebagai prioritas hidupnya, tapi dia tetep hepi alias asik2 aja coyyy...Btw, bukankah kepenuhan hidup yang sukacita dari seorang single itu penting? Biar nantinya kalo2 ada seorang pangeran berkuda putih yang datang menjemputnya tiba, dia tokh sudah siap sedia...:):) * Rena emang pengkhayal sejati, dia suka sekaleee sama yang namanya romantic movie dan berimajinasi tinggi juga lho...:):)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ahhh...mengkhayalnya kejauhannn Ren... Kembali...kembali lahhh kini...sgala asa berseri ( Kla Project's: Tentang Kita bangettt yaa??) Oke deh...sippp laa!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku: Irena, yang sudah kenal kesulitan hidup dari kecil, cukup tough karena dididik secara ketat oleh si Tante...:) dengan semangat menapaki detik dalam hidupku, setiap waktu menjadi berharga. Karena hidup, buat aku adalah ANUGRAH. Bukan anugrah apanya coba, kalo sampe sekarang aku bisa bekerja di Plz Indonesia walau harus naik bis kota? Aku bisa selesai kuliah? Aku punya si Tante? Aku punya mama, walau... mmm...tak tau di mana?? Tapi at least, aku dikasihi, aku tidak dibiarkan sendiri. Aku masih bernafas, aku sehat...Wah, wah, wah...panjang deh list terimakasihnya kalo mau diterusin...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Irena... menjalani hidupku hari ini secara hepi, krn aku mau bergembira di dalam hidupku yang kujalani. Gimana dengan kamu, sudahkah kamu mensyukuri hidupmu??:)&lt;br /&gt;Karena mungkin saja hmmm...ini mungkin aja lho... kamu lebih beruntung daripada aku dan kamu tidak sadar akan hal itu... So, syukurilah hidup kita ini! Be positive. otre!!:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal dariku: Irena... Permisssiiiii...pamit dulu ya kali ini, nanti kita sambung lagi...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 26 Agustus 04&lt;br /&gt;Nantikan Irena dalam episode berikutnya n Enjoy yaa!!!&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-In A Rush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Irena, atau yang sering dipanggil Rena, seorang cewek berusia 25 tahun, tinggal bareng tantenya: si Tante atau Tante Laura yang still single di usia 55 tahun yang strict tapi sangat sayang padanya. Rena ditinggal mati ayahnya dan ibunya tak tentu rimbanya, namun dia penuh syukur dan berpikiran positif menghadapi hidup ini. Dia bekerja di Butik Charming, di Plz Indonesia. Bossnya Ibu Martha.&lt;br /&gt;Simak secuplik kisah kehidupan Irena dalam episode berikut ini...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming, same day, at.11.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena masih melanjutkan pekerjaannya, mengutak-atik jadwal Ibu Martha, bossnya yang memang super sibuk itu. Saat pintu Butik dibuka, dan masuklah sang Ibu, bossnya itu-dengan rambut rapi jali habis di-blow di salon ternama tentunya... Kan, buat ibu-ibu seperti bossnya dan teman-teman bossnya itu, tentunya penampilan harus kudu dan so pasti musti diperhatikan. Mereka nggak pernah cuci rambut di rumah, seminggu 3-4x kali, mereka ke salon utk nge-blow... Yah, wajar juga sih wong buat mereka itu small money. Sementara utk Rena, seminggu 4x ke salonnya ibu-ibu jet set itu sama dengan ongkos naik bis 213 selama sebulan. Ironis?? Yaa mungkin ironis, tapi itulah kenyataan dan Rena tidak merasa harus iri, tokh tiap orang punya susah dan senangnya sendiri...:) Tul gak??:):)&lt;br /&gt;That's our girl,Rena... Selalu berusaha positive thinking even though tidak mudah...:) You go, Girl!!!:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembaraaan pikiran Rena terhenti saat Ibu Martha mengatakan sesuatu, tapi apa yaaaa... Koq kayaknya bilang something like " Siang Rena, janji dengan Ibu Astari sudah di-confirm??"&lt;br /&gt;Rena langsung menjawab dengan sigap, " Sudah ibu, 11.30 nanti di Crystal Jade La Mien."&lt;br /&gt;" Bagus, bagus kalo gitu...I know I can count on you, " ada senyum di bibir Bu Martha ( yang actually is a very good boss, nggak terlalu bossy...).&lt;br /&gt;" Gimana kerjaan yang lain, baju-baju dari Hongkong dan Koreanya sudah kamu cek, Ren??" Lanjut Bu Martha lagi...&lt;br /&gt;" Sudah, Ibu... Ada 10 items dan dalam kondisi baik, " tukas Rena lagi.&lt;br /&gt;" Ok, good then. Ren, Ibu tinggal dulu ya... Mau beliin Ibu Astari Bread Talk dulu, biar nanti sekalian pas lunch Ibu kasihkan ke dia. Habis itu Ibu langsung lunch sama dia. Kalau ada telpon atau teman Ibu yang datang, kamu catat saja, dan bilang Ibu lagi makan siang. Nanti, ibu kontak mereka lagi, ok!" kata Ibu Martha...&lt;br /&gt;" Baik, Ibu. Understood! " Rena menjawab sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Same place, same day, different time: 12.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di Butik Charming. Rena siap-siap mau makan siang. Seperti biasa, dia bawa bekal dari rumah. Buatan si Tante tercinta. Karena kalau makan di Mall, sekali makan lumayan kemahalan juga buat Rena, kan baru aja kerja di sini, gaji gak gede-gede amat, tapi cukuplah untuk biaya hidupnya sebulan dan sedikit bantu-bantu si Tante untuk pengeluaran rumah bulanan.&lt;br /&gt;Mmmm...menunya apa ya hari ini?? Si Tante sudah menyediakan nasi-tempe bacem-ayam goreng bumbu kuning-trus sayur buncis. Si Tante is the best, dia takut Rena sakit karena kecapekan kerja, makanya dia masak sesuatu yang cukup bergizi tiap hari. Dalam keterbatasan mereka, tapi si Tante yang OK PUNYA itu selalu memberikan yang terbaik... Terima kasih Tante, terima kasih...:)&lt;br /&gt;Senyum yang tercipta di sudut bibir Rena, terhenti ketika seorang cowok yang cukup 'EYE CATCHING' masuk ke butik. Well, biasanya yang masuk kan ibu2 or cewek2. Ada sih cowok2, yang merupakan suami or anak tuh ibu2. Tapi cowok, sorangan wae, masuk ke butik, mungkin mau beliin kado utk pacarnya or utk maminya?? Who knows??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Selamat Siang, " Keluar juga suara si cowok itu yang bisa jadi PH alias Pujaan Hati krn ganteng hehe... " Siang, " Jawab Rena sopan. *sambil terus mengamati wajah tuh cowok, wahhh...ini sih bukan cuma PH, malah bisa-bisa jadi VVPH alias Very Very Pujaan Hati ujar Rena dalam hati. Tampangnya kayak UTT, VJ MTV itu lho... eh bukan, mungkin sedikit kayak Keanu Reeves??Gak tau deh, yang pasti GUANTENKKK :):)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Saya anaknya Ibu Astari, saya dengar mami mau ke sini? Apa dia sudah datang, Mbak?" Tanya tuh cowok.&lt;br /&gt;" Oh, belum... Mereka masih lunch di Crystal Jade La Mien dari jam 11.30 tadi sih. Mungkin sesudahnya mau ke sini..." Ujar Rena lagi.&lt;br /&gt;" Oh gitu, tapi mami minta saya ke sini jam 12.30 sih. So, mustinya bentar lagi mereka dateng. Do u mind if I stay here waiting for her?Btw, my name's Derrick, but you can call me Rick and what's your name?" tanya Rick.&lt;br /&gt;" Namaku Irena. Tapi sering dipanggil Rena. Silakan duduk di sofa ya... Mau minum apa? " jawab Rena sambil mengulurkan tangannya menerima uluran tangan Rick. Hmm...VVPH ini bernama Rick, ujar Rena dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Boleh deh... Air putih aja. Thanks, btw forgive me for speaking English most of the time. I just got back from London, and u know, my father is an English man. That's why, aku ngomongnya campur-campur begini..." Kata Rick lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Gak pa-pa koq, Pak... Yang penting aku ngerti Bapak ngomong apa..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick : " Well, am I that old, so u call me BAPAK??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena: " No... Tentu saja tidak. Tapi, Bapak itu merupakan suatu bentuk panggilan hormat aja.."Rick : " OK, I see. But, i still prefer you call me Rick. R-I-C-K, deal?"&lt;br /&gt;Rena: " Baik, Pak...mmm...eh, baik, Rick. Aku ambilkan minum dulu ya... Tunggu sebentar deh. Mau baca koran atau majalah?"&lt;br /&gt;Rick : " Thanks a lot Rena. That's so thoughtful of you..." ujarnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena akhirnya pergi juga mengambil minuman untuk Rick. Sambil ngambil, sambil mikir... Pantesan ganteng, bokapnya orang Inggris maannn!! Tapi yaaa...jet set kayak gitu, Rena nggak berani berharap too much lah. Kan dia cuma gadis biasa saja, cuma seneng aja ada seseorang yg cukup keren n tiba2 nongol di butik sini, jarang-jarang kannn?? Nggak usah mikir terlalu banyak deh Ren...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama, Ibu Martha dan Ibu Astari tiba di Butik. Rena agak kelaparan sih karena dari tadi menunda makan siangnya. Tapi nggak pa-pa...karena ada VVPH Derrick alias Rick yang mau nggak mau bikin Rena deg-degan juga... Simpatik n cool...:)&lt;br /&gt;Rick dan Ibu Astari pulang setelah membeli beberapa potong gaun, mata Rena mengikuti langkah mereka, dan sepertinya berat hati sih melepas kepergian Rick. Well, besok2 kan belum tentu lho, gak pasti maksudnya... But, today's a GIFT. Thank God, dah dikasih something sweet today God... Rick tentunya, Rena tersenyum sedikit....:) Bersyukur seperti biasa ya Ren?? Iya donk...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Same day, perjalanan pulang ke Grogol, dalam mobil Ibu Martha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mobil, Rena banyak merenung apa yang terjadi hari ini. Terima kasih Tuhan, hari ini jadi penuh warna karena Engkau kirimkan Rick.&lt;br /&gt;Di mobil itu juga, bareng Pak Sapto, drivernya Bu Martha, mereka menuju ke kawasan Grogol, lewat Thamrin dan Roxy. Dalam mobil, rupanya anaknya Bu Martha sedia CD nya Black Street, yang berjudul In A Rush... Rena menikmati bait demi baitnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In A Rush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.It came over me in a rushwhen I realized that i love you so muchthat sometimes i crybut I can't tell you whywhy I feel what i feel insidehow I try to expresswhats been troublin' my mindbut still I can't find the wordsbut I know that somethings got a hold of me&lt;br /&gt;back to reff.baby someday i'll find a way to sayjust what you mean to mebut if that day never comes alongand you dont hear this songi guess you'll never know&lt;br /&gt;back to reff.and when i say inside I mean deepyou fill my souland that's something I can't explainits over mecuz it came over me in a rushwhen I realized that I love you so muchthat sometimes I crybut I can't tell you whywhy I feel what I feel inside&lt;br /&gt;back to reff 2x&lt;br /&gt;Mobil telah berhenti di depan gang. Lamunan Rena terhenti. In a RUSH?? Yah...secepat itu juga dia sudah ada perasaan yang nggak jelas apa: bisa suka- tapi kalo CINTA? Looks like kejauhan, its' still too early to say something lah yawww. Mungkin terpana or terpesona kali yaa... Cuma selintas, tapi kesan Rick begitu kuat sampai malam ini. Besok is another day. Belum tau apa yang Tuhan kirimkan kepadanya esok hari. Tapi mau bersyukur ah untuk hari ini...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena turun dari mobil, dan sebelum menutup pintu mobil kijang Bu Martha, dia bilang, " Terima kasih Pak Sapto..." sambil tersenyum tulus.&lt;br /&gt;Masuk ke gang, dan waktu menunjukkan pk.22.20, ahh...malam tlah tiba, pulang ke rumah. Didapatinya si Tante tertidur di sofa, kelelahan menunggu Rena sepertinya. Dia membuka pintu perlahan, menyelimuti si Tante, tak tega membangunkan karena kelihatannya dia kecapekan.&lt;br /&gt;Sementara di telinganya dan di hatinya juga sedikit senandung di mulutnya, Rena masih menggumamkan lagu In A Rush... Life's like a box of chocolate, you'll never know what you're gonna get kata Forrest Gump.&lt;br /&gt;Thank God, coklatnya hari ini adalah Rick. Besok2?? Nggak tau deh, coklat yang mana lagi yang Tuhan mau berikan kepadaku, ujar Rena...Anyway, terima kasih Tuhan for those chocolates in my life...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis beres2, Rena mo bobo dulu nehhh...Deee...Nanti sambung lagi yahhh:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 30 Agustus 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena- Mars and Venus on a Date&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previosly on Irena:&lt;br /&gt;Rena, yang bekerja di butik Charming, kedatangan tamu seorang pria ganteng, VVPH alias Very Very Pujaan Hati, yang turns out to be anaknya Ibu Astari-sahabat Boss-nya. Nama cowok itu Derrick, panggilannya Rick. Suatu sosok yang tiba-tiba saja-In a Rush(versi Rena)-menguasai hatinya pada malam itu. Dan Rena yang penuh syukur itu menganggapnya sebagai chocolate yang diberikan Tuhan kepadanya, seperti Forrest Gump.&lt;br /&gt;Dan gimana kelanjutannya?? Stay tune di frekuensi ini yaaa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin pagi, di Rumah si Tante - tempat tinggal Irena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin...&lt;br /&gt;Hari Irena off... Karena kan justru pada saat weekend, tuh butik ramenya banget-banget nget... Makanya, dipilih hari off oleh Bu Martha tuh hari Senin. Pagi ini, Irena bangun dan langsung melanjutkan membaca buku yang tengah dipinjamkan oleh Bu Martha *Mars and Venus on a Date- John Gray, Phd* lagi-lagi punya anaknya Bu Martha. Lumayanlah, daripada nggak mbaca, tul gak?? So, walaupun mungkin udah cukup lama tuh buku, Rena baru sempet baca saat ini. Ada beberapa catatan penting yang dia buat di diarynya dia, namanya juga buku pinjamannn kan nggak mungkin dicoret atau di-stabilo, nggak enak lahhh...:) Krn anaknya Bu Martha itu sekolah di Amrik, so no wonder buku-bukunya dalam bhs Inggris. Untungnya, Rena sih bisa lah mbaca2 literatur in English krn kan dia pernah sambil ngajar English juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Without a doubt, when you are ready to fall in love with your soul mate, some one you connect with from your soul-your mate- , will be there.&lt;br /&gt;OOOhhh, jadi gitu...Ujar Rena. Maklumlah, kalo soal2 yang berbau romance, Rena bukan seorang yang jago. Hidup yang tidak mudah buat dia utk dilalui, membuat dia tidak berani fokus ke hal-hal yang menyerempet romance. Takut mengecewakan si Tante yang sudah begitu kasihnya pada dia...:) Dan yang paling penting sih, mungkin juga waktuNya Tuhan belum tiba?? Rena nggak tau n gak mau overanalyze soal ini... yang pasti buku ini pengetahuan baru buat dia :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, trus point lain yang Rena catat sbb: through taking the risk of following your heart and exploring your relationship with the intent to find the right person for you, you are preparing yourself to find true and lasting love.&lt;br /&gt;Hmmmm... So, harus ada resiko yang diambil dalam proses pencarian true love...Tapi, siapa ya true lovenya dia?? Rena cengar cengir sendiri, nggak tau sih...Sampe sekarang belum ada... Tapi, tetap berharap duonkkk...That someday, pangeran berkuda putih itu akan datang menjemput dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas membaca Rena terhenti, ketika si Tante bicara sesuatu padanya, " Ren... tante mau pergi ke pasar sebentar, kamu mau dibeliin apa makan paginya?? Mau nasi uduk atau lontong sayur?? "&lt;br /&gt;" Nasi uduk aja deh tante... Ma kasih yaaaa...:) " jawab Rena ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menutup pintu depan dan menguncinya. Walaupun mereka tinggal di gang sempit ini sudah puluhan tahun, tapi tetep aja...wong namanya di Jakarta harus hati-hati juga... Tetangga sih baik-baik, tapi yang lewat juga banyak dan nggak jelas siapa... Ya, berjaga-jaga aja sehhh... Tetap waspada :) Tuhan emang melindungi tapi kalo kitanya cuek bebek yaaa habis jugaaa...Tul gak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena mengambil posisi wenakkkk alias PW di tempat tidurnya. Didampingi sebelah kiri diari dan bolpen, sebelah kanan stabilo pink dan kuning, juru bicaranya di tengah-tengah, yaitu Mr. John Gray, Phd :)&lt;br /&gt;Soul love is unconditional, when the right person comes along, you 'just know' and you spend the rest of your life discovering why he or she is the right person...&lt;br /&gt;Wah, tambah menarik nih bukuuuu... Maunya lanjut terus neehhh, kata Rena:&lt;br /&gt;A soulmate is someone who has the unique ability to bring out the best in us. Soul mates are not perfect, but perfect for us. We're not just physically turned on to them, our soul gets turned on as well...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menutup buku itu, membaca tulisannya di diary sekali lagi, dan betul-betul meresapi apa yang dia tulis. Belahan jiwa, versi Katon Bagaskara utk translationnya soulmate, tidak melulu orang yang perfect, tapi sempurna utk aku, ujar Rena dalam hati. Bukan cuma suka fisiknya, tapi yang pasti jiwanya jg tergetarrrr, masa' seehhh?? Rena setengah nggak percaya, krn belum pernah mengalami kali yaaa...Ngomong-ngomong soal getaran jiwa, apakah itu seperti rasanya ke VVPH si Rick kemaren??? Nggak tau ahhh...Nggak jelasss... Tapi koq kalo nggak ada apa-apa, kenapa hatinya bergetar dan jantungnya berdetak nggak karuan kalo ingat si Rick. Rick lagi ngapain ya pagi ini? Apa dia kerja, mbantuin nyokapnya, or dia masih kuliah?? Itu semua Rena nggak tau...Nggak ada info yang jelas... N kalo mo ngomong soal Rick = Soul Matenya dia???? Wahhh, Rena nggak beraniii...Still to early to say something lah haiii :) Mana gap ekonomi yang terlalu jauh, trus siapakah Rena ini?? Cuma anak yang nggak jelasss bokap n nyokapnya, dan cuma punya tante yang baik hati itu...&lt;br /&gt;Wah, wah, wah... nggak berani deh... Lho Rena, koq kamu minder sihhh?? Itu kan unlikely Rena?? Mana Rena yang selalu positif itu?? Rena nggak bilang, kalau dia selalu 100% BERPIKIRAN POSITIF. Terkadang, rasa minder yang menyerang, apalagi inget betapa kerasnya hidup yang harus dilalui, bikin dia kadang-kadang nge-per (kuatir or takut gitu lho)... Tapi kalo dah dipikir2 beberapa waktu lamanya, Rena akan milih positive thinking dinkkk...&lt;br /&gt;Emang rasa ke Rick, jujur... ada dan cukup kuat. Tapi memikirkan kelanjutannya?? Wahhh... Ku tak sanggup deh...kata Kris dayanti...dan dikutip ma Rena: Ku tak sanggup Rick, beneran dehhh... Mimpi kali yeee...???hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena dan lamunannya berlanjut, self talk dalam dirinya terus dan terus... Dan tanpa terasa, waktu berlalu dengan cepat, si tante sudah pulang dan membawa nasi uduk. Irena menyambut tantenya dan membukakan pintu, membawakan belanjaannya, membantu membereskan belanjaan juga. Memang nggak banyak sih, kan cuma bahan makanan untuk mereka berdua... Yang penting kebersamaan mereka...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tante melanjutkan pekerjaannya menjahit baju langganannya... Eh iya, si tante selama ini menghidupi kehidupannya dari menerima jahitan dan buat kue terutama pas natal-lebaran-taon baru gitu deh...Krn kepandaiannya dalam memasak, buat kue, dan menjahit, dapur si tante selalu ngebullll, malah bisa menyekolahkan Rena sampe selesai... Life's tough, but u gotta be tougher, Ren...:) Tante sudah membuktikan dirinya bisa, dengan berusaha habis2an secara halal dan bersandar kepada Tuhan semata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya di rumah di gang sempit Grogol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena dipinjemin VCD Arisan, dari pelanggan jahitannya tante. VCD player mereka juga VCD Player buatan China yang didapet pas si tante belanja dan mengisi undian di Carrefour Duta Merlin. Dapet undian nehh, kalo nggak mana mungkin mereka membelinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga melihat Tika Panggabean dan Rachel Maryam berperan dgn oke. Rena tertawa sendiri, krn si Tika lucu banget waktu jadi tukang lulurnya si Sakti yang diperankan oleh Tora Sudiro...&lt;br /&gt;Dan yang lebih bikin Rena terbelalak, krn mirip bangettt kehidupan yang ditampilkan oleh Nia Dinata lewat Arisan itu, dengan beberapa kenalannya Bu Martha yang datang ke Butik Charming. Yang penuh gengsi, yang gonta-ganti pasangan semudah ganti baju, dan persahabatan yang tidak lagi punya arti karena sudah tertutup prestige?? Rena terkadang amazed juga yah dengan kejadian-kejadian seperti itu... Tapi tinggal di tengah kota metropolitan seperti Jakarta, mau nggak mau Rena nggak bisa menutup mata terhadap realita yang ada. Yang penting tetep konsisten sama prinsip hidup benar dehhh...Nggak mau macem2, tul gak Ren??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya Rena n si Tante memasak bersama. Ngobrol2 sesudah makan lalu Rena masuk ke kamarnya lagi...Meneruskan bacaannya hari ini...Apa lagi kalo bukan Mars and Venus on a date??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being fulfilled as a single person is the basis of finding the right person and being successful in marriage.&lt;br /&gt;Yaaa... Setuju!! Rena menganggukkan kepalanya kuat-kuat. Kepenuhan pribadi sbg seorang single adalah modal yang penting utk keberhasilan dalam hidup pernikahan...That's true!! Ditambah lagi ternyata, menurut kang Mas John Gray Phd itu, dengan kepenuhan sebagai seorang single juga adalah dasar dari menemukan orang yang tepat. Karena ( tambahan analisa Rena) kan kalo orang dah mengenal dirinya sendiri, dan dia tau kelebihan-kekurangannya, akan mudah bagi dia utk mengetahui apa yang dia mau, sampai seberapa jauh dia bisa toleran thd partnernya. Gitu kali yaaa kira2, Rena menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ringan... Udah ah, kebanyakan mikir nihhh... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe malam, Rena siap-siap mau tidur. Si tante selalu mengajarkannya doa malam sebelum tidur sejak Rena kecil. Rena terbiasa dengan itu. Tuhan, kata Rena, Kau tau apa yang aku pikirkan, rasakan, dan alami. Buku yang dipinjamkan anaknya Bu Martha juga menjadikan referensi penting utk aku melangkah dalam hidup selanjutnya. Saat ini, aku mempersembahkan suatu rasa, yang entahlah apa namanya, yang kurasakan terhadap Rick. Nggak tau perasaan ini akan berlangsung berapa lama, ataukah cuma selintas. Cuma berterima kasih atas suatu rasa yang sempat singgah dalam diriku, yang pastinya anugrah dariMu... Bersyukur juga untuk satu hari libur yang aku lalui bersama si tante, VCD ARISAN, dan Buku John Gray. Selanjutnya, aku mau bobo Tuhan, aku serahkan perlindungan dalam tidurku ke dalam tanganMu, sebagaimana Kau selalu lindungi aku sampai detik ini.&lt;br /&gt;Terima Kasih Tuhan. Amen...&lt;br /&gt;Rena memejamkan matanya, terlelap... Dan dalam genggaman tangan kasih Tuhan, Rena mempercayakan sedihnya, rasa sukanya, getar dalam dadanya, syukur akan si tante, dan for sure: seluruh hidupnya...&lt;br /&gt;How about you???:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 6 Sept 04,&lt;br /&gt;Tk care...:)&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;Actually, sudah ada ide n inspirasi utk menulis sehubungan dengan Irena episode kali ini. Tapi karena bom yang memporak-porandakan kawasan Kuningan Jkt, bikin aku sempet terkejut juga karena kedengeran sampe kantorku. It could be us... To think that the location was so nearr... Kita berdoa bagi bangsa ini yukk... Sedih deh, tapi mau doa yaaa :)&lt;br /&gt;Lagu True Worshipper, sekaligus jadi doaku, mau doa bareng gakk??:)&lt;br /&gt;Bagi bangsa ini, kami berdiri&lt;br /&gt;Dan membawa doa kami kepadaMu&lt;br /&gt;Sesuatu yang besar, pasti terjadi&lt;br /&gt;dan mengubahkan negeri kami&lt;br /&gt;Hanya namaMu Tuhan ditinggikan&lt;br /&gt;atas seluruh bumi.&lt;br /&gt;Tuhan, kasihanilah bangsa kami...Amen.&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: utk Vincent, Mr. Moderator Choicersjkt, tolong donk ini di-forward-ken juga ke milis krn sepertinya emails dari choicersjkt dah beberapa hari bouncing dari email ogut. So, seandainya kiriman ini pun ditolak, pls help me forwarding this ya... Thank u sebelumnya mannn! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-Because of You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Libur di hari Senin, dilalui Irena dengan santai di rumah sambil baca buku Mars and Venus on a Date-John Gray, Phd, VCD Arisan, dan spend some time sama si tante. Banyak analisa-catatan- dan pemikiran yang Rena lakukan seputar tuh buku. Yah, maklumlah, dia memang penganalisa sejati...&lt;br /&gt;Now, get back to work. It's another working dayyy!! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another Day Berdesakan di Bus 213:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pkl. 08.30 pagi. Hari cerah. Matahari bersinar cukup-tidak terlalu panas. Angin sepoi-sepoi. Eh, koq kayak laporan Meteorologi dan Geofisika yahhh?? hehehe...&lt;br /&gt;Eniwei, Rena keluar dari rumahnya, di gang sempit di daerah Grogol. Dan setengah berlari mengejar bis kota andalannya yang mengantarkannya ke daerah SOGO PLZ INDONESIA.&lt;br /&gt;Berdesakan di bis, dan terkadang tuh bis mepet dengan mobil mewah di sebelahnya yang cuma diisi satu driver plus satu orang penumpang di belakangnya: BMW, Mercedez Benz, dll bersliweran dengan anggunnya, terkadang menimbulkan pikiran IRONIS dalam benak Rena. Welcome to Jkt, di mana banyak banget hal yang IRONIS gitu...Isn't ironic, don't you think?? Kata Alanis Morrisette...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming, pkl. 10.00&lt;br /&gt;Masih dengan pekerjaan rutinnya, apalagi kalo bukan jadwal Bu Martha, bossnya?? Kan itu kerjaannya sebagai Sekretaris. Telpon sesekali berdering, menanyakan jadwal si Ibu ato items terbaru yang ada di Butik...&lt;br /&gt;Seketika pintu butik terbuka, masuklah Ibu Astari, VVPH-Rick hmmm...ini yang Rena sudah tunggu-tunggu...Another chocolate of life today?? Don't know...:) Kita lihat saja nanti :):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Pagi Rena, " terdengar suara Ibu Astari.&lt;br /&gt;" Pagi Ibu n Pak RICK, " sahut Rena&lt;br /&gt;" See mom, she always calls me PAK, it seems that I'm getting older pretty fast, I guess, hahaha" suara renyah tawa Rick menggema di ruangan. Diselingi derai tawa Ibu Astari juga...Sementara wajah Rena sudah berwarna-warni bak traffic light:merah-kuning-ijo kali yee...:) Ampunnn malunyaaa, ujar Rena dalam hati... Gak tau mukaku mau ditaro' di mana nehhh??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sudah ah, Rick... Rena's blushing. Kasihan kan?? I think she just tries to be polite..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Yeah, I know. I'm just teasing her, that's all. It's ok kan Ren?" Sahut Rick lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya, Pak ehh...maksudnya Ya, Rick, " masih nggak kelar-kelar saltingnya si Rena....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tersenyum bersama, sementara Rena masih sedikit bertampang culun, karena MALU tauu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu terbuka, masuklah Bu Martha. Saved by Bu Martha this time...:) Rena nyengir sendiri dalam hati. Untunggg ada Bu Martha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Morning, " kata Bu Martha.&lt;br /&gt;" Morning, Ibu, " Sahut Rena hampir berbarengan dengan jawaban Morning dari Ibu Astari dan Rick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mom, mau meeting with Aunt Martha, right? I want to buy CD, is there any Disc Shop around here?" Tanya Rick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada... Mmm... Why not Rena accompany you to go there? Is it ok, Martha??" Tanya Ibu Astari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ok. No problem. Kan kita juga harus discuss meeting yang cukup penting. It's ok ya Ren, kamu temenin Rick sebentar..." jawab Bu Martha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Baik, Bu, " tukas Rena pelan. Rena setengah girang, setengah bingung juga. Apa ini yang dia baca tentang soul mate dari kemaren? Koq kebetulan banget ya?? Bisa-bisanya first day at worknya setelah baca buku itu malahan ada kenyataan seperti ini? Anyway... dijalanin aja kali ya... Dengan deg-degan tentunya...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mari, Bu Martha, Bu Astari..." Lanjut Rena lagi.&lt;br /&gt;" C u mom n aunt Martha, " Suara Rick terdengar riang..&lt;br /&gt;" Ok... Ok..." Jawab kedua ibu itu hampir berbarengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di toko CD Bulletin- di lantai bawah Plaza Indonesia:&lt;br /&gt;Di situ mereka sudah berada saat ini. Perjalanan ke toko CD itu melewati Bread talk yang wanggiii itu, trus mmm... toko buku Times n Periplus, the other side ada toko CD Bulletin.&lt;br /&gt;Untuk mencairkan suasana yang agak kaku dan kagok krn dari tadi Rena sibuk dengan perasaannya sendiri yang masih kacauuu krn terkena topan Rick yang memporak-porandakan pertahanan hatinya...&lt;br /&gt;Rena : " Mmmm kamu mau beli CD apa, Rick?"&lt;br /&gt;Rick : " I wanna buy Keith Martin's Because of YOU. That's my favorite song. And I left my CD in London. So, I need to buy a new one, I guess... Kamu suka music?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Iya, suka..."&lt;br /&gt;Rick : " What would u like to recommend for Indonesian Artists?"&lt;br /&gt;Rena : " Album Kompilasi Indonesian Idol, bagus dehh...Cukup berkualitas. Nggak tau kamu suka nggak, ya?"&lt;br /&gt;Rick : " Probably... We'll see..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di toko CD, Rick langsung menuju rak New Release, karena sepertinya walaupun Because of You itu lagu lama, tapi si Keith Martin itu me-release ulang tuh lagu dalam album barunya. Rena sempet mendengarkan waktu tuh CD di tes sama Rick. Bagus juga yaa... Dan Rena sepertinya ketagihan juga pengen denger terus dan terus. Tapi kan nggak bisa krn ini di Toko CD, nggak mungkin donk di-rewind dan terekam seperti layaknya kaset-kaset Rena...Gimana donk?? Syairnya kurang lebih begini neehhh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because of You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If ever you wondered if you touched my soul yes you doSince I met you I'm not the same You bring life to everything I doJust the way you say hello With one touch I can't let goNever thought I'd fall in love with you...Chorus:Because of you, my life has changed, thank you for the love and joy you bringBecause of you, I feel no shame, I'll tell the world it's because of youVerse 2:Sometimes I get lonely and all I gotta do is think of youYou captured something inside of me You make all of my dreams come trueIt's not enough that you love me for me You reached inside and touched me eternallyI love you best explains how I feel for you...Back to ChorusBridge:The magic in your eyes True love I can't denyWhen you hold me I just lose controlI want you to know that I'm never letting goYou mean so much to me I want the world to see,It's because of you&lt;br /&gt;Back to Chorus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus ya lagunya, ujar Rena dalam hati. Jadi suka deh, because of you...mmmm... nice one!! :) Because of who yaaa?? Rick?? Mmm... too early to say?? Because of my soulmate to be deh kata Rena...hehe...&lt;br /&gt;Sambil senyam-senyum sendiri, Rena melihat Rick sudah di kasir. Eh, ternyata dia membeli juga album kompilasi Indonesian Idol.&lt;br /&gt;Rena: " Emangnya kamu suka album Indo Idol itu?&lt;br /&gt;Rick : " Yeah, I think they're good singers. Especially when they sing Expression..."&lt;br /&gt;Rena : " Ekspresi kali maksudnya..." ( sambil tersenyum, wah bisa ngaco juga ternyata si Rick..)Rick : " Yup, that's right Ekspresi...Forgive my Indonesian Language...haha"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka keluar sambil senyum-senyum karena kendala bahasa tapi nggak terlalu masalah deh, justru itu malah bikin menarik?? Mungkin saja... Tanpa terasa perjalanan mengarungi toko CD di plaza Indonesia harus ditutup dengan kembalinya mereka ke Butik Charming.&lt;br /&gt;Setibanya di butik, Rena dan Rick say goodbye dan Rick balik ke nyokapnya Ibu Astari yang masih asik ngobrol sama Bu Martha. Obrolan Bu Martha dan Ibu Astari terpotong sebentar ketika Bu Martha menanyakan sesuatu kepada Rena.&lt;br /&gt;" Ren, nanti sore ibu ada janji lagi kan ya?" Tanya Bu Martha.&lt;br /&gt;" Ada, Bu... Dengan supplier baju Ibu dari Korea, Mrs. Sung di La Moda Cafe sini, jam 15.00..." Jawab Rena.&lt;br /&gt;" Oke, btw... nanti kamu tutup butiknya gak usah malam-malam. Seminggu ini Pak Sapto cuti, pulang kampung karena ada urusan keluarga. So, kamu naik taksi aja ya Ren, ongkosnya Ibu ganti. Tapi paling telat jam 21.00 kamu pulang aja, kalo kemaleman, nanti Ibu kepikiran lagi..."&lt;br /&gt;" Baik bu, terima kasih masih memikirkan saya, " ada senyum kecil di bibir Rena.&lt;br /&gt;Rick dan Bu Astari masih ada di situ dan menyimak percakapan Rena dan bossnya. Lalu mereka pulang, Bu Martha melanjutkan kesibukan appointmentnya, dan Rena balik ke pekerjaannya...&lt;br /&gt;Aktivitas berlanjut seperti biasa, life goes on and on and on...:)&lt;br /&gt;It's just another day to get throuh?? Mmmm... nanti dulu, jgn terlalu cepat mengambil kesimpulan... :):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming, Pz Indo, pkl. 20.40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sudah mulai membereskan pekerjaannya, siap-siap mau pulang lah ceritanye... Lalu dia menoleh ke arah pintu, karena bunyi pintu butik dibuka... Siapa lagi malam-malam begini?? Tapi ya, customer tetep harus dilayani duonk...kan katanya Pelanggan Selalu Benar,that's rule no.1, rule no.2: kalo pelanggan salah, liat lagi rule no. 1 hehe...:):)&lt;br /&gt;Saat menoleh, Rena sempet kaget, krn yang nongol...?!? Coba tebak siapa, hayooo?? RICK lah haiiii :):)&lt;br /&gt;Rena masih bingung-kaget-nggak nyangka banget-campur-campur deh semua ada di hatinya... Gak jelas, perasaan apa yang dominan...Tau ahh elap...Ini semua because of you-because of Rick?? Yeah, maybe..:)&lt;br /&gt;Tiba2 saja dalam hatinya Rena menyanyikan reffrain lagu tersebut&lt;br /&gt;Because of you, my life has changed, thank you for the love and joy you bringBecause of you, I feel no shame, I'll tell the world it's because of you&lt;br /&gt;Terlalu cepat kah?? Nggak tau deh... Cuma mau menjalani apa yang ada di depa mata aja ahhh :)&lt;br /&gt;Then, what's next?? Tunggu Irena episode berikutnya ya...:):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 15 Sept 04&lt;br /&gt;Tk care n Tetap SEMANGAT!!!:):)&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;First of all, I'd like to thank u guyz for your comments, especially:Anton, Indah, Monique, Jiwo. Indah dan Monique sedikit protes krn i maen cut begitu ajee... Maklum kebanyakan nonton pilem seri korea n taiwan or spore nehh?hehe... so that kebiasaan nge-cutnya justru di bagian yang penting hehe...Justru bikin seru sihhh, sabar menanti yaaa hehe....&lt;br /&gt;Indah juga bilang, ini sooo real, apakah ini pengalaman pribadi?? Sounds so real ya?? hehe..Padahal, ini kombinasi antara imajinasi plus sharing temen2, perspektif ogut dalam melihat suatu masalah dan ada juga pengalaman pribadi yang dirangkum dalam Rena. Soal waktu dan setting yg sangat spesifik emang itu berasal dari imajinasi gue digabung sama buku scriptwriting yang gue baca2 akhir2 ini...Cuma di buku2 skenario itu tidak spesifik waktunya, tapi settingnya amat spesifik, gue cuma nambahin jam doang, simple kan? :) Gitu ceritanya prenn...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MR. Anton "APG" Gunadi, kenapa ya lately gue nulis ttg cinta melulu, itu kan pertanyaan elo?? Wannna knowwww aja deh dikau!!! hehehe...Kenapa ya, ton??:) tapi dah gue jawab juga kan through email :):) thx utk kesediaannya jadi komentator tetap kayak Trie Utami di AFI, tapi gue lbh suka Indonesian Idol sih, gimane donk?? hehe...Just kidding man, as usual...:) Thx ya ton 4 everything...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwo, usulan utk ke Hak Cipta boleh dipertimbangkan, tentunya kalo ini sudah dibukukan, sementara blm dibukukan, msh sulit rasanya...Aku juga kurang ngerti soal itu, if there's any info, pls let me know aja ya...Thx utk tanggapannya selama ini ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrid n Oedhien n Yovita terus encourage i utk menulis. Thx...&lt;br /&gt;Oh iya, one more thing: krn kemungkinan besar aku dipindah bagian di kerjaan starting next month, so perlu waktu utk adaptasi n stuff, mungkin kegiatan tulis menulis akan lbh jarang bs aku lakukan. Sabar ya...dan thx atas pengertiannya...Aku tentunya tetap usahakan pas lunch or pas ada waktu, aku tetap menyalurkan hobi tulis- menulis ini, tapi yaa...kita liat aja nanti, at least kalo rada lama nongolnya, smoga bs dimengerti...thx!&lt;br /&gt;Lanjut lagi ya this time...Enjoy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena: RICK-Prince of My Dream&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Rena bertemu lagi dengan VVPHnya, RICK dan mereka sempet spend time together beli CD Because of You yang sooo romantic ituuu :) Rena suka sama lagunya, dan terlebih juga suka sama RICK. Walaupun perasaannya blm jelas apa, tapi there's something about Rick :)&lt;br /&gt;Malam di butik Charming, Rena dikejutkan dengan kehadiran Rick yang juga nggak jelas mo ngapain. Mo nganter dia pulang?? Ini dia neeh lanjutannya...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming, Pkl. 20.41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia seperti terhenti. Rena bengong, bibirnya setengah terbuka. Masih belum bisa mikir. Karena Rick yang nongol di depannya unexpectedly kayak gini... Tapi mau apa ya malam2 begini?? Udah pas Rena mau pulang pulaaa??&lt;br /&gt;Rick : " Hi, Rena... Have you finished your working day?"&lt;br /&gt;Rena: " Hi Rick, sudah...sudah selesai. Ini tinggal ngerapiin aja...Koq kamu bisa ada di SOGO?" (Rena bertanya sambil berusaha menenangkan debaran di dadanya, tenang donk Ren...tenang...!:))&lt;br /&gt;Rick : " I heard not to mention overheard (Rick tertawa lebar) your conversation with Aunt Martha, so... since the driver will be absent selama seminggu ini, I don't mind antar kamu pulang...Is it OK for you, Rena?"&lt;br /&gt;Rena: "Thank u, Rick...Sebetulnya, aku bisa naik taksi koq, pas Pak Sapto nggak masuk... Tapi thanks banget lho... Tunggu bentar ya, aku belum selesai banget, dikit lagi..."&lt;br /&gt;(Rena berbisik dalam hatinya: baek banget si Rick... Rena ampe terharu lho, tapi di luaran yaa stay cool aja deh hehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pkl 20.55, Parkiran Plz Indonesia:&lt;br /&gt;Kamu tau donk kalo Rena selalu membayangkan Pangeran Berkuda Putih yang akan menjemputnya... Kini, Rick yang sudah membukakan pintu mobilnya untuk Rena, maklum...bokapnya British, so...rada2 gentleman style n romantis kali yeee hehe...And u know what?? Mobilnya warnanya putih booo... Krn di zaman modern gini, tuh pangeran nggak lagi naik kuda, tapi naik mobil hehe...&lt;br /&gt;Utk urusan merk mobil, Rena sih kurang begitu ngikutin... yang penting dah punya mobil aja dah bersyukur, krn Rena kan selama ini naik turun mercedez bernomor 213, bis kota andalannya itu :):)....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah duduk di mobilnya Rick yang nyaman dan sound systemnya buagus bangetttt...Sambil nyetir, Rick memutar CD, Because of You (again!!tapi Rena sih suka juga, so... gpp donk yaaa!)&lt;br /&gt;Rick : " So, kamu tinggal di mana Ren?"&lt;br /&gt;Rena: " Aku tinggal di daerah Grogol"&lt;br /&gt;Rick : " Mau langsung pulang? Or mau keliling Jakarta, to see Jakarta at night??"&lt;br /&gt;Rena: " Boleh aja sih... Aku suka koq melihat keindahan Jakarta di malam hari... Asal jam 10an kita pulang ya...Aku nggak mau tante nunggu terlalu lama."Rick: " Tante?? So, u live with your aunt?"&lt;br /&gt;Rena: " Iya..."&lt;br /&gt;Rick: "Sorry, but... ur parents?"&lt;br /&gt;Rena: " Papa meninggal dan mama nggak tau di mana, dia menghilang dan meninggalkan aku. Jadi, si tante yang membesarkan aku..."&lt;br /&gt;Rick : " Sorry, really...I don't mean to make u sad by bringing back those memories..."Rena: " Gak pa-pa..." (tampang Rena sedikit mellow...Sedih juga sepertinya...)&lt;br /&gt;Rick mungkin melihat dan mengamati perubahan wajah Rena, walaupun sambil nyetir jg, so... dengan pandainya, dia ganti topik:&lt;br /&gt;Rick: " Btw, I've heard the Indonesian Idol's compilation album, I think they're great! Ekspresi, very rich in music and sort of ethnic, I like it...N Nania, Winda, n Lucky, I think they're good singers. Even though they didn't make it to the top 2. But, they're great! Which one do you like the most?"&lt;br /&gt;Rena: " I like Lucky. Apalagi pas dia bawain lagu Januari-nya Glen Fredly, bagus deh... Nggak terpengaruh sama penyanyi aslinya... Keren dehh... Tapi aku juga suka Delon, krn cute hehehe..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa percakapan mereka mengalir terus dan terus, sambil mengitari Sudirman,Thamrin, arah Monas, mutar di stasiun Kota. Jakarta at night, di jalan2 rayanya terlihat indah, dengan sorot lampu di sana-sini, bagus deh! Cuma, ironisnya, di lampu-lampu merah, selalu ada pengamen dan pengemis, yang terkadang menggendong anak kecil. Kasihan juga tuh anak malem2 masih dibawa utk mengemis...Ironisnya Jakarta ya begitu itu...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena pun tambah lama tambah comfortable krn Rick, sama sekali berbeda dari anak-anak orang 'punya'. So far, Rick itu low profile n nggak sok borju...Walaupun emang keluarga mereka dari golongan yang punya lah... Ibu Astari dan keluarganya tinggal di kawasan Pondok Indah... Cuma Rena nggak berani berpikir terlalu jauh juga, tokh... keadaan sosial ekonomi yang sangat jauh berbeda itu juga bukan sesuatu yang gampang ditanggulangi. Bisa sih...Tapi?? Ah, sudahlah... Rena cuma mau menjalani hari ini dulu, terlalu cepat semuanya terjadi. Dari beli CD bareng, sampe jalan bareng malam ini...Semua bikin Rena tambah suka sama RIck... Syukur kepada-Mu Tuhan untuk hari ini... Coklatnya rada banyak nih hari hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang Sempit tempat tinggal Rena, pkl.22.10&lt;br /&gt;Akhirnya, waktu jua yang memisahkan mereka. Di mulut gang sempit itu, mereka berpisah... Namun, Rick nggak ngasih Rena jalan sendiri memasuki gang sempit rumahnya. Walaupun Rena insist, Rick lbh insist lagi utk mengantar dia masuk...&lt;br /&gt;Rena : " Thanks for tonite, Rick...Jarang-jarang aku mengalami kesempatan melihat Jakarta di malam hari kayak gini. " Senyum kecil dan ramah menghiasi bibirnya...&lt;br /&gt;Rick : " U r welcome, I'm also having a good time with u. So, tomorrow and for the rest of the week, I'll pick u up, ok?"&lt;br /&gt;Rena: " Ok, kalo nggak merepotkan kamu..."Rick : " Of course TIDAK... It's my pleasure..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar bulan menaungi wajah Rick, and he's getting cuter di mata Rena, nggak tau krn feelingnya yang tambah berkembang, ato emang tampangnya si Rick yang campuran antara Mas Nunu(keanu reeves:)) dengan Utt sang VJ MTV itu emang guantenkkk setengah modarrr hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick mengantar Rena masuk ke gangnya. Tumben, malam ini di depan gangnya Rena lebih ramai daripada biasanya. Biasanya selalu sepi. Malam ini, banyak cowok umur dua puluhan gitu yang sepertinya setengah mabuk gitu... Biasanya gak pernah-pernah lho...!&lt;br /&gt;Untungnya Rick ada beserta dia, kalo nggak mah...Rena takut juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan gang, Rick yang berpakaian casual namun emang msh keren banget itu, dicegat oleh seorang cowok yang Rena nggak kenal itu siapa.&lt;br /&gt;Tuh cowok : " Mas, kalau mau lewat, bayar dulu donk!"(suaranya setengah teler, setengah mabok gitu, u know kan??)&lt;br /&gt;Rena : " Maaf bung, tapi saya tinggal di gang ini..."&lt;br /&gt;(Walau gugup, Rena langsung mengambil alih... nggak mau Rick yang menjawab, accentnya yang rada bule itu, takutnya malah dijadiin bahan tertawaan dan malah dipalakinnya lebih parah lagiii...)&lt;br /&gt;Tuh cowok : " Diem loe! Gue ngomong sama cowok loe, koq elo yang ngejawab! Rese' juga nih cewek!!!"&lt;br /&gt;(seraya mengacungkan tangannya hendak memukul Rena...)Rick langsung melindungi Rena dan terkena pukulan tuh cowok. Sempat terhuyung-huyung sebentar dan terjatuh, lalu bangkit dan siap-siap memukul balik...&lt;br /&gt;" Lawan aku saja, jangan dia!" Ujar Rick dengan Bahasa Indonesia dengan logat keinggris-inggrisan...&lt;br /&gt;" Wah, bule nih... Bule bukannya banyak duitnya??Enak buat diserbu nih!Ayo jackkk...sikat aja nih bule!" Tukas tuh cowok lagi ke temen-temennya...&lt;br /&gt;Rena mulai panik dan menangis... Bingung dan kasihan sama Rick. Udah jadi korban anak-anak yang gak jelas ini, hanya karena mengantar dia ke rumahnya... Mungkin malam ini saja, besok sih nggak usah lagi deh...Kasihan Rick...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick mulai dikerubuti oleh belasan temen-temen tuh cowok, udah mau dipukulin dan diambil barang-barang yang dipakainya. Dan pada saat yang bersamaan, Pak RT dan para petugas siskamling dari gang Rena datang. Rena berteriak ke mereka, di tengah isak tangisnya, " Tolong, Pak... Tolong!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas siskamling: " Apa-apaan ini, mengacau di daerah kami??BUBAR!!! Ayo bubarr!!!"&lt;br /&gt;(dengan suara tinggi, terus berteriak sambil mengacungkan pentungan yang dipegangnya...)&lt;br /&gt;Cowok-cowok itu pada lari tunggang langgang... Thk God! Untungnya Rick belum sempet diapa-apain... Cuma sempet dipukul sekali sama tuh cowok, si Mr. X yang tak dikenal itu lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di-take care sama Pak RT dan petugas siskamling, Rena mengajak Rick ke rumah si tante. Kena pukulan dan lecet sedikit tangannya pas terjatuh. Diobatin Rena dulu lah hai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena: " Sakit nggak Rick?"Rick : " Perih sedikit... but, it's ok!"&lt;br /&gt;Rena: " Thx ya... N so sorry, kamu harus alamin ini semua," sorot matanya tulus memandang ke mata Rick.&lt;br /&gt;Rick : " Luckily, I'm with you...If you're alone, kamu bagaimana?? I'll be worry, u know!!?!" Rick terlihat betul-betul cemas saat ngomong begini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sungguh berterima kasih. Prince of my dream kamu, Rick...:):) Yah, sulit dibayangkan dalam satu hari terjadi begitu banyak hal... Dalam impiannya, Pangeran berkuda putih yang datang menjemputnya...Kini, Rick-prince of her dream yang bermobil putih datang dan menyelamatkan dia dari bahaya... Thk God!&lt;br /&gt;Rick pulang, setelah menanyakan no rumah Rena. Dan dia akan menelpon Rena as soon as dia nyampe di rumahnya di Pondok Indah katanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena mandi dan beres-beres, dan setelah selesai bunyi telpon di ruang tamu berdering, dan Rena dengan cepat mengangkatnya, nggak mau mengganggu tidur si tante...&lt;br /&gt;Rena : " Halo, selamat malam..."Terdengar suara di seberang sana...&lt;br /&gt;Rick : " Hi, Ren... I'm home already. I'd like to go to sleep sebentar lagi.Are you ok now? Still shock?? Don't be sad, ok!?!"&lt;br /&gt;Rena : " I'm ok. Thanks for asking... Kamu tk care, lukanya masih sakit?"Rick : " A little. But, that's ok! Ok then, c u tomorrow...I'll pick u up around 8.30!"&lt;br /&gt;Rena : " Jangan!"&lt;br /&gt;Rick : " Why??"Rena : " Aku nggak mau kamu beresiko dipukulin lagi kayak tadi...Kasihan kamu..."&lt;br /&gt;Rick : " I'm Ok... If u don't let me pick u up, I'll be thinking of you, and that makes my condition even worse, so...pls Rena...let me do it!"&lt;br /&gt;Rena : " Sebetulnya, aku masih belum tau... takut resiko tadi terulang lagi... "&lt;br /&gt;Rick ( setengah insist): " IT's ok... Really Ren, it's OK!"&lt;br /&gt;Rena : " Ya sudah, kalo kamu betul2 mau... Tapi nggak usah sampe dalam rumah, depan gang aja ya Rick..."&lt;br /&gt;Rick : " Okay then... We'll see ya... But tomorrow, I'll be in Plaza...Good night and sweet dream!"Rena: " Sweet dream juga...Gut nite..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena kembali ke kamarnya. Termenung sebentar sambil melihat catatannya dari Buku Mars and Venus on a Date...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Without a doubt, when you are ready to fall in love with your soul mate, some one you connect with from your soul-your mate- , will be there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya Rena merasa cukup siap akhir-akhir ini... Bukan apa-apa krn tokh kuliahnya sudah selesai dan dia kepengen punya someone to share her life with.... Mungkinkah itu Rick orangnya?? Mungkin yaa...Mungkin juga bukan...Tapi at least, dengan memasuki teritori hatinya, sampai saat ini Rick is still numero uno...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan untuk hari ini. Terima kasih untuk kesempatan yang Kau berikan untuk bertemu dengan Rick. Soul mateku atau bukan? Biar Tuhan yang tunjukkan... Aku merasa nyaman dengan dia, tapi aku juga nggak tau, apa dia adalah yang terbaik dalam perencanaanMu untukku. Ingin menyerahkan semuanya ke dalam tangan kasihMu. Bimbing aku selalu, aku percayakan hidupku kepada-Mu. Good Night, my dear God! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena tersenyum, menutup buku hariannya, dan bersiap-siap berbaring di tempat tidurnya. Hari ini telah berlalu, tomorrow is another day in this planet called THE EARTH... Ya, kesusahan sehari biarlah untuk sehari dan kalo Rena mikir sebaliknya: kebahagiaan sehari, cukup untuk sehari juga...Agar tidak terjebak dalam euphoria yang berlebihan, atau kesedihan yang berlarut-larut. Lalu, menyerahkan semuanya kepada DIA, sang PENGUASA dunia dan PENGUASA HIDUPnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena mematikan lampu dan gut nite to u alll :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 21 Sept 04&lt;br /&gt;tk care...&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;Thx to Ko Alip alias Ko Kardifin (jarang2 kan eke panggil dikau dengan nama ini?? hehe), Jiwo, Irene, Harianto, Clara alias Lala, Erna, Abi yang dah berkomentar. Sama Ko Alip n Jiwo, eke kagak dikasih waktu terlalu lama utk nulis kelanjutannya. Daripada eke dijitak, ya sutralah..Eke jalanin aja boo...(Btw, bahasa ogut koq kayak Emon di Catatan Si boy ya?? hahaha...biar variasi n kagak bosen ajeee :)). Utk Ko Alip: komentar ttg Indonesian idolnya: GUE BANGETTT ya ko?? That's just me hehe...senengnya memasukkan pikiran pribadi sekali2 :)... Eh iya, utk Jiwo: mungkin ada pesen teologis kesenjangan ekonomi dari Rena?? But not that farrrr lah yaw pemikiran ogut. Yg pasti: emang itu adalah hal yang ada di masyarakat juga... Jgn sampe terbawa mimpi donk baca cerita ini Mas Jiwo hehe...dibayangin terus aja deh hihi..apa bedanya duonkkk yaaa??hahah..tx pren...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lala, thx utk infonya ya kalo ternyata serial ini juga disukai ma temen kantor elo, thx to the Lord, dan Lala mendukung usulan Jiwo utk copy right juga...Still gue nggak tau, tapi Hari yang baru gue kenal dr Milis Choicersjkt dah ngasih no telp temennya yang pengarang juga n dah diterbitin Gramedia..Hmm... We'll see nanti i kontak dia d. Thx ya Harianto alias Hau!:)&lt;br /&gt;Erna, walau gue baru kenal elo dari email doang, thx utk tanggapannya thru milis choice juga... I appreciate it somadd... (read: so much!:))&lt;br /&gt;Abi, dikau memang membuat kerusuhan di milisss, tapi gpp... itu berarti emang this friendship means a lot hahaha...thx man!:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utk Iwan Odananto n Caroline, temen2 at KPKS,and also my dearest sista: Bing2 yg sering curhat bareng about KPKS de el el :), this writing thing really helps me in doing Narasinya Stefan Leks, terlepas dari hasilnya oks or kagak, yang pasti fantasi n imajinasi dah terbiasa dilakukan..hehe... Praise Him...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat malam sampe minggu kemaren, i ke Bali: outing kantor. Asik juga sehhh, ram2 judulnya: rame2 hehe..Senen ini, i dah mulai di dept baru kalo Tuhan berkenan. Smoga bisa maksimal krn dikejar deadline temen2 n diri gue sendiri. Next time kalo rada lambreta, plssss pengertiannya yaaa :) krn emang bukan mudah meniti langkah sekali ini, tapi kalo ada kesempatan di depan mata: sayang juga kan??&lt;br /&gt;Ini sebagian dah i tulis Jumat lalu, tapi krn terburu2 ke airport utk menuju Bali, so... nggak sempretttt lah yawww utk diselesaiken...Satu lagi, krn komputer I baru diinstall hari ini, makanya ogut baru bisa send hari ini... sorry, n thx for ur understanding, guyz!&lt;br /&gt;Gitu dulu aje, enjoy ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GBU,&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-Arti Hadirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Rick menjemput Irena di butik Charming, lalu mengantarnya pulang ke daerah Grogol. Sebelumnya mereka keliling kota Jakarta di malam hari. Namun ketika Rick mengantar Rena pulang, terjadi kekacauan karena mereka dihadang masuk gang oleh belasan pemuda. Rick terlibat perkelahian krn membela Rena. That's so nice of him, Rena terharu... Gimana kelanjutannya?? Check this out...! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang Sempit Grogol: Rumah Si Tante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur semalam telah berlalu. Rena bangun dengan penuh semangat. U know why duonkkkk??:) Life...oh life... Tergantung dari kaca mata apa yang dipakai juga ya...:) Kali ini, kacamatanya Rena bertuliskan RICK everywhere...Maklumlah, msh tersepona oooppss terpesona krn dia begitu HERO-nya dah ngebelain Rena. Bukan Hero supermarket lho!! Dibahassss lageee :):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menyetel radionya, dan ada lagu dari Audy. Album lamanya: 18, namun lagu ini emang oks punya d...Simak liriknya plus ada suara gitarnya yg keren itu...Rena sesekali menggoyangkan kepalanya sambil bersenandung mengikuti reffrainnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Hadirmu - Audy&lt;br /&gt;Bunga2 layu, tak mengapa asal kau tumbuh disampingku.Malam telan cahaya, tak mengapa asal kau sinari cintamu. Mimpi buruk menyapa, tak mengapa asal kau ada dipelukku.Tak pernah berjumpa, tak mengapa asal kau ada dikhayalku.Segala bujuk rayumu buat sejuta ragu. Jantungku pun memacu, huo huo huo ...REff&lt;br /&gt;Disini kuberdiri ... mencoba mengerti .. arti hadirmu.Mengerti sinar diwajahmu.Mengerti tenangnya jiwaku.Akhirnya ku mengerti .. diriku memang untuk kau miliki.Bagai mentari pagi, menyapa diri lewat hangatnya tatapmu.Kini mimpi indahku tlah terwujud, jagalah bina cintaku.Segala bujuk rayumu buat sejuta ragu. Jantungku pun memacu, huo huo huo ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, arti hadir Rick membawa ketenangan di hati Rena. Is he the one?? Maybe Yes, Maybe No... But, dia yang ada di depan mata, rasanya sayang banget dilewatkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Makan yang sederhana di Rumah Si Tante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba mengerti...sinar di wajahmu, mengerti tenangnya jiwaku, akhirnya kumengerti, diriku memang untuk kaumiliki... Rena masih menyenandungkan tuh lagu dengan ceria, sambil mengoles roti tawarnya dengan selai strawberry. Si tante menatap dia setengah bingung, karena nggak biasanya dia seceria itu. Ceria sih ceria, tapi nggak sampe nyanyi2 di meja makan kayak gini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante : " Ceria sekali Ren?"&lt;br /&gt;Rena : " Iya, tante...Moodnya lagi bagus hehe," (sambil nyengir gak enak hati, tertangkap basah ma si tante... hehe)&lt;br /&gt;Tante: " Kemaren, ada suara ribut-ribut ya di luar? Kamu sudah pulang pas ribut-ribut itu?"&lt;br /&gt;Rena : " Tante koq tau? "&lt;br /&gt;(setengah cemas Rena bertanya...)&lt;br /&gt;Tante:" Tante sempat dengar sedikit, tapi kepala tante pusing sekali, krn rada flu... Makanya tante tidur lagi abis itu..."&lt;br /&gt;Rena : " Iya sih tante, ada yang mabuk di depan gang. Tapi aku gak apa2 koq..."&lt;br /&gt;(Rena rada lega, krn gak usah mengkhawatirkan si tante...Gak enak juga kalo tante tau, terjadi pertarungan di dunia persilatannn tadi malam...)&lt;br /&gt;Tante: " Oh, syukurlah kalau kamu tidak apa-apa..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan mereka terus berlanjut, sampai Rena harus berangkat kerja... Hari ini coklatnya: white chocolate, dark chocolate, or apa neehh Tuhan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming at night: 20.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick menepati janjinya malam itu dengan datang tepat waktu. Promise is promise, right?? Rena senang sekali dengan konsistensi Rick: ucapan dan tindakannya yang sesuai itu lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick : " Hi, Ren... Ready to go home?"&lt;br /&gt;Rena: " Bentar lagi ya Rick...Jam 9 kurang dikit ya...Nunggu bentar, ok kan? " (Rena tersenyum ke arah Rick...Dari deg2an selama ini, sudah lebih ternetralisir, sekarang rasanya nyamaannnn banget krn Rick hadir di sini, arti hadirnya Rick?? Probable banget...:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari Butik, Rick bertanya kepada Rena: " Ren, do you wanna go home? I'd like to drink some coffee, Dome would be a great choice since we can also do some sight seeing. To see some view, in front of Plaza? What do u think?"&lt;br /&gt;Rena : " Oke aja... Tapi tetep, pulangnya around jam 10an ya..."&lt;br /&gt;Rick : " You sound like Cinderella hehe... Time restriction at 24.00?? Ok, Ren...Your wish is my command..." (senyum tak lepas dari bibir Rick dan matanya terus memandangi wajah Irena...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dome Cafe, Plz Indonesia: at 21.05&lt;br /&gt;Rick dan Rena mendapatkan tempat yang sangat strategis. Di sisi depan Dome yang langsung menghadap ke Hotel Niko, dan bisa melihat kendaraan yang lalu lalang di Jl. Thamrin. Bagus deh pemandangan Jakarta di malam hari, dilihat dari sudut Dome ini...&lt;br /&gt;Rena bersyukur juga krn belum pernah dia pergi ke tempat seperti ini. Selama ini, dia kerja keras dan selalu hidup sederhana. Kalo bukan karena Rick yang mengajaknya malam ini, nggak mungkin dia ada di sini...Thx to you GOD, ini coklat lagi?? This is sweet...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ngobrol dan ngobrol. Rena dengan leluasa, heran juga koq ya nggak malu-malu lagi sihh?? Terus menceritakan background keluarganya. Nggak tau kenapa Rena bisa begitu terbuka dan tenang di sisi Rick. Arti hadir Rick?? Sekali lagi Ya...Kehadiran Rick so far very very berarti...Dia bukan cuma Very Very Pujaan Hati alias VVPH, tapi juga Very Very Berarti :)... Itu menurut Rena...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parkiran Plz Indonesia: at 22.00&lt;br /&gt;Menepati janjinya, pkl. 22 selambat-lambatnya dah keluar dari parkiran. Rick dan Rena sudah di dalam mobil... Mobil putih, hmmm.. membayangkan Rick dalam baju pangeran dan kuda putih...Rick yang casual, Rick yang pake kostum pangeran, berganti-ganti dalam pandangan mata Rena. Jangan ngelamun donk Ren...!! Malu kan kalo ketauan si Rick???&lt;br /&gt;Sentuhan pelan di lengan Rena, menyadarkan dia, bahwa dia lagi semobil dengan Rick. Kali ini mereka ditemani lagu Craig David, penyanyi R n B dr British itu...Rick kan dari London, makanya suka juga ma si Craig. Rena juga suka sih, bukan karena Rick suka yaaa... Rena kan punya pendirian juga...:)&lt;br /&gt;Rena sukanya lagu: Hidden Agenda, sedangkan Rick sukanya lagu Craig yang Rise and Fall, duet bareng Sting itu lho...:)&lt;br /&gt;Obrolan mereka lancarrr mannn... Boleh bilang, nggak ada kendala komunikasi... Tiba-tiba Rena teringat lagi tulisannya dalam diarynya dari buku Mars and Venus on a Date...&lt;br /&gt;through taking the risk of following your heart and exploring your relationship with the intent to find the right person for you, you are preparing yourself to find true and lasting love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Am I taking the risk? Tanya Rena dalam hatinya...Yeah, I think so... Kalo mikir kondisi yang berbeda begitu dari sisi ekonomi: tinta mungkin lah yawww... Tapi urusan hati? Akankah semuanya bisa dianalisa?? Nggak juga tuhhh :)&lt;br /&gt;Satu lagi: Is Rick the right person??Is he my true and lasting love?? Don't know... Really, Rena nggak tau... gelap gulita bangggettt neehhh hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu tanpa Pak Sapto&lt;br /&gt;Drivernya Bu Martha sudah seminggu gak hadir, dan Rena secara rutin dijemput sama Rick. Tambah lama, tambah asik aja sepertinya komunikasi mereka berdua...&lt;br /&gt;Hari ini hari terakhir tanpa Pak Sapto, krn mulai besok Rena akan diantar oleh Pak Sapto lagi. Oh iya, one more thing: di gang sempit depan rumah Rena sudah aman selama seminggu ini, nggak ada yang ganggu, mungkin anak2 yang mabok itu udah pindah ke gang lain? Gak tau d...&lt;br /&gt;Malam ini, Rick mengajaknya keliling kota Jakarta lagi...&lt;br /&gt;Pas mo turun dari mobil, Rick mencegahnya, " Sebentar, Ren...I'd like to give u somethin' "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bergegas turun dari mobilnya, setelah membuka bagasinya. Lalu, mengeluarkan sebuket mawar pink yang cantik... Ada 20 tangkai...&lt;br /&gt;" My GOD, " Ujar Rena dalam hati, setengah terkejut, namun tak mampu menyembunyikan rasa senangnya..." This is for you, Ren...Thx for the time we've shared, I appreciate it so much. I know that this is our last nite together...But, if you don't mind, can I pick u up for the rest of the month, and ... (setengah ragu, Rick berhenti sebentar, menghela nafas, dan melanjutkan..) I really wanna be with u, everyday...till the rest of my life," Ujar Rick dengan serius, sambil memandang wajah Rena...&lt;br /&gt;Rena speechless, untung nggak sampe terjatuh dia... Tak mampu berkata-kata. Coba aja kalo kamu berada di posisi Rena, bingung gak seehhh??Oh MY GOD!!!( Gaya Janice, ex-nya Chandler dalam Serial Friends, kocak gak sehhh??hehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menghela nafas panjang, sulit menjawab, tapi dia mau jujur dengan perasaan hatinya. Rena :" Rick, aku sebetulnya ragu...Karena kita terlalu banyak perbedaan. Misalkan kamu serius sama aku, tapi keluargamu?? Apa kamu nggak mikirin reaksi keluargamu, mamimu??"&lt;br /&gt;Rick : " I perfectly understand your thinking. But, Rena... I've been thinking about that a lot as well... I know it's not easy, but right now: I can't fight this feeling anymore, u know!"&lt;br /&gt;Rena: " Kalo mau jujur. Aku juga comfortable sekali sama kamu RIck... Tapi aku takut....Gimana kalau..????"&lt;br /&gt;(omongan Rena terhenti ketika Rick meletakkan jarinya di bibir Rena, dan Rena terdiam...)&lt;br /&gt;Rick : " Ok...Ok...Ren, don't think too much. What if kita jalani saja?"&lt;br /&gt;Rena: " Hmmmm.... Bingung.... Tapi....??? Ok deh Rick, aku mau mencobanya...Tapi aku sendiri nggak tau nantinya gimana...Ya, kita coba jalani saja...."&lt;br /&gt;Rick : " Ok... Let's start a new beginning... We'll never know the future, right? I'm really serious with you..."&lt;br /&gt;Rena: " Baik deh, Rick... "&lt;br /&gt;Rick : " Good night, honey..." ( Rick memandang wajah Rena dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya...)&lt;br /&gt;Rena: " Good night, Rick..." ( Rena masih malu, tapi mau juga... bingung? bingung deh...:))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena memasuki gangnya. Membuka pagar rumah si Tante. Setengah nggak percaya dengan kenyataan yang ada. Menepuk sendiri kedua pipinya dengan telapak tangannya, " Mimpikah aku??" Ujar Rena dalam hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is so real.. I'm not dreaming... Ujar Rena...&lt;br /&gt;Memasuki kamarnya dengan perasaan nggak karuan. Senang, tapi juga takut. Coklatnya berlimpah hari ini, TUhan. Terima kasih... Bunga bikin tante curiga nggak ya?? But these roses are so sweet... Semanis Rick yang hadir dalam hidupnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 27 Sept 04 final editing 29 Sept 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;Hari ini, rada lowong...so I can write something :). Akhir2 ini, saya tengah mengalami perubahan di kerjaan.&lt;br /&gt;Perubahan bukanlah sesuatu yang mudah krn butuh penyesuaian. Namun setiap dari kita pasti pernah mengalaminya...Itu yang tengah saya hadapi around 2 weeks ini krn pindah bagian di kantor. Sesuatu yang lbh challenging, namun menyita konsentrasi saya selama jam kerja. That's a part of my life now...&lt;br /&gt;Maapken diriku yang kagak bisa sesering dulu menulis dalam masa adjustment ini sampai beberapa waktu mendatang krn tipe pekerjaan yang berbeda sekarang, but I'll try to write Irena selagi bisa, dalam sela2 waktu yang lowong. Misalkan lunch or pulang kantor, dgn catatan sepulang kantor kagak ada kegiatan laen hehe...&lt;br /&gt;Orang sabar dikasihi Tuhan :) Thx ya utk kesabarannya...:):)&lt;br /&gt;Yg pasti niatan saya tetep konsisten utk terus menulis: rain or shine, busy or not...writing telah jadi bagian hidup saya...Ciaileee hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thx utk semua support yang cukup heboh :) yang sudah saya dapatkan dari temen2 semua lewat email ataupun pas ketemu langsung, it's all because of you...yang membuat saya lbh terpacu utk memberikan yang terbaik demi kemuliaan nama Tuhan...:). Itu semua adalah bukti perhatian dan kepedulian temen2 thd karya saya.&lt;br /&gt;Irena sounds impossible?? Mungkin IYA dalam couple episodes terakhir ini, namun Hollywood laku krn menjual mimpi :) dan saya mempergunakan imajinasi dan fantasi saya sebebas-bebasnya dalam episode2 ini... And one more thing: tokh ini blm ending cerita, so...sekali lagi: janganlah menilai segala sesuatunya sebelum ini selesai hehehe...Tapi kalo dah menilai juga gpp sih, eke pasrah aje booo judulnya :):)&lt;br /&gt;Dan sesuai dengan lagu Karena Cinta: dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini bukan karena kuat dan hebatku, namun...karena CINTA: dari Tuhan, Yesus duonkkk for sure :) -keluargaku dan sahabatku, yang tentunya: kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tk care, hv a nice day n enjoy ( endelon, enbona, enlucky, enwinda, ennania, juga boleh.... Indonesian Idol bangettt neehhh??!!!:) hehehe)&lt;br /&gt;deeee semua :)&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-Karena Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Rena dah mau menerima Rick meski masih sedikit ragu, saat Rick menyatakan perasaannya dengan sangat romantis, yang tentu saja hanya terjadi di dunia marbles hehe..Perasaan Rena campur aduk, namun kehadiran Rick sungguh berarti dan menjadikan dirinya penuh ketenangan. Sesuatu yang tidak dapat dianalisa kenapa, but the feeling grows stronger...:) Akankah keindahan impian mereka terus terjaga? Atau dunia yang nggak pernah bisa ditebak ke mana arahnya ini menawarkan sesuatu yang lain?? Penasaran?? Check this out....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar Rena di Gang Sempit kawasan Grogol, jam 07 pagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari iniadalah lembaran baru bagiku..ku disini.. karena Kau yang memilih ku..tak pernah ku ragu..akan cintaMuu...inilah diriku..dengan melodi untuk Muuu...dan bila.. aku berdiri..tegar sampai hari ini..bukan karena kuat dan hebatku...semua karena cintasemua karena cintatak mampu diriku..dapat berdiri tegar..&lt;br /&gt;terima kasih CINTA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena menyelesaikan sisiran terakhir di rambutnya dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya...eh...upacara banget yah?? hehe... Diiringi lagunya Joy, Karena cinta, yang diputer di stasiun radio favoritenya. Langsung Rena ingat masa-masa dia nonton final Indonesian Idol di TV rumahnya, seorang diri saja ( krn si tante dah keburu bobo, kecapekan as usual...). Rena lbh suka versi Delon di lagu ini, namun overall si Joy yang professional singer itu emang bagus buanget yaa teknik menyanyi dan aksi panggungnya...&lt;br /&gt;Tiba-tiba Rena sedikit kepikiran juga krn dia mampu berdiri sampe hari ini bukan karena kekuatannya sendiri. Udah jelas tokh?? Semua karena cinta Tuhan, cinta si Tante, dan... cintanya Rick?? Rena cengar-cengir sendiri... Yang pasti hari ini adalah lembaran baru dalam hidupnya...Yah, seperti awal lagu tadi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena kembali merapikan pakaiannya, lalu bergegas keluar kamar, untuk makan pagi. Di meja makan, seperti biasa si tante sudah menyediakan makanan pagi. Pagi ini mereka makan indomie goreng pake telor ceplok. Sekali-kali emang si tante suka juga masak mie instant, enakkk deh...:) Biar nggak bosen makan roti selai strawberry melulu kannn?? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Pagi tante..." ( diiringi senyuman yang tidak lepas dari bibirnya)&lt;br /&gt;Tante : Pagi, Ren... Makan indomienya ya...&lt;br /&gt;Rena : " Ok, tan... Asik juga indomie goreng pake telor hehe, "&lt;br /&gt;Tante : " Sekali-kali boleh lah. " ( Ujar si tante tanpa ekspresi yang wow banget menanggapi ucapan Rena...Datar seperti biasanya...That's just her...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka makan dan ngobrol seadanya, seperti biasa. Namun, si tante melontarkan pertanyaan yang tak pernah disangka sama Rena:&lt;br /&gt;" Tadi pagi, tante mau bangunin kamu. Terus tante lihat mawar pink itu, dari siapa Ren?" ( wajah si tante menatap penuh selidik,namun tidak jutek...)&lt;br /&gt;" Eh, oh, hmmm... dari temen aku, tan..." Jawab Rena terbata-bata...tak mampu menyembunyikan kegugupan yang melanda hatinya...&lt;br /&gt;" Tante sih nggak melarang kamu untuk punya relasi lebih dari sekedar teman. Namun, tante cuma mau ingatkan kamu, karena sepertinya mawar itu diberikan oleh orang yang jauh status ekonominya di atas kita. Kita harus sadar diri juga Ren... Dunia ini terkadang tidak bisa melihat yang kaya bergaul akrab dengan yang gak punya. Kalau dia tidak apa-apa, apa keluarganya bisa menerima? Pesan tante, bersahabat sih boleh. Tapi kalau mau lebih akrab, Rena harus lihat dan lebih hati-hati, ok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Baik tan..." Rena lega, tadinya dia takut diomelin sama tante. Tapi si tante yang emang bijaksana itu hanya memberikan nasihat yang cukup berarti buat dia. Tante is the best! :):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming, Plaza Indonesia: pkl 10.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon berdering dan seperti biasa Rena mengangkat telepon dengan bersemangat:&lt;br /&gt;" Charming Boutique, good morning, can I help you?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" For sure, you can help me..." Terdengar suara ceria juga di seberang sana. It's Rick.... Wah, pagi ini terasa indah banget udah ditelepon Rick...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Hi Rick, apa kabar hari ini?"Rick : " I'm doin' fine... Hopin' that things are OK with you, dear..."&lt;br /&gt;Rena : " Sama-sama..."&lt;br /&gt;Rick : " Btw, one of my friends said that Glenn Fredly is going to have a concert. And he said he's one of the best male singer in Indonesian Music. The concert is tomorrow, mau ya??"&lt;br /&gt;Rena : " Mau sih... Tapi..."&lt;br /&gt;Rick : " But what??"&lt;br /&gt;Rena : " Gimana minta izin sama tantenya???" Suara Rena terdengar sedikit cemas...&lt;br /&gt;Rick : " Do you want me to tell her and ask for her to give u the exit permit ?" Tanya Rick setengah menggoda, namun serius juga sptnya...&lt;br /&gt;Rena : " Mmmm... Nggak usah dulu deh, nanti aku coba ngomong ke tante. Aku mau banget krn emang Glenn Fredly itu bagus banget. Konsernya di mana Rick dan jam berapa?"&lt;br /&gt;Rick : " Pisa Cafe, in menteng area, if I'm not mistaken terus jam 21.00 maybe till around 24.00??"&lt;br /&gt;Rena : " Iya betul... Di seberangnya gereja Theresia dan dekat Sarinah... Nanti aku kabarin kamu ya Rick... Thanks banget... Aku suka sekali sama Glen lho, tapi malem gitu mmmm gimana ya...?? I'll inform u..."&lt;br /&gt;Rick : " It's my pleasure...N I'll wait for ur news ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan mereka berakhir. Well, Glenn?? Rena terus terang pengennnn banget. Tapi gimane dengan si tante?? Wah...wah... nggak mudah sih untuk memberanikan diri ngomong sama si tante, tapi paling telat besok pagi, di meja makan mereka, setidak-tidaknya Rena harus melakukannya juga... Suka nggak suka... Demi Glen n Rick??&lt;br /&gt;Cuma Rena yang tau pasti....:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming at 14.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung butik agak sepi hari ini. Entah kenapa. Telepon pun tidak berdering sesering biasanya. Nggak tau juga kenapa. Di meja kerjanya, Rena setengah terkantuk-kantuk melihat kembali jadwal Bu Martha, bossnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bunyi pintu kaca butik yang dibuka oleh seseorang membuat Rena mau tidak mau menoleh juga dan setengah terkejut, untung bukan lagi tidur beneran hehehe...&lt;br /&gt;Melangkah masuk ke butik, Ibu Astari dan Bu Martha, diiringi seorang wanita muda. Tampangnya sih cantik. Tinggi dan langsing. Rambut dan dandanannya keren, mirip model2 Kose atau Kanebo yang Jepang banget itu... Rena tau kan di SOGO ada counternya...So, kalo sekali-kali si Bu Martha alias bossnya itu menyuruh dia membelikan sesuatu di SOGO, Rena sering jg lihat-lihat counter di sono...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Martha, Ibu Astari (Maminya Rick), dan tuh cewek cakep bak Japanese model itu terlibat dalam suatu percakapan. Sepertinya cukup seru. Rena tidak berniat menginterupsi mereka sama sekali, cuma pengen bilang: Selamat siang ke mereka aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Martha: " Ren, gimana hari ini. Sepi?"&lt;br /&gt;Rena : " Iya sepi, bu..."&lt;br /&gt;Bu Martha: " Btw, let me introduce you to Hilda, kenalannya Ibu Astari dan Rick..."&lt;br /&gt;Ibu Astari : " Temen Rick dari kecil di London, keluarga Indonesia kan jarang di sana... Saking dekatnya, kami memikirkan menjodohkan mereka, betul kan, Hilda??"&lt;br /&gt;Hilda yang dari tadi diam, akhirnya bersuara juga, suaranya nggak semerdu tampilan luarnya ternyata. Rada cempreng, n agak terdengar jutek:&lt;br /&gt;" Mau donk tante... Bien sure... C'est magnifique! Knowing Rick for years made me realize, c'est difficile to find someone like him..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda : " Je m'appelle Hilda..."Rena : " Aku, Irena... "Mereka bersalaman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Astari :" Hilda ini setelah sekolah di London, melanjutkannya ke Perancis. Makanya terkadang ngomongnya campur-campur begitu, Ren..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So far, Rena rada bingung dengan semua yang dia dengar. Hilda ini sudah mau dijodohkan sama Rick dari jauh hari?? Terus kenapa Rick nggak mau kalo mereka sudah kenal sekian lama? Dan apa artinya relationship mereka yang baru terbina ini?? Apa meaningless kayak gitu??&lt;br /&gt;Rena menyimpan semuanya itu di dalam hatinya. Mana mungkin dia bilang2 ke Bossnya, apalagi ke maminya Rick dan calon fianceenya Rick... Tiba-tiba Rena menggigit bibirnya sendiri, agak kuat. Ternyata kata-kata si Tante pagi ini ada benarnya juga. Gak gampang menyatukan dua strata sosial yang berbeda... Gimana kalo Rena hidup di masyarakat yang berkasta-kasta: Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra seperti di zaman dulu or spt di Bali gitu ya?? My God deh...Rena setengah menggelengkan kepalanya... Keadilan?? Sungguh sudah banyak bergeser nilainya sekarang ini....Tapi sebagai orang kecil, Rena bisa apa.... Lamunannya terhenti ketika Bossnya meminta ia menyediakan minuman untuk kedua tamunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengaduk teh manis hangat yang dia sediakan utk kedua tamu bossnya itu, Rena masih berpikir dan berpikir. Nanti malam dia mau bicara dgn kepala dingin sama Rick. Tokh relationship ini belum sampe mana2 baru aja dimulai sih, tul gak?? Rena setengah menenangkan hatinya. Be calm Ren... At least kamu bisa bertahan selama ini dalam 25 tahun hidupmu karena cinta, right?? So, kenapa harus takut??&lt;br /&gt;Rena menepis ketakutan dan kekuatiran dalam hatinya. Nggak mudah, tapi dia mencoba... Rivalnya sekali ini si Hilda itu berat banget ya...Udah cantik banget, dari strata sosial yang sebanding dengan Rick, pendidikan tinggi pula. Mau nggak mau bikin Rena ngeper juga sih, jujur dari hati sanubarinya yang paling dalam...&lt;br /&gt;Tapi, life goes on...dan teh manis dalam cangkir ini harus dihidangkan... So, ngelamunnya dilanjut nanti dulu deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Hilda paling dominan di antara mereka. Suara Bu Martha dan Ibu Astari tenggelam di tengah kecemprengan suara Hilda.... Wait, wait, wait... Rena, kamu bukannya karena rada jealous sama Hilda kan makanya kayak gitu?? Rena bertanya dalam hatinya...&lt;br /&gt;Nggak tuhhh...Tukas Rena cepat. Sebelum Rena tau dia itu calon kuat utk dijodohkan dengan Rick, dia udah nggak terlalu suka sama suaranya yang dominan di butik. Sort of mengganggu juga kalo pas tamunya banyak kali yeee...&lt;br /&gt;Ternyata, beauty aja nggak cukup ya?? Pantes aja banyak majalah2 wanita yang menggembar-gemborkan cewek saat ini tuh harus punya: beauty-brain n behaviour :)&lt;br /&gt;Rena setuju... Soalnya kalo secantik Prince Diana sekali pun tapi attitudenya kacau, kan jadi il feel juga ( read: ilfil-means ilang feeling :)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming, at: 20.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan dengan pelan. Time goes by so slowly kata Unchained Melody. Dan hari ini, Rena merasakan kebenarannya...&lt;br /&gt;Menunggu Rick yang datang menjemputnya di malam ini, dengan semua hal yang sudah dialami sedari pagi: conversation bersama tante di meja makan, lalu bertemu dengan Hilda, serta ucapan Ibu Astari yang mau menjodohkan Rick terus berputar2 dalam telinganya, dalam benaknya... Ah... Rena sampe sedikit mabok neehhh... Tapi daripada puzing sendiri tujuh keliling, mending ditanyaken kepada Rick saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menghela nafasnya. Memegang keningnya yang juga sedikit pusing. Dan akhirnya Rick datang. He looks cute, dengan baju navy blue dan jeans putihnya. Jadi inget lagu Project P: Kau bukan Keanuuu Reevesss, walau dandananmu mirippppsss (dengan nada Kau bukan Dirimu laginya Dewi Yull hehehe). Masih aja kreatif kamu Ren, di tengah kondisi seperti itu...:) Abis apa mo dikata yah?? Kadang kalo lagi banyak pikiran, malah tambah kreatif juga si Rena ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick melihat perubahan di wajah Rena, koq tidak secerah biasanya. What's wrong?? Rick langsung bertanya:&lt;br /&gt;" What's wrong with you today, sweetie? Why you look so sad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena nggak mau terlalu lama juga membiarkan Rick menduga-duga, dia harus bicara, walaupun ini gak enak..." Aku bingung, perasaanku nggak enak. Tapi aku harus ngomong sama kamu. Tadi siang mamimu datang, dan si Hilda juga ada bersama mamimu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick dengan tampang terkejut, lalu kemudian berusaha menetralisirnya dengan bilang:" Oh, that's the reason... Hmmm... Hilda is an old story. My family likes her very much, but I.... I like her just like my sister...That's it..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Beneran?? Tapi koq katanya, mamimu dan dia terdengar serius waktu bilang mo jodohin kamu sama dia...??" Ujar Rena lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Well, Rena... It's my life... Even though they have their plans, but it's me who live my life. There's nothing they can do anyway....I'll explain it to my mom once more. Up till now, they never stop thinking about their plan, but I always disagree... Dia itu spoiled. Manja sekali ( Rick dengan bhs Indonesia yang terpatah-patah mencoba speak Indonesian), I could never stand her... Ampunnn!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya udah kalo gitu, aku percaya sama kamu...Tapi aku masih sedikit shock lho... Hilda cantik banget lho Rick, tapi emang dia dominan..." Kata Rena." That's my problem with her... I just don't feel comfortable at all sama dia... Ok Ren, Let's go home...Don't think too much, ok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " I'll try..." Rena tersenyum. Lebih plong dari sebelumnya... Emang kalo ada masalah sebaiknya didiscuss donk Ren, jangan dipendam sendiri, ok!! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar Rena yang sederhana at night:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena membuka diarynya dan membacanya sekali lagi. Kali ini pita pembatas diarynya tepat berada pada teks Karena Cinta yang dia salin di halaman tengah diarynya itu...Kata-katanya bagus sihhh...Tul gak??:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, segala yang aku alami hari ini, aku persembahkan ke dalam tangan-Mu. Engkau yang paling tau, semua yang kualami. Semua ketakutan dan kekuatiranku. Bertahun-tahun kupercayakan hidupku kepadaMu. Dan aku mau lakukan sekali lagi malam ini, karena sampai hari ini aku masih berdiri tegar bukan karena diriku sendiri, namun karena Cinta dari Mu yang Kau sebarkan, Kau tebarkan melalu orang di sekelilingku. Karena Tuhan adalah Kasih ( Read: Cinta), I'd like to say Terima kasih, Cinta ( read: Terima kasih, Tuhan...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menutup diarynya, setelah menuliskan secuplik pengalamannya tepat di bawah teks lagu Karena cinta... Tidak terpikirkan, dia bisa melangkah dalam dunia yang keras ini sampai detik ini. Itu tentunya nggak mudah, tapi heiiii!! Bukankah hidup itu perjuangan?? Dan perjuangan itu terasa manis, dengan penyertaan Tuhan di dalamnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God, You're the best, and You're the sweetest! Aku memang masih takut... Takut krn belum ngomong sama tante soal Glenn in Concert, terus takut juga akan perkembangan relasi dengan Rick yang sort of 'diganggu' dengan hadirnya Hilda...&lt;br /&gt;But... Bukankah percaya kepada Tuhan dalam segala kondisi? Bukan cuma saat semuanya baik-baik saja, namun pada saat banyak hal yang unpredictable dan nggak menyenangkan terjadi, Tuhan juga ada...&lt;br /&gt;At least aku nggak sendiri. Aku hidup karena cintaMu. Terima kasih, Cinta...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena memejamkan matanya... Masuk ke peraduan tidur malamnya kali ini, diiringi lagu kebangsaan Indonesian Idol...Bukan theme songnya, tapi lagu pemenangnya, hasil karya Glenn juga: Karena cinta... Bernyanyi dalam hatinya. Thx to the Lord... Because of YOU, GOD!:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 6 Okt 04&lt;br /&gt;God Bless Us all :)&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hi semua...&lt;br /&gt;sorry ya telat ngirimnya... thx dah bersedia menunggu di tengah kesibukan kerja n ujian Mid KPKS ogut plus pelayanan ogut, inilah yang bisa saya berikan kepada temen2 semua. semoga berkenan... n sorry juga if nggak terlalu panjang kali ini...:)&lt;br /&gt;but, hopefully...bisa dinikmati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GBU n tk care...&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-Sekali ini Saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Rena cukup shock krn kedatangan tamu yang bernama Hilda, yang ternyata direncanakan oleh Keluarganya Rick sbg calon tunangannya. Rick terus menyakinkannya kalo ternyata si Hilda itu bukan pilihannya karena attitudenya yang kurang ok, namun tetap saja, apa yang terjadi hari itu membuat Rena terkejut. Welcome to the real life, where lots of things can't be predicted too easily... Then what's next? Check this out...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih Putih by Glen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdalam yang pernah kurasa&lt;br /&gt;Hasratku hanyalah untukmu&lt;br /&gt;Terukir manis dalam relungku&lt;br /&gt;Jiwamu... jiwaku menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkanlah kurasakan&lt;br /&gt;hangatnya sentuhan kasihmu&lt;br /&gt;Bawa daku penuhiku&lt;br /&gt;Berilah diriku&lt;br /&gt;kasih putih di hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau curahkan isi jiwaku&lt;br /&gt;Hanyutkan daku dalam air hidup&lt;br /&gt;Kau bawa selamanya diriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tadi alunan lagu Glen Fredly kawula muda... Satu tembang lamanya, namun kayaknya tetep asik-asik aja tuh dinikmati di kesempatan pagi hari ini...And don't forget: tonite's the night! Glen in Concert...Jangan lewatkan kesempatan utk mendengarkan n menyaksikan Glen secara LIVE! Pisa cafe, tonite...Don't miss it, otre!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara announcer dari stasiun radio Prambors yang Rena dengar pagi itu, membuat dia tambah kepengen nonton Glen...Sekarang bagaimana caranya berhadapan dengan si tante dan bilang secara jujur apa yang dia inginkan. Sebetulnya gak pa-pa sih... Si Tante kan bukan tipe yang jutek, walau memang datar aja sih reaksinya dan kurang friendly. Tapi basically, harusnya kalo alasannya logis dan bisa diterima, dia bakalan ngasih deh...Tergantung cara penyampaiannya juga donk... Tul gak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja makan rumah si Tante at 07.15:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan pagi mereka hari ini, nasi goreng kornet. Kebetulan Bu Martha membeli beberapa kaleng kornet dan memberikannya kepada Rena. Lumayan, buat variasi...:)&lt;br /&gt;Nasi goreng tante emang TOP ABIS... Cuma problemnya, Rena deg-degan pengen ngomong soal Glen in Concert tonite...&lt;br /&gt;" Pagi, Tan..."&lt;br /&gt;" Pagi Ren... Makan ya nasi gorengnya..."&lt;br /&gt;" Ok tan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana hening kembali. Nggak sampe kayak mengheningkan cipta seeehh, tapi ya sepi gitu lho..&lt;br /&gt;Rena memaksakan dirinya untuk bicara kepada tante," Tan, nanti malam aku mau minta izin nonton konser, pulangnya mungkin jam 12 malam. Karena konsernya mulai jam 9 malam. Perginya sama temen aku. Boleh nggak,tan? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tante tidak langsung menjawab, malah memandang Rena tepat di bola matanya, lalu berkomentar: " Malam sekali ya Ren? Kamu nggak kecapekan? Tapi ya kalau kamu mau, gak apa. Hati-hati saja. Pulang ada yang antar kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada tan... Makasih ya...." Rena tersenyum lebar. Cihuiiiii akhirnya bisa pergi sama Rick nonton Glen. Asik asik...asik asikk... Rena hampir bertepuk tangan dan bersorak, kalo aja nggak ada si tante. Tapi krn di depan si tante, dia rada ja-im... Gimane donk... Ternyata langsung dikasih, n gak seseulit yang dia bayangkan... Seneng donk!!!:):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisa Cafe at 21.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick dan Rena sudah berada di parkiran di depan Pisa Cafe.&lt;br /&gt;Waktu berlalu dengan cepat sepanjang hari ini, Rena kerja dengan nggak terlalu konsen banget, tapi tetep hati-hati karena takut salah dan diomelin Bu Martha. Rick dari pagi sudah telpon dan dah dikonfirmasi sama Rena. Rena senengnya sampe berflower-flower lho! ( read: berbunga-bunga hehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dapet table di dalam Pisa Cafe dan rencananya diawali dengan dinner dulu. Tiba-tiba saja Rena pengen ke toilet. Dan Rick menawarkan utk mengantarnya ke toilet. Padahal nggak jauh2 amat... tapi, ya...namanya juga baru jadian gitu lho... kalo bisa sih terus2an bersamo-samo :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena masih mencuci tangannya di washtafel, dan pintu toilet sebelahnya terbuka. Koq wajah ini cewek familiar ya?? Ehhh...Bukannya ini Hilda?? My God deh, ujar Rena dalam hati...&lt;br /&gt;Hilda dengan pandangan yang rada sinis seperti biasa, memandang ke arah Rena. Rena bingung harus gimana. Mo negor takut salah...Dan lbh pusing lagi krn si Rick kan ada di depan nungguin dia.&lt;br /&gt;Belum sempat berpikir panjang, Hilda sudah keburu menegurnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hi... What's your name? J'oublier... If I'm not mistaken you're the girl in that boutique, right??" tanya Hilda dengan suara cempreng dan nadanya yang tinggi...&lt;br /&gt;" Aku Irena...Kamu Hilda, kan??"&lt;br /&gt;" Mmmm... C'est magnifique, you still remember my name. Yah, you're Irene... I remember now..."&lt;br /&gt;" Bukan Irene, tapi Irena.Call me Rena."&lt;br /&gt;" You like Glen as well?? It's my friend who asked me to come here... I like him, even thought I don't remember all of his songs. But he's good singer, I guess..." Lanjut Hilda lagi.&lt;br /&gt;" Ok, aku keluar dulu ya... Nanti kita ngobrol lagi" (maksud Rena mau mendahului Hilda biar nggak ketemu sama Rick, takut nanti malah jadi masalah...)&lt;br /&gt;Tapi sepertinya Hilda nggak peduli, dan malah menemani Rena keluar bersama. Sesampainya di luar, Hilda membelalakkan matanya saat melihat Rick. " Rick, pourquois?? Why r u here??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick lebih kaget lagi. Tapi bagusnya, dia bisa lebih nyantai dan stay cool.&lt;br /&gt;" I watch this concert together with Rena. Actually, I haven't got the chance to let u know that she's my girlfriend now..."&lt;br /&gt;" Whatttt?? How come?? Unbelievable!!!" Hilda mencak-mencak nggak karuan mendengar jawaban Rick tadi...&lt;br /&gt;" Has Aunt Astari known about this already?? I'll let her know... So, be ready, man!" Lanjut Hilda lagi dengan nada sangat judes dan marah, setengah mengancam...&lt;br /&gt;" Go ahead, I'll let her know as well... Thanks for helping me, sista! " Rick tersenyum kecil, mengatasai kegugupannya dengan sangat baik.&lt;br /&gt;" I think I don't have any good mood to watch this concert at all, I'm going home!!" Lanjut Hilda masih dengan nada tinggi dan keluar dari kerumunan yang cukup ramai di depan toilet. Untung yg hadir lagi pada nonton Jamaica Cafe sebagai band pembuka, jadinya nggak terlalu notice sama conversation mereka. Malu juga tauuu... Tapi sempet yang masuk ke toilet menoleh ke arah mereka juga krn emang suaranya si Hilda cukup menggelegar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda beranjak keluar dari Pisa cafe dengan penuh kemarahan... Sementara Rena dan Rick setengah termangu-mangu. Masih shock dengan kenyataan yang terjadi...&lt;br /&gt;Jamaica Cafe masih menyanyikan lagu Neri Per Caso yang berjudul Le Ragazze, dan Rick menyenggol lengan Rena dengan ringan. Rick : " Duduk yuk Ren..."Rena: " Sebetulnya, aku udah nggak mood juga lho Rick nonton konser ini..."&lt;br /&gt;Rick : " Me too... But, we're here already? Why don't we enjoy ourselves??"&lt;br /&gt;Rena : " Aku takut, Rick... Gimana kalau mamimu tau??&lt;br /&gt;Rick : " Biar aja, mungkin that's the best! If Hilda tells her, and it will be easier for me to start the conversation..."&lt;br /&gt;Rena : " Kamu yakin??"&lt;br /&gt;Rick : " Kuatir doesn't change anything. N I've never liked Hilda anyway. As I've told u before, she's just like a little sister for me...There's no chemistry at all...Ok. Stop this discussion, listen they're singing Gangster Paradise. Very Nice..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu memalingkan wajahnya ke arah panggung. Dan lagu Coolio itu mengalir dengan mulus melalui alunan acapella Jamaica Cafe itu. Nice one guyz! Emang oke tuh mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena setengah terhibur dan menenangkan perasaan hatinya yang kacau. Yah, itu yang dia rasakan saat ini. Bingung, kacau... Nggak ngerti. Sebentar sepertinya hidup itu menawarkan sesuatu yang begitu indahnya...Pangeran berkuda putih itu muncul, namun tiba-tiba bak cinderella yang dihadang oleh saudara tirinya... Rena dihadang oleh Hilda yang bukan saudaranya sama sekali, namun kelakuannya booo... mirip sama yang dikisahkan di dongeng anak-anak itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glen tampil. Dan Rena mau nggak mau memaksakan dirinya menikmati Glen yang emang sudah dia tunggu-tunggu. Meskipun rada be-te, but penampilan Glen yang OK n super romantis itu yang bikin Rena pengen garuk-garuk aspal ( istilah temen kantor gue, thx ya Cica hehehe :)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba aja kalo kamu denger lagu yang kayak gini...&lt;br /&gt;Tuhan bila masih ku diberi kesempatan&lt;br /&gt;Izinkan aku untuk mencintanya...&lt;br /&gt;Namun bila waktuku telah habis dengannya&lt;br /&gt;Biar cinta hidup sekali ini saja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... Seandainya Tuhan kasih kesempatan ini bagi Rena untuk mencintai Rick, dia ingin lakukan sepenuh hati...Terlepas dari apa pun masalahnya, bukannya Rena sok pemberani, tapi... Rena percaya, Tuhan pasti membimbingnya. Walaupun ternyata sudah berjuang setengah mati dan ternyata kagak jadi juga end-upnya... Well, that means Tuhan punya rencana lain buat Rena... Yang penting Rena sudah lakukan bagiannya, dan sisanya Tuhan yang melakukan bagian DIA, tul gak?? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang sempit rumah si Tante at 24.30:&lt;br /&gt;Rena pulang diantar oleh Rick. Gang hari ini sepi. Rena melangkah seorang diri. Di mobil, Rick masih berusaha menenangkan Rena yang masih ragu, namun Rena tau sebetulnya Rick sendiri mengalami suatu peperangan yang hebat dalam dirinya: keluarganya yang pro ke Hilda? Atau perasaannya yang terlihat sangat tulus ke Rena...&lt;br /&gt;Rena nggak tau... Betul, dalam keadaan seperti ini, Rena cuma bisa mengandalkan Tuhan semata. Gimana lagi donkkk?? Mau mengandalkan kekuatan diri sendiri: NGGAKKK MUNGKINNNN kata Project P...&lt;br /&gt;Rena melangkah dengan pelan memasuki rumah si tante. Menutup pintu dengan perlahan... Menghela nafas saat dia berdiri bersandar pada pintu... " Koq susah amat yaaaa??"&lt;br /&gt;Rena masuk kamarnya dan mulai menulis di diarynya seperti biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Different setting: Rumah Rick - Pondok Indah at 01.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick memasuki pagar rumahnya dan memarkir mobilnya. Sepulang mengantar Rena, dia tidak langsung pulang, namun muter-muter sebentar karena dia sendiri sangat pusing. Tapi dia berusaha untuk menenangkan Rena. Rick sendiri merasa sangat kesal dengan tingkah laku Hilda. Sekalian aja kali ya...This time, no more Mr. Nice Guy ke Hilda... Untuk menghadapi mami, Rick sudah punya kiat tertentu. And apa kiatnya itu?? Tunggu tanggal mainnya aja ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick memasuki ruang tamunya dengan setengah berjingkat, melangkah pelan-pelan. Takut mengganggu seisi rumahnya. Dia menyalakan lampu dengan pelan. Dan tiba-tiba di sofa ruang tamu, ketika Rick membalikkan badannya, si mami mendadak bangun. Rupanya si mami nungguin Rick sampe pulang. Mmmm... Hilda must have said something to her... makanya mami waits for him up till now... Well, prepare yourself for the battle Rick...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick : "Hi Mom... Still awake?"&lt;br /&gt;Maminya Rick : " Mmmm...yes... ( sambil menguap dan kelihatan super ngantuk deh si maminya Rick alias Ibu Astari ini...). Ke mana aja kamu?? You met Hilda just now, right?"&lt;br /&gt;Rick : " Yes..."&lt;br /&gt;Mami : " I just don't understand you... Why you have to be like this?? Hilda kurang apa coba?? Cantik banget... Sederajad dengan kita..."&lt;br /&gt;Rick : " Mami...U r the one who taught me untuk tidak menilai orang dari derajadnya. How come u become like this, mami?"&lt;br /&gt;Mami : " I...mmm...Susah kalo anak sudah besar, jadinya rebel kayak kamu!"&lt;br /&gt;Rick : " Why? Can't say anything?? Don't u remember where u come from?? U also come from a poor family. But you work very hard to achieve what you have today. Why mom?? Being poor is no harm, right?? They don't choose that... But their present situation is like that...Why don't u look at Rena as a person, see her quality and attitude which is better...lot better than Hilda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Astari terdiam. Rick melangkah masuk ke kamarnya. Yah, pembicaraan tadi menyadarkan Ibu Astari, kalau dia nggak seharusnya menyalahkan Rick. Dia yang sudah menanamkan untuk tidak melihat orang dari apa yang tampil di luar. Dan... bukankah roda kehidupan itu berputar?? Pada saat di atas, bukankah harusnya bersyukur dan tidak sombong. Namun berapa sering orang yang tengah berada di atas itu LUPA. Seperti kacang lupa kulitnya?? Yeah...maybe...&lt;br /&gt;Wajah Ibu Astari masih tegang, namun sepertinya dia juga sudah kehabisan kata-kata. Pupus sudah rencananya menjodohkan Rick dengan Hilda. Rick memang keras memperjuangkan apa yang dia mau dari kecil. Dan Ibu Astari tidak pernah bisa melarangnya, selama apa yang dia lakukan itu benar. Kecuali apa yang dilakukan Rick salah, cuma papinya yang bisa menegurnya karena teguran papinya bijaksana dan tidak nyerocos marah seperti itu, makanya Rick bisa menerima...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Rick di kamarnya duduk termenung, memikirkan kepulangannya ke Indonesia untuk meneruskan usaha maminya yang sudah berjalan lancar dan akan alih generasi ke dia. Dia juga nggak mengerti, kenapa dia bisa fall for Rena, but... bukankah jatuh cinta ke siapa itu tak pernah bisa dianalisa?? Bukankah rasa itu bisa tumbuh tiba-tiba, tanpa disadari... n then you wake up n suddenly, you're in love...Rena, sesosok pribadi yang simple di mata Rick. Bukan seseorang yang cantik luar biasa. But she's cute...she's sweet. Especially her inner beauty...It reflects from her eyes... Beauty is in the eyes of the beholder, and Rick found that beauty: especially the inner one-in Rena... At least, you've done your job tonite, Rick! Mommy's not a problem anymore... But... as unpredictable as it could be: this is LIFE...&lt;br /&gt;Tomorrow, Rick will let Rena know that mom is not a problem anymore. Hilda?? Don't know what will she do in the future, to think that she's definetly not an easy going person...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena at her room - back to gang sempit at Grogol pkl. 01.45:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sudah selesai menulis diarynya dan sudah PW: posisi wenakkk di ranjangnya. Namun koq ya belum bisa tidur juga?? Gimana ya nasibnya Rick? Akankah dia diomelin maminya?? Dan gimana si Non Hilda yang terus bicara Perancis itu?? Gak tau... Karena Rena sendiri nggak tau apa yang akan terjadi dengan dirinya, love life nya, mungkin juga ini mengancam karirnya yang baru saja merangkak di Butik Charming?? Karena kan biar gimana, Rena terlibat dengan Rick yang merupakan anak pelanggan utama tuh Butik... Smoga Bu Martha nggak marah... Tapi?? Sulit ditebakkk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena masih teringat suara dan penampilan Jamaica Cafe yang tadi menarik banget. Penampilan Glenn yang oke banget. Terus suara Hilda yang melengking banget. Lalu tampang Rick yang stress namun terus berusaha menenangkan dia... Well, those things terus berputar dan berputar dalam benaknya, tak berhenti....menari dan terus menari dengan bebas, diiringi reffrain lagu Glenn sekali ini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bila masih ku diberi kesempatan&lt;br /&gt;Izinkan aku untuk mencintanya...&lt;br /&gt;Namun bila waktuku telah habis dengannya&lt;br /&gt;Biar cinta hidup sekali ini saja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound so pathetic?? Mungkin banget... Tapi kalo kamu lagi dilanda cinta yang sebesar ini, mungkin kamu baru bisa mengerti. Kalo nggak, kamu nggak bakalan tau deh rasanya. Nano-nano: manis-asem-asin, rame rasanya...&lt;br /&gt;Tapi heiii...tiba2 Rena diingatkan kembali oleh suatu suara dari dalam hatinya yang berbisik lembut: Rena... kamu sudah melewati semua kesusahanmu bersama Aku, kenapa tidak mempercayakan dirimu sekali lagi di dalam Aku??&lt;br /&gt;Yes LORD.... Sorry, terkadang dalam permasalahan yang sebegini peliknya, aku lupa...Ujar Rena...Sebetulnya, Rick yang mendominasi perasaaannya saat ini, baru aja dia kenal sebentar... tidak sampai hitungan tahun... So, kenapa harus mati-matian memikirkan dia all the time??&lt;br /&gt;Jadi, harusnya melupakan dia begitu?? Melupakan semua perasaannya terhadap Rick begitu saja, semudah menjentikkan jari telunjuk dan jari tengahnya?? Begitukah??&lt;br /&gt;Nggak juga... Suara dalam hatinya kembali mengingatkan: Kamu boleh suka sama dia, kamu boleh mencintainya, tapi... jangan sampai seluruh hidupmu terfokus hanya kepada dia dan kamu melupakan yang lain... Apalagi melupakan tantemu, dan penciptamu...&lt;br /&gt;Betul Tuhan... Thanks for reminding me... Karena Rena terkadang lupa... Bukankah Rena cuma manusia biasa yang seringggg buangettt lupaaa....&lt;br /&gt;Rena tidur dengan terlelap, after bercakap-cakap sendiri dalam hatinya. Tuhan tau yang terbaik untuk setiap anakNya, so...kenapa harus kuatir?? TUL GAK??:)&lt;br /&gt;So, serahkanlah segala kekuatiranmu hanya kepada DIA, otre!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 14 Okt 2004,&lt;br /&gt;salam manis selalu ( kayak zaman dulu gak sehhh?? hehehe...)&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all...&lt;br /&gt;Waktu aku baca tulisanku sebelum ini, yang Irena-sekali ini saja... Rasanya koq singkat banget ya?? Ternyata setelah aku print, hasilnya 5 halaman juga. Koq rasanya singkat? Krn aku nulisnya nge-teng: sedikit2, sesempetnya-pas ada waktu...so, nggak terasa kalo hasilnya panjang juga...:)I'd like to thank semua temen yang menanggapi dan memberikan supportnya thd hasil karya ini... Thx banget from the bottom of my heart...&lt;br /&gt;Thx utk Natalia yang udah mau repot2 mengontak aku utk minta edisi Irena yang ketinggalan krn kepindahannya dari Indo ke Aussie. Thx for d support...Juga utk Indah n Lanny, juga Ami yang sempet nanyain koq ogut blm nulis Irena lagi, jawabnya: sibuk kerja n my body was not too delicious alias nggak enak badan maksudnya:)&lt;br /&gt;But now dah mending n dah bs nulis lagi...:)&lt;br /&gt;all the best for you guyz n enjoy!&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-Di Penghujung Malam Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Konser Glen yang harusnya bikin Rena dan Rick happy, malah menjadi semacam ' bencana' karena mereka ketemu Hilda yang langsung lapor ke Ibu Astari, maminya Rick tentang relationship mereka. Rick harus berhadapan dengan maminya saat pulang dari konser itu dan argue dengan dia. Rick keukeuh mempertahankan pendapatnya. Karena? Bukan kenapa2 sih...maminya juga dulu dari kalangan 'bawah' yang selalu menganjurkan Rick utk tidak menilai orang dari luar. Then...bagaimana kelanjutan hubungan Rick dan Rena. Akankah Hilda mengganggu or dia dah kapok? Dan si Tantenya Rena bagaimana pandangannya pula thd mereka?? Ikuti lanjutannya berikut ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja Makan di rumah si Tante 07.20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sedikit memaksakan diri untuk membuka matanya pagi ini. U know why kan, tentunya?? Dia dah ngantuk karena pulang dini hari coz Glen was in concert di Cafe Pisa n ... Stress dengan Hilda plus kelanjutan hubungannya dengan Rick... Rasanya, pengen tidur ajaaa deh... Nggak mau membuka mata... Tapi si Tante sudah dari pagi-pagi sibuk-sibuk di dapur...Kasihan juga kan, masa' dia dah bela-belain begitu, Rena yang cuex bebex sih?? Rena nggak bisa deh begitu...&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan lingkar di bawah mata yang lebih hitam dari biasanya, Rena duduk di meja makan. Tante pagi ini bikin bihun goreng telor...Mmmm...endang boo...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Hai, Tan... Selamat Pagi!" ( tanpa senyum ceria seperti biasanya...maklum msh ngantuk n sutris lah...)&lt;br /&gt;Tante : " Selamat pagi, Ren..." - as usual juga, datar dan tanpa ekspresi yang berlebihan. " Gimana konsernya semalam?"&lt;br /&gt;Rena : " Bagus sih tan..."&lt;br /&gt;Tante : " Koq sepertinya kamu capek ya Ren? Kurang tidur?"&lt;br /&gt;Rena : " Iya, Tan..." ( Rena bergumam dalam hati...emang si tante bernada datar dan terkesan nggak terlalu peduli, tapi ternyata dia sangat peduli lho pada Rena... Makanya, Rena paling nggak mau judge a book by its cover...:))&lt;br /&gt;Tante : " Makan yang banyak biar bisa kerja dengan baik."Rena : " Ok...You're the best, tan..." (tak mampu Rena menyembunyikan senyum di bibirnya karena si tante sangat sayang padanya...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa lelah Rena terobati dengan perhatian si tante. Rasa capeknya mungkin masih ada, tapi hatinya berbunga-bunga... Hmm...perhatian kecil terkadang means a lot?? Setuju d...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming Plaza Indonesia 09.45&lt;br /&gt;Rena sampai di butik agak kepagian hari ini, tapi biar aja lah... Dia perlu some time untuk menenangkan dirinya...&lt;br /&gt;Pagi ini, telpon sudah mulai berdering... Siapa gerangan?? Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan...Lho koq?? Kagak nyambung yaaa?? hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick telpon pagi ini rupanya. Mengabarkan kalau maminya sudah berhasil 'dibungkam' sama dia... Rena lega... Karena itu kan yang jadi beban pikirannya sejak semalam..&lt;br /&gt;Tapi Rena wondering, apa yang membuat Rick bisa membungkam maminya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Rick, apa yang membuat mamimu nggak bisa menolak hubungan ini?"&lt;br /&gt;Rick : " I just remind her that we can't judge a person by his or her outer performance... Mami tidak boleh begitu.. Why?? Because she also came from a poor family. To think that she could make it up till now, it's kinda magic and unbelievable... But, she can make it anyway, right?? So, I remind her about that and about what she has taught me all these time...I also said that I've never liked Hilda. TIDAK PERNAH. And I told her that I love you, because of your inner beauty and because you're so sweet..."&lt;br /&gt;Rena : " OOO begitu..." ( Tak mampu menyembunyikan rasa senang campur bingung yang dia rasakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan mereka diselesaikan dengan janji ketemu malam nanti. Seperti biasa, Rick akan menjemput Rena dan mengantarnya pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini berlalu dengan cukup ceria. Ngantuk sih ngantuk lah yawww... Tapi... karena hepi, rasa kantuk itu koq tiba-tiba nggak ada apa2nya jika dibandingkan dengan keceriaan yang Rena rasakan... Sepertinya, Rena merasa mampu menghadapi dunia yang terkadang sangat mengecewakan ini dengan adanya Rick di sisinya dan mendapat persetujuan...Mmmm.... persetujuan?? Nanti dulu... sepertinya bukan deh... Gak segitu cepat Ibu Astari menyetujui hal ini... Tapi at least, dia tidak bisa menolak kenyataan kalau dia juga berasal dari kalangan yang nggak tau seperti apa yah...Rena juga nggak tau persis. Tapi mungkin kurang lebih sama kali yaaa...Apakah salah, kalau seseorang itu berasal dari kalangan yang 'kurang punya'. Terus, apakah Rena bisa memilih di keluarga mana dan dengan cara apa dia akan dilahirkan?? Apa Rena tau kalo dia akan ditinggal oleh ayah dan ibunya?? Jawabnya: TIDAK ADA YANG TAU... Rena mau menerima itu semua sebagai bagian yang tak pernah bisa terlepas dari kehidupannya: karena nggak mungkin juga itu dilepaskan begitu aja... Namun... utk bener2 lupa kejadian itu juga nggak mungkin, krn kejadian itu benar2 ada...&lt;br /&gt;Ah, nggak tau deh... Rena tiba-tiba menguap karena rasa kantuk yang tak tertahankan juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu butik terbuka. Dan sekelompok cewek berbadan model yang cuantik cuantik, ada 3 orang. Termasuk Hilda, ada di situ... Ngapain pula dia??&lt;br /&gt;Hilda dengan suara cemprengnya spt biasa sudah cukup membuat Rena puzing tujuh keliling. N u know what?? Diantara 2 temennya yang lain itu, ada lagi satu suara yang juga cempreng mannn... mateng nggak sehhh?? Seisi butik penuh dengan kecemprengan suara mereka...My Goodness!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda : " I wanna introduce you guyz to Rick's girlfriend. Elle est jollie et mignon... ( She's pretty and cute...). Her name's IRENE..."&lt;br /&gt;Teman-teman Hilda mengulurkan tangannya ke arah Rena...Yang satu namanya Miranda, yang satu lagi Arini. Rena berusaha tenang, walau tatapan kedua temennya Hilda itu sungguh2 melemahkan hatinya. Seperti dinilai dari ujung rambut sampai ujung kaki... Coba kalo kamu yang diperlakukan seperti itu, hayo??Emang enak??:)&lt;br /&gt;Belum lagi Hilda ngomong begitu dengan suara yang rada2 sinis... Memuji or???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh gerombolan cewek bertiga mengobrak-ngabrik butik. Kenapa sih dibilang mengobrak-abrik?? Pokoke semua dilihat, diberantakin, cukup menyusahkan Rena. Untungnya mereka beli juga, walaupun masing2 satu piece gaun doang. Kalo nggak mah... Rena mengelus-ngelus dada.... Tabah Ren... Tabah... Apalah artinya kesulitan semacam ini bila dibandingkan kesusahan yang sudah dia lalui selama ini?? Tapi jujur aja, kesabaran Rena tengah diuji...mannn...unbelievable!! But, this is REALITY...&lt;br /&gt;Akhirnya... mereka selesai juga, setelah memilih dan membayar. Memang butik tengah kosong, tidak ada yang dateng dari tadi. Dan saat Rena memandang jam dinding di butik... Wuihhh...sudah 2 jam mereka ' memporak-porandakan' butik gitu lho....Oh MY GOD!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming Plz Indonesia, pkl. 21.00 dan parkiran Plz Indo afterwards:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cafe Lamoda, lagu yang tengah dimainkan Water Runs Dry, satu lagu lama dari Boyz II Men, tapi emang asik banget tuh lagu... Rena dan Rick melangkah menuruni eskalator menuju tempat parkir. Akhirnya, di penghujung malam ini, Rena merasakan sedikit kelegaan. Ngantuk dan capeknya seharian sudah berlalu...Di mobil, mereka bercakap-cakap lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Tadi siang, Hilda dan 2 temennya datang ke butik, Rick..." ( ujar Rena dengan suara lirih...)Rick : " Really??? Mau apa dia??"&lt;br /&gt;Rena : " Dia ngenalin ke temen-temennya kalau aku itu girlfriendnya kamu... Dan mereka membeli baju sih..."Rick : " That's weird... Buat apa dia bawa her friends??"&lt;br /&gt;Rena : " Memangnya, dia jarang belanja sama temennya??"Rick : " Very rare... I think she got something on her mind... Did she do anything that hurt you??I mean hurt your feeling or anything?" Tanya Rick dengan sangat perhatian dan pandangannya tepat ke arah mata Rena...&lt;br /&gt;Rena : " Nggak sih... AKu nggak apa-apa. Cuma mau share sama kamu aja..."Rick : " Pls be extra careful next time... I know that she's not an easy going person. And to let you go just like that?? That's not Hilda... But, you have to promise me something... Whatever she does to you, you have to tell me, ok sweetie??"Rena : " Ok Rick... Aku rasa aku akan baik-baik aja... Nggak pa-pa..Kamu nggak usah kuatir..."&lt;br /&gt;Rick : " Straight to Grogol or Jakarta at night, m'am?" Tanya Rick setengah bercanda dengan Rena... Senyum menggoda di bibirnya, tambah bikin mirip Utt kali ini...&lt;br /&gt;Rena : " Pulang aja ya Rick...Ngantuk soalnya..."Rick : " Ok m'am...Your wish is my command...And one more thing..."Rena : " Apa??"Rick : " I wanna meet your auntie tonight... Boleh ya??"Rena : " Aku rasa tante sudah tidur... dan lagi ..."Rick : " No Excuse, please... I really want to meet her...I do respect her, you know!" Ujar Rick tegas...&lt;br /&gt;Rena kesulitan membantah kata-kata Rick, apa malam ini Tuhan?? Apa di penghujung malam ini Rena harus mempertemukan Rick dengan si Tante?? Ahhh...nggak tau lagi deh.... Rena bingung lagi nehhh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang sempit daerah Grogol, 21.30:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke rumah si tante lancar. Dan memang Rena dan Rick langsung jalan dr Plz Indo shg nggak kemaleman sampe di rumahnya. Mungkin si Tante masih blm bobo?? Mungkin juga krn biasanya jam 22 si tante baru masuk kamar tidurnya... Rena nggak kuasa menolak Rick yang dengan segala kegigihannya masih berusaha membujuk Rena untuk mempertemukannya dengan si tante... Mungkin tonite's the nite??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena dan Rick melangkah pelan di gang yang sepi itu... Hanya pas Rick terlibat perkelahian di gang aja tuh yang rame...Sisanya emang gang ini cukup sepi di waktu malam... Kalo di siang hari sih udah so pastiiii ramai lancar hehehe kayak sonora yaaa??:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena membuka pintu rumahnya...Terdengar bunyi televisi, so... tante blm tidur...Rena dengan hati-hati mengunci pintunya kembali, setelah mengajak Rick masuk tentunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante duduk menghadap televisi yang disetel di saluran RCTI, lagi pas iklan, so nggak tau si tante lagi nonton apaan nehh?? Rena lihat, koq si tante terus tidur ya... Kecapekan banget sepertinya?? Dan koq nggak denger bunyi pintu yang dibuka sama Rena? Si tante kan nggak begitu lho... Biasanya dia alert banget, waspada tingkat tinggi dahhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena memegang tubuh si tante, setengah menggoyang-goyangkannya. Tapi...Tapi...koq Tante nggak sadar-sadar juga?? Rena mulai panik dan menangis...Untungnya kali ini dia nggak sendiri, dia ditemani Rick... Rick yang tujuannya mau berkenalan sama si tante, sempet bingung sebentar namun dengan cepat menguasai diri... Dia memegang arah hidung si tante... Nafasnya masih ada... Rick langsung tanya ke Rena, " Where's the closest hospital here? We got to take her there..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena dengan setengah terisak bilang ke Rick, kalo RS terdekat adalah Sumber Waras... Sisanya, pandangan Rena mengabur karena tertutup dengan air mata yang mengalir deras... Tante...don't leave me now... Jangan tinggalkan Rena sekarang... Rena baru aja mau share some kinda of happiness dengan hadirnya Rick dalam hidupnya. Dia mau mempertemukan orang2 yang dia kasihi: si tante dan Rick di penghujung malam ini. TAPI?? Kenapa jadi begini?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick dengan cepat menggendong tubuh si tante...dan mengeluarkannya dari rumah. Rena, cuma bisa bengong dan shock, sambil menangis menunjukkan jalan ke Sumber Waras yang memang tidak jauh dari gang Rumah Rena...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup....Akankah bisa ditebak?? Rasanya memang sulit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS Sumber Waras, ER: Emergency Room&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah si Tante diberi pertolongan oleh dokter yang bertugas di UGD saat itu... Rena dan Rick dipersilakan menunggu di luar. Rena tak henti-hentinya menangis dalam pelukan Rick. Si Tante?? HOW COME?? Yang sudah begitu baik membesarkan dia... Di usianya yang ke-55 ini so far sehat-sehat saja... Atauuu....?? Rena yang nggak pernah tau apa yang tante alami karena si tante banyak menyimpan misteri kehidupannya untuk dirinya sendiri. Termasuk kenapa dia masih single sampai di usianya yang ke-55 ini, padahal si tante punya wajah yang manis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tante.... Yah... bayangannya datang dan pergi dalam pikiran Rena. Bermain terus dalam imajinasinya: bak sebuah film yang diputar terus dan terus... tanpa henti... Rena dan Rick duduk bersisian. Rena masih tak kuasa membendung air matanya...&lt;br /&gt;Tante... DON'T LEAVE ME NOW!! Rena belum siap... Walaupun sudah ada Rick saat ini... Tapi, tante you're still the best in my life.. Apa jadinya Rena kalo ditinggal tante pada saat ini??? Jangan Tuhan...Jangan sekarang...!!! Rena belum membahagiakan si Tante, Rena masih memiliki keinginan untuk mengajak si Tante jalan-jalan ke Bali... Tempat yang sangat Tante idam-idamkan selama ini... Rena belum membelikan oven untuk si tante memanggang kue bolu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not now GOD, please... I BEG U...Rena terus berseru dalam hatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena masih belum bisa menguasai dirinya.... Ketika pintu emergency room dibuka kembali, dan keluarga pasien dipanggil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then what's next??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continued...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 21 Oct 04...&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: jangan ngamuk yaaa kalo gue nge-cutnya passss di bagian seru2nya :):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena- Tante Laura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Irena-Di penghujung malam ini bener2 membawa kesedihan buat Rena. Bukan cuma Hilda cs yang memporakporandakan butik dan setengah mengejek Rena, ditambah lagi pas pulang si tante diketemukan tak sadarkan diri di rumah mereka di Grogol, dengan menangis dan didampingi Rick, Rena harus menghadapi kenyataan ini: tantenya hidup ato mati? Krn msh di UGD, they have to wait... Then, kelanjutannya?? Simak yang berikut ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS SUMBER WARAS at Night...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena terduduk lemas di sisi Rick... Rick terus menggenggam tangannya menguatkannya... Dokter baru saja mengabarkan kalo ternyata si Tante harus pergi untuk selama-lamanya...&lt;br /&gt;Oh No.... Jangan donk Tuhan... Sudah cukup rasanya papa pergi, mama pergi, dan kini?? Si Tante kau ambil juga dari sisiku... Air mata terus mengucur deras...bak aliran sungai yang membanjiri kedua belah pipinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Papa pergi...Rena masih kecil dan dia belum pernah tau apa yang sesungguhnya terjadi. Tapi then ada si Tante. Tante Laura. Si Tante yang baik hati namun sangat tegar itulah yang membesarkan Rena...Rena terbayang semua kejadian yang terjadi saat dia kecil, yang dia ingat most of the memories adalah bareng si Tante...&lt;br /&gt;When it has to come to an end... It's not easy, for sure... Dan pengalaman-pengalaman Irena akan kehilangan orang yang dikasihinya, membuat dia mau tidak mau sudah tau rasanya kehilangan itu seperti apa... Tidak mudah sama sekali untuk dihadapi, tapi... itulah kenyataan. Like or dislike, it's part of life...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena yang selalu ceria, yang selalu positive thinking, kali ini berbenturan dengan kondisi yang sulit bagi dia untuk tegar hati.&lt;br /&gt;Tapi bukan Rena namanya kalau tidak bisa melihat betapa di dalam kemalangan dan kesedihan sekalipun, Tuhan tidak pernah lepas tangan, apalagi tinggal diam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena memandangi tubuh Tante yang tidur dalam keabadian dengan tenang. Dan...heiii... senyum di bibirnya adalah senyum yang paling ceria dibanding dengan yang selama ini Rena lihat... Kematian, bukanlah sesuatu yang mengerikan. Kalau saja Tuhan itu dihadirkan dalam peristiwa kematian itu seperti si Tante pernah bilang ke Rena: kematian itu adalah sesuatu yang indah karena bersatunya kembali manusia dengan Sang Pencipta. So, tidak musti dihadapkan dengan ketakutan...Karena kan punya iman bahwa Tuhan selalu memelihara kita sampai ke hidup yang kekal...Gitu katanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena rasanya ingin terus dan terus mengingat kata-kata bijak si Tante, perjuangannya, kehidupannya, pergumulannya... Namun, Rick menyentuh bahunya, dan menganjurkan dia mempersiapkan penguburan untuk si Tante. At least Rena doesn't have to do it all alone, at least Tuhan masih berbaik hati dengan memberikan Rick di sisinya untuk menemaninya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pusara Tante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena dengan mata yang sembab karena terus menerus menangis, melepas si Tante dengan tangis sedih. It's all too sudden for her.&lt;br /&gt;Berkali-kali Rena harus ditenangkan, karena tangisnya yang bikin dia rada sempoyongan...&lt;br /&gt;Sesudah semuanya usai, Rena mengambil waktu sendiri, dia minta Rick menunggui dia di parkiran saja, karena Rena mau menghabiskan waktu dengan Si Tante berdua saja... Tante sudah tiada, masih sulit buat Rena mempercayainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tante, if u have to go... Just go in peace... Aku betul-betul ingin merelakan ini semua, dan memberikan hak sepenuhnya kepada Tuhan Sang Pencipta. Namun, ini semua terlalu mendadak... Terlalu tiba-tiba dan Rena tidak siap sama sekali menghadapi hal ini... Namun, seberapa banyak orang yang disiapkan untuk menerima berita kematian?? Rasanya kematian tetap banyak mengandung unsur shocking, sesuatu yang mengejutkan mengapa bisa terjadi, mengapa ini harus terjadi pada diri Rena... Terus terang, walaupun Rena sangat tegar, tapi tentu saja Rena pernah mempertanyakan hal ini juga.... Sampai akhirnya, Rena mengerti: bahwa Tuhan punya rencananya sendiri, yang tidak bisa dia mengerti, namun sebagai anak Tuhan Rena mau menyerahkan semua yang dia rasa: ketidakmengertiannya-kekecewaannya-terkadang mungkin kemarahannya akan kenyataan yang terjadi di depannya, untuk Tuhan sendiri yang pulihkan... There's a saying that: Time is always the best healer...Namun, Rena sendiri sudah mengalami. Kalo tidak menyertakan Tuhan di dalamnya, rasanya waktu itu sulit sekali berlalu dan luka itu tetap menganga lebar... Dengan adanya Tuhan, aku merasa Tuhan itu yang membantu menjadikan waktu yang harus dilewati menjadi lebih bermakna. Karena di luar itu semua, Rena masih punya Tuhan... Tuhan pasti memelihara hidupku yang seperti selama ini Engkau sudah lakukan. Terima kasih, TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway Tante, just wanna say good bye... Till we meet again in heaven! Perpisahan ini sementara tan..." Aahhhh... Rena menggelengkan kepalanya, menghapus air matanya dan mulai merasakan pusing yang amat sangat... Dia pelan-pelan berjalan menuju tempat parkir, di mana Rick telah menunggunya... Dia tiba-tiba merasa lapar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gang Sempit Daerah Grogol: RUMAH SI TANTE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena memasuki kamar si Tante yang sempit ini...You know the hardest part of this kinda thing? Bukan pada saat pemakaman, namun pada saat semuanya usai. Di mana Rena harus melihat, tempat-tempat yang biasa dipenuhi kegiatan si Tante, kelihatan kosong melompong. Meja makan penuh memori tempat mereka makan pagi, tadi sudah dilewatinya. Bangku tempat si tante tidur terkantuk-kantuk menunggui Rena sepulang kerja, sudah begitu tua dan reot...Namun menyisakan begitu banyak kenangan dan nostalgia yang takkan terlupakan oleh Rena. Rick sudah pulang tadi... Karena Rena yang minta dia sendiri di rumah, Rena ingin memperhatikan setiap detail yang ada di rumah ini dan mengenangnya sebagai suatu bagian yang tak tergantikan... Tahun-tahun kehidupan bersama si Tante.&lt;br /&gt;Lagu One Sweet Day terdengar mengalun pelan dari tape Rena...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorry I never told you All I wanted to say And now it's too late to hold you 'Cause you've flown away So far away Never had I imagined Living without your smile Feeling and knowing you hear me It keeps me alive Alive&lt;br /&gt;chorusAnd I know you're shining down on me from heaven Like so many friends we've lost along the way And I know eventually we'll be together One sweet day Evetually I'll see you in heaven... Darling, I never showed you (I never showed you) Assumed you'd always be there (I thought you'd always be there) I took your presence for granted But I always cared ( But I always cared) And I miss the love we shared&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to chorus Although the sun will never shine the same I'll always look to a brighter day Yeah Lord I know when I lay me down to sleep You will always listen as I pray back to chorus And I know you're shining down on me from heaven Like so many friends we've lost along the way And I know eventually we'll be together TogetherOne sweet day Sorry I never told you (oooh) All I wanted to say&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menghapus air matanya yang lagi-lagi jatuh.. Ya, tante one sweet day, we're gonna be together... Tapi dalam kesendiriannya di rumah di gang sempit ini, lagu dalam hati Rena adalah HOW DO I LIVE, without you, tante?? I want to know... Lagu Trisha Yearwood itu terasa pas dengan kondisi yang ada ini...&lt;br /&gt;Dan di kamar tante, Rena melihat suatu buku yang ada di sisi tempat tidur si Tante. Rena nggak pernah memperhatikannya sebelumnya, how come ada buku itu di samping bantal kepala si tante? Dengan penasaran Rena membuka dan membolak-balik isinya... Rena lagi-lagi menangis... Karena isinya sangat mengharukan...&lt;br /&gt;Cuplikan tulisan-tulisan si Tante sangat berarti buat Rena...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena adalah anugrah terbesar yang Kau berikan dalam hidupku Tuhan, terima kasih. Walau aku tidak menikah, namun Kau kirimkan seseorang untuk mendampingi hidupku. Aku memang tidak ingin menikah, Tuhan...Kau tahu hatiku. Sejak Arman, tunanganku itu Kau panggil, Tuhan, aku tidak berkeinginan lagi untuk menikah dengan lelaki mana pun. Itu pilihan hidupku. Tidak mudah, namun aku mau menjalaninya. Cintaku yang utuh dan sejati, sudah kuberikan kepadanya, dan sekarang kupersembahkan kepada ENGKAU dan Rena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena adalah anak yang manis. Yang tau diri dan tidak menyusahkan aku. Dia merupakan seseorang yang menjadikan aku KUAT. Walau dalam kesakitanku, tumor di kepalaku yang sudah kuderita beberapa tahun terakhir ini dan tidak pernah kuceritakan kepadanya. Aku selalu katakan cuma pusing dan flu biasa. Aku tidak mau mengkhawatirkan dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menangis lagi... Si tante sudah menahan sakit beberapa tahun dan dia tak mau bicara, tak mau menyusahkan Rena... OH MY GOD!!! Rena kembali melanjutkan membaca catatan harian si Tante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sudah bekerja, dan sepertinya sudah ada pria yang dekat dengannya. Aku senang Tuhan. AKu mau dia juga menemukan seseorang yang bisa menjaganya seperti Arman terhadapku dulu... Arman tak tergantikan... Dan sekarang, cuma Engkau Tuhan yang sanggup mengisi kekosongan hatiku, kekosongan hidupku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena baru tau soal Arman sebetulnya. Hal yang nggak pernah Rena duga sebelumnya. Rena kira, si Tante tidak pernah pacaran secara serius, dan memikirkan si Tante sudah bertunangan?? Mana MUNGKIN?? Tapi Rena menyadari satu hal, di luar sikapnya yang tegas dan nada bicaranya yang datar, si TANTE kalo sudah mengasihi orang, dia akan mengasihi orang itu sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalaku bertambah sakit. Namun, aku mau bertahan Tuhan, sampai tiba waktuku, bukan untuk siapa-siapa, tapi hanya untuk Rena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menangis sejadi-jadinya kali ini...Matanya sudah bengkak dan merah, tapi Rena tak peduli... Mungkin benar kata orang-orang, kalau orang tsb masih ada di sisi kita, terkadang kita take her as a granted...Namun, ketika dia sudah pergi...Rasa kehilangan yang besar betul2 melingkupi diri Rena... Rena tidak take tante as a granted sehh, namun... Koq rasa kehilangan ini BESARRRR sekali ya Tuhan....??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena membaca lagi, menangis lagi, kadang tersenyum, kadang terharu. Tuhan.. setidaknya aku berterima kasih karena KAU sempat hadirkan seseorang seperti Tante yang membesarkan aku. Rena tidur di kamar si Tante malam ini, dia masih membaca catatan harian yang dia ketemukan di kamar si tante...&lt;br /&gt;Sementara lagu one sweet day terus mengalun pelan lewat tapenya Rena...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I know you're shining down on me from heaven Like so many friends we've lost along the way And I know eventually we'll be together TogetherOne sweet day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sedih, dia tidak memungkiri hal itu, namun Rena juga percaya: that one day...ONE SWEET DAY, Rena will eventually be together with Tante...:) Good bye tante, you're unforgettable, nothing will ever change that! Thanks for everything that you've done for me... And God... terimalah tante dalam pelukanMu, ampuni kesalahannya semasa hidup dan jadikan aku kuat dan rela melepas kepergiannya...At least, I still have you, God...:) Rena memeluk bantal guling si tante dan mencoba untuk tidur...&lt;br /&gt;Hmmm... One sweet day tan?? And I know that you're shining down on me right now...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 28 Okt 04&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Si Tante meninggal. Yah, Tante Laura harus meninggal dengan kondisi yang tidak pernah Rena sangka sebelumnya. Rena menemukan catatan harian yang sangat mengharukan, yang memberikan peneguhan-kekuatan dan cinta si Tante yang amat sangat terhadap Rena, terhadap Arman-tunangannya dulu dan terhadap TUHAN. Rena sedih sekali, namun dia masih berusaha mensyukuri apa yang terjadi dalam hidupnya...Namun, apakah sebegitu mudahnya itu bisa terlewati?? Check this out...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gang Sempit di Grogol at Kamar si Tante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena menangis tersedu di pusara Tante. " Tan...Don't leave me alone... Aku takut akan kesendirian ini... Walau aku tau, Tante selalu memberikan aku semangat dan kekuatan untuk melangkah...Tapi ada rasa dalam hatiku yang juga kuatir, juga takut. Gimana nanti setelah Engkau tiada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Rena, Rena... Anakku sayang!" Rena menoleh ke sumber suara di belakangnya. Si Tante yang berbicara, dengan baju putih dan wajah dihiasi senyum. Dan heii... si tante tidak sendiri, ada seorang pria di sebelahnya... Seorang pria yang tampak bijaksana, dengan senyum yang tak henti menghiasi wajahnya pula...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Iya, tante..."Tante: " Ren... Kenalkan, ini Arman..."&lt;br /&gt;Rena : " Halo Oom..."&lt;br /&gt;Arman: " Halo Ren... Aku Arman..."&lt;br /&gt;( mereka bersalaman)&lt;br /&gt;Tante : " Aku sudah bahagia sekarang. Aku kembali bertemu dengan Arman. Aku juga tau, kesedihanmu, ketakutanmu, kekuatiranmu.. Tetaplah berdoa, tetaplah berserah. Tuhan akan melindungi dan menjagaimu selalu...Aku pun dari sini tetap mendoakanmu... Doakan kami ya Rena, kita saling mendoakan selalu..."Rena : " Baik, tante... Aku terus terang masih takut...Masih ragu... Aku sungguh tidak mengerti apa yang akan terjadi terhadap masa depanku... Tapi...Apa pesan tante tadi?? Aku harus berdoa ya, tan? Aku usahakan selalu, walaupun aku belum setekun tante dalam berdoa, tapi mulai sekarang aku mau..."Tante: " Anak yang baik...Anak yang manis.. Tuhan sungguh mengasihi kamu... Jangan takut ya... Tante pun selalu mendoakan kamu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena terbangun dengan sedikit terkejut ketika mendengar suara tetangga sebelahnya di gang sempit itu mulai menyapu di pagi hari ini. Rena melihat ke arah dinding, jam 5 pagi... Ohh...mana si tante??Tanteeee....!! Tante ke manaaaa?? Koq hilang?? Rena tertegun sebentar, sepertinya sedang berpikir, oh tadi aku mimpi rupanya.... Rena ternyata masih memegang buku harian si tante...Yang didekap erat di dadanya. Seolah buku harian itu menggantikan posisi si tante yang saat ini terbaring dengan damai untuk selamanya- Rest In Peace...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Rena tidak bekerja. Ibu Martha, bossnya sudah memberikan izin kepada dia untuk tidak masuk. Bu Martha yang baik itu bahkan tidak membatasi berapa hari Rena boleh cuti dikarenakan hal ini, sekuatnya Rena saja katanya. Sepertinya dia mau betul-betul memahami kesedihan Rena yang ditinggal si tante, yang boleh dianggap keluarga semata wayang yang Rena miliki...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena bangun, karena rasa hausnya yang datang tiba-tba...Dengan perlahan, dia berjalan menuju dapur. Dia mengambil gelas dan air minum dan duduk di meja makan. Di sisi meja makan dia melihat selai strawberry kegemaran si tante. Oh My God...Semua kenangan akan si Tante nggak mungkin hilang. Apalagi now, she's not here anymore. Tiba-tiba air mata Irena meleleh lagi. Irena yang tough, jg harus berhadapan dengan ketidakberdayaan dikarenakan perasaan sedihnya pada saat ini...&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja kenangan akan makan pagi yang selalu mereka lakukan bersama muncul lagi: teh manis hangat yang disediakan si tante, bihun goreng, indomie telor, bahkan roti isi selai strawberry yang jadi kegemaran si Tante dan Rena yang terkesan sangat biasa, namun kalo dibuat dengan penuh kasih oleh tangan si Tante membuat Rena merasa bersyukur punya seseorang seperti Tante in her life pada satu sisi, dan di sisi lain: kesedihan manusiawi karena dia sudah kehilangan orang yang sangat dikasihinya n now hidup ini seolah nggak tau harusnya bagaimana lagi, karena terus terang saja, frankly speaking, right now Rena lagi nggak bisa mikir. Rena lagi blankkk...&lt;br /&gt;Rena menelungkupkan tubuhnya ke arah meja makan. Dengan posisi setengah tidur dia mencoba mengatasi kepusingan yang dihadapinya. Karena betul-betul, she can't even think right now...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah si Tante at 09.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dering telepon di dekat TV mau nggak mau membuat Rena beranjak dari kamarnya dengan sedikit menyeret kedua kakinya, Rena masih lemas.&lt;br /&gt;Suara Rick terdengar penuh perhatian di seberang sana bertanya apakah Rena sudah makan?&lt;br /&gt;Rena : " Belum, Rick...Nggak kepengen makannn..."Rick : " I know, Ren... But, it's not good for your health, you know..."Rena : " Iya, aku tau. Makasih ya Rick...But really, aku nggak kepengen makan apa pun saat ini...Paling minum aja..."Rick : " Ok. I understand. But you have to eat your lunch ya... Let me pick u up around 11.30 and we're going to have lunch together. What do you think?"Rena : " Mmmm...(sambil mikir dan ragu). Ok, Rick. Tapi bener2 deh, aku gak pengen makan...Tapi ketemu kamu, aku mau... See you ya... Thanks banget, Rick!"&lt;br /&gt;Rick : "Ok honey, I want to meet you too... But still, I think it's better for you to eat something for your own good...Anyway, will meet you shortly...C you ya.."Rena: " Ok, Rick..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah si Tante jam 11.45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick sudah sampai di rumah Rena. Rena pun sudah siap untuk pergi.Ya, dia sudah ganti baju dan mandi...Karena sedari bangun tadi, Rena masih terlalu terpaku dengan samua kejadian yang terjadi. Waktu berjalan sangat lambat, itu yang Rena rasakan pada saat ini. Rick memberikan kepada Rena sebuah buku, judulnya In Memoriam By Henri J.M. Nouwen.&lt;br /&gt;Rena : " Thanks ya Rick...Kamu dapat buku ini dari mana?"&lt;br /&gt;Rick : " From my family's library. We got sort of small library at home. So, when I went there this morning, I saw this book. I think it must be Mommy who bought it. I don't know whether it's going to help you or not, but I just want to ease your pain... Maybe this book could help? I don't know... When I saw the title and the cover of the book that says: Renungan atas pengalaman ditinggalkan ( Rick mengeja dengan sedikit susah payah...), I thought it's gonna be suitable for you at this moment..."&lt;br /&gt;Rena : " Aku nggak bisa ngomong apa-apa selain thank you Rick untuk semuanya...Kebaikan dan perhatian kamu... Thanks a lot ya..." ( Rena berusaha tersenyum dan hasilnya, not bad at all...Setelah murung berhari-hari...Akhirnya hari ini, ada juga sedikit senyuman di ujung kedua bibirnya...)&lt;br /&gt;Rena meletakkan buku itu di meja makan rumahnya. Dan mereka pun pergi untuk makan siang... Yah, setidak-tidaknya hari-hari ini terasa tidak terlalu berat untuk dilewati karena adanya Rick yang mendampingi dia... Tante, aku masih punya Tuhan dan Rick di dunia ini... Dan aku tau, Tan...Engkau bahagia di sana bersama Oom Arman... Aku pergi bareng Rick ya Tan...Bisik Rena dalam hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Different Setting: Rumah mewah Hilda di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda sedang makan di meja makannya dengan maminya. Wajahnya cantiknya tampak be te n sinis seperti biasa. Sudah dari tadi dia membentak pembantu rumahnya berkali-kali, tidak boleh mereka salah sedikit pun. Sedikit saja mereka melakukan kesalahan, langsung didamprat sama Hilda. Upaya maminya untuk menenangkan Hilda, tidak berhasil. Memang papi-maminya terlalu memanjakan Hilda, anak tertua keluarga itu, dari kecil. Hilda selalu mendapatkan apa yang dia mau, APA PUN... Dan itu yang jadi pedoman hidupnya sampai saat ini. There's nothing, NOTHING in this world yang nggak bisa dimiliki oleh HILDA.&lt;br /&gt;Hilda : " Why today's the menu is like this, mom??"&lt;br /&gt;( dengan suara cempreng dan nada tinggi ciri khasnya...)&lt;br /&gt;Mami : " Iya, kan ikan itu kesukaan papimu. Makanya mami suruh si Mbak masak lagi. Why? Kenapa kamu? Nggak suka ya??&lt;br /&gt;Hilda : " It's tasteless. And... The soup, it's too salty... I wonder pourqouis you're still hiring those maids. Why don't you fire them? Je ne comprends pas (read: I don't understand) I think we should hire a CHEF, a professional one, who can cook French Cuisine...Or if you don't want to hire CHEF, I don't want to eat here anymore. It's better for me to look for fine dining restaurants with so many choices right now. Money is not our problem, right??"&lt;br /&gt;Mami : " Hilda... Papimu saja mengurangi makanan di luar rumah, for his health. Dia lagi kontrol makanannya karena kolesterol yang tinggi. Dan untuk hire CHEF? rasanya belum perlu lah untuk saat ini... Tapi, kalau memang itu mengganggu kamu sekali, ya..mami nanti bilang sama papi saja kalau kamu memang maunya begitu..."(Hmmm... betapa mami dan papinya Hilda selalu pro kepada keputusan Hilda dan itu yang bikin Hilda tambah manja...)Hilda tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya ada juga senyumnya hari ini setelah dari pagi manyun saja dan selalu menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan, Hilda masuk ke kamarnya. Kamar yang luasnya 6x6 m itu tampak rapi. Jelas donk...Kan Hilda akan ngomel-ngomel ke pembantunya. Jadi, pembantunya pada takut mengikuti titah Sang Putri bersuara cempreng ini dan mau tak mau menuruti Hilda yang memang rada diktator ini...&lt;br /&gt;Hilda berpikirrr... Apa yang sebaiknya dia lakukan sehubungan dengan Rick dan Irena, hmmm...Je pense que... ( read: I think...). I'll make une surprise pour eux (read: a surprise for them) kata Hilda dalam hati.&lt;br /&gt;Apa langkah Hilda selanjutnya? Cuma dia yang sulit menerima penolakan itu yang tau....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari di kamar Rena yang sempit, lagi-lagi di Grogol:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah spend some time sama Rick. Dan Rick yang baik itu selalu menjadi orang yang mengingatkan dia untuk lunch dan dinner. Walau Rena sangat kehilangan appetitenya. Tapi dia udah dibeliin roti sama Rick untuk persiapan...Thank God for having Rick in my life right now...&lt;br /&gt;Sambil nyantai di kamarnya, Rena membaca buku yang dipinjamkan oleh Rick: In Memoriam by Henri Nouwen. Buku itu tipis, so...mudah bagi Rena untuk menyelesaikannya. Namun, walaupun tipis tuh buku mengandung unsur filsafat yang sangat berguna buat kehidupan Rena dan tentunya bagi mereka yang baru saja merasa kehilangan....&lt;br /&gt;Di halaman-halaman akhir buku itu, Rena menemukan paragraf yang betul-betul menguatkan dia, begini isinya ( Henri Nouwen menulis pengalaman ini saat ditinggal ibunya):&lt;br /&gt;..... Kematian Ibu adalah jalan yang dipakai oleh Allah untuk mempertobatkan saya, untuk membiarkan Roh Kudus membebaskan saya. Semuanya itu masih sangat baru. Sudah banyak hal yang terjadi pada minggu-minggu ini, tetapi apa yang akan terjadi pada bulan-bulan atau tahun-tahun mendatang akan jauh lebih banyak daripada yang sekarang dapat saya mengerti. Saya masih menunggu, tetapi juga sudah menerima; masih berharap, tetapi juga sudah memiliki; masih bertanya-tanya, tetapi juga sudah mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang saya bermimpi di siang hari mengenai perubahan-perubahan radikal, permulaan baru, pertobatan istimewa. Meskipun demikian, saya tahu bahwa saya harus bersabar dan membiarkan Ibu yang telah mengajar saya begitu banyak dengan hidupnya, mengajar saya lebih banyak lagi dengan kematiannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaa... Hidup si Tante buat Rena sendiri sudah mengandung banyak unsur yang bisa dipelajari. Mulai dari kesetiaannya, imannya, kasihnya yang nyata terhadap Rena, ketangguhannya menghadapi hidup yang tidak mudah ini... Rena mendapatkan pelajaran berharga... N to think of kematian si Tante akan mengajarkannya lebih banyak lagi?? Terus terang, Rena belum tau. Mungkin sekali IYA...At least Pater Nouwen sudah mengalaminya terlebih dahulu saat ditinggal mamanya. Yang pasti keadaan tidaklah sama seperti yang dulu lagi...&lt;br /&gt;Saat ini, Rena sama seperti Nouwen, masih menunggu, namun sudah menerima walaupun sulitnya setengah mati. SUMPAH! Maih bertanya-tanya, tetapi juga sudah sedikit mengerti... Karena untuk mengerti semuanya, koq rasanya nggak sanggup ya..Namun, pelan2 Rena berusaha mencerna: apa message di balik meninggalnya si Tante ini... Apakah betul Tuhan mau biarkan Rena seorang diri di dunia ini? Atau... Tuhan memang mau mengajarkan Rena sesuatu yang lain, yang belum terlihat jelas pada saat ini. Semuanya masih blur, masih samar2...&lt;br /&gt;Malam ini Rena memutar lagu Eric Clapton yang berjudul Tears In Heaven. Ini lagu yang Mr. Clapton buat krn kematian anaknya yang jatuh dari apartment, dari ketinggian lebih dari 50 lantai apartmentnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Would you know my name if I saw you in Heaven?Would you feel the same if I saw you in Heaven?I must be strong and carry on,'Cause I know I don't belong here in Heaven .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound a bit negative, kata hati Rena. Tapi point yang Rena mau ambila adalah...I must be strong and carry on...Sampai nanti tiba waktunya Rena bertemu kembali, setelah bersama-sama sekian lama di rumah ini, dalam hidup Rena. Si Tante sudah menjadi teladan bagi Rena. Sekarang, Rena cuma mau meneruskan teladannya... Menjadi kuat dalam melangkah dalam hidup yang kata banyak orang "kejam" ini. But, Rena pikir, kita sendiri bisa membuat hidup ini menjadi 'surga' atau 'neraka' di bumi ini, that's our decision, right? Di tengah semua yang sepertinya suram-gelap-samar2, Rena mau tetep strong and carry on... dalam Tuhan tentunya, karena kalo sendiri nggak bakalan mampu...&lt;br /&gt;Special thanks utk tanteku: Sang Guru Sejati dalam hidupnya, di luar Tuhan sendiri tentunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 8 Nov 2004&lt;br /&gt;msh mellow n merenungkan banyak hal...&lt;br /&gt;-fon- :)&lt;br /&gt;Irena- A Brand New Start&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Rick meminjamkan buku In Memoriam untuk Rena. Buku itu seolah bicara banyak, meneguhkan Rena, bahwa Rena yang sudah belajar banyak dari teladan Tante semasa hidupnya ingin belajar lebih banyak lewat kematian Tantenya, sang Guru dalam hidupnya...&lt;br /&gt;Trus, gimana Rena selanjutnya menjalani hari-hari dalam hidupnya? Can't hardly wait kah?? We'll see ya...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Brand new Day in Rena's Room:&lt;br /&gt;Setting:Kamar Rena, seminggu setelah meninggalnya si Tante:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, aku mau masuk kerja ah, kata Rena... Seminggu berkabung, lebih dari cukup rasanya. Dan bukankah, life goes on?? Kemarin Bu Martha sudah ditelpon sama Rena, dan Rena dah bilang kalo hari ini, Rena mau mencoba untuk masuk kerja. A brand new start lah haiii... Nggak mudah sama sekali lho... But, once more aku mau menjalaninya walau sulit, itu kata Rena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sengaja bangun lebih pagi hari ini. Dari pukul 6 kurang, dia sudah berdoa dan bersiap2. Di radio yang dia dengar, ada lagu yang lucu tapi realistis, dari kelompok SEURIEUS: Rocker juga manusia. Gimana nggak realistis kalo liriknya begini, coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rocker juga manusia&lt;br /&gt;punya rasa punya hati&lt;br /&gt;jangan samakan dengan&lt;br /&gt;pisau belatiiii...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena tersenyum sedikit... Walaupun tuh lagu endingnya kagak nyambung dari sisi arti, koq pisau belati yahh?? Namun, lagu itu mengingatkan Rena juga seorang manusia, yang terkadang bisa mellow dan sedih, nggak selalu strong enough to live without you, Tante...Yah, Rena juga punya rasa dan punya hati. Tentu donk! Dan Rena kemudian meresapi lagu itu sambil sesekali mengangguk-anggukkan kepalanya krn lagunya cukup nge-rock...Lumayanlah menghangatkan jiwa Rena di pagi yang harus dia hadapi. Sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Rena tersentak dengan kata itu... SENDIRI?? Yah, Rena sendiri now di rumah ini... Sendiri selama seminggu?? Berlalu juga yah waktu itu dengan cepat... Tapi Rena terus terang merasa, waktu itu merangkak dengan amat sangat lambretaaaa sekaleee dehh... That's the fact yang dia rasakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Rena bergegas berangkat dari rumah si Tante. Now, a brand new start has begun... Rena mencoba menyemangati dirinya sendiri yang emang lagi nggak mood sebetulnya.... Tapi dia mau mencoba melakukan kembali aktivitasnya secara normal... Meja makan dan kursi si Tante dia lewati dengan terburu-buru... Bukan kenapa2 seh, Rena takut kalo2 saja air matanya tumpah lagi, seperti apa yang terjadi selama seminggu ini, tiap kali dia melihat meja makan dan kursi reot tempat tante sering tertidur menunggui dia pulang kantor, selalu saja air matanya mengalir tanpa henti dan tanpa bisa dikontrol...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Brand New Start at 213 (Bus jurusan Grogol-Kp. Melayu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus penuh sesak seperti biasa. Namun, hari ini... Rena mau melihat jalanan dan rutenya yang sudah seminggu tidak dilaluinya...Tawaran Rick untuk menjemput dan mengantarkannya ke tempat kerjanya pun dia tolak dengan sopan, hanya karena dia ingin merasakan kembali hidupnya yang dulu. Dia ingin segala sesuatunya normal... Bisakah?? TIDAK MUDAH...&lt;br /&gt;Tapi Rena mengawalinya dengan baik... Rena mendapatkan tempat duduk di bus, hal yang jarang terjadi di tengah kesesakan tuh bus kota. Asli deh...&lt;br /&gt;Sampai di depan Slipi Jaya, seorang Ibu yang kelihatan lelah menggendong anaknya, berdiri di depan Rena yang duduk. Rasa ibanya langsung timbul dan dia memberikan kursinya kepada tuh ibu. Rena kan masih kuat untuk berdiri, walaupun dia nggak sempet sarapan pagi. Masih sulit rasanya makan di rumah si Tante, tatkala semuanya - EVERYTHING reminds me of you, Tan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, setidaknya Rena mengawalinya dengan a brand new start di bus ini dengan melakukan sesuatu yang seharusnya dia lakukan...memberikan kepada yang membutuhkan...Ibu tersebut dan anaknya...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Brand New Start at Butik Charming Plaza Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena sampai di Plaza Indonesia relatif lebih pagi dari biasanya. Maklum, dia maunya nggak mau terburu-buru hari ini. Dia mendapati seorang penjual kue di samping tangga penyeberangan di depan Grand Hyatt HOTEL, dan Rena menyempatkan diri membeli 2 potong kue untuk dia makan terlebih dahulu di situ sebelum masuk ke Butik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, Butik Charming... Setibanya Rena di Butik, ternyata sudah ada seorang yang masuk terlebih dahulu sebelum Rena. Ternyata seorang wanita, yang kemudian Rena ketahui bernama Mbak Asih. Mbak Asih ini lah yang menggantikan Rena selama Rena tidak masuk seminggu. Bu Martha sudah memberitahukan bahwa memang selama Rena nggak masuk, tokh aktivitas butik berjalan lancar karena Bu Martha turun tangan langsung dibantu oleh Mbak Asih ini... Menurut obrolan Rena dan Bossnya- Bu Martha itu, Mbak Asih dikenalkan oleh rekanan supplier baju2 butik teman Bu Martha... So, krn memang shorthanded, Bu Martha menerimanya saja, walaupun latar belakang dan lain-lain kurang jelass...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Asih : " Selamat Pagi..."&lt;br /&gt;Rena : " Selamat Pagi, Mbak..."&lt;br /&gt;Mbak Asih : " Bisa dibantu?? Saya Asih..."Rena : " Aku Irena... Mungkin Bu Martha sudah pernah sebut namaku?"&lt;br /&gt;Mbak Asih : " Oh, Rena... Sudah, Bu Martha sudah cerita cukup banyak tentang kamu. Nggak disangka kamu masih begitu muda..."( tatapan matanya cukup meneliti Rena, namun Rena tidak merasa panik karenanya.. Mbak Asih memandang Rena dengan tatapan agak aneh... Tapi Rena nggak terlalu ambil puzing, this is a brand new start for me, so... I won't bother that much lahhh yawww...)&lt;br /&gt;Rena : " Iya Mbak... Ma kasih ya Mbak sudah membantu mengerjakan kerjaan saya selama ini..."&lt;br /&gt;Mbak Asih : " Iya, nggak apa-apa..."( Matanya masih terus memandangi Rena dengan tatapan yang sulit dimengerti... kenapa ya?? Rena jadi kepikiran juga sekarang, abisss kalo awal2nya begitu sih ndak pa2, tapi ini udah sekian lamaa....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena berpikir, Wah... kalo nanti sehari2nya sama dia, pastinya nggak mudah ya... Kan selama ini Rena sudah terbiasa sendiri, dan dipandangi dengan tatapan menyelidik untuk sekian menit dari awal pembicaraan sampai sekarang, pastinya nggak enak banget...Tapi, once again: Rena nggak mau terlalu ambil pusing... Urusan nanti tinggal nantinya gimana aja... Sudah terlalu banyak beban pikiran yang harus dia tanggung dengan meninggalnya si Tante, dan untuk membebani dirinya lebih lagi?? Rena ndak mauuuu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Different Setting: Rumah Hilda - Puri Indah, Jkt Barat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda meletakkan gagang telponnya dan tersenyum penuh kemenangan. Dia sudah bicara dengan Ibu Astari, maminya Rick. Dan di meja telponnya sudah ada selembar tiket. Ke mana lagi kalo bukan ke LONDON?? Dan Hilda sudah memikirkan next step, for making one surprise for RICK n RENA.&lt;br /&gt;Hilda akan mengunjungi Mr. Scott di London. Who's Mr. Scott?? Tak lain dan tak bukan: bokapnya Rick... Dan dia sudah kong kali kong (read: bersekongkol alias bikin conspiracy theory) dengan Ibu Astari mengenai kedatangannya ke London, what to do n what to say to him... Tokh she's not a stranger to Rick's family?? Bahkan...dia itu sudah sangat dekat dengan mereka, termasuk Mr. Scott yang dia kenal dari kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So...London, here I come, kata Hilda... I wanna meet Mr. Scott and say all the things that I need to say... Biar mampuzzzz tuh Rick dan Rena... Biar mereka tau, siapa sebetulnya Hilda... So, don't mess with me guyz...!!! Awas aja....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Brand New Start with Rick's Brand New Car:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena nggak ngerti sama sekali soal otomotif. Sama sekali tidak. Tapi kali ini Rick menjemputnya dengan mobil baru... Warnya bukan putih, tapi silver...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Rick...mmm... mobil kamu baru ya??"Rick : " Yes, Rena... But, actually it's my mom's. Not mine. My car dipake my mom... So, I use hers instead..."&lt;br /&gt;Rena : " Oh gitu...Kirain...."Rick : " Kirain what??"Rena : " Kirain kamu bawa mobil baru untuk hari pertamaku masuk kerja. Ge-er yahh aku??" ( Rena tersenyum menggoda ke arah Rick.. )Rick : " Well... if u said so... It's fine with me... Everything I do, I do it for you, Ren..."( Rick juga ikutan bercanda melihat Rena yang bercanda seperti itu ke dia...)&lt;br /&gt;Rena : " Bryan Adams sekali deh, Rick!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tertawa bersama...Yah, hidup Rena rasanya sudah hampir normal, hampir kembali seperti yang dulu...cuma...a brand new start without si Tante, gampang-gampang susah... or susah-susah gampang?? Gak tau banyakan gampangnya or banyakan susahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A brand new start: Jakarta at night:&lt;br /&gt;Tawaran Rick untuk melihat-lihat Jakarta at night, tidak dilewatkan Rena begitu saja. Emang Rena suka sehhh?? Gimane donk kalo suka??:)&lt;br /&gt;Rena merasakan kehidupannya hampir normal, kalau dia tidak ingat soal si Tante. Semuanya seperti biasa koq... lampu2 jalanan yang berwarna-warni sepanjang Sudirman Thamrin, anak-anak jalanan yang mengamen, n mobil-mobil dari sederhana sampai mewah yang hilir mudik lalu-lalang di sekitar mobilnya Rick.&lt;br /&gt;Well, a brand new perspective tonite... Bumi masih berputar, esok kan masih ada Ren...Rena ingat kata-kata lagunya Utha Likumahua itu, hai nona manis, biarkanlah bumi berputar... Menurut kehendak yang kuasa... Ok deh Tuhan, i nurut deh... kan ini semua kehendakMu...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah si Tante pkl. 22.30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Rena masuk ke gang sempit rumah si tante, setelah Rick mengantarnya sampai di mulut gang. Itu atas permintaan Rena, dia masih terkadang trauma dengan kejadian Rick berkelahi dengan preman yang nongkrong di gang depan rumahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena berjalan perlahan menghampiri rumah si tante. Dia menunduk sambil melihat langkah-langkah sepatunya mengenai jalanan bersemen yang dia lalui. Sampai di pagar rumah yang sempit itu, dia hendak membukanya, tapi ada sebuah bayangan seorang wanita yang berdiri di depan pintu rumah si Tante... Rena tersentak kaget, tidak siap... Ketika dia melihat wajah si wanita itu...Dia mengeluarkan sedikit teriakan kecil...Siapakah Wanita itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya a brand new start ini almost perfect...but... is there any perfect life in this planet?? Tunggu Irena selanjutnya...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 24-25 Nov 04&lt;br /&gt;GBU all n pls sabar menanti yaaa...thx!&lt;br /&gt;-fon- :)&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;A Brand New Day buat Irena, dia keluar rumah, naik bis, kerja seperti biasa. Sepertinya itu semua merupakan awal yang baik, namun hidup yang serba unpredictable ini, akankah bisa ditebak alurnya?? Sepertinya sulit krn di malam itu, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang showed-up unexpectedly di rumah si Tante... Siapakah dia? That's my last question on last episode... Kelanjutannya?? Dibaca aja yah...S'il vous plait...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-Akhir Cerita Cinta??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena masih terkejut. Tapi akhirnya dia menghela nafas perlahan ketika melihat wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu Astari, maminya Rick. Well, it's not a good sign... Ngapain juga Ibu Astari malem2 ke rumah Rena, tentunya bukan sesuatu yang baik ya sepertinya...Sulit buat Rena untuk positive thinking deh di saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Astari : " Baru pulang, Ren?" (dengan tatapan menyelidik)&lt;br /&gt;Rena : " Iya, Ibu..." (menjawab perlahan sambil berusaha menguasai kegalauan dan kegugupannya)&lt;br /&gt;Ibu Astari : " Rick yang antar kamu pulang tadi??" ( masih dengan tatapan mata yang tajam ke arah Irena)&lt;br /&gt;Rena : " Iya, Ibu...Mari masuk, kita ngobrol di dalam saja..."&lt;br /&gt;Ibu Astari : " Rasanya nggak perlu deh Ren...Kita selesaikan di sini saja..."&lt;br /&gt;Rena : " Oke, kalo itu yang Ibu mau.." (Rena menguatkan dirinya sambil bicara dalam hatinya: brace yourself Ren...to hear what you're about to hear).&lt;br /&gt;Ibu Astari : " Gini ya...Sehubungan dengan relationship kamu dengan Rick, ibu tidak setuju. Titik. Karena ibu sudah dari dulu menjodohkan Rick dengan Hilda, yang terus terang dengan tidak bermaksud menyakiti kamu, Hilda lebih se-level lah dengan keluarga kami, dan dengan Rick. Ibu minta kamu putus saja dari Rick. Kalau tidak, Rick akan ibu pindahkan ke London lagi, kalau kalian masih membandel juga..."&lt;br /&gt;Rena : " Terus terang ibu, saya juga nggak tau harus bagaimana. Sampai sekarang saya hanya menjalani saja relasi dengan Rick ini. Dan sempat saya bilang ke Rick, apa keluarga kamu nggak akan mempermasalahkannya? Dia bilang dia sudah bicara sama ibu. Tapi, sekali lagi saya tidak ingin menjadi pengganggu di keluarga ibu. Kalau itu yang terbaik, saya akan bicara dengan Rick, dan kami akan mengakhirinya..."&lt;br /&gt;(Entah mendapatkan kekuatan dari mana, Rena bisa bicara segitu banyaknyaaa, walaupun agak pelan, namun dia bisa menyelesaikan kalimatnya dengan lancar).&lt;br /&gt;Ibu Astari : "Ok then. How about a deadline? I'll give you 2 weeks from now, kalo lewat, Rick langsung Ibu kirim ke London..."&lt;br /&gt;Rena : " I'll try bu..."Ibu Astari: " Permisi. Selamat malam!"&lt;br /&gt;Rena : " Selamat malam juga ibu, hati-hati ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Astari keluar gang, dan sepertinya sudah ditunggui sopir pribadinya. Ahhh, a brand new perfect start?? Nggak ada lah yawww! Berapa sering Rena harus berhadapan dengan kenyataan yang sama sekali tidak sesuai dengan harapan alias expectationsnya...Tapi kali ini, koq rasanya bertubi-tubi banget sehhh??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena masuk ke rumahnya, dan langsung menuju ke kamarnya. Dia menangis. Koq sepertinya cobaan ini tanpa henti ya, Tuhan? Aku juga manusia dan ada batasnya... Koq bertubi-tubi seperti ini? Si Tante sudah meninggalkan aku, aku masih blm stabil dan masih berusaha pelan2 untuk get over with such a great 'kehilangan'. N now, Rick yang begitu banyak membantu mencerahkan hari-hariku? Akan pergi juga dari sisiku. I'm really all alone now. Gak tau gimana bisa move on dalam hidupku besok2...Pusing nehh,Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kanan Rena menekan power dari tapenya dan ia menyalakan radionya. Lha koq bisa, tiba-tiba penyiarnya bilang lagu yang akan diputar right after the break adalah lagunya Glenn Fredly yang berjudul Akhir Cerita Cinta, taken from his repackage album. Kata-katanya tambah mengiris hati dan perasaan Rena... Dia membiarkan air matanya membanjiri bantal kepalanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir cerita Cinta&lt;br /&gt;by Glenn Fredly album Selamat Pagi Dunia ( Repackage)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandiwarakah selama ini?Setelah sekian lama kita tlah bersama...&lt;br /&gt;Inikah akhir cerita cinta?Yang slalu aku banggakan di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah di mana kusembunyikan rasa malu oohhh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Kini harus aku lewati, sepi hariku tanpa dirimu lagi&lt;br /&gt;Biarkan kini kuberdiri, melawan waktu...&lt;br /&gt;Tuk melupakanmu&lt;br /&gt;Walau pedih hati, namun aku bertahan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat kebaikan semuanya,walau harus mengorbankan diri dan perasaannya, Rena memilih untuk tidak melanjutkan lagi relationshipnya with Rick. Mungkin ini yang namanya sudah jatuh, tertimpa tangga?? Rena yang masih dipenuhi rasa sedih, kecewa, sakit hati juga karena perkataan Ibu Astari, blm bisa betul2 logis...Dia masih dipenuhi tanda tanya seputar masa depannya...Salah satu yang utama yahhh...hubungannya dengan Rick. Dan Rena sendiri masih sangat dipengaruhi oleh perasaannya yang sangat mendominasi seluruh keberadaan dirinya di saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena berusaha membolak-balik tubuhnya di tempat tidurnya. Namun, hasilnya?? Sampai sekarang, Rena masih terjaga...Sulit bagi dia untuk tidur, sementara pikirannya mengembara tak tentu arah...But, she tries to sleep anyway...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari at 08.00 still di Rumah si Tante:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, Irena sudah hampir selesai menyiapkan diri untuk ke kantor. Ketika didengarnya ketukan di pintu rumahnya. Siapa ya pagi2 begini, ditambah trauma semalam setelah dikunjungi Ibu Astari-'tamu tak diundang' begitu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Rick yang muncul di hadapan Rena tampak kurang tidur. Agak kusut, walaupun tidak mengurangi kadar kegantengannya di mata Rena. What's wrong with him?? Rena menduga pastilah something to do with his mom yang sangat menentang relationship ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick : " Ren, morning... Well, my mom came to see you last night, right?"Rena: " Iya, kamu dibilangin ya sama dia? " (suara Rena pelannn banget, masih menyimpan kesedihan yang mendalam sepertinya...)&lt;br /&gt;Rick : " I should've think about it in the first place, really sorry to make you sad like this, Ren...Never meant to hurt you..."Rena: " Pssstttt, it's ok Rick..." ( Rena menggelengkan kepalanya pelan pertanda dia merasa gpp dengan semua yang ada walau sakit banget hatinya...)&lt;br /&gt;Rick : " I've decided to go to London to meet my father there...I'm gonna talk to him and try to convince him about this relationship... and I'll be back as soon as possible...Trust me, Ren... I'd like to do my best for the sake of this relationship."&lt;br /&gt;Rena: " Aku nggak tau, Rick. Maaf, sepertinya aku sudah sulit berharap untuk saat ini...Aku nggak mau menjadi pengganggu hubungan kamu dengan keluargamu, dan apa yang sudah keluarga Hilda dan keluargamu sepakati...So, kita lihat saja nanti. "Rick: " Rena, it's my own life. I'm going to get on with it... I'll try. But, if you don't wanna try anymore... I won't push myself too hard either... It needs two people in this relationship, if I'm the one to do the struggling thing all alone, I don't think we can work things out, my dear..." ( Rick berusaha menahan emosi dan kesedihan yang dia rasakan. Dia nampak kacau...).&lt;br /&gt;Rena memegang perlahan lengan Rick, tapi ditepis oleh Rick. Well, di tengah kebingungan dan permasalahan yang dihadapi RIck dan Rena, sepertinya problem kecil bisa jadi besar. Apalagi problem besar seperti yang mereka hadapi saat ini... ? Rena kehilangan si tante dan setengah diancam sama maminya Rick. Sementara Rick ditekan pihak keluarganya padahal dia begitu mencintai Rena. Once again, life...oh life...!&lt;br /&gt;Rena menghela nafas perlahan, " So, this is it, Rick...Ini akhirnya cerita kita??"&lt;br /&gt;Rick : " I'm not the one who wants to give up. It's you... So, you gotta figure out what you want Rena...Don't feel uneasy about my family or Hilda or anything!! Actually it's all about you and me...Not anyone else!!" ( suara Rick terdengar semakin meninggi... Sepertinya hampir tidak bisa menguasai emosinya lagi...)&lt;br /&gt;Rena : " Sorry Rick... I can't even think now. Aku nggak bisa deh membuat keputusan apa pun pada saat seperti ini. Ya, mungkin kita lebih baik stay calm dulu...Nanti kalo sudah tidak sama-sama emosi, kita baru bicara lagi..."Rick: " We're running out of time, Ren...I think, this is it. It's the end...To think that we give it up so easily?? Such a waste of time..."Rena: " Rick... kamu koq ngomongnya gitu sih, jadi menurut kamu selama ini kita buang2 waktu aja atau gimana?? I just don't understand you..."&lt;br /&gt;Rick: " Enough saying, I guess... I wanna go back n sorry Ren, I think this is our end."Rena: " Ya sudah kalo itu maunya kamu, Rick..."Rick: " Maunya aku?? It's you Rena, who made me choose this way!I gotta go. Bye!"Rick bergegas pergi dengan amarah yang masih sangat kuat mendominasi dirinya. Rena duduk diam di meja makan rumah si Tante. Dia menangis. Mungkinkah dia bisa bertahan untuk tetap kuat dalam situasi semacam ini?? Rena sudah mulai kehilangan harapan...Harapan yang sudah terlanjur dirajut dalam hatinya hanya untuk Rick...Tapi aku nggak ngerti ya Tuhan, kenapa begini??&lt;br /&gt;Rena menghapus air matanya pelan. Sudahlah Ren... Life goes on...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bis 213 : Grogol-Kp. Melayu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena berdiri. Bis penuh sesak seperti biasa. Tapi dia lagi nggak terlalu peduli sama keadaan sekitar hari ini. Dia terlalu lelah untuk berpikir. Lagu yang terus bergema dalam hatinya adalah Akhir cerita cintanya Glenn Fredly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandiwarakah selama ini?Setelah sekian lama kita tlah bersama...&lt;br /&gt;Inikah akhir cerita cinta?Yang slalu aku banggakan di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah di mana kusembunyikan rasa malu oohhh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Kini harus aku lewati, sepi hariku tanpa dirimu lagi&lt;br /&gt;Biarkan kini kuberdiri, melawan waktu...&lt;br /&gt;Tuk melupakanmu&lt;br /&gt;Walau pedih hati, namun aku bertahan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena nggak tau apakah dia bisa konsentrasi dengan baik di pekerjaannya hari ini. Terlalu capek untuk berpikir! Semuanya terlalu cepat terjadi, tanpa sempat di-digest, sudah switching ke peristiwa yang lainnya...&lt;br /&gt;Rena terus berjalan menuju Plaza Indonesia. Langkahnya pelan, tapi dia tau, dia menuju ke Butik Charming. Tuhan, kalo hidup itu adalah chapter-chapter dari sebuah buku, now.. adalah chapter kelabu yang harus aku lewati. Tulislah Tuhan, buku kehidupanku...Ada tinta biru, hitam, merah mungkin, but now, it's grey...&lt;br /&gt;Aku cuma bisa melangkah pelan-pelan melewati hari-hari penuh kesedihan ini, namun one thing for sure, I know God, ini semua mengarah kepadaMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena terus melangkah pelan, memasuki Plaza Indonesia. Pak Satpam masih dengan senyum yang khas memeriksa barang bawaan setiap pengunjung mall yang datang. Petugas parkir juga masih sibuk membantu memarkirkan kendaraan di sana. Penjaga toko mulai berdatangan karena sudah waktunya jam kerja mereka. Starbucks sudah memulai aktivitasnya dan aromanya mulai tercium memenuhi ruangan sekitarnya.&lt;br /&gt;APA YANG NGGAK RIGHT ON TRACK?? Nggak ada... Cuma hidupnya Rena sedang agak kacau balau...Tapi, ada pencerahan baru. EVERYTHIS IS RIGHT ON ITS TRACK... Awan masih ada, hujan terkadang turun dan membuat becek...When you close to tears remember, one day it will all be over, some day we're gonna get so HIGH...&lt;br /&gt;Rena menyemangati dirinya sendiri dengan lagu dari Lighthouse Family yang berjudul HIGH itu tadi. Yeah, one day it will all be over, as long as I got you, God!&lt;br /&gt;Rasanya ada semangat baru, di tengah seluruh kepedihan hidup ini, Rena bertahan dan berjalan karena percaya that one day, it will all be over and I'm gonna get so HIGH with you, GOD... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 30 Nov-01 Des 04&lt;br /&gt;One day it will all be over prens, apa pun yang kita alami hari ini jangan bikin kita terlalu down yaaa... coba aje, boleh donk!:)&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear friends,&lt;br /&gt;I'd like to thank your support:)&lt;br /&gt;Silvia Dewiyanti: my friend from Palembang, an old friend, dari SD ya??:) Thx for ur encouragement n supportive comments :) Blm dapet line penerbit yang tepat seh, so... msh menunggu dan berusaha :)&lt;br /&gt;tk care ya pren!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nimbrung ah kali ini ==&gt; Rena harusnya nggak perlu sedih2 amat, krn dr awal dia ambil keputusan mau jalan dg Rick harusnya dia sdh tau the worst risk yg akan dia hadapi. Dan selama dia jalan sama Rick juga nggak pernah dapat "angin segar" dr pihak Rick khan, jadi resiko spt ini harusnya dia sdh bisa prediksi sebelumnya. he....he....gue kayak nggak punya perasaan ya, krn prinsipku setiap keputusan yg kita ambil, terutama keputusan besar, kita hrs pikir dulu resiko terburuknya, dan kalau siap menghadapi resiko terburuk itu maka silakan jalan dg keputusan itu, kalau nggak siap jangan jalan, drpd cengeng / nyesel dibelakang hari.&lt;br /&gt;nah untuk rena, dg warisan si tante (rumah daerah grogol kalau dijual khan lumayan duitnya tuh) , mending bikin panti asuhan......dia bisa punya kegiatan (business -meski sifatnya sosial- sendiri) dan hidupnya akan lebih berarti, dan nanti dia bisa buktikan pada dunia (at least keluarga Rick) bhw dia lebih "hebat"&lt;br /&gt;itu sih kalau gue yg bikin cerita.........ha......ha....&lt;br /&gt;( Itu dari Yulita Dago, my mommy baptis:)).&lt;br /&gt;Thx utk tanggapannya ya mom :) Bikin panti asuhan?? mmmm... bol-jug, boleh juga lah haiii...sosial sekaleee...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hiks.. sedihnaaaaa....&lt;br /&gt;tapi bagus banget fon!!! dramatis sekaleeee..&lt;br /&gt;bikin penasaran benernya si hilda tuh ngapain di london..&lt;br /&gt;-Monique-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Monique, i couldn't stop thanking you for your support, for kompilasi Irena, n for sure for the comments:). Soal Hilda...nanti akan ada partnya dia koq :) Tenang aje ya say:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fonnnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy,Finally I got the 'Irena' again, setelah sekian lama g nanti2kan. Sampe2 gmikir, jangan2 Fonny ngeluarin g dari daftar pembaca dan penggemar setianyahihi. Kakak...kakak....minta tanda tangannya donk, tulisannya bagus2 deh,mau ga kakak nulis tentang saya ????? yang happy ending gitu, jadian samaPrince Charming dr negeri Biru yang guanteng dan baik hati, berhayal BO!Ah...andai..................andai....................., berhayal emangpaling menyenangkan yaks.&lt;br /&gt;-Sianita Wijaya-&lt;br /&gt;Thx ya Siannn... G appreciate sekaleee komentar u...Nanti g tulis tentang setelah mewawancara dulu yaaa hehehe sapa tau bisa utk episode Irena selanjutnya or cerita baru lagi, entahlah... we'll see :) Will meet u bentar lageee after ujian KPKS ya say...looking forward to meet u n crita2 lageeee :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The greatest thank ever, should go to our Almighty GOD, Jesus Christ, my saviour n strength in my ups and downs... Thanks for your never ending love and care, God! How am I supposed to live without u, Jesus?:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorry atas keterlambatan edisi Irena kali ini krn ujian KPKS n kesibukan kerja 'memaksa' saya untuk menghentikan sebentar penulisan Irena ini...Maap beribu maap paduka :) Itu bukan maksud hati hamba:):)&lt;br /&gt;well, this is it...the best that I can do right now...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tk care guyz! n enjoy!&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;Irena didatangi oleh Ibu Astari yang u guyz have already known as Rick's mom...Dia melarang sekaligus mengancam relationship Rick dan Rena, kalo sampe mereka membandel, Rick akan dikirim ke London. Sementara Rick dan Irena pun dengan seluruh permasalahan yang ada membuat mereka pun argue.. Akhir cerita cintanya mereka kah? Atau...gimana sehhh?? Ya, disimak aza deh!:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-Emotions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming, Plaza Indonesia, at 10.00:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Asih sudah datang terlebih dahulu dari Rena. Lagi-lagi dia memandangi Rena dengan tatapan yang aneh dan sulit dilukiskan dengan kata-kata. Tapi, Rena cueks ajeee... Soalnya, boro-boro memikirkan yang laen-laen, mikirin Rick satu aja udah bikin Rena pontang panting bak mainan di Dunia Fantasi itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Pagi, Mbak..."&lt;br /&gt;Mbak Asih: "Pagi, Rena..."Rena: " Sudah dari jam berapa Mbak datang?"Mbak Asih: " Sudah dari 15 menit yang lalu"&lt;br /&gt;Rena: " Oh gitu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena rada cuek dan langsung aja melanjutkan pekerjannya. Sementara Mbak Asih membereskan baju-baju kiriman dari Korea yang baru saja diterima kemarin dan memajangnya di etalase butik... Mbak Asih memang lebih ke arah spesialisasi di pajang memajang baju baru...Sementara Rena lebih berkutat di jadwal-menjadwal alias schedulingnya Ibu Martha dan semacam customer service bagi klien2 bossnya itu. Ya... tanpa terasa ada semacam job description antara Rena dan Mbak Asih yang terus terang, amat mempermudah Rena at this time...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena diminta bossnya untuk ke toko florist yang letaknya berseberangan dengan toko CD Bulletin di Plaza Indonesia ini. Maklumlah, Rena kan udah hafal mati deh deretan toko-toko di Plz Indonesia ini, kan sehari-harinya di sono ya wajar lah yawww :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati La Moda Cafe di tengahnya Plz Indonesia saat lunch itu, lagu yang tengah dimainkan dengan akustik, Destiny's Child: Emotions...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emotions by Destiny's Child&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's over and doneBut the heartache lives on insideAnd who's the one you're clinging toInstead of me tonight?I'm there at your side,I'm part of all the things you areBut you've got a part of someone elseYou've got to find your shining star&lt;br /&gt;Back to: and where are you now...&lt;br /&gt;Yeah, that's right... It's over and done, Rick between you and me but the heartache lives on inside... Rena pelan-pelan berjalan menuju florist tempat dia harus mengambil pesanan Bu Martha, sambil terus bicara sendiri dengan dirinya... Sudahlah Rena, sudah... Satu sisi hatinya berkata begitu, but on the contrary...the other side of her hear said: You are SOOO ALONE, kasian deh loe! Tante udah nggak ada, sementara Rick raib entah ke mana. Nggak jelassss...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ngambil, krn cuma sebentar di sana, pas menuju La Moda lagi, eh... lagi2 tuh lagu masih bergema memenuhi seluruh mall. Reffrainnya masih bergaung, dan semakin bergaung di hati Rena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the words of a broken heartIt's just emotion taking me overCaught up in sorrow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena rada sedih lho... Entah kenapa, sekali ini dia mellowww abisss. Mungkin tumpukan ke-stress-an yang bertubi-tubi, bikin Rena lemah lunglai this time. Ahhh, itu kan unlikely Rena. Bodo ah! Aku nggak peduli, kata hati Rena. Capek soalnya kalo terus harus mikirin Rena itu seperti apa...&lt;br /&gt;Yup, this time emotions is taking her over. Dalam suasana kepedihan patah hatinya, Rena berjalan pelan memasuki butik Charming. Namun sebelum dia berbelok ke sana, dia melihat Hilda tengah bercakap-cakap dengan Mbak Asih, sepertinya lebih dari sekedar urusan pembelian baju butik deh rasanya... Dan suara Hilda yang cempreng melengking, terdengar jelas sampe ke toko sebelahnya, tempat Rena masih memantau situasi dari kejauhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda: " So, how's thing with Rena?"&lt;br /&gt;Mbak Asih: " Sementara ini, rencana kita masih akan bisa dijalankan Mbak Hilda..."Hilda: " Ok. U have to be ready. Nanti ambil saja beberapa baju dari butik,remember: yang mahal-mahal! The more expensive, the better! Let her loose this job!"&lt;br /&gt;Mbak Asih: " Baik, Mbak Hilda. Akan saya laksanakan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena terkejut, terpukul, dan sempat beberapa detik menahan nafasnya... My God, Hilda tuh tak kunjung hentinya mempersulit hidupnya. Apa sih maunya??Emang dia itu nggak pernah ada puasnya kalo belum mendapatkan apa yang dia mau. Isn't it so?? Well, Rena thinks so...&lt;br /&gt;But, this time, Rena mau menghadapi mereka. So what if she'll be fired in this job? Rena nggak peduli. Cukup sudah deh Hilda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena pun memutuskan untuk menghampiri ke-2 orang tersebut, Hilda dan Mbak Asih, nggak ada yang harus ditutupi lagi krn Rena tokh overheard their conversation. Dan, daripada Rena yang jadi korban dengan tuduhan mencuri, Rena nggak mau. Rasanya, sudah keterlaluan sekali mereka. Untung saja Rena ada di sini saat ini sebelum mereka sempat melakukan niat jahatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena : " Apa kabar Hilda? So, ternyata kamu kenal dengan Mbak Asih??!??"&lt;br /&gt;(suara Rena terdengar rada tinggi dari biasanya...)&lt;br /&gt;Hilda: " Yes, we know each other. And my dearrrr, it's none of your business..."&lt;br /&gt;Sementara Mbak Asih berdiri terdiam dengan tampang setengah pucat. Pucat pasi, Rena dengan suara cukup lantang menjawab nada-nada cempreng yang keluar dari Hilda...&lt;br /&gt;Rena : " How come it's none of my business?? Sementara aku yang jadi topik utamanya??Hilda dan Mbak Asih, just now I overheard your conversation. Kalian berusaha menjebak aku kan?? Untung saja aku pas kembali dari florist dan mendengarnya. Kalau tidak?? Nama baikku dirusak begitu saja oleh kalian... Aku walaupun bukan orang kaya, namun aku tidak akan mencuri. Pantang bagiku!! Tapi kalo Mbak Asih yang memang sudah dari awal menatap gerak-gerikku dengan tatapan aneh itu yang mau mengambil baju silakan saja. Tapi jangan menuduhkannya padaku!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Asih masih terdiam. Hilda juga kehabisan kata-kata, dan ternyata di pintu butik, sudah dari tadi ada Bu Martha. Yang mendengar dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya bak teks Proklamasi Kemerdekaan itu langsung bereaksi...&lt;br /&gt;" Ada apa ini. Mengapa jadi begini?? Coba jelaskan Rena... Ibu dengar ada yg mau mencuri dan menggunakan nama kamu sebagai pencurinya? Gimana tuh?? Asih coba jelaskan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Asih dan Hilda lebih kaget lagi. Dan saking kagetnya mereka melihat kehadiran Bu Martha, mereka sampe speechless. Kehabisan kata-kata booo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah CAUGHT IN THE ACT, apa boleh bikin...Mereka harus mengakui perbuatannya. Dan hari itu juga Mbak Asih resign dari pekerjaannya. Sementara Hilda masih defensive membela diri, namun sepertinya useless, nggak ada gunanya, soalnya...Bu Martha sudah dengar sendiri tadi. Dan sepertinya Bu Martha akan kasih kabar ke Bu Astari, maminya Rick itu lho... yang memang ho peng alias teman baiknya sudah sejak dahulu kala itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda terdiam juga. Namun, bergegas minta izin pulang ke Bu Martha. Well...Is that it?? Rasanya bukan Hilda juga kalo lagi2 segitu gampangnya menyerah. Bukankah dia masih punya Plan B? Ke mana lagi kalo bukan ke LONDON bertemu bokapnya Rick...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butik Charming at night, 21.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena berkemas-kemas untuk pulang. Capek deh rasanya. Hari ini berlalu dengan Bu Martha yang menenangkan hatinya dan juga menjamin dia tetap akan bekerja di butik Charming...Mbak Asih yang ternyata antek-anteknya Hilda dan sudah mengundurkan diri dari dunia perbutikan di butik Charming ini. N last but not least: Hilda...yang kesal tapi memilih diam untuk kali ini, tapi masih memandang Rena dengan tatapan sinis...&lt;br /&gt;Bu Martha sudah tau story Rick dan Rena, termasuk akhir cerita cinta mereka, so Bu Martha kembali menawarkan drivernya untuk mengantar Rena pulang... Rena mau aja sehhh, sementara ada rasa sedih yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yah, jadi ingat saat2 Rick pertama kali datang dan menjemput dia, kejutan2 di malam hari bersama Rick: Dome- Jakarta at night- wajahnya yang perpaduan Mas Nunu n VJ Utt... Oh No... Koq jadi berputar-putar seperti itu sehhh?? Rena, udah donk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And where are you now, now that I need you?Tears on my pillow wherever you goI'll cry me a river that leads to your oceanYou'll never see me fall apartIn the words of a broken heartIt's just emotion taking me overCaught up in sorrowLost in the song But if you don't come back Come home to me, darlingDon't you know there's nobody left in this world to hold me tight?Don't you know there's nobody left in this world to kiss goodnightGoodnight, goodnight&lt;br /&gt;Rick... Kamu di mana sih sekarang?? I really want to see you... Kangen, tau!! But....apa daya nggak bisa lah haiii...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kemellowan Rena sepanjang hari ini berakhir di rumah si Tante, di gang sempit di daerah Grogol. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Pak Sapto, drivernya Bu Martha. Rena turun dari mobil dan berjalan pulang. Dalam hatinya, tiba-tiba dia menyanyikan lagu Misteri Ilahinya Ari Lasso.&lt;br /&gt;Terutama di bagian reffrainnya:&lt;br /&gt;Sgala yang terjadi dalam hidupku ini&lt;br /&gt;adalah sebuah misteri Ilahi.&lt;br /&gt;Perihnya cobaan hanya ujian kehidupannn...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... Boleh dibilang ini semua adalah misteri Ilahi, yang emang blm bisa dimengerti sama sekali oleh Rena. Diawalinya hari ini dengan ke-mellow-an Emotions dari Destiny's Child, dan diakhirinya hari ini dengan ketabahan seorang Ari Lasso dalam Misteri Ilahi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... Emang betul sih... Ini semua misteri Ilahi... Yang merupakan ujian buat Rena dalam hidup ini... Rena, gambatte (= cia you in Chinese means bergiatlah/ bersemangatlah!!). Eniwei, life goes on kan??:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena tersenyum kecil... Bibirnya melengkungkan huruf U kecil... Thank's Lord. Ini memang misterimu, misteri Ilahi, dan Rena hanya bisa menjalaninya dan berserah kepadaNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, 13 Des 04&lt;br /&gt;sambil menjejakkan kaki tiap hari dalam misteri Ilahi yang tak kunjung terselami,&lt;br /&gt;-fon-:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;Sori dulu neh sebelumnya, kalo ternyata proses copy paste pada teks lagu Emotions nya Destiny's Child tidak berlangsung dengan sempurna di Irena episode yang lalu. So, ada bagian yang kurang di teks lagu ini n malah nongol di endingnya...Yah, namanya juga buru2...:) Thx ya atas pengertiannya...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, some of you guyz thought Irena udah tamattt, seperti dik Melan...Well, belum koq, Mel... Kalo ending, i pasti akan nulis tamat lah Melann...:) Nah, yang kali ini baru tamat Mel...Trus utk Jiwo yang sudah lama tiada kabar beritanya, gut to hear you back, bro... How's thing with you? Thx utk tanggapannya seputar Irena... Well, let u guess which part is my real life n which part is my fantasy and/ or imagination, sah2 ajee kalo mo nebak hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And...I'm thinking of mengakhiri Irena, taon ini juga di episode kali ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thx utk setiap perhatian temen2 semua. I appreciate it lhooo...:)&lt;br /&gt;and finally, Met Natal dan taon baru... Moga2 lebih baik lagi di taon baru ini. Ok kan??:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last but not least: thx utk kebersamaannya bersama Irena selama kurang lebih 4 bulan krn episode pertama dari Irena yang berjudul Aku, Irena mulai aku kirim dan tuliskan 26 Agustus 2004.&lt;br /&gt;Sementara I off dulu yaaa sambil semedi mencari inspirasi hihihi...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have a nice holiday!!!&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irena-Seindah Biasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously on Irena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesedihannya karena putus dengan Rick, Rena masih mencoba tegar dan bekerja di Butik Charming. Dan ternyata, Mbak Asih, sesama rekan kerja Rena di Butik adalah kaki tangannya Hilda yang lagi2 berusaha dengan conspiracy theorynya untuk menjatuhkan Rena. Beruntung, Rena overheard their conversation dan Ibu Martha, bossnya juga ada di sana. Mbak Asih langsung resign saat itu juga. So, what happens next?? Gimana Hilda, Rena dan Rick?? Check this out...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting: rumah mewah Hilda di Puri Indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda pulang dengan kesal... Well, siapa yang nggak kesal coba, kalo plannya yang sudah diatur rapi jali itu jadi ancur leburrr... Alhasil, dari pulang rumah tadi, si Mbak pembantu rumahnya yang terus jadi sasaran kemarahannya. Mereka selalu salahhhh saja di mata Hilda.&lt;br /&gt;Tapi lagi-lagi, Hilda kan punya back up plan. Ke London mannn... Itulah yang bakal dia lakukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maminya bertanya : " Hilda, kenapa kamu? Koq tampangnya kucel begitu?"&lt;br /&gt;Hilda : " Yeah, mom. I really pissed off today... "&lt;br /&gt;Mami: " Why?"&lt;br /&gt;Hilda : " Rena's plan... To get back ma cherie, Rick..."&lt;br /&gt;Mami: " I know you like him so much...Tapi bukankah cinta itu nggak bisa dipaksa, sayang?"&lt;br /&gt;Hilda : " Jadi... Sooo...Mami isn't that supportive in this thing as well?? Pourquois, ma mere ( Why my mom?) WHY??" suara Hilda terdengar semakin cempreng dan tinggi...&lt;br /&gt;Mami: " Look... Mami tidak pernah melarang kamu sama sekali... Mami cuma pengen ingatkan kamu. Nggak bisa dipaksa itu...Yah, tapi terserah kamulah... Mami sungguh sayang sama kamu, dan mami tidak mau kamu terluka... Itu saja, my dear..."Hilda: " Well, I don't care... If I can't get Rick, Rena can't get him either... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda masuk ke kamar dengan bergegas dan masih marah-marah. Omelannya terdengar cempreng namun dengan nada yang semakin ' fade away' karena dia sambil ngomel sambil berjalan melangkah masuk ke kamarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;London, di kediaman Mr. Scott:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick memandangi rumah bokapnya, yang dulu ditinggalinya bertahun-tahun. Rick menghela nafas perlahan... Atas niatnya sendiri dia mau ke London... Pertengkaran terakhirnya dengan Rena membawanya ke dalam kondisi yang sangat tak terawat. Agak kurus, dan tidak sempat bercukur... Rick harus ke London karena memang dia dan Rena bertengkar, tapi inti permasalahannya adalah hubungannya dan Rena tidak disetujui oleh maminya.&lt;br /&gt;So, di sinilah Rick hari ini...Bermaksud untuk tukar pikiran dengan bokapnya, Mr. Scott yang sangat dia hormati karena Mr. Scott is a very wise person...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Scott: " That's my boy...How are you?" ( sambil memeluk erat Rick)&lt;br /&gt;Rick : " I'm fine dad... Good to see you're doing very well too!"&lt;br /&gt;Mr. Scott: " But I've seen something different from you...You're not really in a good shape, are you?"&lt;br /&gt;Rick : " Yeah, dad... You must've know it from mom, right? It's about me and a girl called Rena. She's sweet and nice, but unfortunately she's poor."&lt;br /&gt;Mr. Scott: " I think that's not the main problem, as long as you guyz love each other. Should be fine, I guess..."Rick : " Such a relieved to hear those words from you, dad...But that's not what mom's thinking. She wants Hilda to become my future wife. I just think she's my sister...Never cross my mind to get married with someone I knew for my whole life as a sister. You know what I mean, right?"&lt;br /&gt;Mr. Scott: " I'll talk to your mom about this. Don't worry.. I'm with you son, just follow your heart..."&lt;br /&gt;Rick : " Thanks dad...I'm tired, can I take a rest now?"Mr. Scott: " Of course!Your room's still the same...We'll continue our talking later on, ok!"&lt;br /&gt;Rick : " Ok, dad..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda di Singapore, persiapan menuju London:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Hilda sudah berada di Singapore bersama ibunya. Well, enaknya jadi Hilda ya...menclok sana, menclok sini, melanglang buana gitu lho!&lt;br /&gt;Sebetulnya maminya Hilda nggak ada apa-apa sih, cuma mo shopping ke Singapore aja. Sementara papinya Hilda kan lagi ada business trip ke Hongkong udah seminggu. So Hilda menemani Ibunya belanja sambil menunggu waktu menyongsong keberangkatannya ke London donk tentunya...&lt;br /&gt;Papinya Hilda kali ini gak tau keberangkatan maminya... Sengaja, soalnya si mami sudah belanja kebanyakan deh bulan ini, so...actually no more shopping activity lah yaw... But, yahh...namanya perempuan gitu lho, kalo bawaannya shopping mahh hayo aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka shopping2 around di Orchard Road... Mall sudah penuh ornamen natal. It's beautiful lho! N pas mereka melewati surga pejalan kaki krn trotoarnya gede banget, tiba-tiba saja mata Hilda menangkap sesosok bayangan yang dia kenal dengan baik. Yang pria, itu adalah bokapnya... Pourquois dia ada di sini ya?? Bukannya harusnya dia ada di Hongkong??Dan...dannnnn yang wanitanya, OH MY GOD... Itu kan Mbak Asih??? Mereka bergandengan mesra dan berpelukan, seperti layaknya ABG. MEMALUKAN!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda langsung bergegas berjalan cepat menghampiri mereka. Maminya mengikuti Hilda sambil setengah berlari... Tanpa tau apa yang terjadi...&lt;br /&gt;Hilda memegang bahu Mbak Asih yang menoleh dengan terkejut dan langsung saja didampratnya...&lt;br /&gt;Hilda : " Mbak Asih...He's my father, u know??"Mbak Asih yang terkejut, nggak percaya bisa bertemu di Singapore menjawab dengan santai di tengah semua keterkejutannya, " Yes I know... And we've been doing this for 3 years... Mamimu aja yang nggak tau, kasihan sekaliii..."Hilda : " N you? My Dear Father?? Hongkong business trip was a LIE??"Maminya Hilda menangis tersedu, shock dan tak mampu berbicara... Agenda shopping menjadi derai air mata begini. Siapa yang menyangka??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papinya Hilda terdiam, tak mampu berkata-kata lagi. Memang dia berselingkuh dengan Mbak Asih. Mau bilang apa..??&lt;br /&gt;Papinya Hilda dan Mbak Asih melangkah menjauh... Sementara Hilda masih ngomel dan setengah berteriak, tidak peduli dengan keadaan sekitar yang memperhatikan dia. Ibunya hanya diam, menangis... dan terus menangis. Sampai akhirnya maminya memegang tangan Hilda, dan mengajaknya pulang ke hotel tempat mereka menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilda sangat kesal dan gusar. Dalam taksi menuju hotelnya, dia masih memaki-maki, sementara maminya menangis tak kunjung henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar hotel, maminya akhirnya buka suara juga: " Mami sudah punya firasat, Hilda... Mami sudah curiga... Akhir-akhir ini, kecurigaan mami makin bertambah karena papi kamu semakin sering meeting ke luar negeri dan ke luar kota... Tapi, dengan alasan bisnis begitu, mami bisa apa?? Sebetulnya mami bangga punya suami hard working seperti papimu, TAPI... kalo hasilnya begini?? Buat apa semua harta kekayaan yang kita punya, meaningless anakku... Really, meaningless..."&lt;br /&gt;Hilda dengan kemarahan yang berangsur reda dan pikiran yang lebih jernih, memeluk ibunya yang masih menangis itu... Dan tiba-tiba saja, tidak ada keinginannya untuk berangkat ke London dan mengacaukan hubungan Rick dan Rena... Tiba-tiba saja dia merasa benci sendiri dengan rencana-rencananya yang jahat. Tidak ah... Hilda tidak mau seperti Mbak Asih yang mengganggu relationship orang, eventhough Rick dan Rena masih statusnya pacaran dan belum sampai ke jenjang pernikahan...SO, this is it. It's better that I concentrate on ma mere et mon pere ( my mother n father). I don't wanna put my nose into other's problem, while my own family is having our own problem...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mom...We're going back to Jakarta today... We'll start all over again and will discuss our problems with a marriage counsellor maybe... But, I really wanna fix things up within our family... Don't cry mom... From now on, I'll be your good girl..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, there's always be a second chance. Hilda akhirnya sadar kelakuannya selama ini dan ingin memperbaikinya... Good girl...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Minggu kemudian, di gang sempit Grogol, tempat tinggal Irena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hari Senin. Hari Irena off. Rena bangun lebih siang daripada biasanya... Kemaren-kemaren masuk barang-barang baru dari Hongkong dan Korea, bikin Rena lumayan sibuk di butik memeriksa inventory di Butik Charming tentunya... Rena nggak terlalu pengen makan pagi ini. Tapi dia memutuskan untuk ke dapur dan membuat teh manis hangat... Lagi-lagi pikirannya mengembara, kembali di saat-saat si Tante masih berada di sisinya. Teh manis hangat buatan si Tante emang OK PUNYA... Kangen sama Tante...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyalakannya televisi yang ada di ruang tamu. Dia duduk di kursi reot-kursi kebangsaan si Tante yang terkantuk-kantuk menonton televisinya. God, to tell YOU the truth, I really miss her... My deaerest Aunt...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyetel TVnya di channel Global TV dan klip yang langsung nongol di depan matanya adalah Video Klip dari Siti Nurhaliza, si cantik dari Malaysia, dengan lagunya Seindah Biasa... Liriknya bagus juga lhooo... Rena suka deh..:) Moodnya langsung membaik dan dia menyanyi bersama Mbak Siti, bedanya ya Mbak Siti di layar kaca, sementara Rena yahhh...di Grogol aje :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seindah Biasa&lt;br /&gt;By Siti NurhalizaJalan pernah takut ku tinggalkan&lt;br /&gt;Saat bintang tak mampu lagi berdendang&lt;br /&gt;Saat malam manjadi terlalu dingin&lt;br /&gt;Hingga pagi tak seindah biasanya&lt;br /&gt;Chorus&lt;br /&gt;Takkan mungkin kita bertahan&lt;br /&gt;Hidup dalam bersendirian&lt;br /&gt;Panas terik hujan badai&lt;br /&gt;Kita lalui bersama&lt;br /&gt;Saat hilang arah tujuan&lt;br /&gt;Kau tahu ke mana berjalan&lt;br /&gt;Meski terang meski gelap&lt;br /&gt;Kita lalui bersama&lt;br /&gt;Ku tak bias merubah yang telah terjadi&lt;br /&gt;Tapi aku akan menjanjikan yang terbaik&lt;br /&gt;Agar kita tak pernah menjandi jadi&lt;br /&gt;Meski beza dermaga untuk kita berlabuh&lt;br /&gt;Ulang Chorus&lt;br /&gt;Pernah kita jatuh&lt;br /&gt;Mencuba berdiri&lt;br /&gt;Menahan sakit dan menangis&lt;br /&gt;Tapi erti hidup lebih dari tu&lt;br /&gt;Dan kita mencuba melawan&lt;br /&gt;Ulang Chorus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Siti Nurhaliza itu cukup menghibur hati Rena. Karena nadanya yang easy listening dan gampang buat diikutin even oleh Rena yang suaranya sedang-sedang saja itu...&lt;br /&gt;Ternyata tuh lagu cukup ampuh untuk menghibur kesedihan Rena biar cuma barang sebentarrrr saja...&lt;br /&gt;Rena paling suka bagian reffrain alias chorusnya deh... Bagus lho kata-katanya...!!!:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah iringan lagu Siti Nurhaliza itulah, terdengar ketukan di pintu rumahnya. Setengah enggan, Rena berjalan perlahan menghampiri pintu rumahnya. Dan dibukanya pintu. Saat dilihatnya Rick yang ada di depan pintu tersebut, terkejutlah Rena...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rick : " Hi Rena, I'm back to see your sweet face..."Rena: " Hi Rick..." ( Rena terdiam, hampir tidak bisa menjawab, gugup dan terkejut karena sangat tiba-tba si Rick sudah ada di hadapannya).&lt;br /&gt;Rick : " Can I come in?"Rena: " Oh..Boleh...Silakan..." ( masih dengan nada kaku...maklumlah masih shock:))&lt;br /&gt;Rick: " Listen... I've never stop thinking about u. And what I'm trying to do was going to London, meeting my dad and talking to him. And now, he agrees with this relationship and my mom is fine now after my dad talked to her. So, our problem is solved..."Rena: " Aku senang mendengarnya Rick, tapiii...mmm...Hilda?? Gimana dengan dia??"Rick: " There's a sudden change. She becomes a more stable personality now. Her father and Mbak Asih (dgn sedikit susah payah Rick mengeja nama itu...) have been becoming lovers for 3 years. They're having an affair..."&lt;br /&gt;Rena: " Masa sih Rick?? Kasihan sekali maminya Hilda. Hilda juga...Koq bisa ya...Mbak Asih?? That's hard to believe deh Rick!"&lt;br /&gt;Rick: " So, it's all about you and me... Would you be my wife? I really want to marry you, Rena...since you're all alone without your aunt anymore... I can't leave without you, honey..."&lt;br /&gt;Rena: " Aku mmmm...aku mau Rick...So far, aku selalu mikirin kamu..."&lt;br /&gt;Mereka berpelukan. Dan Rena merasa it's just like a dream come true. After all this time...AKHIRNYAAAA... Pangeran berkuda putih itu datang meminangnya... Seperti sinetron sih rasanya, tapi yaa...apa mau dikata, itulah yang kenyataannya, dan Rena cuma bisa menerima saja... Terima kasih Tuhan, kata Rena...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Months later... Hotel Sheraton Laguna, Nusa Dua Bali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah tamu yang datang, Hilda ada di sana. Wajahnya sudah tidak sesinis dulu. Yah, Hilda menghadiri party dari Rick dan Irena di Bali ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di gazebo di tepi pantai, mereka berdua bersanding di pelaminan. Rick dan Irena. Irena terus tersenyum penuh syukur, sementara Rick sesekali memandang Irena dengan mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life...U could never predict how it's gonna be... Tinggal kita menjalaninya saja, kata hati Rena. Rasanya seperti mimpi, but it's sooo real...&lt;br /&gt;Rick di sampingnya dannnn... they live happily ever after?? Mungkinkah demikian... Ahhh, Rena nggak tau dan nggak mau terlalu jauh berpikir ke arah situ... Karena yang paling penting adalah saat ini, saat di mana dia melangkah dengan pasti dalam genggaman tangan Rick...&lt;br /&gt;Thanks Lord...Rena tersenyum :)&lt;br /&gt;Dan, hatinya menyanyikan lagu Siti Nurhaliza yang mempertemukannya kembali dengan Rick...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan mungkin kita bertahan Hidup dalam bersendirian Panas terik hujan badaiKita lalui bersamaSaat hilang arah tujuanKau tahu ke mana berjalanMeski terang meski gelapKita lalui bersama&lt;br /&gt;Yah...bersama Rick. Itu saja. Rena akan menjalani terang atau gelap, hujan atau badai. As long as with Rick...Rena will try to do her very best, sisanya let God do the rest...SETUJU??:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jkt, Dec 23rd 2004&lt;br /&gt;Cheers,&lt;br /&gt;-fon-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: gue menarik nafas legaaaa atas berakhirnya episode Irena ini...Penuh perjuangan menyelesaikannya di tengah pekerjaan dan kursus yang hmmm lumayan padat. But, eventually I DID IT :)Thx to the LORD n thx to u guyz for everything!:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8619842587528224608-747446790968403164?l=eugeniafonny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/feeds/747446790968403164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8619842587528224608&amp;postID=747446790968403164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/747446790968403164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/747446790968403164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/2007/01/irena.html' title='Irena'/><author><name>Fonny Jodikin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16363417521804267532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_6X61jPk8PYg/TQd2bjfoRzI/AAAAAAAAAr8/zqVeeK6coyE/S220/Fon%2BClose%2BUp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8619842587528224608.post-1284081372202920584</id><published>2006-12-30T01:26:00.000-08:00</published><updated>2010-06-02T17:40:40.209-07:00</updated><title type='text'>Welcome to Eugenia's Stories!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Welcome to Eugenia's Stories!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dear all...&lt;br /&gt;Seneng banget rasanya bisa nge-blog dengan berbagai tulisan yang berbeda. Kalo sebelumnya udah ada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Chapters of Life&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang dimuat di blog g yang pertama, tepatnya di &lt;a href="http://fjodikin.blogspot.com/"&gt;http://fjodikin.blogspot.com/&lt;/a&gt;... Yaitu blog yang berisikan refleksi, cerita dan semua yang g alami, g lihat dan rasakan... En now, bakalan ada blog baru yang rencananya bakal g jadiin semacam kompilasi crita2 semacam Dara, Irena, bagian dari fiction yang g kembangkan semuanya ada di &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Eugenia's Stories&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;... Namanya jg masih baru, so mungkin ada kekurangan di sana, sini, namun g akan berusaha belajar n memberikan yang terbaik, mumpung ada waktu selama kehamilan ini berlangsung, sampe tiba due datenya my dear baby beberapa bulan lagi. Anggaplah ini jg merupakan kado taon baru, krn launchingnya &lt;a href="http://eugeniafonny.blogspot.com/"&gt;http://eugeniafonny.blogspot.com/&lt;/a&gt; ini tepat di akhir tahun 2006...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take care all n enjoy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God bless...&lt;br /&gt;-fon-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8619842587528224608-1284081372202920584?l=eugeniafonny.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/feeds/1284081372202920584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8619842587528224608&amp;postID=1284081372202920584' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/1284081372202920584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8619842587528224608/posts/default/1284081372202920584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://eugeniafonny.blogspot.com/2006/12/welcome-to-eugenias-story.html' title='Welcome to Eugenia&apos;s Stories!'/><author><name>Fonny Jodikin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16363417521804267532</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/_6X61jPk8PYg/TQd2bjfoRzI/AAAAAAAAAr8/zqVeeK6coyE/S220/Fon%2BClose%2BUp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
